<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899</id><updated>2011-12-16T05:15:21.937+07:00</updated><category term='Dari Sahabat'/><category term='jokes'/><category term='Award temen'/><category term='asal..sajak'/><category term='Serius Dikit'/><category term='Asal aja..'/><category term='Renungan'/><category term='kata hati'/><category term='cerpen'/><category term='giveaway sahabat'/><category term='ilusi'/><category term='lagu favorit'/><category term='Cerita sangat pendek'/><category term='Lamunan'/><category term='Ikutan Lomba'/><category term='Belajar Puisi'/><category term='Kesahku...'/><category term='untuk sahabat'/><title type='text'>hanya ilusi</title><subtitle type='html'>Goresan-goresan dari kegalauan yang ada</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>96</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-3360041031644536550</id><published>2011-11-04T15:44:00.000+07:00</published><updated>2011-11-04T15:44:12.492+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Puisi'/><title type='text'>AKU LELAH</title><content type='html'>Aku lelah menjadi matahari...&lt;br /&gt;karena kau slalu sembunyi di balik rimbunnya pepohonan hindari cahyaku&lt;br /&gt;Aku lelah menjadi angin...&lt;br /&gt;Karena aku tak mampu padamkan api yang kau mainkan&lt;br /&gt;Aku lelah menjadi sungai...&lt;br /&gt;Karena aku tak mampu enyahkan limbah-limbah dusta yang kau buang dalam airku yang mengalir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak sanggup memandangi daun-daun asa yang perlahan mulai mengering dan jatuh berguguran&lt;br /&gt;Aku tak sanggup menghadapi kenyataan begitu banyak rahasia dibalik hamparan daun-daun kering di halaman kita&lt;br /&gt;Haruskah kusudahi saja perjalanan ini, karena ku tahu pada akhirnya aku kan tetap jatuh dalam jurang keputusasaan yang teramat dalam&lt;br /&gt;Haruskah kurebahkan rapuh tubuh ini di tepi jalan berdebu hingga malam berganti dan embun pagi membangunkanku esok hari&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-3360041031644536550?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/3360041031644536550/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2011/11/aku-lelah.html#comment-form' title='22 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/3360041031644536550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/3360041031644536550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2011/11/aku-lelah.html' title='AKU LELAH'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>22</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-7373999699646286859</id><published>2011-10-10T12:14:00.000+07:00</published><updated>2011-10-10T12:14:26.376+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Puisi'/><title type='text'>KU TERHEMPAS...LAGI</title><content type='html'>Biduk itu pernah terhempas dan karam ditengah pekik riang camar-camar yang iri hati.&lt;br /&gt;Gemetarku menahan luka yang teramat perih, tambal dinding asa yang mulai menganga dan selamatkan tunas kelapa dari amuk samudera.&lt;br /&gt;Beruntung angin bertiup ramah, bujuk air mata dan keringat darah untuk tetap bersemayam di raga.&lt;br /&gt;Walau hembusnya pada layar terkoyak, bawa biduk menembus samudera tak tentu arah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, gelombang itu kembali hempaskanku...&lt;br /&gt;Di hamparan pasir hitam penuh kerikil dan beronak.&lt;br /&gt;Kuyup menggigil menahan dingin dan perih dalam jiwa.&lt;br /&gt;Mengapa samudera tak jua ramah? bahkan jejak langkah tertatihkupun hilang tersaput riak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, rasanya biduk itupun enggan kukayuh&lt;br /&gt;Tinggalkan ku termenung menatap mentari jingga tenggelam di garis samudera.&lt;br /&gt;Biarkanku sendiri kumpulkan buih-buih asa di hari yang mulai pekat dan..gelap.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-7373999699646286859?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/7373999699646286859/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2011/10/ku-terhempaslagi.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/7373999699646286859'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/7373999699646286859'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2011/10/ku-terhempaslagi.html' title='KU TERHEMPAS...LAGI'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-6029486355241438897</id><published>2011-09-19T12:35:00.006+07:00</published><updated>2011-09-19T14:06:42.700+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Puisi'/><title type='text'>DI PENGHUJUNG HADIRMU</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selalu ada permulaan dari setiap peristiwa, itu yang pernah kudengar dari seseorang. Masih ingatkah kau, bagaimana kita bertemu? Masih ingatkah kau, bagaimana ke dua pasang mata kita menangkap getar-getar kegelisahan dari dinding hati? Dan masih ingatkah kau, kapan kedua ujung jemari kita bertukar enerji ceria, suka dan cita? Ah...sesungguhnya aku yang tak ingat, bagaimana kedekatan kita berawal dan kapan dimulai.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang pasti tak pernah ada kesengajaan saat kita bertemu. Karena hadirmupun begitu tiba-tiba mengetuk daun pintu dari ruang hati yang kosong. Aku tak pernah sengaja mencari seseorang untuk berkeluh kesah. Akupun tak pernah sengaja mencari seseorang yang dapat menghapus debu-debu di kusamnya dinding hati. Namun hadirmu tetaplah berarti..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kesahku kesahmu menyatu bagai aksara yang terangkai satu persatu, lalu menjelma jadi sesuatu yang indah dan berarti. Jadi puisi, syair dan lagu mendayu, meninabobokan hati dilembutnya peraduan mimpi. Kesahku kesahmu tak lagi patut ditangisi...kini kesah menjadi tawa, dukapun menjadi suka. Seiring rintik hujan basahi bumi kerontang, sisakan pelangi indah diawan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi..selalu ada akhir dari sebuah perjalanan, bukan? Walau pasti kan terasa begitu menyakitkan. Aku tak tahu apa yang harus kulakukan, atau...kita nikmati saja sisa waktu yang ada sampai saat itu menjelang. Kapan? Masih kutunggu angin sepoi membawa jawaban..&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-6029486355241438897?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/6029486355241438897/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2011/09/di-penghujung-hadirmu.html#comment-form' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/6029486355241438897'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/6029486355241438897'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2011/09/di-penghujung-hadirmu.html' title='DI PENGHUJUNG HADIRMU'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-5563065987499736317</id><published>2011-08-02T11:06:00.037+07:00</published><updated>2011-08-03T08:57:54.103+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>HIDAYAH</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 115%;"&gt;Sayup-sayup terdengar suara azan Maghrib berkumandang disela-sela keramain dan macetnya jalan raya. Sebagian pengendara menepikan atau membelokkan kendaraan mereka menuju mesjid yang ada tidak jauh dari&amp;nbsp; pinggir jalan raya. Selain untuk memenuhi panggilan Allah dan melaksanakan sholat, mereka juga memanfaatkannya untuk beristirahat dari penat mengendarai kendaraan di tengah jalan yang macet. Tapi sebaliknya dengan Andi, ditengah azan yang berkumandang dia malah bersiap-siap pergi untuk menemui temannya. Dengan jaket hitam kesayangan dan jins belel yang melekat dikakinya, Andipun melangkah sambil bersiul-siul…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 115%;"&gt;“Heh..mau kemana kamu?” Tanya Mba Ira, kakaknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 115%;"&gt;“Biasalaaah…cari angin. Kelamaan dirumah bikin otak buntu, sumpek! Lagipula apa urusanmu tanya-tanya?” ujar Andi dengan nada sinis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 115%;"&gt;“Memang bukan urusanku kamu mau pergi kemana tapi pakai otak dong…! suara azan belum juga berhenti, tunggu dulu sampai azan selesai atau sholat dulu kek...”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 115%;"&gt;“Sholat..? Heh, buat apa?” Andi sambil tersenyum sinis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 115%;"&gt;“Lho…kok buat apa! Sholat itu tiangnya agama…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 115%;"&gt;“Lalu apa…?” potong Andi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 115%;"&gt;“Apa yang dikatakan kakakmu itu benar Di. Paling tidak, dengan sholat kamu telah menjalankan apa yang menjadi perintah Allah. Dengan menjalankan perintahNya, itu akan bisa membantumu membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik, mana yang salah dan mana yang benar” sambung Ibu Andi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 115%;"&gt;“Maaf Bu, bukan Andi nggak mau melaksanakan sholat. Tapi Andi cuma tidak ingin jadi orang yang munafik, yang menjalankan sholat atau menjalankan perintahNya tapi juga sekaligus melanggar laranganNya. Andi masih ingin senang-senang juga berbuat sesuka hati, dan aku tidak mau mencampur adukkan keduanya. Sholat ya sholat….lalu jauhkan diri dari segala maksiat, itu yang benar!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 115%;"&gt;“Maksud kamu apa, bicara seperti itu…?” Tanya Kak Ira.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 115%;"&gt;“Heh...dengar ya!Aku tidak mau sholat cuma karena takut sama Ibu, aku juga tidak mau sholat kalau cuma ingin menjadikannya kedok untuk menutupi perbuatan hina dan nista &amp;nbsp;seperti yang kau lakukan.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 115%;"&gt;“Astagfirullah…Andi!!” teriak Kak Ira.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;“Apa…? Makanya ngaca dulu kalau mau ceramahin orang…” ujar Andi sambil menstarter motornya. Ia sempat melihat Ibunya terisak dan menitikkan air mata namun kebenciannya akan Kak Ira membuatnya tidak perduli. Dan iapun langsung tancap gas meninggalkan derum knalpot&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"&gt;yang memekakkan telinga. Seperti yang sepintas dilihat Andi, Ibunya memang hanya bisa terdiam menahan isak tangis. Air mata mulai menggenangi pelupuk mata lalu perlahan mulai mengalir membasahi pipi…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 115%;"&gt;“Ya Allah ampunilah hambaMu ini. Ampuni aku yang tidak mampu membimbing anak yang Kau titipkan padaku. Kumohon ampunilah dia, berikanlah dia hidayah agar kembali hidup di jalanMu, jalan yang Kau ridhoi. Ya Allah…hanya kepadaMu-lah aku berserah diri dan hanya kepadaMu-lah aku mengadu dan berkeluh kesah…” sebait doa terucap disela isaknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 115%;"&gt;*****&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 115%;"&gt;Selepas meninggalkan rumahnya, Andi mulai mengurangi kecepatan motornya. Masih terbayang wajah ibunya yang sedih, walau seringkali mengabaikan perkataan ibunya namun ia tetap tidak sampai hati melihat ibunya menangis. Dalam keadaan apapun, ibu selalu lemah lembut dalam berkata-kata. Memarahi, menasehati dan juga mengingatkan untuk selalu menjalani perintah Allah, semua dilakukannya dengan penuh kelembutan. Lain halnya dengan Kak Ira, belum sebulan tinggal kembali bersama ibu sudah kelihatan banyak tingkah. Meminta bantuan atau menyuruhnya melakukan sesuatu bagai memerintah anak kecil yang tidak mengerti apa-apa. Berteriak, membentak bahkan tidak jarang mengucapkan kata-kata kotor. Andi juga sudah muak dengan sikap Kak Ira yang berlagak sok suci dan alim, apalagi Andi selalu merasa Kak Ira hanya melaksanakan itu cuma untuk formalitas saja alias cuma menyenangkan hati ibu &amp;nbsp;padahal implementasinya dalam kehidupan sehari-hari sungguh bertolak belakang. Contohnya sekarang ini, gara-gara kepergok berzinah dengan orang lain, sekarang Kak Ira diusir dan diceraikan suaminya. Oleh sebab itu sekarang dia kembali tinggal dirumah ibu dan mulai merecoki kehidupannya. Bagaimana dia bisa melakukan hal nista seperti itu bila ia benar-benar sholat? Apakah dia pikir sholat itu cuma untuk main-main saja? Andi menggeleng-gelengkan kepala karena tidak mengerti jalan pikiran Kak Ira.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 115%;"&gt;Selepas Isya Andi sampai di rumah Yanwar, tempat ia dan kawan-kawannya biasa berkumpul, berpesta juga mabuk-mabukkan. Didalam sudah ada beberapa kawannya juga dua orang wanita yang baru dilihatnya tapi kali ini ia kurang berminat. Diambilnya sebotol black label lalu iapun keluar rumah dan duduk diteras, wajah ibunya masih saja membayang dalam benaknya walau alkohol perlahan mulai meracuni aliran darah ditubuh. Keasyikannya terusik saat matanya menangkap gerakan tidak wajar di sekeliling rumah Yanwar ini, ia merasa beberapa pasang mata sedang mengawasi. Perlahan ia bangkit dari duduknya, masuk kedalam dan mengingatkan kawan-kawannya. Andi segera berlari ke pintu belakang dan menghambur keluar lalu berlari sekencang-kencangnya, tidak diperdulikannya lagi apakah kawannya mengikuti atau tidak yang penting dirinya aman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Dugaan Andi memang tidak salah. Beberapa warga dan satuan polisi memang sedang mengepung rumah Yanwar karena sudah lama dicurigai sebagai tempat pesta miras, narkoba bahkan sex bebas. Apalagi sudah mendekati bulan suci ramadhan, dan biasanya para petugas lebih giat memberantas penyakit-penyakit masyarakat. Tidak berapa lama kemudian, kawan-kawan Andi ditangkap tanpa ada&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"&gt;perlawanan karena mereka sudah terlalu mabuk untuk bisa melarikan diri. Sedangkan Andi masih terus berlari walau harus tersandung-sandung digelepan malam juga perih menusuk telapak kaki karena ia tidak sempat memakai alas saat kabur tadi. Ia menggapai tembok yang tingginya kira-kira 2 meter lalu meloncatinya, namun untung tidak dapat diraih malang tidak dapat ditolak. Ternyata dibalik tembok itu, permukaan tanahnya tidak rata dan agak menurun sehingga saat Andi mendarat tubuhnya terhempas lalu jatuh terguling. Rasa sakit luar biasa tiba-tiba dirasakan Andi di pangkal paha kanannya. Rasanya seperti patah saja dan ia tidak tahu apa yang tertabrak kakinya, batu, kayu atau akar pohon? Entahlah, ia tidak tahu pasti. Ia hanya bisa teriak dan mengerang kesakitan lalu tidak sadarkan diri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 115%;"&gt;Entah berapa lama Andi pingsan namun kini terlihat tubuhnya mulai sedikit bergerak. “Terima kasih Tuhan…” desisnya ketika menyadari ia masih hidup. Andi mencoba bangkit namun ia kembali merintih kesakitan dan merasa kaki kanannya benar-benar tidak bisa digerakkan, bergerak sedikit saja sudah menyisakan nyeri yang amat sangat. Sambil meringis, matanya nanar menatap dalam gelap. Samar-samar dilihatnya sebuah titik cahaya lampu dari kejauhan dan ia berpikir barangkali disanalah ia akan bisa mendapat pertolongan, tapi bagaimana?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 115%;"&gt;“Ya Allah tolonglah aku. Ibu….ibu…maafkan aku” desahnya sambil menitikkan airmata.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 115%;"&gt;Lalu sambil menahan rasa sakit, Andi merangkak perlahan menyusuri tanah dengan sisa-sisa tenaganya. Namun penderitaannya tidak sampai disitu saja, ketika cahaya lampu itu mulai terlihat jelas tiba-tiba saja hujan turun cukup deras. “Mampus gua…” umpat Andi dalam hati. Iapun coba bersandar di&amp;nbsp; bawah pohon sambil coba menutupi kepala agar tidak langsung terkena air hujan. Wajah ibunya kembali terbayang dan iapun sesegukkan menahan tangis tapi segera ia menghentikan tangisnya saat sayup-sayup terdengar seseorang membaca ayat-ayat Alquran dan bagai irama yang mengalun dengan indahnya. Dan suara itu terdengar dari gubuk dimana cahaya lampu itu terlihat. Tiba-tiba saja semangatnya bangkit, iapun kembali merangkak ditanah becek untuk segera sampai ke cahaya lampu yang ternyata cahaya lampu dari gubuk seorang pemulung. Dengan nafas tersenggal-senggal dan tubuh berlepotan lumpur, akhirnya Andi sampai juga di depan gubug itu. Andi menengadahkan wajahnya keatas langit dan tersenyum…lalu jatuh tidak sadarkan diri kembali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 115%;"&gt;*****&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 18px;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Alunan ayat-ayat Alquran keluar dari mulut Andi, dihadapannya duduk seorang laki-laki yang sekali-sekali membetulkan ucapan Andi dalam membaca ayat Alquran tersebut. Andi sudah kembali mendekatkan diri kepada Allah, mulai kembali menjalankan perintahNya dan meninggalkan laranganNya. Andi tidak merasa karena ia sakit, barulah mendekatkan diri kepada Allah. Tapi itu semua semata-mata karena ia merasa bahwa Allah telah menunjukkan kuasaNya. Dan peristiwa yang dialami menyadarkannya bahwa Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, sehingga ia masih diberi kesempatan untuk hidup juga dipertemukan dengan orang yang bisa membimbingnya meniti jalan yang di ridhoiNya. Mendalami makna dari isi Alquran dan kemudian mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari juga selalu bersyukur atas semua berkah dan rahmat yang telah diterimanya adalah menjadi tujuan hidupnya kini. Ibu Andi tersenyum bahagia melihat perubahan dari anaknya...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 18px;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;”Alhamdulillah…terima kasih ya Allah, Kau telah menurunkan hidayahMu dan kini anakku telah &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;kembali…” sambil meneteskan airmata bahagia.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-5563065987499736317?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/5563065987499736317/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2011/08/hidayah.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/5563065987499736317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/5563065987499736317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2011/08/hidayah.html' title='HIDAYAH'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-3165330921812455801</id><published>2011-07-16T12:48:00.003+07:00</published><updated>2011-08-02T14:33:58.331+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='giveaway sahabat'/><title type='text'>BLOGGING : BELAJAR MENULIS DAN SILATURAHMI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Dibeberapa kesempatan saya pernah mengutarakan bahwa saya termasuk orang yang super duper gaptek dan berselancar di dunia maya termasuk blogosphere adalah dunia baru bagi saya. Mengenal blogpun bermula dari melihat teman yang sedang blogging kemudian saya tertarik dan bertanya bagaimana membuatnya. Dan ketika blog telah dibuat, terus terang hati ini terlonjak kegirangan bagai anak kecil yang mendapatkan mainan baru, norak banget ya!? hehe. Namun bukan tanpa alasan saya bertingkah seperti itu...&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;1. &amp;nbsp;Sejak kecil saya memang hoby membaca walau yang dibaca cuma buku-buku cerita atau sejenis novel. Biasanya buku-buku tersebut saya dapat dari perpustakaan sekolah atau tempat penyewaan buku. Dan kebiasaan membaca itu ternyata membuat saya tertarik juga untuk bisa menulis, sehingga sejak SMP sayapun mulai belajar menulis berupa cerita-cerita pendek.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;2. &amp;nbsp;Menulis ternyata memberi keasyikan tersendiri buat saya, karena terus terang saya termasuk orang yang tidak&amp;nbsp;pandai bersosialisasi dengan orang lain sehingga terkesan agak tertutup dan tak banyak bicara . Dengan menulis seakan saya menemukan wadah untuk bisa mencurahkan apa yang ada di benak saya, pikiran saya dan semua yang rasakan tanpa harus menunggu seseorang yang mau mendengarkan.&amp;nbsp;Dari beberapa cerpen atau puisi asal-asalan yang telah saya buat, beberapa diantaranya memang benar-benar merupakan sarana bagi saya untuk mengutarakan perasaan dan selebihnya merupakan hasil dari menghayal, melamun atau ide yang datang mendadak.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Sehubungan dengan hoby menulis itu, setelah membuat blog sayapun mencari blog dengan tema-tema untuk belajar menulis. Sehingga sayapun terdampar di blog Rafi Azmillah Menulis (Radinal Mukhtar Harahap) dan Sang Cerpenis Bercerita (Fanny Fredlina)&amp;nbsp;. Dua nama ini telah saya anggap guru saya dalam hal tulis menulis, karena dari keduanya saya termotivasi untuk terus belajar dan terus semangat untuk menulis. Silaturahmi terus berlanjut, dan sayapun mulai menjalin pertemanan dengan beberapa blogger lain yang isi atau konten blognya berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buka dasbor blog, bagaikan masuk dalam restaurant kemudian duduk dan disodori &amp;nbsp;pilihan menu yang beraneka ragam. Saat sedang bersusah hati, saya bisa mampir ke blog yang berisi puisi mendayu-dayu. Saat ingin tertawa, saya bisa mampir ke blog sahabat yang berisi postingan kocak dan gokil. Saat hati sedang galau, saya bisa mampir ke blog sahabat yang berisi postingan yang menyejukkan, penuh siraman rohani, pencerahan dan juga motivasi seperti yang salah satunya saya dapatkan di blog &lt;a href="http://www.blogger.com/www.djanganpakies.com"&gt;&lt;b&gt;Djangan Pakies (Pak Ies)&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;. Ada kepuasan tersendiri saat mampir ke blog sahabat dan meninggalkan jejak walau dengan komentar sekenanya. Menjalin silaturahmi dengan sahabat blogger, hidup terasa lebih berwarna dan kadang merasa tak sendiri saat menghadapi beban yang kian menghimpit. walaupun semua itu hanya sebatas berkomunikasi &amp;nbsp;dalam dunia maya, tak pernah saling berbicara apalagi bertatap muka.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Aktivitas blogging terus terang lebih sering saya lakukan di kantor karena kebetulan saya dapat fasilitas komputer untuk pribadi walaupun cuma abal-abal. Tapi lumayanlah, dapat melakukan aktivitas &amp;nbsp;internetan secara gratis, hehe. Namun begitu, biasanya saya melakukan aktivitas berinternet ria hanya pada saat baru masuk kantor lalu pada saat jam istirahat dan terakhir pada jam akan pulang, kalaupun ada sahabat yang memergoki saya sedang OL diluar jam itu berarti saya sedang kebablasan, hehe. Maklumlah, sayapun manusia yang tak lepas dari khilaf dan dosa, hehe. Tapi saya tetap mencoba menahan diri untuk tidak melakukan aktivitas blogwalking disaat jam kerja walau sesekali mencuri waktu disaat &amp;nbsp;senggang atau tak ada pekerjaan. Untuk mensiasati agar tak terlalu lama blogging, seringkali dan memang sudah jadi kebiasaan draft untuk posting sudah saya buat dirumah. Sehingga kalaupun blogging di kantor, saya hanya mampir ke blog sahabat, membacanya postingannya dan meninggalkan komentar. Atau melihat postingan saya lalu senyum-senyum sendiri membaca komentar dari sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://s1204.photobucket.com/albums/bb410/djpakies/?action=view&amp;amp;current=djangan-pakies-17-1.gif" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Photobucket" border="0" src="http://i1204.photobucket.com/albums/bb410/djpakies/djangan-pakies-17-1.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, kira-kira begitulah sedikit cerita bagaimana aktivitas blogging saya dimulai, kemudian coba menikmatinya sebagai sarana untuk mengasah kemampuan dalam menulis juga untuk memperbanyak dan mempererat tali silaturahmi dengan sahabat dari seluruh penjuru tanah air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Postingan ini sengaja dibuat untuk ikut berpartisipasi dalam acara &lt;a href="http://www.blogger.com/www.djanganpakies.com/2011/07/suit-sepentin-giveaway.html"&gt;&lt;b&gt;Suit Sepentin Giveaway&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; yang diadakan &lt;a href="http://www.blogger.com/www.djanganpakies.com"&gt;&lt;b&gt;Djangan Pakies (Pak Ies)&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;. Acara yang diadakan dalam rangka menyongsong 17 tahun pernikahan beliau. Semoga harapan Pak Ies agar pernikahannya tetap menjadi hal yang terindah hingga akhir nanti, Insya Allah akan terkabul dan semoga beliau diberi kekuatan dalam menjalani kewajiban juga tanggung jawabnya sebagai suami, mengawal keluarga dan menjadikannya sebagai keluarga yang sakinah mawadah warohmah, Amin.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-3165330921812455801?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/3165330921812455801/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2011/07/blogging-belajar-menulis-dan.html#comment-form' title='12 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/3165330921812455801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/3165330921812455801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2011/07/blogging-belajar-menulis-dan.html' title='BLOGGING : BELAJAR MENULIS DAN SILATURAHMI'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-5380269368312765297</id><published>2011-07-15T13:49:00.008+07:00</published><updated>2011-09-19T14:00:44.995+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='giveaway sahabat'/><title type='text'>BUNDA DIANA : MENCINTAI TANPA MELUKAI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebenernya agak berat juga nih kalau bicara soal cinta, apalagi cinta antara 2 makhluk berlainan jenis yaitu antara pria dan wanita. Bagi saya, cinta itu suatu hal yang abu-abu. Cinta bukanlah ilmu pasti, bukan seperti matematika 1 + 1 = 2. Walau sebenarnya cinta itu bukan untuk dibicarakan tapi untuk dirasakan namun cinta tetaplah hal yang menarik untuk dibicarakan karena sudah jutaan kata, jutaan kalimat, jutaan kisah dan jutaan puisi telah tercipta, telah terucap juga telah tersurat untuk ungkapkan makna cinta. Dan masing-masing orang punya jawaban sendiri dengan arti dan makna cinta itu. Seperti yang diungkapkan &lt;a href="http://meworldwords.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;Bunda Diana&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; dalam puisinya :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 15px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Sebab, cinta adalah saat angin menggoda dedaun dan bebungaan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 15px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;saat ia menerpa wajahmu dengan kelembutan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 15px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Ia tak kan pernah banyak kata dalam kehadirannya&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 15px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Di mana pun, kapan pun, dan bagaimana pun caranya ia kan menyentuhmu serupa cahaya, tak terlihat namun terekam indera lainnya&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Terlepas dari benar atau salah, saya berpendapat : Ketika seorang Pria memilih seorang wanita untuk menjadi pacarnya, kekasihnya atau istri untuk dicintainya. Ia akan mewujudkan bentuk cintanya itu dengan kasih sayang, perhatian, pengertian dan sebagainya kepada sang wanita. Dan begitu juga sebaliknya. Oleh sebab itu, ketika keduanya mewujudkan rasa cinta mereka dengan saling kasih mengasihi, saling memberi perhatian, saling pengertian, saling berbagi, menyatukan perbedaan, menghilangkan rasa ego masing-masing. Nah, disitulah letak makna cinta itu sesungguhnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Lalu jika ada pertanyaan...Dapatkah kau mencintai tanpa menyakiti?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Terus terang saya agak sulit mendapatkan jawabannya. Mencintai tapi menyakiti itu yang seperti apa? Apakah seperti over protective, cemburu yang berlebihan atau tidak boleh ini, tidak boleh itu dan sebagainya. Rasanya bohong besar bila keadaannya seperti itu masih bisa bilang cinta atau mencintai. Bila ada yang tersakiti, sepertinya telah rusak atau tersakiti pula makna cinta yang sebenarnya. Karena sekali lagi, cinta itu&amp;nbsp;saling kasih mengasihi, saling memberi perhatian, saling pengertian, saling berbagi, menyatukan perbedaan, menghilangkan rasa ego masing-masing&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Duh, pusing juga kalau bicara soal cinta. Tapi tak apalah, ini semata-mata untuk ikut berpartisipasi dalam acara giveaway yang diadakan oleh &lt;a href="http://meworldwords.blogspot.com/2011/07/mencintai-tanpa-melukai.html"&gt;Bunda Diana : Mencintai Tanpa Menyakiti&lt;/a&gt;. Mudah-mudahan postingan yang rada ngawur dan sedikit kabur ini masih nyambung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-5380269368312765297?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/5380269368312765297/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2011/07/bunda-diana-mencintai-tanpa-melukai.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/5380269368312765297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/5380269368312765297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2011/07/bunda-diana-mencintai-tanpa-melukai.html' title='BUNDA DIANA : MENCINTAI TANPA MELUKAI'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-8751369757232372743</id><published>2011-06-21T14:25:00.005+07:00</published><updated>2011-09-19T14:04:06.178+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Asal aja..'/><title type='text'>AKU TERDIAM</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Pada akhirnya aku harus menghentikan langkah lalu terdiam. Ku kerjap-kerjapkan mata karena pandangan mataku mulai kabur. Aku tak tahu dan tak mengerti, apakah mataku mulai rabun ataukah karena memang suasana tempatku berdiri mulai berkabut. Entahlah...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Kau hanya selangkah saja didepanku tetapi aku tak mampu menatap wujudmu sesungguhnya, yang kudengar hanya suaramu. Ingin aku menggapai tubuhmu tapi aku kembali terdiam, saat kudengar tawamu. Tawa yang menggema di dinding-dinding sunyi hatiku. Tawa &amp;nbsp;riang yang tak pernah terdengar saat kau ada disisiku, tawa merdu yang tak pernah terdengar saat kau ada dipelukku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Aku kembali terdiam... Haruskah kuurai kabut didepanku untuk mencari tahu apa yang membuatmu begitu gembira? Haruskah kugapai tubuhmu lalu menghentikan tawa riangmu? Tidak...tidak... Aku tak akan melakukan itu! Kan kubiarkan kau menikmati tawa riangmu. Kan kubiarkan kau nikmati bahagiamu. Karena mungkin aku tak pernah mampu untuk memberikannya padamu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Aku bahagia mendengar tawamu. Tapi perlahan, aku mulai merasa kehilanganmu walau kau berada disisiku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-8751369757232372743?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/8751369757232372743/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2011/06/aku-terdiam.html#comment-form' title='21 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/8751369757232372743'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/8751369757232372743'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2011/06/aku-terdiam.html' title='AKU TERDIAM'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>21</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-6410341903631704738</id><published>2011-04-09T15:41:00.004+07:00</published><updated>2011-04-09T18:28:58.580+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Puisi'/><title type='text'>DISIMPANG JALAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Tak pernah kusesali jalan yang kupilih&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Walau kutahu jalan itu terjal dan berbatu&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Walau kutahu jalan itu berliku&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Menurun dan mendaki...&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Pikirku...&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Jalan itu kan membuat tapak kaki kuat mencengkeram jalan tak rata&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Pikirku...&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Jalan itu kan membuat lututku tak gentar menahan beban di pundak&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Ternyata tidak... aku salah&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Setiap langkah bagai menghujam tapak kaki pada permadani onak berduri&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Lututpun kian bergetar dengan beban yang bertambah tak henti&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Aku mulai mencium aroma kekalahan&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Aroma yang meracuni pendirianku, membuatku limbung&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Pandanganku kabur...&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Tak tahu lagi arah yang kutuju, tak tahu lagi kemana kaki ini melangkah&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Disimpang jalan ini aku terdiam, terpekur dan terduduk menatapi duri yang tertanam di tapak kaki&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Rasanya tak sanggup lagi melangkah ditemani pedih dan perih&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Dan aku terdiam, sambil berharap ilalang menari menghiburku&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-6410341903631704738?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/6410341903631704738/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2011/04/disimpang-jalan.html#comment-form' title='11 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/6410341903631704738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/6410341903631704738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2011/04/disimpang-jalan.html' title='DISIMPANG JALAN'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-1927316678151766881</id><published>2011-03-23T17:10:00.003+07:00</published><updated>2011-08-02T14:38:12.029+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='untuk sahabat'/><title type='text'>SURAT UNTUK ADIK DIJA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Assalamu'alaikum Warahmatullohi Wabarrokatuh&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Teruntuk&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adik Dija yang manis&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanpa terasa waktu terus berjalan begitu cepatnya. Hari berganti minggu, minggu berganti bulan dan bulan berganti tahun. Rasanya sulit untuk melukiskan rasa haru dan bahagia yang Om Noor rasakan saat menyadari bahwa adik Dija yang Om kenal sejak bayi, yang imut-imut, lucu serta menggemaskan, kini tumbuh dan menjelma menjadi seorang remaja putri yang manis, cantik dan juga cerdas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu Wa Ta'ala atas segala rahmat dan karuniaNya, yang telah mengantar perjalanan adik Dija menapaki waktu sehingga kini telah genap menginjak usia yang ke 17 tahun. Usia dimana adik Dija siap membuka cakrawala baru menuju gerbang kedewasaan. Om Noor yakin dan tahu benar bahwa limpahan kasih sayang dan juga perhatian dari Mama Elsa dan keluarga, telah menuntun dan mengarahkan langkah adik Dija menjadi seorang anak yang sholehah, cerdas, mandiri serta berbudi luhur.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adik Dija tersayang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu kebahagiaan yang tak terkira bila Om Noor mengetahui bahwa adik Dija sudah membaca surat yang Om tuliskan ini. Anggaplah ini sebagai ungkapan kasih sayang dan turut merasa bahagia di hari ulang tahun adik Dija yang ke 17. Tak lupa Om Noor juga mendoakan Mama Elsa dan keluarga agar selalu mendapat cucuran rahmat serta perlindungan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala agar dapat selalu mendampingi adik Dija dalam menggapai cita-cita, sehingga dapat menjadi anak yang berguna bagi agama, keluarga, bangsa dan negara. Amin Ya Robbal Alamin.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salam sayang dari Om Noor dan keluarga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum Warahmatullohi Wabarrokatuh&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, Utopia, 'Palatino Linotype', Palatino, serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 22px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;Postingan ini dibuat untuk berpartisipasi dalam&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://princessdija.blogspot.com/"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: yellow;"&gt;Dija's Firts Give Away&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;yang diadakan oleh Mba Elsa untuk memperingati hari ulang tahun adik Dija yang pertama. Sempat bingung bagaimana menulisnya karena sudah lama sekali tidak surat menyurat dan ketawa sendiri membaca postingan ini, "Ini surat atau teks pidato ya? hehe". Tapi tak apalah, yang penting bisa berpartisipasi. Ya kan Mba Elsa?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, Utopia, 'Palatino Linotype', Palatino, serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white; line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, Utopia, 'Palatino Linotype', Palatino, serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white; line-height: 22px;"&gt;Selamat Ulang Tahun Dik Dija&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-1927316678151766881?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/1927316678151766881/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2011/03/surat-untuk-adik-dija.html#comment-form' title='11 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/1927316678151766881'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/1927316678151766881'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2011/03/surat-untuk-adik-dija.html' title='SURAT UNTUK ADIK DIJA'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-7230660304570373796</id><published>2011-03-09T14:12:00.004+07:00</published><updated>2011-08-02T14:41:25.954+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Asal aja..'/><title type='text'>KUE SUDAH TERASA PAHIT ?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari itu telah terpilih seorang kepala kampung yang baru dikampung SAUDAGAR. Dan sesuai adat yang sudah turun temurun, sang kepala kampung yang baru akan mengadakan pesta tujuh hari tujuh malam atau bila perlu sebulan penuh, tergantung seberapa banyak upeti yang diterima dari para pendukung. Disetiap pesta akan dihadiri oleh seluruh penduduk kampung dan sang kepala kampung yang barupun tak perduli &lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;siapa pendukung&lt;/span&gt; dan &lt;span class="Apple-style-span" style="color: red;"&gt;siapa yang tidak mendukung&lt;/span&gt;, semuanya diundang pesta tanpa terkecuali.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun tetap ada perbedaan yaitu tempat duduk para tamu saat pesta. Kelompok saudagar-saudagar &lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;yang mendukungnya&lt;/span&gt; ditempatkan disebuah meja besar sebelah kanan, kelompok saudagar &lt;span class="Apple-style-span" style="color: red;"&gt;bukan pendukung&lt;/span&gt; menempati meja besar disebelah kiri, sedangkan rakyat jelata duduk beralaskan tikar yang letaknya agak jauh dari kedua meja besar tadi. Sengaja ditempatkan agak jauh karena kepala kampung tak ingin mereka tahu makanan apa yang dihidangkan untuk para saudagar, "mencegah kecemburuan sosial," katanya. Padahal sebenarnya para rakyat jelata &amp;nbsp;tetap tahu walau hanya mencium dari baunya saja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dimeja besar dimana para saudagar &lt;span class="Apple-style-span" style="color: red;"&gt;bukan pendukung&lt;/span&gt; berkumpul, duduk seorang saudagar wanita yang selalu saja bermuka masam. Dia memang masih kesal dengan sang kepala kampung yang baru, dan dia merasa sang kepala kampung tak tahu berterima kasih, menusuk dari belakang. Padahal saudagar wanita itu merasa dialah yang telah mengangkat derajat sang kepala kampung tetapi kini malah menjadi pemimpinnya. Saudagar wanita itu masih tak rela jika posisinya sekarang lebih rendah, dan dia pun selalu menggerutu walau akan tetap menyantap makanan yang disediakan sampai habis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pesta sudah dimulai dan makananpun sudah dihidangkan, rakyat jelata bersuka cita mendapat porsi makanan berupa ikan asin, sayur asem, tahu serta tempe. Sedangkan para saudagar mendapat jatah porsi makanan berupa daging ayam, sapi, kerbau, sate kambing, kambing guling serta makanan yang serba wah lainnya. Semua saudagar mendapat jatah yang sama, baik &lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;yang mendukung&lt;/span&gt; maupun &lt;span class="Apple-style-span" style="color: red;"&gt;yang tidak&lt;/span&gt;. Namun yang berbeda adalah setiap saudagar &lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;yang mendukung&lt;/span&gt; mendapat satu porsi kue lezat sebagai makanan penutup sedangkan kelompok saudagar yang &lt;span class="Apple-style-span" style="color: red;"&gt;tidak mendukung&lt;/span&gt; tak mendapatkannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari ini sudah menjadi hari ke tujuh sejak pesta dimulai namun pesta masih meriah saja. Tetapi ada yang aneh dengan kelompok para &lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;saudagar pendukung&lt;/span&gt;, tiba-tiba saja ada sebagian dari &lt;span class="Apple-style-span" style="color: yellow;"&gt;mer&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;eka&lt;/span&gt; yang berpindah tempat duduk ke meja besar tempat para saudagar &lt;span class="Apple-style-span" style="color: red;"&gt;bukan pendukung&lt;/span&gt; dan mulai ngerumpi di sana. &amp;nbsp;Apa yang telah terjadi? Apakah porsi kue yang diberikan kurang besar? Apakah kue lezat yang diberikan sang kepala kampung sudah mulai terasa pahit? Ataukah mereka iri karena mereka selalu mendapat kue kering sedangkan yang lain mendapat kue basah?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rakyat jelata hanya bisa menonton apa yang terjadi dan tak sedikitpun berharap mendapat jatah kue karena itu tidak mungkin. Mereka hanya berharap, nasi putih, ikan asin, sayur dan juga tahu tempe yang menjadi jatah mereka tak akan berkurang sedikitpun. Duhai...alangkah indahnya negeri ini.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-7230660304570373796?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/7230660304570373796/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2011/03/kue-sudah-terasa-pahit.html#comment-form' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/7230660304570373796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/7230660304570373796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2011/03/kue-sudah-terasa-pahit.html' title='KUE SUDAH TERASA PAHIT ?'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-7845815067214044874</id><published>2011-02-28T16:55:00.004+07:00</published><updated>2011-03-02T12:19:29.260+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lagu favorit'/><title type='text'>Hmm.......</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="390" src="http://www.youtube.com/embed/nxDFjf3hJ_Q" title="YouTube video player" width="480"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;All alone tonight, I'm calling out your name &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Somewhere deep inside this part of you remains&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Images of love take me back in time&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;I don't know how it started or why it ever had to end&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;But something deep inside we didn't let it in&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;It's keeping us apart, where are you now&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;*Where are you now?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Is someone there tonight&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Holding what was mine?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Where are you now?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Do you wonder where I am,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Are you really feelin fine?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Goin through my life without you by my side&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;You're the only thing keeps goin through my mind&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;And nothin that I do can take the place of you&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Back to * &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Oooh, thinkin about you, girl,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Theres gotta be a place for me&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Somewhere in your heart&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;All alone tonight, I'm calling out your name&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Somewhere deep inside this part of you remains&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Images of love, where are you now?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Where are you now? Is someone there tonight&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Holding what was mine?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Where are you now? &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Do you wonder where I am,I need you here tonight &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-7845815067214044874?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/7845815067214044874/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2011/02/hmmmm.html#comment-form' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/7845815067214044874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/7845815067214044874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2011/02/hmmmm.html' title='Hmm.......'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/nxDFjf3hJ_Q/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-6820297645939348886</id><published>2011-02-18T01:38:00.001+07:00</published><updated>2011-02-18T06:30:48.777+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ilusi'/><title type='text'>SELEMBAR KISAH</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Angin dingin berhembus perlahan, usik kesunyian malamku. Bintang malam kerlipkan cahaya, tawarkan cerita tentang kisah lama yang tak bisa kutolak. Kisah yang tertulis rapih dalam buku kebersamaan kita, berlembarkan ketulusan hati, putih, bersih tak bernoda. Bersama kita rangkai kalimat-kalimat bersyairkan cinta lalu kita tulis dan ukir dengan aksara yang indah lagi elok.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Namun semua tinggal kisah yang tersimpan dalam almari sanubari, semua tak sama saat kau tak ada disisi. Kita telah terpisah...ruang, jarak dan waktu. Akupun t'lah terhempas dalam lubang pengap dan gelap. Mencoba merangkak walau tertatih, mencari celah diantara lubang berbatu. Pasrah sempat terbersit dalam benakku namun kuyakin mampu menggapai cahaya yang menungguku walau tubuh lebam membiru.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Buku kebersamaan kita menyisakan lembar-lembar kosong. Masih kuingin walau tak kuharap, kita masih bisa menuliskannya lagi bersama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-6820297645939348886?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/6820297645939348886/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2011/02/selembar-kisah.html#comment-form' title='17 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/6820297645939348886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/6820297645939348886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2011/02/selembar-kisah.html' title='SELEMBAR KISAH'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>17</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-5092680381854693146</id><published>2011-02-10T13:11:00.000+07:00</published><updated>2011-02-10T13:11:58.932+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lagu favorit'/><title type='text'>TERLENA</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;Tak kuasa menanti.. terlalu lama&lt;br /&gt;Hasrat hatiku semakin membara&lt;br /&gt;Ingin berjumpa denganmu&lt;br /&gt;Meskipun sekejap...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah hatiku... terlanjur jatuh&lt;br /&gt;Tidurpun gelisah tanpa mimpi&lt;br /&gt;Gairah senyumku musnah&lt;br /&gt;Ceritaku hampa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering.... ingin berpaling&lt;br /&gt;Dari indah bayangmu&lt;br /&gt;Namun ketika lari menjauh&lt;br /&gt;Semakin terasa menyiksa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu.... anganku sesat&lt;br /&gt;Langkahpun hilang arah&lt;br /&gt;Dihati ini lekat hatimu&lt;br /&gt;Aduhai jiwaku..&lt;br /&gt;Terlena...&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;( Ramona Purba ) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-5092680381854693146?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/5092680381854693146/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2011/02/terlena.html#comment-form' title='16 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/5092680381854693146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/5092680381854693146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2011/02/terlena.html' title='TERLENA'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>16</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-2505216702046975053</id><published>2011-02-03T09:09:00.053+07:00</published><updated>2011-02-03T14:58:42.366+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Asal aja..'/><title type='text'>NGGAK NGERTI......</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jujur..masuk kedunia maya adalah hal yang baru bagi saya, apalagi sampai membuat blog. Ketertarikan saya membuat blog berawal ketika melihat blog yang dibuat oleh teman dan karena saya merasa dengan blog saya bisa menyalurkan hobby saya menulis, akhirnya sayapun minta dibuatkan blog yaitu blog ini. Setelah agak mengerti sedikit, sayapun mencoba blog baru dengan konten yang berbeda yaitu http://nhasan-capri.blogspot.com. Bisa dikatakan, blog yang ini sedikit serius sedang yang satunya sama sekali tidak serius...hehe. Barangkali disitulah tempatnya saya mengutarakan sisi childish , humoris atau bahkan kekonyolan saya..hehe. By the way...dengan 2 blog yang miliki itu, tak pernah sedikitpun berpikir hal-hal yang lain seperti pagerank, domain, paypal atau semacamnya ( Memang nggak ngerti...hehe ).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah...belum lama ini saya iseng-iseng mampir ke rumahnya Om google dengan keyword nhasan-capri. Ternyata disitu ada beberapa web site yang saya anggap mengulas mengenai blog saya yang kedua itu, dan salah satunya yang membuat saya tertarik adalah http://nhasan-capri.blogspot.com.webmasterworld.com&lt;/div&gt;Isinya sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;a class="main_domain_link" href="http://nhasan-capri.blogspot.com.dnsptr.com/" rel="nofollow" target="new"&gt;NHASAN-CAPRI.BLOGSPOT.COM&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Nhasan-capri.blogspot.com is the 671,378&lt;span class="super"&gt;th&lt;/span&gt; most visited site on the internet.  The top incoming anchor texts for nhasan-capri.blogspot.com are &lt;span class="i"&gt;&lt;a href="http://www.nhasan-capri.blogspot.com.webmasterworlds.com/#anchor_1"&gt;uneg-uneg&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;,&lt;span class="i"&gt; Noor's Blog&lt;/span&gt;, and&lt;span class="i"&gt; Bang Pendi&lt;/span&gt;. There are 13 homepages that &lt;a href="http://www.nhasan-capri.blogspot.com.webmasterworlds.com/#inbounds"&gt;link to&lt;/a&gt; a page on nhasan-capri.blogspot.com, 6 of which are two-way &lt;a href="http://www.nhasan-capri.blogspot.com.webmasterworlds.com/#2_way"&gt;reciprocal links&lt;/a&gt; between domains.  There are also 3 &lt;a href="http://www.nhasan-capri.blogspot.com.webmasterworlds.com/#3_way"&gt;three-way links&lt;/a&gt; between sets of domains.  The homepage of nhasan-capri.blogspot.com &lt;a href="http://www.nhasan-capri.blogspot.com.webmasterworlds.com/#outbounds"&gt;links out&lt;/a&gt; to 43 other websites.  The website's IP address is &lt;a class="ip_link" href="http://74.125.45.191.webmasterworlds.com/"&gt;74.125.45.191&lt;/a&gt;, and there are 44,058 &lt;a href="http://www.nhasan-capri.blogspot.com.webmasterworlds.com/#reverse_ip"&gt;other websites&lt;/a&gt;  hosted at the same IP address.  Nhasan-capri.blogspot.com attempts to  set one cookie named blogger_TID. Nhasan-capri.blogspot.com gets about  1,630 pageviews per day, and earns an estimated $4.89 daily. The server  location of nhasan-capri.blogspot.com is Mountain View, CA, United  States &lt;span class="nobr"&gt;( US &lt;img src="http://www.nhasan-capri.blogspot.com.webmasterworlds.com/flag/us.png" /&gt; )&lt;/span&gt;.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah...masalahnya saya kurang mengerti kira-kira maksudnya apa ya ? Kalaupun mengerti, mau berbuat apa ? Ada yang bisa bantu kasih sedikit penjelasan ? :). Tapi satu hal yang pasti, bagi saya menulis adalah menulis kalau soal lain urusan belakang. Ya toh...!?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-2505216702046975053?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/2505216702046975053/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2011/02/nggak-ngerti.html#comment-form' title='11 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/2505216702046975053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/2505216702046975053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2011/02/nggak-ngerti.html' title='NGGAK NGERTI......'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-1776919055766269777</id><published>2011-01-21T15:58:00.005+07:00</published><updated>2011-01-25T16:08:57.845+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Puisi'/><title type='text'>SELINGKUH</title><content type='html'>Ini hanya antara kau dan aku&lt;br /&gt;Jangan sampai ada yang tahu... &lt;br /&gt;Aku telah berselingkuh dengan malam&lt;br /&gt;Detik demi detik tak bosan-bosan aku menikmati cumbunya yang gelap dan pekat&lt;br /&gt;Hasratku menggelegak, tumbuh dari rasa getir dan pahitnya hidup&lt;br /&gt;Kini kularungkan semua rasa itu padanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini hanya antara kau dan aku&lt;br /&gt;Jangan sampai ada yang mendengar....&lt;br /&gt;Cumbunya bagai candu yang memabukkanku&lt;br /&gt;Hembusan dingin nafasnya menggelitik di setiap jengkal tubuhku&lt;br /&gt;Tak ingin kulepas....&lt;br /&gt;Tak ingin kuakhiri....&lt;br /&gt;Sampai kokok ayam membangunkan pagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini hanya antara kau dan aku&lt;br /&gt;Jangan sampai ada yang melihat....&lt;br /&gt;Aku tak perduli walau angin bersiul mengolok ketidak mampuanku&lt;br /&gt;Aku tak perduli walau ilalang menari dan bersorak menertawai kerapuhanku&lt;br /&gt;Aku tak perduli walau burung-burung mengejek kebodohanku dengan kicaunya yang tak pasti&lt;br /&gt;Jadi.... biarkan aku terlelap di pagi dan siangku&lt;br /&gt;Siapkan hasrat untuk mencumbunya lagi selepas petang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai malam......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-1776919055766269777?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/1776919055766269777/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2011/01/selungkuh.html#comment-form' title='20 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/1776919055766269777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/1776919055766269777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2011/01/selungkuh.html' title='SELINGKUH'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>20</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-8113542618774696590</id><published>2011-01-06T17:23:00.003+07:00</published><updated>2011-01-07T10:36:30.989+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>MEMANG HARUS BERAKHIR</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diatas tanah curam dekat bibir pantai dan ditemani semilir angin yang berhembus perlahan, dua insan duduk dalam diam. Andi menatap resah gumpalan awan-awan hitam yang kemudian menyelimuti langit biru menjadi kelam, ada sesuatu yang ingin dikatakannya pada Widya namun ia khawatir hari-harinya akan menjadi kelam seperti langit itu. Andi menarik napas dalam-dalam.....&lt;br /&gt;" Aku mulai merasa aneh dengan hubungan kita Wid. Hati kecilku mengatakan kita harus segera menyudahinya " Ujar Andi sambil menatap mentari jingga yang mulai turun perlahan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Kamu serius Mas.?" Tanya Widya dengan nada pelan. sepertinya ia tak terkejut dengan apa yang barusan diucapkan Andi, ia masih sibuk mencabuti bunga-bunga liar lalu membiarkannya terbang terbawa hembusan angin.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Entahlah...begitu banyak keraguan dalam benakku, disatu sisi aku sangat membutuhkanmu namun disisi lain aku merasa berdosa dan amat bersalah "&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Maksudmu bersalah karena menghianati kekasihmu...?"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Tidak..tidak Wid, tidak sama sekali. Kamu pasti ingat mengapa kita jadi dekat, kamu juga pasti masih ingat apa yang telah menyatukan kita berdua. Aku merasa bersalah bukan karena dia tapi kamu...selama ini kamu telah membantuku membalut luka hati, kamu begitu baik....begitu pengertian tapi aku tak pernah bisa berjanji dapat memberi lebih dari yang kau harapkan " Widya berhenti mencabuti bunga-bunga liar, memandang wajah Andi lamat-lamat lalu tersenyum dan kemudian mengalungkan kedua belah tangannya di leher Andi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"&amp;nbsp; Mas ku yang baik....Aku mengerti kegundahan hatimu, tapi mengapa ? Bukankah aku tak pernah menuntut lebih dari apa yang telah kudapat darimu. Kita disatukan karena rasa yang sama, kekecewaan yang sama, sakit hati yang sama dan kitapun sepakat bahwa kita bersama hanya mengobati semua rasa sakit itu....tak lebih "&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Ya memang...Tapi tetap saja Wid perasaan bersalahku padamu tetap ada. Seringkali aku berpikir, barangkali bila kamu dengan seseorang yang lain, kamu bisa mendapatkan lebih daripada hanya sekedar tempat pelarian bagiku "&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Kau memang baik Mas....sangat baik malah. Terkadang aku heran mengapa ada orang yang tega membuat mu sakit hati, rasanya terlalu bodoh berbuat itu terhadap orang sebaik kamu. Saat ini aku belum memikirkan lelaki lain yang akan menjadi kekasihku atau mendampingi hidupku kelak, luka hatiku belumlah kering. Tapi bila memang saat itu datang, tentu aku bersedia menyudahi kebersamaan kita ini dengan baik-baik, aku janji&amp;nbsp; mengatakan kepadamu. Tapi tolong....please...! Jangan saat-saat ini, aku masih sangat membutuhkanmu....hanya kamu yang bisa membuatku tersenyum dipagi dan malamku " Andi menatap mata Widya yang mulai basah, tergurat kesedihan dibalik tatapannya. Keharuan mulai menyelimuti benak Andi, perlahan ia merengkuh tubuh Widya dan memeluknya erat-erat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Akupun begitu Wid, rasanya tak mudah berpisah denganmu....tak semudah itu " Bisik Andi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan Andipun membiarkan satu episode dalam hidupnya terus berjalan tanpa tahu kapan lakon itu berakhir. Dan iapun tak pernah tahu apakah lakon itu berakhir dengan happy ending atau sebaliknya. Ia merasa hanya seorang pemain sandiwara dan menjalani peran&amp;nbsp; yang memang sudah digariskan untuknya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;* * * * * *&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak tadi pagi menyisakan kemacetan di jalan-jalan utama ibukota akibat genangan atau banjir di mana-mana. Kendaraanpun merayap pelan dalam antrian beratus-ratus meter panjangnya. Andi duduk gelisah dibelakang kemudinya, biasanya ia begitu gusar dan kesal bila terjebak dalam kemacetan seperti ini. Klakson mobil tak henti berbunyi bila ia melihat kendaraan didepannya tak beranjak dari tempatnya, namun kali ini ia banyak termenung dan terlihat seperti menikmati kemacetan ini. Sejak berangkat tadi hatinya memang diliputi perasaan gundah, entah apa yang membuatnya seperti itu...iapun tak tahu. Pikirinnya melayang pada penggalan-penggalan episode dalam hidupnya dan tiba-tiba ia teringat Widya...Bagaimana dia ? Sehatkah dia ? Sedihkah dia ? Sudah beberapa hari ini ia memang tidak berhubungan dengannya walau sebatas telepon. Andi memang sengaja menahan diri untuk tidak menghubungi Widya, sejak pertemuan terakhir ia sudah merasakan sesuatu yang salah dengan hubungan mereka yang tak wajar itu. Hubungan itu terjadi memang akibat kekecewaannya yang mendalam terhadap Larasati ,kekasih yang menghianatinya. Pertemuan dengan Widya yang mempunyai masalah yang hampir sama, sakit hati yang sama membuat mereka lebih cepat akrab dan dekat. Namun perlahan Andi mulai sadar, kesalahan tak semestinya dibalas dengan kesalahan, balas dendam juga bukanlah suatu solusi namun ia tak mengingkari kedekatannya itu menumbuhkan benih-benih kasih disisi lain hatinya. Walau ia tak pernah mengakui itu secara terus terang dihadapan Widya. " Nggak usah terlalu dalam Wid...just be apart of our life, anggap saja hubungan kita salah satu episode dalam sandiwara kehidupan yang kita mainkan " Pinta Andi saat bersepakat dengan Widya untuk menjalani hubungan tidak terikat dengannya. Andi tersenyum kecut mengingat itu..." kata-kata itu hanya pantas keluar dari seorang bajingan...seharusnya bukan aku " pikirnya. Andi segera mengambil handphone yang berdering di sakunya....&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Hai...Apa kabarmu Mas ? Kok sombong sih...Dah lama nggak telepon-telepon aku..."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Eh...Widya, apa kabar juga. Duh...maaf Wid, kamu kan tahu pekerjaanku...akhir-akhir ini aku sangat sibuk, jadi maaf bila aku tak sempat menghubungimu. Lagipula kamu sendiri mengapa tak menghubungiku ?"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Ah..nggak enak sama kamu Mas, takut mengganggu..."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Lho..kamu tahu kan kalau aku tak pernah merasa terganggu bila kamu yang telepon. Eh..kapan kita ketemu lagi ?"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Mmm...sebenarnya aku memang ingin bertemu denganmu Mas tapi siang ini aku akan berangkat ke Surabaya untuk beberapa hari. Rasa-rasanya nggak tenang juga menunda apa yang ingin kubicarakan denganmu..."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Ya sudah Wid..By phone it's oke aja kok ! Memangnya ada apa sih Wid ? Bicara saja...Kamu juga kan tahu kalau aku selalu siap mendengar kesahmu "&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Tapi yang ini lain Mas." Ucap Widya pelan seperti ada keraguan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Katakan saja Wid...aku siap mendengarkan...."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Aku sudah punya seseorang Mas..."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Seseorang..? Maksudnya..?"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Yah...sesuai janjiku, aku ingin menyampaikan padamu bila aku kini mulai dekat seseorang. Aku merasa ia cukup baik walau aku belum tahu apakah ia sebaik kamu, namun aku merasa ia cocok untuk menjadi kekasih hatiku dan barangkali ia yang akan mendampingi hidupku kelak " Andi terhenyak.....Ucapan Widya dirasakannya bagai palu godam yang menghantam dada, sesak rasanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Mas...kau dengar aku kan ? Semoga saja ini dapat menghapus semua kegundahan dihatimu..."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Oh..i..iya Wid, maaf suaramu terputus-putus.." Ujar Andi menutupi keterkejutannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Makasih Mas atas semua kebersamaan kita selama ini, waktumu juga perhatianmu tak pernah aku lupakan. Dan mungkin seperti yang pernah kamu ucapkan, kebersamaan kita akan menjadi episode yang paling manis dalam sandiwara hidupku. Itu tak akan bisa dan tidak akan pernah aku lupakan....Maafkan aku Mas, sebenarnya aku sayang kamu Mas " Ujar Widya terdengar sedikit terisak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Sudahlah Wid...tak perlu ada yang kamu risaukan. Aku yang seharusnya minta maaf karena aku&amp;nbsp; hanya dapat memberikan kebahagian semu selama ini, semoga kamu dapat menemukan kebahagian sesungguhnya dengan dia. Bahagiamu adalah bahagiamu juga..."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Makasih Mas atas doanya. Ya sudah ya Mas... sampai ketemu di lain waktu...bye !"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Bye Wid..."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Andi terpaku beberapa saat setelah nada sambung terputus, rasanya ia tak percaya dengan isi pembicaraan singkat itu. Seharusnya ia senang mendengar semua itu namun disisi lain ada rasa tak rela menggayut di benaknya, ia cemburu...." Mengapa secepat ini Wid ? " . Andi menarik napas panjang untuk meredam rasa gundahnya, rupanya ini yang membuat hatinya gelisah sejak tadi. Tapi rasanya ia tak pantas merasa kecewa, tak seharusnya juga ia merasa cemburu. Barangkali ini memang sudah digariskan, satu episode dalam sandiwara hidupnya harus berakhir sampai disini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-8113542618774696590?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/8113542618774696590/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2011/01/memang-harus-berakhir.html#comment-form' title='24 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/8113542618774696590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/8113542618774696590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2011/01/memang-harus-berakhir.html' title='MEMANG HARUS BERAKHIR'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>24</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-5158035356821845774</id><published>2010-12-30T20:36:00.002+07:00</published><updated>2010-12-30T20:48:21.587+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Puisi'/><title type='text'>DIMANA RASA ITU.....</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Kubiarkan hembus angin petik dawai-dawai kerinduan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Jari jemariku terlalu letih mengais asa&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Rasa ku telah terjerembab di sudut-sudut kematian&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Pahit dan manis tak dapat lagi kukecap&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Hambar selimuti dinginnya hati&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Kemana semua rasa itu....?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Bagai pudar tersapu badai nestapa&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Bagai terbang terbawa angin sembilu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Bagai terlarung dalam lautan kenistaan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Bagai terkubur dalam lumpur keputus-asaan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Dimana rasa itu......?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-5158035356821845774?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/5158035356821845774/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/12/dimana-rasa-itu.html#comment-form' title='14 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/5158035356821845774'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/5158035356821845774'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/12/dimana-rasa-itu.html' title='DIMANA RASA ITU.....'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-7681917323353716506</id><published>2010-12-24T11:17:00.001+07:00</published><updated>2010-12-24T11:18:29.488+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Puisi'/><title type='text'>KATAMU........</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Katamu......&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Hembusan angin membawamu kepadaku &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Membias dan telusuri lekuk wajah yang membeku&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Mengetuk-ngetuk dinding hati yang membatu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Mengusap kalbu yang lebam membiru&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Katamu.....&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Hadirmu bagai ungu dikala senja&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Ikuti kehendak mentari hiasi cakrawala di penghujung hari&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Tak kuasa undurkan diri perlahan menuju peraduan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Entah kapan walau kau berjanji tuk kembali&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Katamu.....&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Tunggu aku bila kau mau&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-7681917323353716506?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/7681917323353716506/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/12/katamu.html#comment-form' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/7681917323353716506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/7681917323353716506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/12/katamu.html' title='KATAMU........'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-1741595982029751609</id><published>2010-12-11T17:45:00.000+07:00</published><updated>2010-12-11T17:45:56.874+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serius Dikit'/><title type='text'>MENGGALI POTENSI DIRI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;" Kapanpun...Dimanapun..seseorang dilahirkan, orang itu dilahirkan sebagai pemenang. Tinggal bagaimana orang tersebut dapat menggali potensi yang ada pada dirinya "&lt;/i&gt; &lt;/b&gt;( Quote yang pernah saya lihat dan dengar dari TV One )&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada yang menarik ketika saya melihat acara itu, saya agak lupa tepatnya kapan tapi yang pasti di acara tersebut saya mendengar sebuah cerita yang sangat memotivasi, membuat saya termenung dan bertanya-tanya...Apakah saya punya potensi ? Lalu apakah potensi dalam diri saya sudah tergali ?.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah cerita dalam acara itu sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dikisahkan ada seorang pengemis di negara Perancis yang pekerjaan sehari-harinya hanya berharap dari belas kasihan dari orang lain, ia berjalan selalu menunduk karena berharap suatu saat menemukan barang berharga atau uang yang tercecer di jalan. Pada suatu hari dia datang ke sebuah Festival yang segala sesuatunya harus dibayar dengan uang, tapi ada sebuah tenda dimana seseorang bisa mendapakan ramalan secara gratis. Masuklah si pengemis ke dalam tenda dan kemudian sang peramal mengatakan bahwa seharusnya dia ( si pengemis ) bukanlah orang yang miskin karena garis tangan dan tanggal lahirnya sama dengan Napoleon Bonaparte. Si pengemis tidak percaya apa yang diucapkan sang peramal tapi ketika ada festival lain dan juga bisa mendapatkan ramalan gratis, sang peramalnya mengatakan hal yang sama dengan peramal sebelumnya. Sejak saat itu si pengemis mulai berubah, ia mulai memperbaiki sikapnya, pola pikirnya dan coba mengenali potensi yang ada dalam dirinya lalu berbuat sesuatu dengan potensi itu dan kemudian membuatnya menjadi orang yang lebih baik juga sukses. ( Entah benar atau tidak, saat itu sang narasumber dalam acara itu juga mengatakan bahwa si pengemis itu sempat menjadi orang terkaya ke 4 di Perancis )&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cerita tersebut rasanya bukan mengajarkan kita untuk percaya pada sebuah ramalan, tapi menganggap ramalan tersebut sebagai sebuah sugesti positif bagi diri kita untuk mengenali dan menggali potensi yang ada dalam diri lalu memanfaatkan potensi tersebut sebaik-baiknya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagaimana dengan sahabat, apakah potensi dalam diri anda sudah benar-benar tergali ?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-1741595982029751609?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/1741595982029751609/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/12/menggali-potensi-diri.html#comment-form' title='12 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/1741595982029751609'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/1741595982029751609'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/12/menggali-potensi-diri.html' title='MENGGALI POTENSI DIRI'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-8902201969223983051</id><published>2010-11-05T12:54:00.009+07:00</published><updated>2010-12-08T12:30:02.570+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kata hati'/><title type='text'>HAMPA.............................</title><content type='html'>Play and feel it....&lt;br /&gt;&lt;iframe src="http://www.stafaband.info/embed-18529.html" width=100% height=70 scrolling="no" frameborder=0&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangku...........&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Entah darimana aku memulai, lidahku begitu kelu untuk ungkapkan semua rasa, tanganku bergetar untuk bisa lukiskan perasaanku saat ini. Garam yang kautabur diatas lukaku kini mulai terasa perih menusuk walau kucoba menahan pekik namun tak bisa kuhindari air mata yang mulai menetes. Sayangku.....Aku tak mau lagi menghiasi bibirku dengan umpat dan cacimaki, akupun tak mau hanya karena ini aku meletakkan amarah pada ujung-ujung jari. Aku sudah lelah menghapus noda-noda di kanvas cinta kita, aku sudah letih simpan bara api amarah, dendam dan kebencian dalam lubuk hati. Rasanya sia-sia saja aku mencoba cairkan hati yang dulu sempat beku dan membatu....kini semuanya tak ada gunanya lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sayangku...........&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasaku padamu tak pernah mati dan tak akan pernah mati. Walau tiap detik lenguhan manjamu pada yang lain terus mengiang ditelingaku, racuni otakku dan bayangi langkah-langkahku. Selalu kuhindari tarian keputus asaan yang terus menggodaku tapi tak bisa kuhindari pasrah yang datang menyergap dengan nyanyian sendu dan mulai berharap malaikat datang menjemput kesendirianku. Lakukan saja apa yang mau...kejar apa saja yang kau inginkan dan tak perlu kauhiraukan aku. Aku kan dapat bertahan walau hati penuh sayat, namun pintaku...jauhkan kabut pekat beracunmu dari dahan dan kelopak bunga-bunga yang kita tanam. Mereka masih begitu rapuh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sayangku..............&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dinding hati ini kembali buram dan hampa, namun tak akan kuhapus bercak bertuliskan namamu. Biarlah tetap bersemayam disitu. Apa yang telah kau lakukan dan apa yang akan kau lakukan kan kuanggap guratan pena pada nisan dari hati yang akan mati. Aku hanya berharap...kau masih mau bergandeng tangan merawat mawar-mawar yang kita tanam lalu saksikan mereka tumbuh dan berbunga...tebarkan harum yang menyejukkan jiwa. Sayangku....hanya itu yang kuinginkan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-8902201969223983051?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/8902201969223983051/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/11/hampa.html#comment-form' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/8902201969223983051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/8902201969223983051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/11/hampa.html' title='HAMPA.............................'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-4911244638094184002</id><published>2010-10-13T11:33:00.001+07:00</published><updated>2010-10-13T11:35:45.300+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Puisi'/><title type='text'>ENTAH BAGAIMANA CARANYA...?</title><content type='html'>Entah bagaimana caranya rasa itu datang kembali&lt;br /&gt;Entah bagaimana caranya kasih yang terkubur perlahan mulai bangkit&lt;br /&gt;Entah bagaimana caranya kenangan itu kembali mengusap dinding hati yang mulai kusam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatapan matamu kembali menghujam jantungku&lt;br /&gt;Senyum manismu bagai tuak yang kembali memabukkanku&lt;br /&gt;Harum wangi tubuhmu kembali membiusku&lt;br /&gt;Kini kau hadir kembali di depan mataku&lt;br /&gt;Walau tubuhmu hanya bisa kupeluk dengan tatap dan senyuman&lt;br /&gt;Dadaku bertabuh ikuti irama langkah tertatihmu&lt;br /&gt;Hadirmu bagai lilin yang menerangi malam lalu perlahan mulai redup seiring langkahmu yang kian jauh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak bisakah kau berhenti sejenak tuk genggam tanganku dan rasakan rapuh kulitku&lt;br /&gt;Tak bisakah kau berhenti sejenak tuk rasakan gemuruh didadaku&lt;br /&gt;Tak bisakah kau berhenti sejenak tuk dengarkan kata yang tak pernah terucap dari bibirku&lt;br /&gt;Aku mencintaimu....sangat mencintaimu&lt;br /&gt;Tapi kau telah berlalu&lt;br /&gt;Kini entah bagaimana kuungkapkan isi hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;" Kek....! Kok..bengong sih ? Nenek yang tadi lewat itu siapa ? "&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-4911244638094184002?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/4911244638094184002/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/10/entah-bagaimana-caranya.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/4911244638094184002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/4911244638094184002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/10/entah-bagaimana-caranya.html' title='ENTAH BAGAIMANA CARANYA...?'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-1965818715225041837</id><published>2010-09-14T09:22:00.001+07:00</published><updated>2010-09-14T09:48:58.314+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kata hati'/><title type='text'>NURANI TIKUS</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Disebuah hutan rimba yang luas dan subur, para satwa terlihat mulai gelisah. Hal itu disebabkan karena wakil-wakil dari satwa yang mereka pilih untuk menyampaikan aspirasi mereka kini semuanya telah berubah jadi &lt;b&gt;tikus-tikus berkepala besar ( &lt;i&gt;mau menang sendiri&lt;/i&gt; ), bertelinga tebal ( &lt;i&gt;tidak mau mendengar &lt;/i&gt;) dan berhidung kecil ( &lt;i&gt;kepekaan sosialnya rendah&lt;/i&gt; )&lt;/b&gt;. Dari &lt;b&gt;gajah yang dulu bijaksana, kura-kura yang alim dan pendiam kemudian kancil yang pintar, kini semuanya berubah menjadi tikus-tikus yang rakus&lt;/b&gt;. Tak ada yang berani menentang mereka tak terkecuali singa si raja hutan, para satwa jelata maklum dan berpikir " Barangkali sang singa takut bila mengusik tikus-tikus, mereka malah akan menggerogoti makanannya ". Dan kini, penguasa rimba seakan-akan bukanlah sang singa tetapi para tikus.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para tikus mempunyai lubang ekslusif ditengah rimba. Disanalah mereka berkumpul, semula untuk membuat langkah-langkah mensejahterakan satwa-satwa yang telah memilih mereka tapi kini di lubang itu hanya menjadi tempat mereka mencicipi butir-butir upeti dari para satwa. Lubang itu terlihat begitu sepi saat membahas masalah-masalah yang dihadapi para satwa tetapi sekejap menjadi begitu ramai saat pembagian jatah upeti. Sering terdengar adu argumen, gontok-gontokan atau bahkan baku pukul untuk memperebutkan upeti atau menghujat kejelekan-kejelekan dari kelompok tikus yang lain. Para satwa jelata hanya bisa mengurut dada.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kini para tikus berencana membuat lubang baru yang lebih besar, lebih mewah serta dilengkapi fasilitas-fasilitas yang serba lux. Para satwa mulai menjerit, mengaduh, mengerang bahkan menghiba agar niat itu dibatalkan. Mereka khawatir, upeti-upeti yang diminta akan lebih besar dan banyak lagi. Tapi para tikus tak mau mendengar. Dikepala mereka sudah terbayang, datang kelubang bisa berleha-leha sambil berenang. Dalam kamar yang luas dengan diam-diam bisa juga memelihara gundik atau ruangan yang sejuk bisa melancarkan negoisasi dengan para koruptor. Bahkan satwa-satwa dari rimba tetangga yang telah menghina martabat dan secara agresif mulai merampas jengkal demi jengkal tanah rimba tak mereka hiraukan, tak satupun dari para tikus itu yang berteriak, berargumen seperti saat mereka membela kepentingan kelompok mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para satwa jelata memendam amarah, bahkan ada yang berteriak...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" &lt;b&gt;Jangan hanya lubang yang besar, perabot lengkap atau kolam renang ! &lt;span style="color: red;"&gt;sekalian saja buat kompleks pemakaman&lt;/span&gt;, biar kalau mati tak usah lagi merepotkan para satwa jelata !!&lt;/b&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah para tikus-tikus itu masih punya nurani ? &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-1965818715225041837?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/1965818715225041837/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/09/nurani-tikus.html#comment-form' title='16 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/1965818715225041837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/1965818715225041837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/09/nurani-tikus.html' title='NURANI TIKUS'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>16</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-8356880405927091667</id><published>2010-08-28T13:06:00.000+07:00</published><updated>2010-08-28T13:06:44.119+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Puisi'/><title type='text'>DITEPI WAKTU</title><content type='html'>T'lah kuhirup selaksa debu di terik siang&lt;br /&gt;T'lah kuhisap manisnya temaram malam&lt;br /&gt;T'lah terjatuhku di jalan terjal berbatu&lt;br /&gt;T'lah terhempasku oleh ganasnya gelombang samudera waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat terlihat aksara menari tanpa makna&lt;br /&gt;Saat mahkota mulai memudar dan memutih&lt;br /&gt;Masihkahku diijinkan menunggu mawarku tumbuh dan berbunga&lt;br /&gt;Masihkahku diijinkan menjaga kuncupnya yang mulai berbuah&lt;br /&gt;Masihkahku diijinkan menyapaMU lalu terpejam diharibaan dengan senyuman&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-8356880405927091667?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/8356880405927091667/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/08/ditepi-waktu.html#comment-form' title='12 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/8356880405927091667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/8356880405927091667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/08/ditepi-waktu.html' title='DITEPI WAKTU'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-2548080802335591565</id><published>2010-08-05T13:15:00.000+07:00</published><updated>2010-08-05T13:15:12.073+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Puisi'/><title type='text'>TAK JUA SIRNA</title><content type='html'>Penat kurasa, sirami benih-benih kasih yang tak jua tumbuh&lt;br /&gt;Lelah hati, cabuti gulma keraguan yang tumbuh subur&lt;br /&gt;Aroma yang kuhirup hanya hanya dendam dan kebencian&lt;br /&gt;Dusta dan kebohongan racuni air yang kuteguk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak kuingkari kini kusetengah hati&lt;br /&gt;Duri yang tertancap dihati masih tersisa&lt;br /&gt;Luka tergores relakan tetes darah bawa serta empati larungi telaga sunyi&lt;br /&gt;Tak bisa kuelak debur ombak mengikis batu karang&lt;br /&gt;Tak bisa kuhapus aksara dalam kata&lt;br /&gt;Sakit yang kurasa tak jua sirna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak kuharap keindahan hiasi mimpi malam&lt;br /&gt;Aku hanya ingin terpejam dan terlelap barang sejenak&lt;br /&gt;Bertukar pedih dengan kelembutan pembaringan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-2548080802335591565?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/2548080802335591565/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/08/tak-jua-sirna.html#comment-form' title='13 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/2548080802335591565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/2548080802335591565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/08/tak-jua-sirna.html' title='TAK JUA SIRNA'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-103349727320295237</id><published>2010-07-29T13:56:00.002+07:00</published><updated>2010-08-02T12:31:26.373+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>KURELAKAN DIA BAHAGIA</title><content type='html'>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CINAIN%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-parent:"";	margin:0in;	margin-bottom:.0001pt;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}p	{mso-margin-top-alt:auto;	margin-right:0in;	mso-margin-bottom-alt:auto;	margin-left:0in;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}@page Section1	{size:8.5in 11.0in;	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;	mso-header-margin:.5in;	mso-footer-margin:.5in;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="NL"&gt;Sore ini langit terlihat mendung, rintik-rintik hujan yang turun sejak siang hari masih saja menghiasi langit. Mataharipun seakan telah kembali ke peraduan yang berselimutkan awan gelap. Ferdi duduk terpaku diatas kursi rodanya, matanya menatap lurus ke arah kolam-kolam ikan yang letaknya tak jauh dari pondok kecilnya. Rintik-rintik hujan yang jatuh diatas permukaan kolam menimbulkan riak-riak kecil yang tak henti bergerak, terus memendar dan menyebar keseluruh permukaan kolam. Ferdi menaikkan resleting jaket yang dikenakannya sampai sebatas leher, coba menghindari semilir angin dingin yang coba menelusup dan mencari celah untuk bercumbu dengan pori-pori kulitnya. Lalu ia mengusap-usap pipinya untuk mendapat sedikit kehangatan namun saat mengusap bekas luka yang ada dipipi kanannya, Ferdi malah teringat peristiwa yang tak akan pernah bisa dilupakannya. Peristiwa yang kini membawanya duduk disini, diatas kursi roda ini.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="NL"&gt;Braaakkkkk....!!! Suara hantaman terdengar begitu keras dan menghentak warga yang ada disekitar. Sontak wargapun berhamburan mendekati asal suara dan mencari tahu apa yang terjadi. Rintik-rintik hujan gerimis yang mulai terasa bertambah deras tak menghalangi keingin tahuan mereka. Terlihat sebuah kijang Innova ringsek dan hampir tak berbentuk, teronggok dipinggir rel kereta api tak jauh dari pintu perlintasan kereta api. Bagian depannya hancur dan terlihat seorang pengemudi terkulai lemas dengan darah membasahi sekujur tubuhnya. Tubuh dan kakinya terhimpit bagian depan yang ringsek dan butuh hampir 2 jam untuk mengeluarkan tubuhnya dari dalam kendaraan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="NL"&gt;" Tidak..tidak, ini tidak mungkin. Tidaaaakkk...!!" Teriak Ferdi histeris sambil meronta-ronta, setelah mengetahui kedua belah kakinya diamputasi sampai sebatas lutut. Ibunya hanya bisa menangis sambil memeluk tubuh Ferdi. Begitu juga dengan anggota keluarga yang lain, semua larut dalam kesedihan. Hanya ayah Ferdi yang terlihat lebih tabah dan terus mencoba menenangkan Ferdi dengan menjelaskan apa yang sesungguhnya terjadi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="NL"&gt;Waktu 3 bulan rasanya terlalu singkat bagi Ferdi untuk bisa menerima kenyataan pahit yang harus dialaminya. Ia begitu shock dan tak siap menerima semua itu, berjuta tanya selalu menghantui benaknya. Bagaimana kehidupannya kelak ? Bagaimana pekerjaannya juga masa depannya ?. Padahal dengan kerajinan serta ketekunannya dalam bekerja, ia baru saja menerima promosi jabatan di kantornya. Namun kini semua berantakan. " Ini semua gara-gara kamu Hen..!!" Umpat Ferdi saat pertama kali menyadari dirinya sudah cacat. Wajar jika Ferdi berpikir seperti itu karena sebelum kejadian ia sempat bertengkar hebat melalui telepon dengan Heni kekasihnya. Lalu iapun terburu-buru membawa kendaraan untuk menemui Heni dan dalam perjalanan ia tak menyadari telah menerobos pintu perlintasan kereta api sehingga terjadilah kecelakaan itu. Namun kini ia menyadari rasanya tak pantas menyalahkan Heni, ia sama sekali tak bersalah. &lt;/span&gt;Barangkali pertengkaran dengan Heni hanya merupakan media untuk Ferdi menemui takdirnya dan barangkali pula memang sudah takdirnya mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kedua kakinya buntung atau cacat. Sekarang, perlahan Ferdi mulai membangkitkan semangat hidupnya. Ia bertekad menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada di benaknya. Ferdipun mencoba menghapus bayang-bayang keraguan akan masa depannya, menghapus bayang-bayang masa lalu. Mencoba melupakan cintanya dan melupakan Heni. " Biarlah..ia tak perlu tahu apa yang terjadi padaku. Rasanya aku sudah tak pantas dan layak untuknya dan biarlah ia menemukan kebahagiaan walau bukan aku yang ada disisinya kelak. Walau ia tahu, cinta tidak semata-mata diukur dari fisik seseorang namun ia tak mau berharap. "Barangkali lebih baik begini, baik untukku juga baik untuknya " Gumam Ferdi dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini Ferdi mencoba untuk mulai menikmati kehidupan barunya. Mencoba menyepi dan menjauh dari hiruk-pikuk ibukota dengan membeli sebidang tanah di suatu daerah yang sejuk nan asri. Sebenarnya ini sudah lama diidam-idamkannya, tinggal didaerah yang sejuk, sepi dan jauh dari keramaian. &lt;span lang="NL"&gt;Mendengar gemericik air dari sungai yang mengalir begitu menentramkan jiwanya. Suasana seperti itu membantunya untuk mengeluarkan ide-ide yang ada dalam benak untuk dijadikan sebuah tulisan, satu hoby yang kini mulai mengisi hari-harinya. Selain itu, dengan dibantu beberapa karyawannya ia membuat beberapa kolam ikan sebagai sumber penghasilan. Bagi Ferdi, apapun akan dilakukannya dan cacat ditubuh tak akan menghalanginya untuk berbuat sesuatu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 200%; margin-left: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="NL"&gt;* * * * * *&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 200%; margin-left: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="NL"&gt;Sambil bersandar di jok mobilnya yang lembut, Heni memandangi pemandangan yang dilewatinya. sesekali ia tersenyum dan melirik Kusuma, suaminya yang sedang mengendarai mobil. &lt;/span&gt;Heni memang terlihat begitu sumringah karena hari-harinya sebagai pengantin baru selalu diisi dengan kebahagiaan, setidaknya itu yang dirasakannya kini. Apalagi ia merasa sangat beruntung memiliki seorang suami yang lembut dan penuh perhatian seperti Kusuma. Barangkali memang pembawaan dari suaminya itu yang berprofesi sebagai seorang dokter yang kesehariannya harus bersikap sabar dan perhatian terhadap pasien-pasiennya. Hari ini Kusuma mengajak Heni memancing, padahal ia sendiri sama sekali tidak mempunyai hoby memancing. Kusuma hanya ingin menyenangkan hati Heni karena ia tahu istrinya itu sangat suka memancing. Sedangkan bagi Heni, sebenarnya memancing justru mengingatkannya pada sosok Ferdi. Mantan kekasih yang meninggalkannya begitu saja tanpa kabar juga pesan, dan karena Ferdilah ia menyukai dan mendapatkan kesenangan dari memancing. Tapi Heni tak mau larut dalam kenangan itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 200%; margin-left: 3pt; text-align: justify;"&gt;" Memangnya mau memancing dimana sih mas, masih jauh ya ?" Tanya Heni sambil mencoba mengalihkan ingatannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;" Ooh..nanti kita memancing di tempat temanku, Mas Anton namanya. Tenang saja...ngga lama lagi sampai kok, tempatnya juga enak. Aku jamin kamu akan kerasan disana " Jawab Kusuma sambil tersenyum dan disambut senyum pula oleh Heni yang coba kembali menikmati pemandangan. Dan tak lama kemudian mereka pun sampai ditempat yang dituju.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;" Nah..kita sudah sampai ! coba kamu lihat, sudah banyak terlihat pemancing disana" Ujar Kusuma pada Heni. Heni tak langsung menjawab, matanya menatap beberapa pemancing yang duduk menghadapi jorannya bahkan ada yang terlihat sedang menarik jorannya karena kail telah mendapatkan ikan. Senyum Heni mengembang, rasanya ingin segera ia merasakan sensasi menarik ikan seperti yang pernah ia rasakan dulu.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;" Pagi pak..! &lt;span lang="FR"&gt;bisa bertemu dengan Mas Anton..?" Tanya Kusuma pada seorang lelaki yang sedang berdiri mengawasi para pemancing.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;" Oh..Pak Anton, beliau ada disana mas..! Nah..itu yang sedang memberi umpan ikan.." Ujar lelaki itu sambil mengarahkan jari telunjuknya. Heni menatap kearah yang ditunjuk, ia melihat seorang lelaki yang duduk diatas kursi roda&amp;nbsp; sedang melemparkan sesuatu kearah kolam ikan.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;" Temannya Mas Kusuma, yang itu mas ?" Tanya Heni penasaran karena tak menyangka teman yang dimaksud adalah seorang yang cacat.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;" Ya..itu Mas Anton ! Anton Ferdiansyah lengkapnya. Dulu ia pasienku, kebetulan aku yang menanganinya saat ia mengalami kecelakaan. Dan kebetulan pula aku sangat kagum akan semangatnya karena dengan segala keterbatasan yang ada pada dirinya, ia tak putus asa dan gampang menyerah.." Jelas Kusuma sambil menggandeng tangan Heni untuk menghampiri orang yang dimaksud. Heni sedikit terkesiap dan hampir saja menghentikan langkahnya saat mendengar nama Anton Ferdiansyah, nama itu seperti akrab ditelinganya. &lt;span lang="NL"&gt;Dan hatinya terus bertanya-tanya bahkan sampai mereka persis dibelakang lelaki itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;" &lt;span lang="FR"&gt;Selamat pagi Mas Anton..!" Sapa Kusuma ramah. Lelaki yang disapa perlahan menolehkan kepalanya dan memutar kursi rodanya. Heni terkesiap dan terpaku, Ferdi...? rasanya tak percaya ia dapat melihat kembali wajah yang begitu dikenalnya. Iapun langsung bergidik ngeri melihat parut diwajahnya dan bertambah terkejut ketika melihat kedua belah kakinya buntung sebatas lutut. Mengapa Ferdi ? Apa yang terjadi ? Pertanyaan yang langsung menghiasi benaknya. Terkejut karena pertemuannya kembali dengan Ferdi dan juga shock melihat keadaannya, membuat Heni limbung dan kemudian tak sadarkan diri. Ferdi hanya bisa terpaku melihat itu karena iapun tak menyangka sama sekali bisa bertemu dengan Heni kembali, namun hanya satu yang diharapkannya.... " Semoga Kusuma hanya menganggap Heni pingsan karena shock melihat fisikku dan bukan shock karena bertemu kembali denganku mantan kekasihnya, dia tak perlu tahu itu. Aku tak mau merusak kebahagiaan mereka " Gumam Ferdi dalam hati.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CINAIN%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-parent:"";	margin:0in;	margin-bottom:.0001pt;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}a:link, span.MsoHyperlink	{color:blue;	text-decoration:underline;	text-underline:single;}a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed	{color:purple;	text-decoration:underline;	text-underline:single;}p	{mso-margin-top-alt:auto;	margin-right:0in;	mso-margin-bottom-alt:auto;	margin-left:0in;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}@page Section1	{size:8.5in 11.0in;	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;	mso-header-margin:.5in;	mso-footer-margin:.5in;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Cerpen ini sengaja dibuat untuk mengikuti kontes yang diadakan oleh&amp;nbsp;&lt;/i&gt; &lt;a href="http://just-fatamorgana.blogspot.com/"&gt;Sang cerpenis&lt;/a&gt; &lt;i&gt;yang di dukung oleh&lt;/i&gt; &lt;a href="http://vixxiobukubekas.blogspot.com/"&gt;VIXXIO&amp;nbsp; &lt;/a&gt;, &lt;i&gt;untuk menyambut postingan mba Fanny yang kini hampir mencapai 1000 postingan&lt;/i&gt;. &lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Seandainya menang, saya pilih novel &lt;b&gt;Larasati ( Pramoedya Ananta Toer )&lt;/b&gt;. Biar bisa belajar menulis yang baik dari seorang sastrawan hebat.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="FR"&gt;Bagi sahabat-sahabat yang ingin ikut, silahkan mampir &lt;/span&gt;&lt;a href="http://just-fatamorgana.blogspot.com/2010/07/lomba-menulis-cerpen.html?utm_source=feedburner&amp;amp;utm_medium=feed&amp;amp;utm_campaign=Feed%3A+SangCerpenisBercerita+%28SANG+CERPENIS+BERCERITA%29"&gt;&lt;span lang="FR"&gt;Di Sini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="FR"&gt;. &lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Selamat beraktivitas....salam hangat selalu.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang="FR"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-103349727320295237?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/103349727320295237/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/07/kurelakan-dia-bahagia_8930.html#comment-form' title='21 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/103349727320295237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/103349727320295237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/07/kurelakan-dia-bahagia_8930.html' title='KURELAKAN DIA BAHAGIA'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>21</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-4257415812885003740</id><published>2010-07-07T13:27:00.000+07:00</published><updated>2010-07-07T13:27:01.972+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>BIBI SUMIRAH ( 2 )</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak seperti biasanya, malam ini selepas Maghrib para jamaah baik bapak-bapak atau ibu-ibu yang melaksanakan sholat berjamaah tidak langsung kembali ke rumah tak terkecuali bibi Sumirah.&amp;nbsp; Mereka duduk bersila berhadapan dengan pak haji Sunardi sesepuh kampung yang juga selalu menjadi Imam saat sholat berjamaah. Saat ini disisi pak Sunardi duduk seorang pemuda yang berhias jenggot dan brewok yang tercukur rapi diwajahnya, senyum yang selalu menghias dibibirnya mengesankan kalau dia adalah seorang yang ramah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Saudara-saudara, malam ini&amp;nbsp; kedatangan&amp;nbsp; tamu . Rasanya kita merasa beruntung karena saudara kita yang ada disamping saya ini adalah seorang ustaz, barangkali beliau juga tidak berkeberatan untuk berbagi ilmu&amp;nbsp; yang kita harapkan dapat meningkatkan kualitas keimanan kita. Silahkan pak ustaz.." Ujar pak haji Sunardi. Anak muda yang dipanggil ustaz itupun tersenyum.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Terimakasih pak haji atas kesempatannya. Bapak-bapak dan ibu-ibu yang saya hormati, saya amat tersanjung disebut sebagi ustaz tapi terus terang saya bukanlah ustaz seperti yang pak haji sebutkan. Ilmu agama saya rasanya belum cukup kuat untuk menyandang gelar seberat. Saya memang sempat mengenyam pendidikan di pesantren tapi sebenarnya belum selesai.." Ujar lelaki itu sambil mengumbar senyum. Para jamaahpun ikut tersenyum, kemudian ada beberapa diantara mereka yang saling berbisik. Entah apa yang mereka bisikkan ? mungkin cara lelaki itu berbicara, perawakan lelaki itu atau mungkin juga penampilannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;" Bapak-bapak...ibu-ibu, saya berada disini sekali lagi bukan untuk berceramah karena sekali lagi saya berterus terang kalau ilmu saya belumlah cukup untuk itu. Saya hanya ingin mencoba menyampaikan kisah hidup saya yang bagi saya itu terasa sangat pahit. Mudah-mudahan kisah yang saya sampaikan nanti dapat mengandung hikmah dan berguna untuk menambah nilai keimanan kita " sambung lelaki itu yang disambut amin oleh para jemaah dan lelaki itupun memulai kisahnya&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Ia mengisahkan kehidupannya sejak kecil sampai dewasa, mengisahkan siapa yang mengajarinya tentang nilai-nilai agama juga mengisahkan tentang kehilangan orang tua hingga pengembaraannya mencari seseorang yang ia yakini dapat memberikan kebahagiaan. Para jemaah mendengarkan&amp;nbsp; dengan tekun apa yang dikisahkan lelaki itu. Ada kesedihan&amp;nbsp; dari kisah yang disampaikannya dan sebagian ibu-ibu tak urung meneteskan airmata keharuan. Diantara ibu-ibu itu bibi Sumirah justru merasa bingung. Ia merasa ada bagian dari kisah yang&amp;nbsp; diceritakan lelaki itu hampir mirip dengan pengalaman hidupnya saat menjadi pembantu rumahtangga pada sebuah keluarga. Hatinya diliputi penuh tanda tanya. Sambil meneruskan kisahnya lelaki itu menyapu pandangan ke arah para jemaah, satu persatu ia pandangi hingga pandangannya jatuh pada sosok bibi Sumirah. Dadanya bergejolak dan terlihat airmata mulai menggenangi pelupuk matanya tapi ia tetap tersenyum dan melanjutkan kisahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Maaf..bukan saya bermaksud sombong&amp;nbsp; tapi kalaulah boleh saya katakan, dulu saya termasuk anak dari keluarga berada. Tapi setelah ayah&amp;nbsp; ibu saya melakukan kesalahan dan terakhir mengusir pembantu rumah tangga kami, keluarga kami bagai mendapat karma. Keluarga kami berantakan, ayah saya jatuh sakit dan kemudian meninggal karena perusahaan kami bangkrut. begitu juga dengan ibu saya, beliau hampir gila karena tak siap menerima kenyataan hidup dan kemudian juga jatuh sakit lalu menyusul ayah saya. Pembantu yang diusir itulah yang menanamkan dasar-dasar agama pada saya, yang menyayangi saya seperti anak sendiri juga yang melindungi saya. Dan ketika saya sebatangkara yang teringat&amp;nbsp; pertamakali oleh saya adalah beliau, kasih sayangnya amat saya rindukan. Kerinduan itu membawa langkah saya mengembara, sambil memperdalam ilmu agama saya mencarinya dan terus mencarinya bagai saya mencari ibu kandung saya sendiri " Airmata lelaki itu mulai menetes, kemudian ia bangkit dari duduknya dan melangkah perlahan sampai ia tepat berdiri di dekat bibi Sumirah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berjuta tanya yang sejak tadi ada dibenak bibi Sumirah kini serasa mulai memenuhi dadanya, matanya hanya bisa menatap saat lelaki mulai bersimpuh dihadapannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Maafkan saya ibu, apakah ibu bernama bibi Sumirah " Tanya lelaki itu dengan lembut. Bibi Sumirah tak langsung menjawab, ia merasa dadanya begitu sesak. Rasanya ia tak sanggup mengucapkan kata-kata dan iapun hanya bisa mengangguk lemah diiringi airmata yang terus menggenang dipelupuk matanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Ibu...saya Dudi bu, ibu masih ingat ?" Tanya lelaki itu lagi masih dengan nada lembut. Dan kali ini bibi Sumirah benar-benar terkejut, matanya nanar menatap lelaki yang mengaku bernama Dudi itu. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Dudi....benarkah kamu Dudi nak..?" Tanya bibi Sumirah lirih&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Ya..bu, saya Dudi..." Jawab lelaki itu seraya meraih tangan bibi Sumirah dan menciumnya. Dan seketika meledaklah tangis keduanya dalam pelukan. Suara tangis mereka menggema disemua sudut surau, para jemaah yang lain tak kuasa menahan tetes-tetes airmata keharuan seraya mengucapkan..." Alhamdulillah...Tuhan telah mempertemukan mereka kembali ".&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-4257415812885003740?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/4257415812885003740/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/07/bibi-sumirah-2.html#comment-form' title='22 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/4257415812885003740'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/4257415812885003740'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/07/bibi-sumirah-2.html' title='BIBI SUMIRAH ( 2 )'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>22</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-1062570251424067383</id><published>2010-07-06T18:05:00.000+07:00</published><updated>2010-07-07T13:29:53.324+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>BIBI SUMIRAH ( 1 )</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Siang mulai terasa terik, sinar matahari sesaat lagi akan jatuh tepat diatas ubun-ubun kepala. Sekelompok anak bermain riang di petak sawah yang belum lama di panen. Mereka mencari keong, ikan ataupun berlomba menangkap capung yang beterbangan dan tak menghiraukan panas yang menyengat. Seorang wanita paruh baya duduk di bale-bale bambu pada sebuah gubuk yang tak jauh dari petak-petak sawah. Matanya nanar menatap anak-anak yang bermain, peluh terlihat disela-sela dahi dan pipinya yang mulai mengeriput. Ia merasa waktu yang dipinjamnya dari Sang Maha Pencipta rasa-rasanya mulai menipis namun tak setitikpun bahagia mengisi waktu-waktu yang ia pinjam. Duka dan nestapa bagai sarapan yang harus ia telan di setiap paginya, hidup yang ia tempuh bagai jalan yang berliku, licin dan berbatu juga penuh lubang yang siap menjerumuskannya. Terlihat wanita itu menghela napas pelan namun segera ia beristighfar, rasanya tak pantas ia mengeluh dan menyalahkan nasib karena ini hanyalah garis hidup yang harus dijalaninya walau pahit. " Seharusnya aku tabah dan tawakal menerima cobaan yang mendera walau seberat apapun " pikirnya. Matanya kembali menatap satu-persatu anak-anak yang bermain, ada setitik rasa kerinduan dalam hati akan kehadiran seorang anak disisinya. Walau ia sudah pernah menikah namun belum pernah dikaruniai seorang anak dan mungkin sudah ditakdirkan tidak akan punya anak. Satu-satunya anak yang pernah jadi bagian hidupnya adalah Dudi anak majikannya. Ah...iapun kembali terhempas dalam ingatan pada kperistiwa yang mengubah jalan hidupnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Jangan mas...! jangan kau lakukan itu. Istighfar mas...istighfar, kita bisa masuk penjara !" Ujar Sumirah kepada suaminya yang hendak melakukan niat jahatnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Sudahlah jangan kau halangi ! ini jalan satu-satunya agar kita punya uang.." Balas Kirno suaminya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Jangan mas...jangan !" Cegah Sumirah sambil memegangi tangan Kirno yang hendak masuk kekamar majikannya. Namun dengan seketika Kirno mengibaskan tangannya dan menampar pipi Sumirah, iapun terjerembab ke lantai.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Sudah kubilang diaaam..! bila kamu tak mau membantuku, biar aku sendiri dan jangan ikut halangi aku !" Bentak Kirno sambil menunjuk-nunjuk wajah Sumirah. Lalu masuk kamar dan mengacak-acak isi lemari pakaian untuk mencari barang berharga. Sumirah hanya bisa menangis melihat tingkah laku suaminya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Biiiii..." Suara anak kecil yang kira-kira masih berumur 6 tahun memanggil dan lari menghampiri Sumirah yang menangis. Sumirah langsung memeluk anak itu karena rasa ketakutan lain dalam hatinya, ia langsung ingin mengajak anak itu menjauh tapi suaminya sudah keluar dari kamar sambil menggenggam beberapa perhiasan ditangannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Kalau perlu anak itu akan aku bawa sekalian, biar bapaknya nanti menggantinya dengan uang tebusan !" Kata Kirno sambil menyeringai. Sumirah terkesiap, segera ia mengeratkan pelukannya pada anak itu untuk melindunginya. Ketakutan yang dirasakan anak itu kini mulai merayapi jantungnya namun belum sempat ia berkata apa-apa tiba-tiba terdengar suara kendaraan yang masuk pekarangan rumah majikannya. Kirno seketika panik, tanpa berkata apa-apa iapun langsung berlari keluar rumah. Sayangnya pengendara mobil yang ternyata bu Dewi sang pemilik rumah melihat Kirno yang lari tergopoh-gopoh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Hei...siapa itu ? berhenti...berhenti...!!" Teriak bu Dewi spontan. " Rampok....rampok...!!!" Seketika lingkungan rumah mulai gaduh, beberapa orang yang mendengar teriakan bu Dewi langsung mengejar Kirno. Dan tak lama kemudian Kirno tertangkap dan langsung dihakimi massa dengan barang bukti beberapa perhiasan berupa kalung, gelang emas juga cincin berlian di sakunya. Kemudian aparat kepolisianpun datang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Oh...jadi itu suamimu Sum ! rupanya kalian mau kerjasama ya menguras harta saya. Hebat sekali kamu, saya tidak menyangka sama sekali " Ujar bu Dewi sinis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Tidak bu...tidak, saya tidak seburuk yang ibu kira. Tak ada niat sedikitpun.." Jawab Sumirah namun langsung dipotong bu Dewi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Huh...ngga ada niat katamu !? maling mana ada yang mau mengaku. Sudahlah...bawa saja pak dan jebloskan saja ke penjara bersama suaminya " Kata bu Dewi ketus.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Bu...jangan bu, kasihanilah saya.." Ujar Sumirah sambil menangis sesegukan. Namun ia hanya bisa pasrah saat 2 orang polisi menggamit lengannya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Biii...ikut bi ! ma....bibi mau kemana ? jangan ma...bibi ngga jahat " Ujar Dudi menangisi kepergian Sumirah. Ia menarik-narik baju ibunya namun tak dihiraukan. Sumirah yang melihat itu hanya bisa menangis dengan penuh rasa penyesalan. Dudipun meraung-raung saat mobil patroli polisi beranjak meninggalkan rumah dan membawa bi Sumirah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak terasa air mata meleleh dipipi Sumirah, ingatannya akan peristiwa itu bagai mengoyak luka yang tak pernah sembuh. Dan kini luka itu bertambah pedih....perih. Suara azan Zuhur yang berkumandang menyentak lamunan Sumirah, lalu disekanya air mata yang mengalir dan kemudian ia melangkahkan kaki menuju pancuran. Air wudhu yang mengusap wajah dirasakannya&amp;nbsp; bagai hujan yang membasahi ladang hatinya yang gersang dan perlahan mulai menentramkan jiwanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung.... &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-1062570251424067383?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/1062570251424067383/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/07/bibi-sumirah.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/1062570251424067383'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/1062570251424067383'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/07/bibi-sumirah.html' title='BIBI SUMIRAH ( 1 )'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-7139460053462820076</id><published>2010-06-28T12:25:00.000+07:00</published><updated>2010-06-28T12:25:36.783+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serius Dikit'/><title type='text'>MASALAH = HINDARI ATAU HADAPI ?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masalah, problem atau apapun istilahnya semua dari kita baik kaya atau miskin, tua atau muda pasti pernah mengalaminya. Namun tidak semua orang punya cara yang sama untuk menghadapi masalah dan tidak semua masalah bisa diselesaikan dengan cara yang sama. Sehingga dalam pemecahan sebuah masalah perlu diketahui lebih dahulu akar dari setiap permasalahan yang ada, karena dengan begitu rasanya akan lebih mudah menentukan langkah-langkah yang akan diambil untuk memecahkan masalah. Bila perlu disiapkan langkah-langkah alternatif bila langkah yang disiapkan semula tidak berjalan/ berfungsi dengan baik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengetahui akar permasalahan juga memberi kesempatan bagi kita untuk instropeksi diri dan menengok sejenak kebelakang, mengapa semua masalah itu terjadi ? Apa yang kita lakukan dan mengapa semua itu kita lakukan ?. Barangkali dengan begitu kita akan menjadi lebih hati-hati dalam melangkah atau melakukan sesuatu sehingga tidak melakukan kesalahan yang sama untuk yang kedua kali. Bukankah kita terlalu pintar untuk tidak jatuh di lubang yang sama untuk kedua kali ?.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bila boleh memilih, barangkali semua orang tidak akan mau mempunyai masalah. Setiap masalah selalu akan menguras tenaga, pikiran, uang dan perasaan. Namun dibalik itu semua ada sisi positif dan selalu ada hikmah yang bisa diambil saat dimana masalah itu datang. Dengan adanya masalah barangkali bisa diibaratkan sebuah ujian dan dari situ bisa terlihat apakah kita terlalu bodoh untuk bisa melewati ujian tersebut atau malah terlihat kuat dan pintar karena bisa melewati ujian itu dengan baik. Banyak yang bilang kalau orang-orang sukses dan berhasil dalam hidupnya adalah orang-orang yang mampu melewati masalah-masalah yang dihadapi, semakin banyak masalah yang dipecahkan semakin pintar dan semakin banyak ide-ide juga kreativitas yang muncul dari orang tersebut dalam menghadapi masalah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan adanya masalah, bisa juga terlihat kualitas diri kita. Apakah kita termasuk orang yang lemah dan pengecut karena kita hanya berusaha menghindar dan menghindar dari semua masalah yang ada atau kita adalah seorang pribadi yang kuat karena kita berani menghadapi masalah-masalah yang ada. Kalau saya, terus terang tak pernah memusingkan apakah saya termasuk seseorang yang mempunyai pribadi yang kuat atau lemah. Karena dalam pikiran sederhana saya, bila hasil akhirnya adalah sama untuk apa saya memilih jalan yang penuh masalah. Bila ada masalah...hadapi ! bila tak ada, untuk apa cari-cari masalah. Bagaimana dengan anda ?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-7139460053462820076?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/7139460053462820076/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/06/masalah-hindari-atau-hadapi.html#comment-form' title='16 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/7139460053462820076'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/7139460053462820076'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/06/masalah-hindari-atau-hadapi.html' title='MASALAH = HINDARI ATAU HADAPI ?'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>16</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-7214396965050235701</id><published>2010-06-26T03:25:00.000+07:00</published><updated>2010-07-17T12:23:38.631+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serius Dikit'/><title type='text'>KESEPIAN SEORANG IWAN FALS</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" &lt;b&gt;Aku merasakan gitar bisa menjawab kesepianku &lt;/b&gt;" Ujar Iwan Fals yang saya kutip dari hasil wawancara dengan sebuah majalah. Saya sempat tercenung membaca kalimat itu lalu saya bertanya-tanya dalam hati, apa yang membuat seorang Iwan Fals merasa kesepian ?.&amp;nbsp; Pertanyaan itu muncul karena rasanya aneh jika beliau merasa kesepian, bukankah disekelilingnya banyak sahabat ? Bukankah banyak pengagum atau fans yang selalu mengelu-elukannya ketika ia mulai bernyanyi ?.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya pengagum Iwan Fals namun saya bukan pengagum sejati, sehingga saya tak tahu banyak tentang beliau tapi rasanya kesepian yang dimaksud bukanlah kesepian yang diartikan secara harafiah. Kalaulah boleh saya menerka, yang ia maksudkan kesepian itu adalah sebuah kegelisahan yang ada dalam dirinya ketika memandang sesuatu, melihat sesuatu atau mendengar sesuatu. Sehingga barangkali apa yang telah ia lihat dan ia dengar dari realita kehidupan sehari-hari membuatnya gelisah lalu timbul berjuta tanya, berjuta opini atau berjuta pemikiran yang membuatnya gelisah dan kesepian. Dan barangkali pula, dengan sebuah gitarnya ia mengungkapkan semua yang ada di benaknya untuk menciptakan sebuah lagu lalu kemudian ia berbagi dengan seseorang atau banyak orang sehingga iapun dapat mengusir kesepiannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bila memang benar begitu, saya menganggap gitar adalah sebuah sarana bagi seorang Iwan Fals untuk menjawab rasa kesepian seperti yang ia ungkapkan diatas dan itu wajar karena&amp;nbsp; Iwan Fals adalah seorang seniman, pencipta lagu atau penyanyi. Lalu bagaimana dengan kita, saya atau anda yang bukan seorang pencipta lagu atau seniman. Apa sarana kita untuk mengungkapkan segala kegelisahan dan mengusir rasa kesepian ?&lt;br /&gt;Nantilah jawabnya, mari kita bersenandung sejenak... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Kalau cinta sudah di buang &lt;br /&gt;Jangan harap keadilan akan datang &lt;br /&gt;Kesedihan hanya tontonan &lt;br /&gt;Bagi mereka yang di perbudak jabatan&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;O, o, ya o ... Ya o ... Ya bongkar &lt;br /&gt;O, o, ya o ... Ya o ... Ya bongkar &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabar, sabar, sabar dan tunggu &lt;br /&gt;Itu jawaban yang kami terima &lt;br /&gt;Ternyata kita harus ke jalan &lt;br /&gt;Robohkan setan yang berdiri mengangkang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penindasan serta kesewenang-wenangan &lt;br /&gt;Banyak lagi teramat banyak untuk disebutkan &lt;br /&gt;Hoi hentikan &lt;br /&gt;Hentikan jangan di teruskan &lt;br /&gt;Kami muak dengan ketidakpastian dan keserakahan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O, o, ya o ... Ya o ... Ya bongkar &lt;br /&gt;O, o, ya o ... Ya o ... Ya bongkar &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di jalan kami sandarkan cita-cita &lt;br /&gt;Sebab dirumah tak ada lagi yang bisa dipercaya &lt;br /&gt;Orang tua pandanglah kami sebagai manusia &lt;br /&gt;Kami bertanya tolong kau jawab dengan cinta &lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;*&amp;nbsp; &lt;i&gt;Belajar beropini dari sebuah ungkapan/kalimat yang saya baca&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-7214396965050235701?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/7214396965050235701/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/06/kesepian-seorang-iwan-fals.html#comment-form' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/7214396965050235701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/7214396965050235701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/06/kesepian-seorang-iwan-fals.html' title='KESEPIAN SEORANG IWAN FALS'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-8405192052285961579</id><published>2010-06-23T16:00:00.000+07:00</published><updated>2010-06-23T16:45:04.274+07:00</updated><title type='text'>KASIH SAYANGMU TAK TERGANTIKAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Aku tak pernah dan tak akan bisa membandingkanmu dengan yang lain&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Segala yang terindah adalah dirimu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Segala perbedaan hanya mentahbiskan wujud kasih sayangmu &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Segala pertentangan hanya akan menambah rasa sayangmu padaku&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Kini jalan lain telah kuambil&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Bukan karena aku memilih tapi aku hanya meniti jalan yang sudah digariskan untukku&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Bukan kuingkari kasih sayangmu karena itu tak akan tergantikan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Kini kuharap doamu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Lapangkan dan luruskan titian jalan yang kutempuh&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Kini ku mohon doamu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Agar kubisa tunjukkan bhaktiku padamu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Sayangku untuk Ibu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Dari anakmu&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-8405192052285961579?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/8405192052285961579/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/06/kasih-sayangmu-tak-tergantikan.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/8405192052285961579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/8405192052285961579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/06/kasih-sayangmu-tak-tergantikan.html' title='KASIH SAYANGMU TAK TERGANTIKAN'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-8075274476745182508</id><published>2010-06-17T14:08:00.000+07:00</published><updated>2010-06-17T14:30:28.560+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serius Dikit'/><title type='text'>HARGA DARI SEBUAH KEPUASAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak dari kita yang terkadang tidak mudah puas dengan apa yang telah kita raih dan dapatkan atau menginginkan lebih dari semua. Contoh kecil seperti seseorang yang sudah mempunyai rumah, kendaraan serta istri cantik tapi masih ingin mempunyai beberapa rumah lagi, ingin kendaraan yang lebih mahal atau malah ingin tambah istri ( yang ini jangan di tiru ), atau seseorang yang kini sudah jadi menteri tapi masih menyimpan obsesi untuk jadi presiden bisa juga menjadi contoh . Memang orang-orang seperti itu terkesan seperti tidak mensyukuri nikmat dari Tuhan yang telah ia dapatkan atau rasakan, tapi salahkah ? rasanya tidak. Karena ibarat suatu mimpi atau cita-cita, semua harus diperjuangkan untuk diraih. Asalkan dalam meraih semua itu dilakukan dengan cara-cara yang tidak melanggar norma-norma rasanya masih wajar-wajar saja. Selain contoh diatas, contoh lain seperti melakukan pekerjaan dengan baik atau hasil jerih payahnya di hargai mahal dan banyak mendapat pujian juga bisa mendatangkan rasa kepuasan. Dari contoh-contoh diatas semua masih sesuatu hal yang wajar dan biasa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagaimana dengan&amp;nbsp; melakukan sesuatu yang diluar kebiasaan atau tidak dilakukan secara rutin demi meraih sebuah kepuasan. Misalnya seperti melakukan panjat tebing tanpa pengaman, mendaki gunung, menempuh perjalanan jauh untuk mencicipi makanan favorit atau yang agak nyeleneh seperti yang di lakukan Ariel Peterpan dengan mendokumentasikan kegiatan mesumnya. Barangkali itu contoh-contoh yang bisa mendatangkan kepuasan bagi yang melakukannya. Pengorbanan dan kerja keras yang dilakukan, mahalnya biaya yang dikeluarkan atau juga resiko-resiko yang akan dihadapi bukanlah sesuatu hal yang bisa menghambat keinginan untuk meraih kepuasan dan barangkali pula yang ada dipikiran mereka adalah lakukan saja, imbalannya kepuasan dan kebanggaan akan dapat diraih.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagaimana dengan anda, bersediakah menanggung resiko untuk sebuah kepuasan ?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-8075274476745182508?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/8075274476745182508/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/06/harga-dari-sebuah-kepuasan.html#comment-form' title='15 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/8075274476745182508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/8075274476745182508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/06/harga-dari-sebuah-kepuasan.html' title='HARGA DARI SEBUAH KEPUASAN'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-2678540229228081986</id><published>2010-05-25T09:44:00.000+07:00</published><updated>2010-05-26T09:48:30.978+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>TERNYATA MULAN.....( 2 )</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari ini Ridwan pulang lebih awal dai tempat kerjanya, ia berencana ke rumah orangtuanya di Pondok Gede. Ayah dan ibunya berencana mengadakan pesta penyambutan kedatangan Dito, adik kesayangan dan adik yang dibangga-banggakan Ridwan. Selama hampir 2 tahun Dito berada di luar negri untuk bekerja di salah perusahaan minyak internasional dan selama itu pula ia tidak pulang ke tanah air. Ridwan teringat masa-masa kebersamaan dengan adiknya itu, umur mereka memang tak terpaut jauh sehingga cukup dekat layaknya seorang sahabat. Cukup banyak kesamaan antara mereka dan yang membedakannya mungkin cuma satu, Dito terlihat lebih pandai bergaul, terbuka dan agresif dalam mendekati wanita sedangkan Ridwan lebih tertutup. Dering telepon genggamnya sedikit mengagetkan dan membuyarkan lamuannya...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Hallo bang...!, aku sudah samapai bandara nih. Abang dimana...?" suara Dito &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Eh...sudah sampai Dit ? landing jam berapa..?", tanya Ridwan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Ah.baru saja kok, sesuai jadwal. Eh...tapi tolong sampaikan ke ibu bila aku agak malam sampai dirumah, ada yang mau aku jemput terlebih dahulu..!"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Mau jemput... jemput siapa ?"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Ada deh pokoknya ! kalau aku beritahu sekarang bukan kejutan dong namanya..."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Ooh..itu toh kejutannya, memangnya nggak bawa dari sana atau memang nggak ada yang mau..?" ujar Ridwan sambil terkekeh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Sembarangan..!, kalau aku mau sih..gampang tapi aku masih suka yang lokal kok. Lagipula yang satu ini sangat istimewa, tinggi..cantik..putih dan cukup setia. Pokoknya selera abang banget deh...!" balas Dito sambil tertawa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Setia...!?, bagaimana kamu tahu kalau dia setia sedangkan kamu sudah hampir 2 tahun tidak pulang " ujar Ridwan kembali bergurau.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Ah...pokoknya abang lihat sendiri nanti. Eh..sudah dulu ya bang, sampai nanti.."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Honda Jazz yang dibawa Ridwan mulai memasuki halaman rumah. Sebenarnya iapun hanya seminggu sekali atau bahkan sebulan sekali menyambangi rumah ini. Sejak Dito pergi rumah ini menurutnya menjadi sepi, lagipula ia merasa capek harus pulang pergi bekerja dari sini karena jalan-jalan di Jakarta sudah sedemikian parah kemacetannya. Di beranda depan, ayah dan ibunya sudah berdiri menyambutnya sedangkan beberapa teman-teman Dito yang sengaja diundang sedang sibuk menyiapkan pesta penyambutan di bagian belakang rumah dan tak lama Ridwanpun turut larut dalam kesibukan itu. Pukul sembilan malam, Dito yang ditunggu-tunggu akhirnya datang. Bersamanya terlihat wanita cantik lagi anggun yang menebarkan pesonanya lewat senyuman, jari jemarinya&amp;nbsp; yang lembut tak&amp;nbsp; lepas dari genggamannya Dito. Saat itu hanya ayah dan ibunya yang menyambut karena Ridwan dan teman-temannya masih terlihat sibuk dan tak menyadari kedatangan Dito.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Bang Ridwan....!" panggil Dito kepada Ridwan setengah berteriak. Teman-teman Dito yang mendengar teriakan langsung lari berhamburan menghampiri, mereka memeluk dan menyalami Dito tapi tidak dengan Ridwan. Kakinya terasa berat melangkah laksana beribu-ribu pasang mata mencekal pergelangan kakinya, dia hanya bisa berdiri mematung. Matanya menatap tajam ke arah wanita yang digandeng Dito dan jantungnyapun bergemuruh hebat. Ingin rasanya ia menampar wajah, mencubit lengannya dan berharap ini hanya sebuah mimpi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Mulan...!?" desisnya. Ridwan hampir tak percaya bahwa yang digandeng adiknya adalah Mulan, namun ia sangat yakin bahwa ia tak salah lihat. Ia mengenal betul sosok Mulan, wanita yang selama ini mengisi hari-harinya...bersamanya mereguk berlaksa-laksa kenikmatan duniawi. Dan kini Mulan ada dihadapannya bersama adik yang sangat disayanginya, adik yang dibangga-banggakannya. Mulan sendiri tampak terlihat pucat pasi dan terus merunduk, ia sama terkejutnya dengan Ridwan dan tak menyangka sama sekali bahwa Ridwan adalah kakak dari Dito kekasihnya. Bibir Ridwan terasa bergetar, lidahnya kelu dan tak sepatah katapun mampu terucap dari mulutnya. Dan saat Dito menghampiri lalu memeluknya, Ridwan hanya bisa menangis dan menangis....&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-2678540229228081986?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/2678540229228081986/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/05/ternyata-mulan-2.html#comment-form' title='21 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/2678540229228081986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/2678540229228081986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/05/ternyata-mulan-2.html' title='TERNYATA MULAN.....( 2 )'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>21</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-5998605765794456070</id><published>2010-05-20T18:58:00.000+07:00</published><updated>2010-05-25T10:17:16.439+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>TERNYATA MULAN........( 1 )</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini cuma fiksi...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ridwan beranjak dari pembaringan, sejenak matanya menatap wanita yang masih tertidur pulas. Dengan hanya berselimutkan baju tidur yang beraturan ditubuhnya, ia terlihat cantik dan menggemaskan. Ridwan tersenyum, tampak sekali rona kepuasan tersirat dari wajahnya. Lalu dengan bertelanjang dada dan hanya mengenakan celana pendeknya ia beranjak dari kamar menuju beranda bungalow yang disewanya kemarin malam. Ia duduk dihadapan sebuah kolam kecil yang gemericik airnya terdengar merdu, udara dingin hawa pegunungan tak ia hiraukan. Nun jauh disana terhampar pemandangan alam pegunungan yang tampak asri walau ada satu dua villa atau bungalow milik para pejabat menyeruak ditengah hutan-hutan pinus. Dengan kedua kakinya yang ditumpangkan diatas meja, Ridwan menyalakan sebatang rokok dan kemudian menghisapnya dalam-dalam. Asap rokok yang bergulung-gulung diatas kepalanya lama kelamaan mulai mengabut dan mulai menghantarkannya ke dalam lamunan. Ada rasa gundah , rasa janggal dan juga aneh telah menyelimutinya hatinya. Hal ini terkadang mengganggu pikirannya dari hari ke hari sejak pertemuannya dengan Mulan dua bulan lalu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertemuan dengan Mulan baginya adalah suatu proses pertautan hati yang cukup singkat dan terasa cukup mudah bagi seorang Ridwan yang dikenal sebagai sosok pendiam, pemalu dan kurang pergaulan. Walau sebenarnya Ridwan tidaklah sependiam seperti yang disangka orang, namun sejak dihianati kekasihnya ia lebih memfokuskan perhatiannya untuk membantu adik menyelesaikan kuliahnya. &lt;b&gt;Dan setelah adiknya selesai kuliah dan kini bekerja diluar negeri&lt;/b&gt;, untuk memulai hubungan yang baru dengan seorang wanita masih belum menjadi prioritasnya sampai ia bertemu dengan Mulan. Akan tetapi seiring semakin dekat&amp;nbsp; dan semakin tumbuh rasa cintanya terhadap Mulan, semakin Ridwan tak mengerti akan Mulan. Ia selalu mencoba menghindar bila Ridwan memulai pembicaraan yang serius tentang hubungan mereka, bahkan terkesan tidak suka atau malah tertawa saat Ridwan mencoba mengungkapkan isi hatinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Kamu lucu...!", jawaban dari Mulan sambil tertawa ketika Ridwan mulai menyinggung kembali tentang hubungan mereka. Lalu apa yang dia cari...? pertanyaan yang selalu menggayut di benak Ridwan. Cinta..? sepertinya tidak, lalu apa...uang ? rasanya juga tidak.&amp;nbsp; Tapi sekarang Ridwan tak mau ambil pusing lagi, dan rasanya terlalu naif bila masih ingin tahu apa yang dicari Mulan dan apa yang Mulan mau. Toh...Mulan sendiri sepertinya tak perduli, lagipula sampai saat inipun hubungan mereka baik-baik saja dan saat dibutuhkan Mulan selalu ada disisinya. Bahkan saat Ridwan mengutarakan hal itu kepada teman-temannya, ia malah menjadi bahan tertawaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Sudahlah Wan.., untuk apa kau pusingkan statusmu dengan Mulan. Toh...dia juga tidak perduli !", ujar Sony teman kerjanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Betul Wan, nikmati saja yang ada !" sambung Yanto sambil tersenyum.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Wah...memangnya gado-gado dinikmati, lagipula aku kan belum kenal siapa istrimu. Bagaimana bila Mulan itu ternyata istrimu..?", balas Ridwan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Siaaalan...!", ujar Yanto sambil memukul bahu Ridwan yang disambut tawa Sony juga Budi yang baru bergabung. Ridwan tersenyum-senyum sendiri mengingat hal itu dan iapun kembali menghisap rokoknya dalam-dalam lalu kembali memandangi lampu-lampu villa yang satu persatu mulai dinyalakan karena hari mulai menjelang senja. Dan Ridwan kembali tersenyum saat terdengar suara Mulan memanggil, iapun bersiap untuk menghabiskan malam ini seperti malam-malam kemarin.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bersambung..... &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;( &lt;i&gt;Untuk sahabat-sahabat yang sudah mampir dan berkenan membaca, &lt;b&gt;adakah yang berkenan untuk&amp;nbsp; menebak kira-kira diantara nama-nama lelaki yang ada dalam cerita, siapa kekasih Mulan sebenarnya ? .&lt;/b&gt; Tidak ada maksud apa-apa tapi hanya ingin tahu apakah kira-kira jalan pikiran kita sama , atau&amp;nbsp; &lt;b&gt;barangkali ada yang mau usul gimana ending dari cerita ini biar lebih seru&lt;/b&gt; walau draft cerita versi saya sudah saya buat &lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;SALAM HANGAT &amp;amp; SUKSES SELALU &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-5998605765794456070?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/5998605765794456070/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/05/ternyata-mulan-1.html#comment-form' title='23 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/5998605765794456070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/5998605765794456070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/05/ternyata-mulan-1.html' title='TERNYATA MULAN........( 1 )'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>23</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-5328530461707156613</id><published>2010-05-19T17:09:00.000+07:00</published><updated>2010-05-19T17:48:50.609+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ikutan Lomba'/><title type='text'>IKUT KONTES FIKSI MINI</title><content type='html'>&lt;b&gt;BUNUH DIRI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kunikmati hembusan angin sambil kurentangkan tangan dan memejamkan mata. " Amiin...jangaaaan..!!" teriak sahabatku dari bawah gedung.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Setelah membaca postingan mas Baho dan juga melihat banyak sahabat yang sudah ikutan &lt;b&gt;kontes fiksi mini &lt;/b&gt;yang diselenggarakan oleh &lt;b&gt;Wi3nda&lt;/b&gt; di&lt;/i&gt; &lt;a href="http://akubunda.wordpress.com/2010/05/16/wi3nda/"&gt;http://akubunda.wordpress.com/2010/05/16/wi3nda/&lt;/a&gt;. &lt;i&gt;sayapun jadi tergelitik dan tergoda untuk ikut membuatnya, semata-mata untuk melihat sejauh mana kemampuan saya menuliskan sebuah fiksi. Ada yang mau ikutan...?&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-5328530461707156613?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/5328530461707156613/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/05/ikut-kontes-fiksi-mini.html#comment-form' title='19 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/5328530461707156613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/5328530461707156613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/05/ikut-kontes-fiksi-mini.html' title='IKUT KONTES FIKSI MINI'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>19</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-7286948850898165569</id><published>2010-05-15T15:13:00.000+07:00</published><updated>2010-05-15T15:22:39.855+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesahku...'/><title type='text'>AKU CUMA KEONG</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Aku cuma si Keong...&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Nasibku memang tak bagus &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Karena kelambananku dan kebodohanku&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Nasibku memang tak bagus&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Hanya jadi santapan bebek-bebek yang tak berhenti berkoar&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Atau lele-lele yang mencabikku ganas&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Aku memang cuma si Keong... !&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Yang kehilangan pelepah-pelepah pisang&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Yang kehilangan tempat mencari makan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Yang kehilangan tempat tuk berlindung&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Yang kehilangan tempat beranak pinak&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/S-5ZQ_-fchI/AAAAAAAAARM/FAZZAlrWBh8/s1600/gusuran.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="239" src="http://3.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/S-5ZQ_-fchI/AAAAAAAAARM/FAZZAlrWBh8/s320/gusuran.jpeg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Aku memang cuma si Keong...dan itu benar !&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Kini kuterhempas dijalan berdebu&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Terpaksa merambat pelan walau debu tertelan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Terpaksa memekik walau tak satupun mau perduli&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Terpaksa teriak walau suaraku hanya berputar dalam cangkang yang getas dan rapuh&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Aku memang cuma si Keong...dan itu memang benar !&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Yang pasrah dalam harap, moga tak terinjak kaki dan terlindas pedati...&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Aku cuma si Keong....&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Cuma itu yang bisa kukatakan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-7286948850898165569?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/7286948850898165569/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/05/aku-cuma-keong.html#comment-form' title='20 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/7286948850898165569'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/7286948850898165569'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/05/aku-cuma-keong.html' title='AKU CUMA KEONG'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/S-5ZQ_-fchI/AAAAAAAAARM/FAZZAlrWBh8/s72-c/gusuran.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>20</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-5378121718084137263</id><published>2010-05-06T15:03:00.000+07:00</published><updated>2010-05-06T15:58:08.689+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dari Sahabat'/><title type='text'>AWARD DARI SAHABAT</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;KAU LEBIH DARI ITU....( Re-Post )&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Kau bukan cahaya rembulan yang menerangi malam kelam&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Kau bukan  nyanyian merdu burung-burung yang berkicau&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Kau bukan pelangi yang  terlukis indah di kaki cakrawala&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Bukan..! bukan aku tak mau  memujimu&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Bukan..! bukan aku tak mau menyanjungmu&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Bukan..! kau  bukan semua itu..&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Tahukah kau..? kau lebih dari itu..&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Namun ku  tak tahu bagaimana mengungkapkannya..&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Lembut parasmu..bangkitkan  rembulan, pancarkan cahaya tuk terangi wajahmu&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Merdu  suaramu..mabukkan burung-burung, melonjak-lonjak riang nyanyikan  nada-nada rayuan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Manis senyummu..inspirasikan hujan, lukiskan  indahnya pelangi tuk manjakanmu&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Tahukah kau..? kau lebih dari  itu..&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Namun lidahku begitu kelu..ucapkan semua itu..&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Kau lebih dari itu.... sahabat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: center;"&gt;( Terima kasih buat Mba Reni dan Mba Brencia yang telah berbaik hati memberi saya award, maaf karena ada sesuatu dan lain hal posting awardnya agak telat )&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;1&lt;/b&gt;&lt;b&gt;. Award dari &lt;a href="http://another-reni.blogspot.com/"&gt;Mba Reni&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/S-Jx6YjUnjI/AAAAAAAAAQ8/ekt9b2xdbgM/s1600/award+terbaru+mba+reni.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/S-Jx6YjUnjI/AAAAAAAAAQ8/ekt9b2xdbgM/s320/award+terbaru+mba+reni.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;2. Award dari &lt;a href="http://www.brencia.com/"&gt; Mba Brencia&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/S-JzqTx1hjI/AAAAAAAAARE/XKEFglKV9u0/s1600/coba2award_thumb6.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/S-JzqTx1hjI/AAAAAAAAARE/XKEFglKV9u0/s320/coba2award_thumb6.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SALAM HANGAT DAN SUKSES SELALU&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-5378121718084137263?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/5378121718084137263/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/05/award-dari-sahabat.html#comment-form' title='13 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/5378121718084137263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/5378121718084137263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/05/award-dari-sahabat.html' title='AWARD DARI SAHABAT'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/S-Jx6YjUnjI/AAAAAAAAAQ8/ekt9b2xdbgM/s72-c/award+terbaru+mba+reni.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-421059288380490691</id><published>2010-04-30T09:25:00.000+07:00</published><updated>2010-04-30T09:44:34.042+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Asal aja..'/><title type='text'>BERDAMAI DENGAN ASA</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;Ditengah jalan yang tampak tak berujung&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;Ditengah hamparan koral yang menggelitik kulit tapak kaki&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;Disambut lambaian kuning ungu bunga-bunga liar&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;Hatiku tenang terbuai pasrah&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;Sayup-sayup kudengar suara menghentak jantung&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;Kulangkahkan kaki menjauh dari jalan yang tampak tak berujung&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;Lalu tersenyum ditengah angin yang menerpa&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;Entah... tersenyum mengejek suara yang mengusik lamunanku&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;Entah...menertawai ketololanku&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;Aku tak begitu mengerti&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;object height="385" width="480"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/gK3McZa4hFM&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/gK3McZa4hFM&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="330" height="205"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Namun kutersadar...&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Aku masih diberi satu kesempatan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Untuk berkompromi dengan rasa&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Untuk berdamai dengan asa&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Sekali lagi....&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-421059288380490691?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/421059288380490691/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/04/ditengah-jalan-yang-tampak-tak-berujung.html#comment-form' title='11 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/421059288380490691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/421059288380490691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/04/ditengah-jalan-yang-tampak-tak-berujung.html' title='BERDAMAI DENGAN ASA'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-5046031361483822027</id><published>2010-04-25T14:04:00.000+07:00</published><updated>2010-04-25T18:31:17.146+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Asal aja..'/><title type='text'>AKU T'LAH LAMA MENUNGGU</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Bagaimana bisa ku pejamkan mataku..?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Bila wajahmu menari-nari di pelupuk mataku...&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Bagaimana bisa ku merasa nyaman..? &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Bila sejuk hanya datang dari tatapan matamu....&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Bagaimana bisa ku rasakan kelembutan..?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Bila itu hanya datang dari belaianmu....&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Bagaimana bisa jantungku terus berdetak..?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Jika belum kurasakan detak jantungmu....&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;object height="385" width="480"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/KKxd9g1cpIk&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/KKxd9g1cpIk&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="350" height="255"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Aku t'lah lama menunggu.....&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Kehadiranmu disisiku...&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Semua masalah seakan tak berarti lagi....&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Kehadiranmu di pelukku...&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Aku merasa akan hidup seribu tahun lagi...&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Aku t'lah lama menunggu....&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;kehadiranmu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; ( &lt;i&gt;I think I've found my best  friend&lt;br /&gt;I know that it might sound more  than a little crazy&lt;br /&gt;But I believe&lt;br /&gt;I knew I loved you  before I met you&lt;br /&gt;I have been waiting all my life&lt;/i&gt;  )&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-5046031361483822027?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/5046031361483822027/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/04/aku-tlah-lama-menunggu.html#comment-form' title='12 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/5046031361483822027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/5046031361483822027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/04/aku-tlah-lama-menunggu.html' title='AKU T&apos;LAH LAMA MENUNGGU'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-8596112192538658274</id><published>2010-04-21T19:32:00.000+07:00</published><updated>2010-04-21T19:41:25.429+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Award temen'/><title type='text'>BAYAR HUTANG TAG DAN AWARD</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;" Barangsiapa mati sebelum melunasi hutangnya bukan karena kelalaiannya, misalnya ia adalah orang yang kesulitan atau tiba-tiba ajalnya datang padahal dalam hatinya ia berniat melunasi hutangnya, namun ia belum sempat melunasinya, maka Allah akan menjamin pelunasannya "&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Dengan kalimat diatas, seharusnya saya merasa sedikit tenang karena saya punya niat membayar hutang namun kesulitan untuk melaksanakannya tetapi tetap saja saya tak merasa tenang. Ini berkaitan dengan hutang tag dari &lt;b style="color: orange;"&gt;Mba Latifah&lt;/b&gt; dan &lt;b style="color: orange;"&gt;Non Rossi Atmaja&lt;/b&gt; juga hutang pajang award dari &lt;b style="color: orange;"&gt;Non Faiza&lt;/b&gt; juga &lt;b style="color: orange;"&gt;Non Ria. &lt;/b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Nah...daripada berlama-lama maka saya membayar hutang-hutang tersebut....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;A. Pertama tag dari Mba Latifah dan Non Rossi Atmaja yang kebetulan sama. Ngisi tagnya susah-susah gampang jadi mohon maaf kalau isinya rada-rada nyeleneh....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span id="goog_791428466"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_791428467"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;1.&amp;nbsp; ( Siapakah diri anda di rumah ? )&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Jawaban&amp;nbsp; :&amp;nbsp; Seorang suami yang masih belajar untuk menjadi suami yang baik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;2.&amp;nbsp; ( Siapakah diri anda di samping rakan ? )&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Jawaban&amp;nbsp; :&amp;nbsp; Tak tahu pasti apa pendapat teman-teman terdekat tentang saya, namun saya pernah mendengar ada yang mengatakan kalau saya terlalu pendiam dan workholic&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;3.&amp;nbsp; ( 5 benda yang anda idamkan tetapi masih belum tercapai )&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Jawaban&amp;nbsp; :&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;1. Ingin punya 1 kamar khusus untuk kerja di rumah ( ada kompi, rak buku, home teather dan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; meja bilyard, kalau perlu ada kolam renang juga...he..he )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;2. Baju badut buat menghibur anak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;3. Ruang perpustakaan pribadi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;4. Punya usaha sendiri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;5. Pohon duit...he..he ( bingung mau jawab apalagi )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;4.&amp;nbsp; ( Siapakah nama pasangan anda ? )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Jawaban&amp;nbsp; :&amp;nbsp; &lt;b&gt;Reny Sumanti ( &lt;/b&gt;panggilan sayangnya " pesek "..he..he )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;5.&amp;nbsp; ( Ceritakan 5 perkara yang paling anda suka tentang pasangan anda )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Jawaban&amp;nbsp; :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;1.&amp;nbsp; Pintar masak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;2.&amp;nbsp; Kreatif dan inovatif ( bisa membuat beraneka macam handmade )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;3.&amp;nbsp; Cerewet ( sering mengingatkan saya yang terlalu santai )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;4.&amp;nbsp; Pandai menyenangkan hati orang lain&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;5.&amp;nbsp; Supel dalam bergaul ( menutupi kekurangan saya yang pendiam &amp;amp; kurang gaul )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;6.&amp;nbsp; ( Bila tarikh anda couple )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Jawaban&amp;nbsp; :&amp;nbsp; 11 Mei 1994 ( kalau ngga percaya....ngga boleh tanya...he..he )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;7.&amp;nbsp; ( Apakah kenangan pahit anda bersama pasangan anda ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Jawaban&amp;nbsp; :&amp;nbsp; Maaf...saya tidak mau mengingatnya lagi, biarlah itu jadi pelajaran.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;8.&amp;nbsp; ( Lagu tema cinta anda )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Jawaban&amp;nbsp; :&amp;nbsp; ( Everything I Do ) I Do It For You&amp;nbsp; - Brian Adams&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;9.&amp;nbsp; ( Apa perubahan yang anda ingin lihat dari pasangan anda ? )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Jawaban&amp;nbsp; :&amp;nbsp; Bila Tuhan mengijinkan, biarlah dia menjadi dia apa adanya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;10.&amp;nbsp; ( Tag 10 rakan anda yang lain )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Jawaban&amp;nbsp; :&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Richardo Sitompul&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;David Usman&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Girant 31&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Secangkir Teh Sekerat Roti&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Hendro Prayitno&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Darin&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Wawank&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Sapi Dudunk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Catatan Eny&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;Dian Atika&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;B.&amp;nbsp; Award dari Non Faiza&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/S87q6UAPptI/AAAAAAAAAPQ/gqLqPiH8RmY/s1600/Faiza+1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/S87q6UAPptI/AAAAAAAAAPQ/gqLqPiH8RmY/s320/Faiza+1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/S87rML3QqiI/AAAAAAAAAPY/LQCr5DYgL_0/s1600/Faiza+2.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/S87rML3QqiI/AAAAAAAAAPY/LQCr5DYgL_0/s320/Faiza+2.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;C.&amp;nbsp; Award dari Non Ria&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/S87s2jJkhvI/AAAAAAAAAPo/Ih2Ict_3UqE/s1600/Ria+baruuuuuu+1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/S87s2jJkhvI/AAAAAAAAAPo/Ih2Ict_3UqE/s320/Ria+baruuuuuu+1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/S87s_DTt8cI/AAAAAAAAAPw/UcpHP98gNms/s1600/Ria+baruuuuuu+2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/S87s_DTt8cI/AAAAAAAAAPw/UcpHP98gNms/s320/Ria+baruuuuuu+2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Nah...itu tag dari Mba Latifah dan Non Rossi Atmaja juga award dari Non Faiza dan Non Ria ( sebenernya awardnya banyak tapi saya ambil hanya dua, dari Non Faiza maupun Non Ria...takut di bilang rakus...he..he ). Sekarang saya juga mau pajang juga awardnya bang Pendi disini, karena masih ada sahabat-sahabat yang ketinggalan....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/S87u6wH8aOI/AAAAAAAAAQI/JES0XOLtlgI/s1600/fireheart176x220+baru.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/S87u6wH8aOI/AAAAAAAAAQI/JES0XOLtlgI/s320/fireheart176x220+baru.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Awar ini saya persembahkan untuk...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Mba Latifah Hizboel&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Rossi Atmaja&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;Teteh Annie&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Richardo Sitompul&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;David Usman&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Girant 31&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Secangkir Teh Sekerat Roti&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Hendro Prayitno&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Darin&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Wawank&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Sapi Dudunk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Catatan Eny&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;Dian Atika&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Untuk sementara&amp;nbsp; seperti ini dulu deh...postingan saya, maaf nama-nama blog sahabat belum saya buat linknya tapi nanti saya akan perbaiki. Untuk sahabat-sahabat yang berkenan dengan awardnya bang Pendi...silahkan diambil.&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-8596112192538658274?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/8596112192538658274/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/04/bayar-hutang-tag-dan-award_21.html#comment-form' title='14 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/8596112192538658274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/8596112192538658274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/04/bayar-hutang-tag-dan-award_21.html' title='BAYAR HUTANG TAG DAN AWARD'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/S87q6UAPptI/AAAAAAAAAPQ/gqLqPiH8RmY/s72-c/Faiza+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-5231971295613038287</id><published>2010-04-13T13:40:00.000+07:00</published><updated>2010-04-13T13:40:58.704+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Asal aja..'/><title type='text'>DIRJEN PAJAK....SAKTI ?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini bukan cerita mengada-ada tetapi benar-benar saya alami. Dibalik meriahnya berita tentang Gayus yang pegawai pajak juga markus pajak, secara kebetulan saya mendapat keberuntungan yang saya sendiri tak tahu persis apakah berhubungan dengan itu atau tidak. Satu kali saya tertangkap basah oleh seorang polisi karena membawa motor melawan arah. Memang hal itu sering saya lakukan, biasalah...untuk mencari jalan pintas dan cepat ( &lt;i&gt;don't try this at home..he..he&lt;/i&gt; ) . Tapi hari itu saya sedang apes, kepergok polisi dan langsung diminta minggir. Polisinya galak pula..tidak pakai " selamat pagi..! "  atau paling tidak " Hai...!" he..he, tapi langsung membentak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" &lt;i&gt;Minggir kamu...! mana surat-suratnya..&lt;/i&gt;" bentak polisi itu sambil pasang muka galak. Mau nggak mau saya mengeluarkan STNK, ada rasa dag-dig-dug juga sih...soalnya saya belum punya SIM. Tapi entah karena masih dekat rumah atau apa, saya masih bisa berlagak tenang sambil cengar-cengir. Dalam hati " moga-moga aja pak polisi nggak minta SIM.." tapi..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" &lt;i&gt;SIM nya mana ?&lt;/i&gt;" masih dengan galaknya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" &lt;i&gt;Nggak ada pak, belum sempat bikin...&lt;/i&gt;" jawab saya pelan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" &lt;i&gt;Bagaimana sih...!? punya motor tapi nggak punya SIM. Coba lihat KTPnya..!&lt;/i&gt; " Ujar pak polsi sambil mengeluarkan surat tilang. Sayapun pasrah dan buru-buru mengeluarkan KTP dan langsung memberikannya ke pak polisi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" &lt;i&gt;Kamu ini bagaimana sih sampai nggak sempat bikin SIM, Gayus saja bisa...!&lt;/i&gt; " Ujar pak polisi lagi. " &lt;i&gt;Lho...apa hubungannya sama si Gayus ? wah...pak polisi kebanyakan nonton tv nih...sedang menilang saja, Gayus di bawa-bawa &lt;/i&gt;" pikir saya dalam hati dan agak bingung. Karena saya pikir pak polisi bercanda, sayapun menjawabnya dengan bercanda pula.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" &lt;i&gt;Wah...kalau Gayus kan sudah pintar pak ! kalau saya masih bodoh...belum ngertilah.&lt;/i&gt;." canda saya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" &lt;i&gt;Memang dasar orang pajak, nggak ada yang benar. Lama-lama kamu juga bisa seperti Gayus juga..! nah...kamu ada waktu buat sidang tanggal 30..&lt;/i&gt;" tanya pak polisi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" &lt;i&gt;Wah...nggak tahu pak ! kayaknya sih susah...tergantung bos Gayus deh...&lt;/i&gt;" jawab saya keterusan bercanda karena pak polsipun sudah nggak kelihatan galak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" &lt;i&gt;Ya sudah, kali ini saya nggak tilang. Tapi lain kali taat sama peraturan, jangan ikut-ikut seperti Gayus..&lt;/i&gt;" Ujar pak polisi sambil mengembalikan STNK dan KTP saya. Sayapun mengucapkan terima kasih dan pak polisi itupun pergi. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya hampir tak percaya, sampai saya menatap motor pak polisi yang berlalu sampai hilang dari pandangan. Bingung sekaligus heran, kok pak polisi itu baik banget ya ? saya tidak jadi ditilang, tidak juga diminta uang damai. " &lt;i&gt;Wah...beruntung banget !&lt;/i&gt;" pikir saya. Tapi ketika saya akan memasukkan STNK dan KTP ke dalam dompet, barulah saya tersadar. Ternyata yang saya berikan ke pak polisi bukan KTP tapi kartu NPWP saya yang disitu tertera dengan jelas " &lt;b&gt;DIREKTORAT JENDERAL PAJAK&lt;/b&gt; ". Terus terang saya langsung tertawa sendirian ( &lt;i&gt;untung nggak ada yang lihat..he..he&lt;/i&gt; ). " &lt;b&gt;&lt;i&gt;Wah...pantas saja sejak tadi pak polisi itu ngomongin Gayus ! lalu apakah karena kartu NPWP ini saya batal ditilang &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;" pikir saya dalam hati. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau memang begitu... ternyata kartu NPWP saya membawa berkah dan ternyata Dirjen Pajak atau nama Gayus begitu sakti dan bisa menyihir pak polisi tadi sehingga tidak bisa membedakan mana kartu NPWP...mana kartu pegawai pajak. Atau karena pak polisi itu baru pulang bertugas, masih mengantuk dan belum sempat ngupi...he...he. Tapi bagaimanapun, saya ngucapin terima kasih buat pak polisi itu. Saya do'kan semoga panjang umur, selalu dilimpahkan rejeki dan tetap menjadi polisi yang baik.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-5231971295613038287?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/5231971295613038287/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/04/dirjen-pajaksakti.html#comment-form' title='21 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/5231971295613038287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/5231971295613038287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/04/dirjen-pajaksakti.html' title='DIRJEN PAJAK....SAKTI ?'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>21</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-5004840442906790066</id><published>2010-04-09T14:58:00.000+07:00</published><updated>2010-04-09T14:58:47.440+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>TAMU TAK DIUNDANG</title><content type='html'>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CINAIN%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;o:smarttagtype name="place" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype name="City" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype name="State" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-parent:"";	margin:0in;	margin-bottom:.0001pt;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}@page Section1	{size:8.5in 11.0in;	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;	mso-header-margin:.5in;	mso-footer-margin:.5in;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Terus terang, ini bukan gaya saya dalam membuat cerpen. Agak sulit rasanya membuat cerpen dengan gaya remaja seperti &lt;b style="color: orange;"&gt;mba Fanny&lt;/b&gt; karena saya merasa masa itu sudah jauh terlewati, tapi tidak ada salahnya untuk mencoba bukan..!?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;" Wah…banyak juga nih yang pesta minggu ini Yul…! tahu darimana ?” Tanya Nita sedikit takjub melihat daftar acara resepsi pernikahan yang diberikan oleh Yuli.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;“ Ya sudah, ngga perlu tahu. Yang penting lo pilih deh mana yang kita mau datangi “ Balas Yuli. Nita tak langsung menjawab, mulutnya masih disibukkan dengan mengunyah baksonya. Nita hanya berpikir dalam hati “ wah..kalah gue sama Yuli, minggu kemarin gue cuma dapat 3 tempat resepsi sekarang Yuli dapat 6 tempat resepsi “&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;“ Heh..kok malah bengong !? yang mana..?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FR" style="font-family: Arial;"&gt;“ Sabar dong Yul..gue juga lagi mikir nih..!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FR" style="font-family: Arial;"&gt;‘’ Mikir apa mikir&amp;nbsp;? ‘’ Gurau Yuli yang geli melihat Nita yang tak memberi kesempatan mulutnya beristirahat dari mengunyah, untungnya setiap makan selalu Nita yang bayarin. ‘’ Kalau aku yang bayarin..,wah bisa bangkrut deh..&amp;nbsp;!’’ &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FR" style="font-family: Arial;"&gt;‘’ Iya...iya, sabar atuh non&amp;nbsp;! ntar gue habisin dulu nih...&amp;nbsp;‘’ ujar Nita sambil meminum es teh manisnya. ‘’ Eh..yang ini aja deh Yul..&amp;nbsp;! dilihat dari gedungnya kayaknya oke nih..&amp;nbsp;‘’&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FR" style="font-family: Arial;"&gt;‘’ Ya sudah, gue sih terserah elo..&amp;nbsp;!. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Yang penting kita bisa seneng-seneng, iya nggak..&amp;nbsp;!? Ujar Yuli disambut tawa Nita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Sejak sebulan yang lalu, kedua sahabat kental ini memang punya kegiatan yang cukup unik. Mereka datang ke tempat resepsi pernikahan dan berpura-pura jadi orang yang diundang, padahal mereka hanya bermaksud mendapat kesempatan mencicipi makanan sepuas-puasnya dan tentu saja gratis. Tentunya tempat-tempat yang mereka datangi juga telah mereka seleksi atau paling tidak acara resepsi milik kalangan menengah keatas sehingga makanan yang adapun terjamin menggugah selera makan. Ide unik itu dari Yuli yang mendengar gerutu kakaknya Nadya yang mendapati amplop dari tamu di pesta pernikahan mereka yang hanya berisi uang seribu rupiah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FR" style="font-family: Arial;"&gt;“ Ih..nggak tahu malu tuh orang…!” gerutu Kak Nadya yang didengar oleh Yuli.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FR" style="font-family: Arial;"&gt;‘’ Kenapa sih kak&amp;nbsp;? penganti baru kok jutek gitu...&amp;nbsp;!?’’&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FR" style="font-family: Arial;"&gt;‘’ Bagaimana ngga kesel..masak hari gini masih ada yang kasih amplop isinya cuma seribu rupiah ‘’&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FR" style="font-family: Arial;"&gt;‘’ Hah..beneran tuh kak..&amp;nbsp;?’’&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FR" style="font-family: Arial;"&gt;‘’ Ya iyalah..masak aku bohong sih..&amp;nbsp;!?’’&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FR" style="font-family: Arial;"&gt;‘’ Dari siapa kak&amp;nbsp;?’’&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;‘’ Mana aku tahu&amp;nbsp;? wong diamplop tidak ada namanya ‘’&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;‘’ Yah..namanya juga pesta di kampung kak. Barangkali temen bapak atau temen kakak sendiri sedang bokek, atau barangkali ada orang yang cuma mau numpang makan ‘’ Ujar Yuli sambil tertawa cekikikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Saat Yuli mengutarakan ide anehnya pada Nita, tak disangka ternyata mendapat sambutan yang antusias padahal Nita termasuk anak dari keluarga berada. Tapi memang itulah Nita, dengan tubuh lumayan bongsor ia memang terkenal doyan makan. Dan salah satu hobby dari Nita adalah ikut orang tuanya datang ke resepsi pernikahan dari teman kerja papanya, walau saat Nita mengatakan itu pada Yuli sempat membuat Yuli tergelak..” hobby &amp;nbsp;kok..kondangan ?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FR" style="font-family: Arial;"&gt;“ Hai Yul...sedang apa nih..!?” Sapa Adit yang membuat Yuli dan Nita agak terkejut karena tak menyadari kehadirannya. &lt;/span&gt;&lt;span lang="NL" style="font-family: Arial;"&gt;Buru-buru Nita menyembunyikan kertas yang tadi di pegangnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FR" style="font-family: Arial;"&gt;“ Eh..itu kertas contekan ya..?” Tanya Adit sambil bergurau.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FR" style="font-family: Arial;"&gt;“ Ih..sembarangan, ini coret-coretan puisi tau...!” &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Kilah Nita sedang Yuli hanya senyum-senyum saja. Walau dalam hatinya dia agak khawatir kalau apa yang mereka bicarakan diketahui Adit. “ Wah..mau ditaruh mana muka gue..?” Pikir Yuli.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FR" style="font-family: Arial;"&gt;“ Kalau memang contekan, ngga apa-apa lagi..! siapa sih yang ngga pernah nyontek.&amp;nbsp;Eh Yul..&amp;nbsp;! hari minggu kita jalan yuk..&amp;nbsp;‘’ Ujar Adit yang membuat hati Yuli sedikit lega karena ternyata Adit tak mengetahui apa yang mereka rencanakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;‘’ Jalan kemana..&amp;nbsp;?&amp;nbsp;‘’ Tanya Yuli&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;‘’ Ya.. kemana kek ! yang penting bisa seneng-seneng “&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FR" style="font-family: Arial;"&gt;“ Ehm..ehm..gue ganggu ya ?” &lt;/span&gt;&lt;span lang="NL" style="font-family: Arial;"&gt;Ujar Nita sambil berdehem dan berniat bangkit dari duduknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;“ Ngga kok Nit..!” Balas Yuli sambil memegang tangan Nita .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;“ Aku lihat dulu ya.. Dit, kalau aku tak ada kegiatan..aku mau “ &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;“ Eh..kayaknya tiap minggu kamu sibuk terus.., punya kegiatan apa sih ?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;“ &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:city w:st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; deh..! biasalah urusan cewe..” Sela Nita yang membuat Adit sedikit jengkel, sedang Yuli hanya tersenyum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;“ Ya..oke deh ! tapi sepulang sekolah, aku tetap bisa mengantarmu pulang &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:state w:st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; Yul..?” Tanya Adit yang sedikit sebel karena pertanyaannya selalu Nita yang menjawab, dan Aditpun berlalu setelah melihat Yuli merespon pertanyaannya dengan anggukkan kepala. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; Setelah berpisah dengan Nita yang menaiki mobil jemputan pribadinya, Yuli menghampiri Adit yang sedang menunggu. Aditpun langsung membukakan pintu Honda Jazznya buat Yuli, hal itu membuat cewek-cewek lain yang melihat merasa iri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;“ Aku heran sama kamu Yul, sudah beberapa minggu ini setiap minggu siang kamu selalu tidak ada di rumah. &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:city w:st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; kegiatan apa sih..? jangan-jangan kamu pergi sama cowok lain ya..?” Tanya Adit masih penasaran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;“ Iiiih..cemburu ya..? ngga kok, percaya deh…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;“ Ya tapi kenapa setiap minggu..?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;“ Lho..&lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:state w:st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; sudah di kasih tahu Nita tadi. Kalau ini urusan cewek..”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;“ Iya..tapi urusan apa dong ? masak aku ngga boleh tahu sih..!” Yuli hanya tersenyum-senyum saja mengetahui Adit makin penasaran. “ Begini deh.., minggu ini ngga apa-apa aku nga bisa ngajak kamu jalan tapi minggu depan, sekaliiii saja kamu mau ikut denganku..ya ? pliiiiiiiiiss ! “ Pinta Adit sambil merajuk. Yuli tercenung, sebenarnya ia tak akan menolak mendengar ajakan Adit tapi bila ia sudah terlanjur janji sama Nita tentunya Yuli lebih memilih menepati janjinya dengan Nita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;“ Lho..kok malah bengong sih, bagaimana..mau nggak ?” Tanya Adit membuyarkan lamunan Yuli.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FR" style="font-family: Arial;"&gt;“ Emmm..gimana ya ? lihat nanti deh..memangnya ada apa sih “&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FR" style="font-family: Arial;"&gt;‘’ Pokoknya bilang oke aja dulu, kalau oke nanti baru aku kasih tahu. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Yang pasti ini bukan cuma urusan cowok ’’&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;‘’ Yee...nyindir nih..&amp;nbsp;? ‘’ Ujar&amp;nbsp; Yuli yang disambut tawa Aditya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;* * * * * * * * * *&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;“ Ck..ck..ck..banyak banget ambilnya Nit..! &lt;/span&gt;&lt;span lang="FR" style="font-family: Arial;"&gt;nanti ngga bisa cobain cicipin yang lain lho…” &lt;/span&gt;&lt;span lang="NL" style="font-family: Arial;"&gt;Ujar Yuli pada Nita saat mereka mengambil potongan-potongan daging kambing guling.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="NL" style="font-family: Arial;"&gt;“ Tenang Yul...dijamin masih muat kok..!” Balas Nita sambil menepuk-nepuk perutnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="NL" style="font-family: Arial;"&gt;“ Iya deh...percaya !“ Ujar Yuli sambil cekikikan. Sambil menyantap daging kambing guling itu Nita menatap beberapa menu makanan yang terhampar di hadapannya, seakan-akan menantang untuk segera di santap. Sepiring daging kambing guling di santapnya dalam sekejap, Yuli hanya tersenyum geli melihat cara makan sahabatnya itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FR" style="font-family: Arial;"&gt;“ Huh...hah...pedes Yul ! gue mau ambil minum dulu Yul...” Ujar Nita sambil megap-megap kepedasan. Nita ke tempat aneka macam minuman berada, setelah membawakan Yuli segelas coctail Nita kembali lagi untuk mengambil semangkuk bubur ayam. &amp;nbsp;Sedang kan Yuli sibuk memperhatikan kedua mempelai yang terlihat tersenyum bahagia sambil menjabat tangan para tamu yang mengucapkan selamat. Dilihat dari beberapa ornamen yang menghias ruang resepsi juga wajah-wajah para tamu yang datang sepertinya memang kedua mempelai dari keluarga yang cukup berada. Dan Yuli agak sedikit risih ketika ia membandingkan pakaian yang ia kenakan dengan pakaian yang di pakai oleh para tamu yang datang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;‘’ Hei...malah bengong&amp;nbsp;! gimana mau cicipin semua kalau bengong terus...&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="FR" style="font-family: Arial;"&gt;‘’ Tegur Nita mengagetkan Yuli.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FR" style="font-family: Arial;"&gt;‘’ Ah..sialan lo. Ngagetin gue aja...&amp;nbsp;!&amp;nbsp;‘’&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FR" style="font-family: Arial;"&gt;‘’ Nggak usah pakai acara bengong kaleee...&amp;nbsp;! nanti makanannya keburu habis..”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FR" style="font-family: Arial;"&gt;‘’ Biarin aja..yang ini aja belum habis ‘’&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FR" style="font-family: Arial;"&gt;‘’ Ya sudah cepet habisin, nanti nyesel lho...&amp;nbsp;!’’ Ujar Nita mulai melahap bubur ayamnya. Yuli meneruskan makannya sambil menyisihkan irisan-irisan cabai rawitnya karena ia mulai merasa kepedasan. Namun saat Yuli sedang meneguk coctailnya tiba-tiba ia merasa ada yang menyentuh pundaknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FR" style="font-family: Arial;"&gt;‘’ Lho....&amp;nbsp;! katanya ngga mau datang Yul...’’ Sapa Adit tiba-tiba. Karena kaget minuman yang sudah terlanjur ada di mulut nya tersembur keluar, sedang Nita suapan buburnya tertelan tanpa sempat dikunyah karena tak kalah kagetnya. Adit segera mengambilkan tissue untuk Yuli dan diterima Yuli dengan malu-malu, wajahnya bersemu merah karena tak menyangka bertemu Adit disini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FR" style="font-family: Arial;"&gt;‘’ Pelan-pelan dong Yul...&amp;nbsp;! masih banyak kok...’’ Gurau Adit yang membuat Yuli makin tersipu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FR" style="font-family: Arial;"&gt;‘’ Kok kamu ada disini Dit..&amp;nbsp;?’’ Tanya Yuli basa–basi untuk menghilangkan rasa malunya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="NL" style="font-family: Arial;"&gt;‘’ Ya iyalah..., ini kan resepsi pernikahan kakakku. &lt;/span&gt;&lt;span lang="FR" style="font-family: Arial;"&gt;Kamu sendiri kok mau datang kesini, dapat undangannya ya..?’’ &lt;/span&gt;&lt;span lang="NL" style="font-family: Arial;"&gt;Adit balik bertanya, Yuli tergagap dan bingung mau jawab apa. Untunglah Nita cepat tanggap.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="NL" style="font-family: Arial;"&gt;‘’ Gue yang ajak Dit ! gue yang diundang mempelai prianya, dia sahabat gue..’’ Ujar Nita asal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="NL" style="font-family: Arial;"&gt;“ Oh...ya..!?” Adit tergelak dalam hati, karena dia tahu benar Nita cuma berbohong. Tak mungkin Nita bersahabat dengan kakaknya karena selama ini kakaknya itu bekerja pada perusahaan minyak asing di Kalimantan, lagipula semua undangan para tamu Aditlah yang mengurusnya sehingga paling tidak ia tahu siapa-siapa yang diundang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="NL" style="font-family: Arial;"&gt;“ Ya sudah..dilanjut deh menikmati makanannya. Aku tinggal dulu ya Yul...” Ujar Adit. Sepeninggal Adit, Yuli dan Nita saling berpandangan dan berusaha menahan tawa mereka. Ada rasa geli dan juga malu yang meliputi perasaan Yuli dan Nita karena tak menyangka bertemu Adit dan rasa malu mereka makin bertambah ketika tahu bahwa sahabat-sahabat Adit di sekolah juga datang. Yulipun akhirnya hanya bisa menahan malu bila berpapasan dengan teman-teman Adit di sekolah. “ ngga kondangan lagi non...!?’’ Gurau mereka. Yuli hanya bisa terdiam sambil bergumam dalam hati...” ngga lagi-lagi deh...!!!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="NL" style="font-family: Arial;"&gt;* * * *&amp;nbsp; 00 OOO 00&amp;nbsp; * * * * *&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-5004840442906790066?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/5004840442906790066/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/04/tamu-tak-diundang.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/5004840442906790066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/5004840442906790066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/04/tamu-tak-diundang.html' title='TAMU TAK DIUNDANG'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-6619598131980579974</id><published>2010-03-31T16:58:00.000+07:00</published><updated>2010-03-31T17:00:02.466+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita sangat pendek'/><title type='text'>DENDAM ITU TAK JUA TERBALAS</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Priambodo duduk termenung didepan kamar bungalow yang disewanya. Memandangi wanita cantik yang&amp;nbsp; masih tergolek ditempat tidur tak mampu menghapus segala kegundahan yang ada dihatinya. Asap rokok yang menggulung-gulung diatas kepalanya, mengingatkan dia akan percakapannya dengan Dudi sahabatnya. Entahlah...mengingat itu ia tak kuasa menahan air mata yang merambat pelan menelusuri pipi...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Sabar Pri...ini mungkin hanya cobaan buatmu " Ujar Dudi&amp;nbsp; dengan nada pelan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"&amp;nbsp; Sabar katamu...!? tidak semudah itu Dud. Kamu tidak merasakannya..tapi aku, aku yang merasakannya. Coba kau bayangkan...mawar yang kutanam, kusiram dan kurawat dengan begitu saja membiarkan duri-durinya luruh lalu runtuh dan kemudian membiarkan tangan-tangan lain menjamahnya...menikmatinya. Tidak-tidak..! bagiku itu bukan cobaan. Aku lelaki...! dia bukan saja menghianati kepercayaanku tapi dia juga menginjak-injak harga diriku..." Balas Priambodo sambil berusaha menahan amarahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Aku mengerti Pri...siapapun akan sakit bila merasakan hal itu, bukan hanya kamu. Tapi segala sesuatunya telah terjadi, mungkin ini suatu kesempatan buatmu instrospeksi diri...memperbaiki kekurangan "&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Ya..kuakui,&amp;nbsp; memang begitu&amp;nbsp; banyak kekurangan yang ada pada diriku. Tapi pantaskah kekurangan-kekurangan yang ada itu dijadikan alasan dan pembenaran atas penghianatan yang ia lakukan ? Bukankah sebagai pasangan harus saling melengkapi ?"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Kamu benar Pri...kamu benar. Aku juga tak tahu harus bicara apalagi, tapi sebagai sahabat aku ingin yang terbaik buatmu. Namun melakukan perselingkuhan untuk membalas perselingkuhan aku kira bukan jalan yang terbaik dan aku rasanya juga ngga yakin, apakah dengan jalan itu kamu bisa merasa puas ? apakah dengan itu kamu merasa dendammu dapat terbalas. Lagipula aku khawatir, suatu saat anakmulah yang akan menjadi korban perbuatan kalian ?"Sambung Dudi. Priambodo terdiam, ia merasa apa yang diucapkan Dudi ada benarnya. Sampai saat ini rasa sakit hatinya tak jua terobati, walau beberapa wanita silih berganti menemani pelarian hatinya. Dendam ini tak jua terbalas !. Priambodopun tersentak saat ingat anaknya. Hanya karena dia, belahan jiwanya...ia masih mempertahankan bahtera yang kini telah rapuh. Hanya karena dialah ia masih mau berpeluh mengayuh bahtera yang layarnya telah compang-camping.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Coba sholat Pri...aku yakin, hanya berkomunikasi denganNYA lah...hatimu akan menjadi tenang. Bertobatlah...sebelum terlambat " Ujar Dudi lagi sambil menepuk-nepuk bahunya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Air mata kembali mengalir dipipinya " Maafkan aku... ! aku belum bisa. Entah sampai kapan...dendam ini akan kubawa. Aku tak tahu....."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-6619598131980579974?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/6619598131980579974/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/03/dendam-itu-tak-jua-terbalas.html#comment-form' title='13 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/6619598131980579974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/6619598131980579974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/03/dendam-itu-tak-jua-terbalas.html' title='DENDAM ITU TAK JUA TERBALAS'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-1731123395913508210</id><published>2010-03-23T14:40:00.000+07:00</published><updated>2010-03-23T14:57:59.169+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Asal aja..'/><title type='text'>BAGAIKAN SANDIWARA</title><content type='html'>&lt;i&gt;Dunia ini penuh sandiwara&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ceritanya mudah berubah&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ada peran wajar dan ada peran berpura-pura... &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cuplikan dari sebuah lagu yang dinyanyikan oleh Ahmad Albar ( kalau tak salah ). Bila kita coba mencermati isi syair lagu itu, rasa-rasanya memang ada benarnya bila kehidupan saya, anda dan kalian adalah bagaikan sandiwara. Saya dan anda adalah pemainnya, masing-masing dari kita punya peran yang berbeda-beda. Bila sandiwara yang pernah kita lihat di TV, layar lebar dan sebagainya...para pemain dalam menjalankan peran diarahkan oleh seorang sutradara ( walau tak jarang ada sutradara yang merangkap sebagai pemain ) tapi dalam sandiwara direalitas kehidupan, kita sebagai pemainlah yang mengarahkan sendiri atau menyutradarai sendiri setiap peran yang kita mainkan. Baik atau buruknya peran yang kita mainkan semua tergantung pada diri kita sendiri dan kita mempunyai otoritas penuh dalam menjalani peran dalam kehidupan ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun kita juga tak boleh lupa bahwa baik dan buruknya peran yang dimainkan orang lain atau lawan main kita bisa juga berpengaruh pada kwalitas peran yang kita mainkan. Karena kita ada pada satu kesatuan, ada dalam lakon yang sama...lakon kehidupan. Untuk memperbaiki kwalitas peran, rasanya kitapun tak perlu malu dan ragu untuk mendengar, melihat lalu belajar dari lawan main yang telah dengan baik menjalani perannya. Rasa sombong, tinggi hati dan merasa paling baik dalam menjalani peran akan membuat sandiwara yang kita mainkan menjadi tidak harmonis, amburadul, tidak enak dilihat dan tak layak dinikmati. Barangkali akan lebih baik bila para pemain saling membantu, saling mengisi dan saling menutupi kekurangan yang ada pada lawan main.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;" One Man can be a Crucial Ingredient On a Team, but One Man cannot make a Team "&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;mungkin bisa jadi kalimat yang patut kita renungkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;So...apakah sahabat sudah menjalankan peran dengan baik ?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;saya belum...!! &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oh..ya mungkin ini tidak ada hubungannya atau juga ada hubungannya dengan postingan diatas, namun dikesempatan ini sekalian mau pajang award dari &lt;a href="http://siroel25.blogspot.com/"&gt;&lt;b style="color: blue;"&gt;Si Roel &lt;/b&gt;,&lt;/a&gt; lawan main saya dalam lakon " Blogsphere " yang telah berbaik hati memberikan saya award keren...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/S6hvCJ-uJII/AAAAAAAAAPA/UJVH9qmgcAs/s1600-h/award+si+Roel+2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/S6hvCJ-uJII/AAAAAAAAAPA/UJVH9qmgcAs/s320/award+si+Roel+2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/S6hu5CrdysI/AAAAAAAAAO4/2wJpnxSWL24/s1600-h/award+si+Roel+1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/S6hu5CrdysI/AAAAAAAAAO4/2wJpnxSWL24/s320/award+si+Roel+1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah...keren-keren bukan ? bagi temen-temen yang belum memilikinya silahkan dicomot...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Notes :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Terus terang saat menulis postingan diatas, ada perasaan yang mengatakan sepertinya pernah membaca tulisan semacam ini...entah dimana ? bila ada teman-teman yang merasa pernah memposting tulisan semacam ini mohon maaf, saya tak bermaksud meniru... &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-1731123395913508210?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/1731123395913508210/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/03/bagaikan-sandiwara.html#comment-form' title='17 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/1731123395913508210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/1731123395913508210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/03/bagaikan-sandiwara.html' title='BAGAIKAN SANDIWARA'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/S6hvCJ-uJII/AAAAAAAAAPA/UJVH9qmgcAs/s72-c/award+si+Roel+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>17</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-7847294689993090640</id><published>2010-03-17T18:21:00.000+07:00</published><updated>2010-03-17T18:27:48.634+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Award temen'/><title type='text'>SERIBU TEMAN TERLALU SEDIKIT.....</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada istilah yang mengatakan &lt;b style="color: orange;"&gt;" Seribu teman masih terlalu sedikit, sedangkan satu musuh sudah terlalu banyak..!!"&lt;/b&gt;. Barangkali itu prinsip yang coba saya pegang saat pertama kali mencoba menyelami dunia blogsphere. Yup...tujuan utama saya membuat blog, selain menyalurkan hobi menulis...saya juga ingin belajar dan menambah wawasan ( ilmu &amp;amp; pengetahuan ) dan satu hal yang paling saya inginkan adalah dapat menambah atau mencari sebanyak-banyaknya teman dan tak pernah terlintas sedikitpun untuk mencari permusuhan. Kita mungkin saja berbeda dalam berbagai hal namun alangkah indahnya bila kita bisa menipiskan perbedaan-perbedaan yang ada dan menebalkan rasa persaudaraan dalam persahabatan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam dunia blogsphere, berkunjung ke blog-blog sahabat ataupun saling memberi komentar pada postingan sahabat adalah salah satu jalan dalam menjalin tali silaturahmi.... Pemberian Tag dan award kepada sahabat juga merupakan salah satunya dan kali ini saya menerima Tag dari &lt;b style="color: blue;"&gt;&lt;a href="http://www.radithyanotes.com/"&gt;Mas Radithya &lt;/a&gt;&lt;/b&gt;dan juga Award dari &lt;b&gt;&lt;a href="http://moody-ninneta.blogspot.com/" style="color: blue;"&gt;Mba Ninneta&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;. Dengan senang hati saya menerima Tag &amp;amp; award ini walau saya harus meminta maaf karena agak telat mempostingnya...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;A.&amp;nbsp; Tag dari Mas Radithya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Siapa namamu ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Noorhasan adalah nama lengkap saya. Nama itu pemberian dari sahabat ayah saya, yang mempunyai arti ( kalau tak salah ) Noor itu adalah cahaya dan Hasan itu adalah baik. Barangkali orangtua berharap saya menjadi " cahaya kebaikan " namun sayang, saya merasa belum bisa memenuhi harapan mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Masih sekolah ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wah...sepertinya saya sudah lupa bagaimana bentuk bangku sekolah sekarang he..he (&amp;nbsp; tahun 2004 sempat kuliah di ATGT, tapi masih tertinggal 3 mata kuliah dan sampai saat ini belum sempat menyelesaikannya )&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Punya pacar ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang ada sekarang sudah jadi mantan pacar, mau cari pacar baru..ngga punya keberanian...he..he&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Aktivitas ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kerja - Pulang - Main sama anak - Tidur - Kerja lagi&amp;nbsp; ( kalau sempat blogwalking )&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Hobby ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau olahraga :&amp;nbsp; Sepakbola, kalau makanan : Rujak, hobby yang lain : corat-coret kertas&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6. Hobby ngeblog ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak terlalu, hanya saja kalau belum menyapa sahabat... hari terasa ada yang kurang &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;7. Blog yang sedang gencar dikelola ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak gencar juga, hanya kalau sempat saja&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;8. Apa yang didapat dari blog ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang utama adalah mencari sebanyak-banyaknya sahabat, selain itu bisa menambah ilmu &amp;amp; wawasan juga menyalurkan sedikit hobby menulis&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;9. Cita-cita ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hmmm..apa ya ? Ingin melihat anak-anak berhasil &amp;amp; sukses dalam segala hal ( jangan seperti ayahnya )&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;B.&amp;nbsp; Award dari Mba Ninneta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/S6C56BBgoPI/AAAAAAAAAOw/V33cnC5lb4I/s1600-h/baby-angel-cute-wings.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/S6C56BBgoPI/AAAAAAAAAOw/V33cnC5lb4I/s320/baby-angel-cute-wings.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Nah..itulah Tag dan award dari para sahabat, semoga dengan ini tali persahabatan tetap terjalin erat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b style="color: orange;"&gt;SALAM HANGAT DAN SUKSES SELALU BUAT PARA SAHABAT &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-7847294689993090640?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/7847294689993090640/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/03/seribu-teman-terlalu-sedikit.html#comment-form' title='27 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/7847294689993090640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/7847294689993090640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/03/seribu-teman-terlalu-sedikit.html' title='SERIBU TEMAN TERLALU SEDIKIT.....'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/S6C56BBgoPI/AAAAAAAAAOw/V33cnC5lb4I/s72-c/baby-angel-cute-wings.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>27</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-5940513117437743896</id><published>2010-03-09T17:14:00.000+07:00</published><updated>2010-03-10T09:17:57.951+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dari Sahabat'/><title type='text'>WHAT LOVE IS</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;*&amp;nbsp; &lt;i&gt;Tulisan singkat ini untuk memenuhi undangan dari &lt;a href="http://riaandria.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;Mba Ria&lt;/b&gt; &lt;/a&gt;yang belum lama berselang merayakan 2 tahun hubungan dengan yang terkasih pada 6 maret silam. Mengundang sahabat untuk menulis posting " Berbagi Kasih Dengan T-Shirt "&amp;nbsp; sungguh suatu cara unik untuk merayakan hari jadiannya. Walau saya agak pesimis untuk mendapatkan T-shirt yang di janjikan tapi setidaknya saya dapat memenuhi dan mengerjakan tag dari seorang sahabat, selain itu saya menganggap undangan Mba Ria ini &lt;b&gt;laksana sebatang korek api yang menyulut kompor sehingga dapat memasak ide-ide yang ada di kepala&lt;/b&gt;. Nah...ini hasil masakannya...Enjoy It !!&lt;/i&gt;&amp;nbsp; *&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau ada yang bertanya, apa sih makna kasih, cinta atau sayang itu ? Diantara sahabat pasti punya jawaban yang beragam dan beraneka macam. Bisa bermakna luas seperti Kasih... Cinta atau Sayang terhadap Sang Maha Pencipta, bisa juga&amp;nbsp; sesama manusia atau juga sesama makhluk hidup. Namun maknanya juga bisa dipersempit dengan memaknai arti Kasih, Cinta dan Sayang itu adalah rasa yang ada diantara dua manusia berlainan jenis. Makna berbeda itu bisa dilihat bila kita bertanya pada seorang Agamawan atau seorang Filsuf lalu bandingkan jika kita bertanya pada seseorang yang sedang jatuh cinta dan kasmaran, tentu jawabannya akan berbeda bukan ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bila saya ? Wah..itu pertanyaan yang paling sulit untuk di jawab. Namun jika boleh memaknai&amp;nbsp; Kasih ...Cinta&amp;nbsp; dan Sayang itu secara sempit, saya berpendapat semua itu datang dari hati dan spontanitas... tak direkayasa dan tak direncanakan sebelumnya ( walaupun ada proses didalamnya ). Dan s&lt;i&gt;&lt;b&gt;iapapun tak akan tahu.. &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;dimana , kapan&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt; lalu &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;dengan siapa&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt; rasa sayang dan cinta itu disematkan&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;. Sering juga terpikir oleh saya bahwa cinta itu, sayang itu bukanlah untuk dipertanyakan tapi dirasakan, bukan untuk diucapkan tapi dirasakan dan juga bukan untuk dilukiskan atau dituliskan tapi dirasakan. Jadi jika ada yang bertanya lagi pada saya, apa itu cinta ? apa itu sayang ? saya akan jawab &lt;b&gt;" Silahkan anda rasakan sendiri,&lt;/b&gt; &lt;b&gt;pasti anda akan menemukan jawabannya disana...!"&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekalian deh..pajang awardnya &lt;a href="http://riaandria.blogspot.com/"&gt;Mba Ria&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/S5YelYAxfJI/AAAAAAAAAOI/YQPrVlAsm8A/s1600-h/logo+riaadria.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="190" src="http://3.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/S5YelYAxfJI/AAAAAAAAAOI/YQPrVlAsm8A/s320/logo+riaadria.png" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;SALAM HANGAT DAN SUKSES SELALU BUAT PARA SAHABAT&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-5940513117437743896?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/5940513117437743896/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/03/what-love-is.html#comment-form' title='24 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/5940513117437743896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/5940513117437743896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/03/what-love-is.html' title='WHAT LOVE IS'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/S5YelYAxfJI/AAAAAAAAAOI/YQPrVlAsm8A/s72-c/logo+riaadria.png' height='72' width='72'/><thr:total>24</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-9019770980780271569</id><published>2010-03-05T15:09:00.000+07:00</published><updated>2010-03-05T15:49:22.061+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Asal aja..'/><title type='text'>LAGU INI UNTUKMU</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Dik.....&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Ingatkah kau akan lagu ini ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Saat kusenandungkan disela bibir jurang kehampaan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Saat bayang-bayang kesepian mulai menyapaku&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Saat gemetar melepas lembut jemari-jemarimu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Saat senyummu menyelimuti isakmu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Saat tetes bening air mata iringi langkahmu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Saat bibir mungilmu bergetar tak bersuara&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;object height="330" width="411"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/Kl70X6BAp_k&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/Kl70X6BAp_k&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="411" height="330"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Dik......&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Kan s'lalu kuingat lagu ini&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Ingatkanku akan hangatnya pelukmu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Ingatkanku akan lembutnya desah nafasmu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Ingatkanku akan lenguh manja tawamu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Dik......&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Kan s'lalu kubiarkan ruang hati ini tak terkunci&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Sambil berharap suatu saat kau kembali&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Kapanpun kau mau....&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-9019770980780271569?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/9019770980780271569/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/03/ingatkah-kau.html#comment-form' title='15 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/9019770980780271569'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/9019770980780271569'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/03/ingatkah-kau.html' title='LAGU INI UNTUKMU'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-2140534115284250975</id><published>2010-02-23T17:09:00.000+07:00</published><updated>2010-03-04T11:39:44.836+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dari Sahabat'/><title type='text'>TAG BUKU DARI SAHABAT</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya sebenarnya tak terlalu gemar membaca buku, kalaupun saya membaca buku kebanyakan buku yang saya baca adalah buku-buku yang bersifat ringan dan menghibur&amp;nbsp; yaitu buku-buku cerita atau novel. Saya tak terlalu suka membaca buku yang agak berat dalam arti harus berfikir untuk mencerna isi bukunya seperti buku-buku yang beraroma politik ataupun sastra kelas berat semacam " Arus Balik " karya. Pramoedya Ananta Toer... Waktu kecil saya cukup gemar membaca buku-buku serial komik atau juga serial Lima Sekawan yang tokoh dan pengarangnya saya lupa, lalu beranjak dewasa saya menyukai novel-novel Mira W, Fredy. s ataupun Aghata Cristy dll.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah sekarang saya mendapat tag dari &lt;a href="http://hendro-prayitno.blogspot.com/" style="color: blue;"&gt;Mas hendro " Berita Untuk Negeri " &lt;/a&gt;yaitu menyebutkan buku-buku yang pernah dibaca. Agak sulit bagi saya untuk menyelesaikan tag ini karena tak banyak buku-buku yang saya baca akhir-akhir ini, lagipula saya tak terbiasa mereview buku. Untuk itu saya mohon maaf buat mas Hendro kalau tag ini terkesan saya kerjakan asal-asalan. Ini buku-buku yang pernah saya baca....&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;1. The Da Vinci Code ( Dan Brown )&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Terbunuhnya seorang kurator senior di musium Louvre,&amp;nbsp; membawa pakar simbol Robert Langdon dan seorang wanita pemecah kode Sophie Neveu menjalani petualangan yang menegangkan dalam memecahkan teka-teki dari sebuah kode yang rumit di balik karya-karya Leonardo Da Vinci.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;2. Laskar Pelangi ( Andrea Hirata )&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Buku ini menceritakan perjalanan anak-anak melayu Belitong seperti Mahar, Lintang dan kawan-kawan dalam berjuang meraih cita-cita. Perjuangan beserta petualangan di dalamnya menimbulkan kelucuan sekaligus keharuan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;3. The Choice ( Ahmed Deedat )&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Buku yang berisi dialog dan diskusi dari 2 agama besar di dunia yang dimaksudkan untuk mencari dan mempelajari sebuah kebenaran yang hakiki.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;4. A Man Name Dave ( Dave Pelzer )&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Kisah tentang keberhasilan seorang Dave Pelzer untuk membuktikan bahwa seorang anak yang tersia-siakan dan menderita bisa menemukan jati dirinya setelah dewasa. Kisah ini juga mengajarkan pada kita bahwa siapapun mempunyai kemampuan mengembangkan diri sendiri seburuk apapun pengalaman yang dimiliki.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;5. Anne Of Green Gables ( Lucy M.Montgomery )&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Seorang anak gadis dari panti asuhan yang bernama Anne hadir di sebuah keluarga yang mempunyai rumah yang dikenal dengan Green Gables. Padahal semula keluarga itu menginginkan seorang anak laki-laki sehingga diawal kehadirannya, Anne kurang disukai namun Anne yang penuh imajinasi menjalani kehidupannya yang seru, lucu juga sedih dalam mencari bahagia ditengah kesulitan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;6. A Thousand Splendid Suns ( Khaleed Hosseini )&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Perjalanan hidup seorang wanita yang semasa kecilnya sering dipanggil Harami ( anak haram ), pencarian cinta juga sikap pasrahnya ketika terpaksa harus menikah. Lalu derita yang dirasakannya akibat perlakuan suami dijalaninya sampai suatu saat cahaya surga muncul dihadapannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terus terang diantara buku-buku diatas tak ada satupun yang saya miliki namun saya cukup beruntung mempunyai seorang adik yang gemar membaca&amp;nbsp; dan mengoleksi buku yang dia pikir cukup berkwalitas. Sehingga saya berkesempatan untuk dapat membacanya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b style="color: orange;"&gt;SALAM HANGAT DAN SUKSES SELALU BUAT PARA SAHABAT &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-2140534115284250975?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/2140534115284250975/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/02/tag-buku-dari-sahabat.html#comment-form' title='32 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/2140534115284250975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/2140534115284250975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/02/tag-buku-dari-sahabat.html' title='TAG BUKU DARI SAHABAT'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>32</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-6501249094332348617</id><published>2010-02-16T03:42:00.000+07:00</published><updated>2010-03-04T11:30:28.848+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Asal aja..'/><title type='text'>TERUNTUK SIAPA &amp; DIMANA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Untukmu...yang entah dimana berada...&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sungguh aku tak tahu siapa namamu dan akupun tak tahu di mana kamu berada. Namun saat senja ungu menghantarkan semilir angin yang berhembus membisikkan namamu dengan lembut, aku tak bisa membohongi perasaanku bila aku mencintaimu. Cinta buta..? jelas kukatakan tidak...Mata hatiku termangu dan terpaku menatap aksara-aksara indah merangkai namamu, dadaku berdegup bagai gendang bertalu menyambut sang permaisuri hati, suara bathinku bernyanyi dan jiwaku menari-nari ikuti irama lagu-lagu rindu. Tak cukup rasanya satu buku untuk ungkapkan perasaanku padamu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Untukmu...yang entah dimana berada...&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak sedikitpun hatiku ragu untuk memulai meniti titian-titian khayal. Membayangkan lembutnya belaianmu, merasakan halusnya kulitmu dan mencium wangi aroma hembusan nafasmu. Kubayangkan caramu menatapku. Sinar lembut matamu menentramkan hati dan meninabobokan jiwaku. Ingin rasanya kusematkan bunga-bunga cinta di taman hatimu lalu kita berdua tersenyum dan tertawa memandangi kumbang dan kupu-kupu menari riang di taman hati...taman kita berdua.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Untukmu...yang entah dimana berada...&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku tahu bila aku sungguh mencintaimu sebelum aku bertemu denganmu namun ijinkan aku menyemai benih-benih asa. Lalu tolong kau bisikkan pada angin senja, katakan padanya siapa dirimu dan dimana peraduanmu. Kan&amp;nbsp; kukayuh biduk-biduk hatiku...untuk menjemputmu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Dariku...yang mencintaimu.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah membaca postingan &lt;b&gt;mba Reni&lt;/b&gt; yang berisi surat ungkapan kasih sayangnya terhadap putri tercinta ( sepertinya untuk ikut lomba ), tiba-tiba sekelebat ide melayang-layang di pelupuk mata yang sudah mulai terkantuk-kantuk. Menurut Suhu dalam tulis menulis...apa yang ada di benak diungkapkan saja atau mengalir sajalah...Jadi begini deh hasilnya kalau posting sambil ngantuk-ngantuk. &lt;i&gt;Tapi ini bukan untuk kompetisi...&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-6501249094332348617?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/6501249094332348617/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/02/teruntuk-siapa-dimana.html#comment-form' title='29 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/6501249094332348617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/6501249094332348617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/02/teruntuk-siapa-dimana.html' title='TERUNTUK SIAPA &amp; DIMANA'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>29</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-7572054282964965342</id><published>2010-02-09T14:08:00.000+07:00</published><updated>2010-03-04T12:15:56.853+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>KETIKA AJAL MENJEMPUT CINTA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang lelaki setengah baya dengan rambut yang mulai memutih dan bertubuh tirus terlihat sedang duduk terpaku dalam diam. Dari tempat ia duduk matanya tak lepas barang sedetikpun menatap jembatan yang berdiri kokoh membelah arus sungai Ciliwung. Jembatan yang belum lama berselang diresmikan bapak Lurah Srengseng Sawah dibangun untuk menggantikan sebuah jembatan gantung yang telah berpuluh-puluh tahun menjadi sarana penghubung desanya dengan desa atau daerah lainnya. Sebuah jembatan gantung yang tak akan dapat dilupakan seumur hidupnya, jembatan yang mengubah jalan hidupnya, jembatan yang membuat ia kini duduk termenung disini…saat ini.&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“ Ayolah Marni..kita harus segera pulang, hari sudah mulai menjelang larut malam. Saya khawatir, ayahmu akan murka nantinya..” Bujuk Jumadi kepada Marni yang bersikeras tak mau pulang karena hendak menemui kekasihnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“ Sebentar saja kang…! Ayah tak akan marah kok…akang tenang saja “ balas Marni.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“ Tapi Marni…kamu diijinkan kesini hanya untuk mengaji dan itu sudah kamu lakukan. Sekarang…pulanglah “ Bujuk Jumadi lagi. Ia sangat pantas untuk merasa khawatir karena pak Parmin.. ayah marni menugaskannya untuk mengawal dan menjaga Marni     “ Ingat Madi…jaga dia baik-baik ! jangan biarkan kulitnya yang halus tergores barang setitikpun dan satu lagi, jangan sampai pulang larut malam. Tepat jam 21.00 Marni harus sudah ada tepat di hadapanku !” Kata-kata pak Parmin teriang kembali di telinganya. Jumadi mendekatkan jam tangan kearah matanya, cahaya yang remang-remang sedikit menyulitkannya melihat jam. 10 menit telah berlalu dari pukul 20.00, Jumadi menghela napas dengan berat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“ Ya sudah kang…akang tunggu saja dimulut jembatan, saya tak akan lama..! “ Ujar Marni sambil berlalu meninggalkan Jumadi yang tidak bias berbuat apa-apa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jumadi duduk pada sebuah batu besar dipinggir jalan dekat mulut jembatan gantung.  Sekilas matanya menatap jembatan yang hanya terbuat dari tali kawat baja dan bilah-bilah bambu sebagai alasnya,  lalu matanya menatap cahaya dari obor yang sengaja dipasang penduduk dimulut jembatan. Cahaya itu kini terlihat bagai menari-nari ditiup sang angin malam, tariannya seakan sedang menghibur hati Jumadi yang saat ini sedang gelisah. Detik demi detik berlalu, keringat dingin mulai membasahi kening dan sekujur tubuh Jumadi. Jalan yang sepi serta gelap malam yang hanya diterangi lembutnya sinar rembulan dan sedikit cahaya dari obor tadi menjadikan suasana malam terasa begitu mencekam. Suara riak air dari arus sungai dan juga nyanyian jangkrik-jangkrik seakan tak mampu sedikitpun menghibur hatinya. Jumadi kembali melirik jam tangannya, waktu sudah menunjukkan pukul 21.00. Sudah terbayang jelas dalam benaknya akan kemurkaan pak Parmin ayah Marni. Jumadi bergidik…rasa takut mulai menjalari jiwanya, ia tahu benar pak Parmin akan melakukan apapun demi Marni anak kesayangannya. Ingin rasanya ia menyusul Marni, tapi dimana..?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam kegelisahan dan kebingungannya yang semakin memuncak, tiba-tiba terdengar olehnya derap suara langkah tergesa. Perlahan sosok Marni yang sedang ditunggu-tunggunya mulai terihat. Hati Jumadi terasa sedikit lega namun kelegaan itu dengan cepat berubah menjadi sebuah kebingungan disertai kekhawatiran. Marni terus berlari tanpa sedikitpun menghiraukan Jumadi yang sejak tadi menunggunya. Yang lebih membingungkan Jumadi, Marni berlari sambil menangis terisak-isak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“ Ada apa Marni ? hey..tunggu…tunggu…!” Tanya Jumadi sambil berusaha menahan Marni.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“ Lepaskan aku kang.., lepaskan..! dia memperkosaku…dia memperkosaku..!” Tangis Marni semakin keras sambil berusaha melepaskan cekalan tangan Jumadi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“ Apa….siapa !? Tanya Jumadi, ia bingung sekaligus terkejut mendengar ucapan Marni.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Marni berhasil melepaskan diri dan iapun langsung berlari menuju jembatan, Jumadi langsung mengejar. Jembatan gantung itupun bergoyang dahsyat saat dua anak manusia berkejaran diatasnya, tepat ditengah jembatan Jumadi berhasil mencekal tubuh Marni yang masih terus menangis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“ Lepaskan aku kang…! Sudah tak ada gunanya lagi…aku sudah ternista…” Rengek Marni disela tangisnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“ Tenang..tenangkan dirimu dan jelaskan padaku…” Ujar Jumadi setengah berteriak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“ Dia memperkosaku kang…aku sudah kotor. Aku mau mati saja…!!”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“ Ya..tapi siapa…siapa yang memperkosamu ?” Tanya Jumadi dengan nada geram sambil mengguncang-guncang bahu Marni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marni hanya menangis dan menangis, disatu kesempatan ia melepaskan diri lagi dari Jumadi dan dalam sekejap ia meloncat kearah sungai. Jumadi begitu terkejut dengan perbuatan nekat Marni, ia sempat melompat dan merengkuh baju yang dikenakan Marni namun baju itu sobek dan tubuh Marnipun meluncur deras di jantung arus sungai yang mengalir deras diiringi teriakan Jumadi…” Marniiii….Marniiiii…!!” Teriakan Jumadi tak ada gunanya lagi, tubuh Marni telah tenggelam dalam pelukan arus sungai yang ganas. Gelapnya malam membuat Jumadi tak mampu melihat tubuh Marni, ia hanya bisa mendengar suara berdebur saat pertama kali tubuh Marni menyentuh permukaan air. Jumadi terpaku lemas tak berdaya, seluruh tenaganya seakan tersedot oleh rasa keterkejutannya, ia seakan-akan tak percaya dengan apa yang baru saja ia alami. Rasa bingung, rasa sesal, rasa kehilangan dan juga rasa ketakutan yang luar biasa akan kemurkaan pak Parmin membuat tubuhnya bergetar hebat. Berdiripun rasanya ia tak mampu, seakan lututnya  tak mampu lagi menopang tubuh. Kini Jumadi hanya bisa memegang kawat baja jembatan sambil menangisi kebodohannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;* * * * * * * * *&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lelaki setengah baya itu berusaha bangkit dari duduknya. Dengan bantuan sebuah tongkat kayu, perlahan ia mengangkat tubuhnya yang ringkih. Kedua kakinya mulai bergetar saat tubuhnya sudah berdiri tegak kemudian ia melangkah perlahan menuju jembatan. Warga yang melintas diatas jembatan agak sedikit heran dengan gerak-gerik lelaki setengah baya itu. Sejak sebulan yang lalu setelah keluar dari penjara, lelaki setengah baya itu memang selalu ada di sekitar jembatan sejak pagi hingga menjelang petang setiap harinya. Matanya selalu menatap kearah jembatan, apa yang diinginkannya dan apa yang dipikirkannya tak seorangpun tahu. Ia hanya melihat dan menatap dari kejauhan, tak sekalipun ia mendekati jembatan apalagi melewatinya tapi tidak kali ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa langkah lagi, kaki dari lelaki setengah baya itu sampai di mulut jembatan. Langkah gemetar dari kaki-kaki kurusnya membuat hati sebagian warga yang melihat merasa trenyuh. Langkah-langkah kaki itu seakan membuka mata hati mereka dan mulai meyakinkan mereka bahwa lelaki setengah baya yang dipanggil pak Jumadi itu bukanlah pembunuh Murni. Tapi apapun yang ada di benak warga semuanya tak berarti dan tak akan merubah apapun, setidaknya itu yang ada dibenak pak Jumadi saat ini. Kini ia telah berdiri tepat ditengah jembatan dan matanya lurus menatap arus air di bawahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“ Marni…cukup sudah 25 tahun aku menangisi kebodohanku, menyesali ketololanku. Aku menyesal tak mampu menjagamu…aku menyesal tak mampu menyelamatkan hidupmu, maafkan aku Marni…maafkan aku ! Dan kali inipun rasanya cukup sudah aku memendam rasa dan asa padamu, kali ini kuberanikan diri untuk mengungkapkan bahwa aku sangat mencintaimu…sejak dulu dan sampai kapanpun. Semoga engkau mendengar suara hatiku…Marni. Namun bila tidak, biarlah angin senja membawa serbuk-serbuk sari cintaku lalu menaburkannya pada kelopak bunga-bunga nirwana…dan biarkan, biarkan bersemi selamanya “.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Warga memang tak terlalu memperdulikan apa yang dilakukan pak Jumadi diatas jembatan, namun saat terdengar suara air berdebur dan pak Jumadi tak terlihat lagi diatas jembatan, mereka panik dan berhamburan menuju jembatan. Nyawa pak Jumadi tak dapat terselamatkan, titik-titik airmata mengiringi kepergian pak Jumadi namun jasad pak Jumadi terlihat tengah tersenyum,  tersenyum karena kini ia akan menjemput cintanya. Dengan ajalnya ia akan menjemput cinta Marni.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kampung Sawah, 07 Februari 2010&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-7572054282964965342?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/7572054282964965342/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/02/ketika-ajal-menjemput-cinta.html#comment-form' title='18 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/7572054282964965342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/7572054282964965342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/02/ketika-ajal-menjemput-cinta.html' title='KETIKA AJAL MENJEMPUT CINTA'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>18</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-6821498110778721742</id><published>2010-02-06T12:13:00.000+07:00</published><updated>2010-03-04T12:18:45.898+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serius Dikit'/><title type='text'>TELUR ATAU AYAM ?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Membaca beberapa postingan dari para sahabat mengenai industri sinetron di dunia pertelevisian kita atau yang terakhir membaca postingan &lt;a href="http://aaslamdunk.blogspot.com/"&gt;&lt;b style="color: blue;"&gt;Mas Slamet&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; yang berisi tanggapan yang beragam mengenai tayangan sinetron, saya ikut tergelitik untuk ikut menanggapi atau ikut nimbrung untuk berkomentar...&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebenarnya memang agak heran juga melihat tayangan-tayangan sinetron sekarang yang cenderung mengabaikan logika serta realitas kehidupan nyata dan bahkan seringkali terkesan mengada-ada dalam alur-alur ceritanya, namun yang mengherankan lagi dengan tayangan semacam itu tetap saja banyak penonton yang menggemarinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya memang tidak antipati terhadap tayangan semacam itu dan juga tidak mau menyalahkan siapa-siapa dalam hal ini, karena para produser sinetron tidak akan membuat atau melanjutkan tayangan seperti itu bila tak ada penonton yang menyukainya ( rating rendah ) dan dari pihak penonton, mereka tidak akan menonton tayangan seperti itu bila tak ada produser yang membuatnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi justru itulah yang bagi saya agak membingungkan, ibarat menjawab pertanyaan&lt;b style="color: blue;"&gt; " Mana yang lebih dahulu, Telur atau Ayam ? "&lt;/b&gt;. Seperti halnya dengan dunia sinetron, mana yang kita harapkan lebih dulu untuk memulai. Apakah lebih dulu mengharapkan para produser mempunyai niat baik untuk hanya dan selalu membuat tayangan sinetron yang bermutu dan mendidik ? ataukah lebih dulu mengharapkan para penonton untuk hanya menonton tayangan sinetron yang bermutu baik dan mengabaikan tayangan yang bermutu rendah dan kacangan ?.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu bagaimana pula, bila kembali ada pertanyaan...Apakah memang produser-produser sinetron kita hanya mempunyai pemikiran yang berorientasi bisnis untuk meraup keuntungan sebanyak-banyaknya dan tidak mempunyai Sense of Education terhadap sinetron-sinetron yang mereka buat. Ataukah para penonton atau kebanyakan dari kita yang memang mempunyai selera terhadap tayangan sinetron seperti itu. Rasa-rasanya makin sulit saya menjawabnya. Soal selera memang berpulang pada pribadi masing-masing. Bagaimana dengan sahabat ?&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-6821498110778721742?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/6821498110778721742/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/02/telur-atau-ayam.html#comment-form' title='15 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/6821498110778721742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/6821498110778721742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/02/telur-atau-ayam.html' title='TELUR ATAU AYAM ?'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-7807074071003967880</id><published>2010-02-03T15:14:00.000+07:00</published><updated>2010-03-04T12:20:13.698+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dari Sahabat'/><title type='text'>TAG &amp; MOTIVASI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semalam saya baru saja menyelesaikan baca buku yang berjudul A Man Name Dave karya dari Dave Pelzer, sebuah buku lama milik adik yang saya pinjam. Sebenarnya postingan ini bukan bermaksud untuk mereview isi buku tetapi di saat merasa terpuruk dan merasa gagal, kadangbutuh sesuatu yang bisa membangkitkan motivasi dan semangat. Spirit dan motivasi memang saya dapatkan dari buku ini.&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tokoh utama dalam buku ini adalah&amp;nbsp; pengarangnya sendiri. David nama panggilannya ,mengisahkan perjalanan hidupnya yang keras karena sejak kecil mendapat siksaan yang bertubi-tubi dan penuh kebencian dari ibu kandungnya sendiri. Namun berkat ketabahan &amp;amp; keteguhannya menjalani hidup telah menjadi seseorang yang kuat dan sukses di saat ia dewasa. Barangkali tidak semua orang bisa menjadi seorang David tetapi dari alur cerita yang menggambarkan ketabahannya dalam menjalani hidup, sikap menerima dan memaafkan seorang David membuat saya berpikir bahwa apa yang telah saya alami belumlah sebanding bahkan tak berarti apa-apa jika di bandingkan dengan apa yang dialami seorang David.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Spirit dan motivasi juga saya dapatkan dari blog para sahabat yang seringkali berisi postingan yang sarat makna dan motivasi, diantaranya blog &lt;b&gt;&lt;a&gt; &lt;span="" href="http://smp3lembang.blogspot.com/" style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;" BERPIKIR POSITIF " &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;milik Pak Munir Ardi. Kali ini beliau yang berprofesi sama seperti ayah saya mengirimkan tag sebagai sarana mempererat tali silaturahim.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Inilah jawaban dari tag your self kiriman pak Munir :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Where is your cell phone?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lebih sering di saku baju &amp;amp; celana&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Relationship?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Siapa saja yang mau diajak bersahabat&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Your hair?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setengah gondrong ( kalau potong pendek/cepak rambut berdiri seperti bulu landak )&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Work?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan penerbit &amp;amp; percetakan surat kabar&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Your sisters?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Eka Rosmaliana &amp;amp; Yuli Hartati ( keduanya guru ikuti jejak ayah )&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6. Your favorit thing?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sendal Jepit&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7. Your dream last night?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tidak ingat&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;8. Your favorit drink?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Air putih&amp;nbsp;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;9. Your dream car?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mobil angkot ( buat tambah-tambah penghasilan )&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;10. Your shoes?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sepatu Hitam&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;11. Your fears?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa membahagiakan orang-orang tercinta&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;12. What do you want to be in 10 years?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menikmati hidup &amp;amp; menjadi penulis sungguhan&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;13. Who did your hang out with last week?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bersama anak melihat pemancing ikan di danau Universitas Indonesia&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;14. What are you not good at?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Banyak, terutama pidato&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;15. One of your wish list item?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bisa membahagiakan orang-orang tercinta&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;16. Where you grew up?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Srengseng Sawah ( Jakarta pinggiran atau perbatasan Jakarta-Depok )&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;17. Last thing you did?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Makan siang&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;18. What are you wearing?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di tempat kerja formal, dirumah celana buntung + kaos oblong&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;19. Your computer?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Komputer rakitan&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;20. Your pet?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ikan mas Koki&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;21. Your life?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mengalir seperti air&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;22. Missing ? (hilang)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sendal jepit kesayangan ( terbawa arus air hujan )&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;23. What are you thinking right now?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Apa yang saya akan jawab pada tag ini&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;24. Your car?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tamiya&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;25. Your kitchen?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tidak besar, yang penting muat kompor&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;26. Your favorit color?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hitam &amp;amp; Biru&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tua&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;27. Last time you laugh?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saat anak bilang " Pa..sini deh..Rara &lt;b&gt;berisikin&lt;/b&gt;.." ( maksud dia bisik-in )&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;28. Last time you cried?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sedih saat adik operasi usus buntu&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;29. Love?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Keluarga&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;30. So who wants to share their ONEs? how about?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dengan siapa saja melalui tulisan&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;31. Person elected to the tag (tag ini saya wariskan kepada)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;a href="http://ferdifauzan.blogspot.com/"&gt;ferdi&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://gerrysatya.blogspot.com/"&gt;gerry satya&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://izzatuddin.blogspot.com/"&gt;ibnu mas&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.rumahidedancerita.blogspot.com/"&gt;dadan suryana&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://kiki-aria.blogspot.com/"&gt;cupu kisruh&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah sedikit tentang saya, untuk Pak Munir semoga berkenan dan semoga tali silaturahim tetap terjalin erat.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-7807074071003967880?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/7807074071003967880/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/02/tag-motivasi.html#comment-form' title='20 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/7807074071003967880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/7807074071003967880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/02/tag-motivasi.html' title='TAG &amp; MOTIVASI'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>20</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-7932136243007960434</id><published>2010-01-30T14:23:00.000+07:00</published><updated>2010-03-02T16:46:10.499+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesahku...'/><title type='text'>STREEEEEEESSSSSS...!!!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Banyak yang bilang hidup manusia itu bagaikan roda yang berputar, kadang ada diatas...kadang ada dibawah juga bisa diibaratkan grafik keuntungan...kadang bisa melesat naik...kadang bisa turun drastis. Begitu juga dengan pekerjaan, bisa saja kita berusaha keras dan maksimal namun hasil akhir tetaplah tidak bisa kita pungkiri...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Saat diatas&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;, hati dilingkupi perasaan senang, bahagia dan juga puas. Apa yang telah dilakukan, apa yang menjadi target pribadi ataupun resolusi sepertinya berjalan dengan benar, baik ataupun sangat baik. Namun &lt;span style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;saat di bawah&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;, hati dilingkupi rasa sedih, kecewa ataupun merasa gagal. Terkadang pada saat itu nalar tak lagi mempertanyakan apakah yang telah kita lakukan sudah baik atau tidak..!? atau sudah benar atau tidak..!? tetapi malah cenderung menyalahkan orang lain ataupun lingkungan ( tidak semua orang ). Bahkan &lt;span style="color: red;"&gt;hal-hal yang kecil&lt;/span&gt; dan sebenarnya bukan hal yang subtansial atau berhubungan langsung dengan pekerjaan tiba-tiba berubah menjadi hal-hal yang bisa memicu tensi darah menjadi naik. ( lantai rumah berdebu, ruang kantor ada asap rokok, AC mati, hujan turun, jalan becek dan hal-hal sepele lainnya yang kini berubah menjadi masalah besar )&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Rasa kecewa &amp;amp; kecewa yang bertumpuk menjadikan seseorang mudah terserang stress dan cara pelampiasannya pun bermacam-macam, ada yang berteriak, memaki lalu memukul. Tapi ada juga yang diam, menyepi, berdo'a &amp;amp; berkomunikasi dengan Tuhan ataupun mencari seseorang yang bisa diajak berbagi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;MANA YANG BIASA ANDA LAKUKAN ??&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saya? &amp;nbsp;biasanya saya diam, merenung, berdo'a lalu menumpahkan uneg-uneg lewat tulisan seperti contoh dibawah ini ( &lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Re-Post&lt;/span&gt; postingan orang stresss...!&lt;/b&gt; )&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;SIAPA YANG GILA...!?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ha..ha..ha..&lt;br /&gt;Seorang lelaki setengah baya begitu menikmati tawanya&lt;br /&gt;Tawa bagaikan stroberi merah ranum berselimut lelehan keju Swiss&lt;br /&gt;Begitu lama ia tertawa sehingga tawanya kini terdengar mulai berirama&lt;br /&gt;Kadang ha..ha..ha, kadang he..he..he, kadang hi..hi..hi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang sahabat bertanya " Hai sahabat apakah kau begitu bahagianya, sehingga kau tidak bisa menghentikan tawamu..?"&lt;br /&gt;Ha..ha..ha bahagia..? apakah tertawa itu hanya karena bahagia..? apakah karena bahagia aku harus tertawa..? ha..ha..ha&lt;br /&gt;Tahukah kau kawan..aku tertawa karena kesedihanku, karena kegalauanku dan karena keresahanku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa aku tertawa...?&lt;br /&gt;Karena hanya ini yang bisa kulakukan..he..he..he.. &lt;br /&gt;Aku tak mampu mengusir kesedihanku karena istriku selingkuh...&lt;br /&gt;Aku tak mampu menahan rasa galauku karena gajiku tak naik..naik..&lt;br /&gt;Aku tak mampu mengabaikan keresahanku akan nasib anak-anakku kelak..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang sahabat berkata " Tapi kalau kau terus tertawa, kau bisa gila..!"&lt;br /&gt;He..he..he gila..? apakah tertawa itu bisa membuat aku gila..? apakah aku bisa gila hanya karena aku tertawa..?&lt;br /&gt;Tahukah kau kawan..aku tak bisa gila karena aku tertawa&lt;br /&gt;Aku bisa gila bila kepalaku tak kuat berpikir..&lt;br /&gt;Otakku terlalu kecil menampung pikiran yang sebenarnya tak perlu dipikir..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang sahabat berlalu pergi.." aku bisa gila dengarkan ocehanmu..!"&lt;br /&gt;Dan sejak kepergian sang sahabat, tawa sang lelaki itupun berangsur pelan..&lt;br /&gt;Sang sahabat ternyata membawa sebagian tawanya&lt;br /&gt;Menjepit urat leher dan menyadarkannya dari candu tawa&lt;br /&gt;Sang lelakipun mulai menata kesedihannya &lt;br /&gt;Berkompromi dengan kegalauan dan keresahannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tiba-tiba sang sahabat tertawa, kakaknya tertawa, orangtuanya tertawa, gurunya tertawa, bosnya tertawa, anak buahnya tertawa...&lt;br /&gt;Buat apa kau pikirkan istrimu yang tak setia..kuno..! &lt;br /&gt;Diluar sana masih banyak gadis yang mengharap belaianmu..hi..hi..hi&lt;br /&gt;Buat apa kau harus galau karena gajimu tak naik..kuno..! &lt;br /&gt;Masih banyak uang yang bisa kau dapat dari korupsi..he..he..he&lt;br /&gt;Buat apa kau resah memikirkan masa depan anakmu..kuno..! &lt;br /&gt;Sebentar lagi kiamat akan datang..ha..ha..ha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang lelaki terpekur bingung..&lt;br /&gt;" Sebenarnya siapa sih yang gila..!"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Mudah-mudahan yang sempat baca, tidak ikut &lt;span style="color: red;"&gt;GILA...!&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-7932136243007960434?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/7932136243007960434/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/01/streeeeeeessssss.html#comment-form' title='12 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/7932136243007960434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/7932136243007960434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/01/streeeeeeessssss.html' title='STREEEEEEESSSSSS...!!!'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-6748988993914711358</id><published>2010-01-20T16:54:00.001+07:00</published><updated>2010-01-20T17:03:44.802+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>DUH...KATENI</title><content type='html'>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CINAIN%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-parent:"";	margin:0in;	margin-bottom:.0001pt;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}@page Section1	{size:8.5in 11.0in;	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;	mso-header-margin:.5in;	mso-footer-margin:.5in;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CINAIN%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-parent:"";	margin:0in;	margin-bottom:.0001pt;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}@page Section1	{size:8.5in 11.0in;	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;	mso-header-margin:.5in;	mso-footer-margin:.5in;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Hujan rintik-rintik&amp;nbsp; yang turun membasahi bumi seakan turut mengiringi kesedihan dan kepedihan Kateni yang begitu mendalam. Pakaian serba hitam juga kerudung yang menutupi helai-helai rambutnya belum juga ia lepaskan. Ia masih duduk bersimpuh di ruang depan kamar kostnya yang tak berkursi, matanya menatap sendu pada daun jendela seraya memandangi bulir-bulir air hujan yang mengetuk-ngetuk kaca lalu mengalir meliuk-liuk kebawah seakan berlomba dengan air mata yang mengalir perlahan dari pipinya. Disela isak tangisnya yang tertahan, terselip tanya dalam benaknya. Haruskah aku menangis..?, pantaskah bila aku menangisinya..? . Pertanyaan-pertanyaan senada juga sering hinggap dalam rongga-rongga dadanya di beberapa hari terakhir, pantaskah aku mencintainya..?. Cinta..? kata itu serasa aneh bila keluar dari mulutnya yang mungil, rasanyapun kini selalu asam atau pahit dan tak sekalipun manis. Sebuah kata yang selama dua tahun belakangan&amp;nbsp; coba ia kubur dalam-dalam di perut bumi atau ia larung di samudera lautan yang luas, kata-kata itu telah ia hapus dari lembar-lembar diary hatinya. Kata-kata itu telah mati dan hangus terbakar rasa amarah karena dikhianati Herman, suaminya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FR" style="font-family: Arial;"&gt;“ Bila kamu terus seperti ini, sebaiknya kamu berhenti saja..!” &lt;/span&gt;&lt;span lang="NL" style="font-family: Arial;"&gt;Bentak Herman yang menuduh Kateni berselingkuh dengan teman kerjanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="NL" style="font-family: Arial;"&gt;“ Ya Tuhan,..kamu tidak percaya mas..?, aku pulang malam karena memang ada pekerjaan. Silahkan kamu tanya pada Pak Aceng..!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="NL" style="font-family: Arial;"&gt;“ Hallah..!! nggak usah banyak alasan. Kenapa mesti tanya pak Aceng..? atau malah pak Aceng yang jadi teman selingkuhmu..” Ucapan suaminya itu bagai palu godam yang menghantam dadanya, napasnya terasa mulai sesak. Hatinya terasa begitu sakit mendengar tuduhan suaminya yang tak berdasar dan sama sekali tak benar. &lt;/span&gt;&lt;span lang="FR" style="font-family: Arial;"&gt;Air matanya mulai mengalir membasahi pipi, matanya menatap sayu wajah suaminya .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="NL" style="font-family: Arial;"&gt;“ Kamu tega mas..! demi Tuhan..aku tidak akan melakukan hal seperti itu, buat apa..?” Ujar Kateni lirih sambil menahan tangisnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="NL" style="font-family: Arial;"&gt;“ Mana aku tahu..! cuma kamu dan laki-laki pecundangmu yang tahu.., sudahlah..nggak usah pura-pura menangis. Bila memang kamu tak melakukannya, ya... sudah berhenti saja, beres kan..?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="NL" style="font-family: Arial;"&gt;“ Ya Tuhan mas..kamu tahu sendiri kan, bila di Jakarta cari pekerjaan begitu sulit.&amp;nbsp; Lalu bila aku berhenti kerja, bagaimana keluarga kita bisa makan..? bagaimana biaya sekolah Dita yang sebentar lagi masuk SMP. Bila kamu saat ini bekerja mungkin tak masalah bila aku berhenti, tapi kamu sekarang menganggur. Bagaimana aku mengharapkanmu..?’&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="NL" style="font-family: Arial;"&gt;“ Oh.. jadi sekarang kamu merasa yang paling berjasa membiayai sekolah Dita. Hanya karena aku kini seorang penganggur kamu lupa siapa kamu, kamu mulai sombong...!” Ujar Herman marah karena merasa tersudut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="NL" style="font-family: Arial;"&gt;“ Demi Tuhan..bukan begitu mas. Maksudku...”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="NL" style="font-family: Arial;"&gt;“ Sudah...! aku tak mau dengar lagi ocehanmu. Bila memang menurutmu aku tak berharga lagi sebagai suamimu, aku pergi. Aku sudah muak...! Ujar Herman sambil menyambar beberapa potong pakaian yang kemudian dimasukkannya ke dalam tas ransel. Kateni mencoba mencegah niat Herman namun dengan kasar suaminya itu menghempaskannya ke sudut kamar lalu pergi sambil membanting pintu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="NL" style="font-family: Arial;"&gt;“ Mas...!! “ Pekik Kateni, namun Herman tak lagi memperdulikannya. Kateni hanya bisa menatap kepergian suaminya itu dengan berurai air mata. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="NL" style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bukan sekali ini saja suaminya berperilaku seperti, marah-marah lalu pergi dari rumah dan baru dua atau tiga hari kemudian kembali. Katenipun hanya bisa menangis dan tak tahu harus berbuat apa, ia tak mengerti jalan pikiran suaminya. Menyuruhnya berhenti bekerja hanya karena perasaan cemburunya sungguh-sungguh tidak masuk nalar Kateni. Tak pernah terlintas dalam benaknya , apalagi membayangkan ia melakukan tindakan menjijikkan itu. Dadanya begitu sesak bila memikirkan semua itu, kini ia hanya bisa menangis untuk mengurangi beban perasaannya. Satu bulan berlalu, tak terdengar sedikitpun kabar mengenai keberadaan Herman suaminya. Kateni masih sempat bertanya kesana kemari, mulai dari sanak saudaranya sampai kepada teman-teman dekat Herman tapi semuanya nihil. Dua bulan..tiga bulan tak jua ada kabar, Katenipun mulai pasrah. “ Barangkali memang mas Herman tidak mau hidup bersamaku lagi “ Pikir Kateni. Namun ketika terdengar kabar bila Herman telah menikah lagi, tetap saja Kateni limbung dan tak berdaya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span lang="NL" style="font-family: Arial;"&gt;* * * * * * * *&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="NL" style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dua tahun telah berlalu, Kateni berusaha tegar menghadapi suratan takdir yang telah digariskan untuknya. Ia merasa harus kuat dan tabah menjalani hidupnya sendiri, rengek Dita akan baju seragam dan buku baru menguatkan tekadnya untuk terus melangkah walau apa yang terjadi. Walau terkadang hatinya gamang dengan status yang disandangnya, bila ia dianggap seorang istri tapi tak ada seorang suami yang mendampinginya dan bila ia dianggap janda tak sekalipun terbetik kabar bila Herman menggugat atau mengurus perceraian mereka. Di lingkungan tempat kontrakan maupun di tempat kerja gunjingan bila Kateni kini hidup sendiri mulai terdengar, dan itu mulai dirasakannya beberapa hari yang lalu. Namun Kateni tetap berusaha untuk menutup rapat-rapat apa sesungguhnya yang telah terjadi, dan seringkali ia harus menutup telinganya rapat-rapat bila ada tetangga atau teman lelaki yang menggodanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="NL" style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hari masih pagi saat Kateni mulai melangkahkan kakinya menuju tempat bekerja, ia sudah bangun dari tidurnya sejak subuh tadi. Walau ia sudah terbiasa tidak menyiapkan sarapan untuk anaknya atau membuatkan kopi untuk suaminya tetapi masih membuat Kateni bingung apa yang harus dikerjakannya pagi ini. Sejak suami meninggalkannya, hidup terasa begitu sepi baginya. Niat untuk mengajak anaknya ke Jakarta agar dapat menemaninya ia urungkan karena rasanya ia tak sanggup memenuhi biaya sekolahnya. Karena merasa tak ada lagi yang harus dilakukan dirumah ia memutuskan untuk berangkat kerja saja “ Ah..biarlah aku berangkat lebih awal, barangkali disana ada yang dapat aku kerjakan..” Pikir Kateni. Kateni bekerja sebagai pembantu ditempat usaha fotocopy, tapi teman-temannya sendiri sering menjulukinya PU atau pembantu umum. Karena selain pekerjaannya menjaga kebersihan ruko, lalu menyediakan minuman untuk para pekerja ruko yang berjumlah 7 orang terkadang ia juga diminta melayani pekerjaan fhotocopy bila pekerjaan yang ada begitu padat dan tak terpegang oleh pegawai yang lain. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="NL" style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tepat pukul 06.30 wib, Kateni telah tiba didepan ruko. Terlihat mas Joko yang menjadi orang kepercayaan pak Aceng sang pemilik ruko sedang membuka rolling door. Mas Joko memang dipercaya pak Aceng untuk menjaga ruko dan ia selalu tidur di ruko setiap harinya. Hanya pada hari sabtu sore ia kembali kerumahnya di Bogor untuk menemui anak dan istrinya. Selama kerja beberapa tahun di tempat itu, Kateni baru menyadari dan baru kali ini memperhatikan perawakan mas Joko yang ternyata cukup gagah dan wajahnyapun tampan. Tiba-tiba ia merasakan dadanya berdebar, suatu perasaan yang telah lama tak dirasakannya. Dan saat mas Joko meminta dibuatkan segelas kopi tiba –tiba ia merasa gugup dan wajahnya langsung bersemu merah karena malu sendiri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="NL" style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dan pagi ini Kateni merasakan sesuatu yang lain dalam dirinya, entah karena datang lebih pagi membuatnya lebih santai dalam menyiapkan minum pegawai atau karena merasakan sesuatu yang berbeda dari mas Joko. Sehingga keesokan harinya ia kembali berangkat lebih pagi seperti sebelumnya, ia ingin mas Joko kembali memintanya dibuatkan segelas kopi. Ada rasa senang dan ada kepuasan tersendiri bila dapat membuat mas Joko senang. Karena seringnya pertemuan antara mereka berdua saja, keduanyapun tak canggung lagi untuk saling bertegur sapa atau berbincang. Dan beberapa hari kemudian&amp;nbsp; terlihat mereka berdua sedang berbincang serius. Kateni sudah tidak canggung lagi untuk mengungkapkan keluh kesah yang ada dalam dirinya pada mas Joko, terlihat mata Kateni berkaca-kaca seperti menahan tangis..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="NL" style="font-family: Arial;"&gt;“ Saya turut prihatin dengan apa yang telah mba Teni alami, tapi saya pikir mba harus kuat dan tetap tabah. Bila dalam pikiran mba selalu ada anak, saya yakin mba pasti bisa..” Ujar mas Joko mencoba bijak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="NL" style="font-family: Arial;"&gt;“ Iya mas..saya sudah mencobanya selama dua tahun ini, tapi tetap saja terasa berat mas apalagi saya seorang perempuan..”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="NL" style="font-family: Arial;"&gt;“ Saya yakin bisa mba..tergantung kemauan. Saya saja bisa..” Ujar Joko lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;“ Maksud mas Joko..?” Tanya Kateni bingung dengan ucapan mas Joko barusan.&amp;nbsp; Joko tak langsung menjawab, ia tersenyum sambil menghirup kopi hangatnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;“ Saya juga pernah mengalami apa yang mba alami sekarang, saya juga pernah merasakan kepedihan yang sama..” Kateni agak terkejut mendengar ucapan mas Joko, ia tak menyangka mas Joko pernah mengalami hal yang sama dengannya. “ Apakah karena hal itu maka kini mas Joko menjadi seorang yang pendiam..? “ Tanya Kateni dalam hati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;“ Kenapa bengong.., mba tidak percaya..? “&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;“ Emmm.. saya cuma minta maaf, barangkali saya secara tak sengaja membuka luka lama mas Joko “&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;“ Oh..nggak masalah mba ! walau masih tersisa dendam dihati, tapi saya dapat melupakannya kok dan saya yakin mba Teni juga bisa..”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="NL" style="font-family: Arial;"&gt;Dan sejak itu Kateni merasa menemukan teman bicara, teman berbagi kesedihan dan kepedihan. Ia juga merasa menemukan tempat dimana ia dapat menuangkan dan mengungkapkan segala keluh kesah tentang kepedihannya, kesedihannya juga kebingungannya. Dan segala keluh kesahnya seringkali ditanggapi secara bijak oleh mas Joko sehingga Katenipun merasa nyaman saat berbicara dengannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="NL" style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Namun apa yang telah menjadi hukum alam tetaplah tidak bisa dipungkiri, kedekatan keduanya menumbuhkan perasaan yang sebenarnya saling mereka pendam, cinta..nafsu..entahlah..?. Namun bagi Hati Kateni yang sebelumnya bagai batu karang yang sekian lama di hantam dan dihempas deburan-deburan ombak kenestapaan dan kepedihan akhirnya luruh saat hembusan angin cinta mendera. Belaian dan sentuhan kasih sayang yang sejak lama didambakannya kini mengalir lewat tangan dan bibir mas Joko yang membuat ia lupa dengan semua yang menjadi beban di pikirannya. Kepedihan, kesedihan seakan terhempas dan&amp;nbsp; berangsur-angsur menghilang dan iapun mulai tenggelam dalam kenikmatan secawan hasrat yang memabukkan. Gelora birahi hampir saja membakar nalar serta nilai-nilai kepatutan, beruntung gelora itu padam saat yang tepat. Mereka tersentak dan terkejut mengetahui kesalahan yang telah mereka perbuat. Sambil tersipu Kateni segera merapikan pakaiannya sedang mas Joko perlahan meninggalkan Kateni sambil berulang kali mengucapkan kata maaf. Kateni duduk tercenung di ruang dapur yang sempit..” Duh gusti..! apa yang telah saya lakukan..” Kutuknya dalam hati. Apa yang telah dilakukannya sama saja sebuah pembenaran dari apa yang telah dituduhkan suaminya dua tahun lalu, dan apa yang telah dilakukannya adalah penistaan dari sumpah yang pernah ia ucapkan. Iapun merasa malu dengan mas Joko, “ Setelah apa yang terjadi..apa yang dia pikirkan tentang diriku ?. Mungkinkah dia berpikir bahwa aku hanya wanita murahan yang dengan mudah dijamah seorang lelaki. Duh seandainya mas Joko berpikiran seperti itu betapa malunya aku, tidak..! ini tidak akan terulang..! “ Janjinya dalam hati. Namun semakin ia berusaha menepati janjinya dan tak memikirkan apa yang telah ia lakukan namun semakin besar pula keinginannya untuk mengulanginya lagi. Apa yang ada di pikiran mas Joko tentang dirinya kini tak diperdulikannya lagi, baginya menuntaskan hasrat yang telah terpendam sekian lama menjadi hal yang terpenting. Tak ada lagi sekat-sekat kokoh yang membatasi antara nafsu dan norma-norma, walaupun ada kini hanya dibatasi sekat tipis yang mudah rapuh. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="NL" style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Diantara rasa senang dan bahagia yang ia rengkuh dari mas Joko, seringkali ia menangis dan sangat menyesali betapa rapuh dirinya. Selaksa tanya juga menggayut dalam benaknya,&amp;nbsp; salahkah aku bila coba menggapai sedikit asa..?. Salahkah aku bila masih berharap..?. Disisi lain Kateni juga merasa amat berdosa, barangkali apa yang telah dilakukannya telah mengganggu kehidupan orang lain terutama istri mas Joko. Barangkali juga apa yang dirasakannya saat mengetahui suaminya berhubungan dengan orang lain kini bisa saja sedang dirasakan istri mas Joko. “ Duh..gusti..! mengapa nasib terasa begitu tak adil bagiku..” &amp;nbsp;Keluh Kateni dalam hati. Malam semakin larut, tawa riuh beberapa anak muda yang asik bermain kartu kini tak terdengar lagi, namun Kateni tetap saja tak dapat memejamkan mata. Kateni dihadapkan pada sebuah dilema untuk memutuskan apa yang seharusnya ia lakukan. Memutuskan kedekatannya dengan mas Joko dengan konsekwensi musnahnya segala asa untuk menggapai kebahagian yang ia dambakan. Lalu hidupnya akan kembali diisi dengan hari-hari sepi tanpa semangat hidup. Atau tetap mempertahankan hubungannya dengan mas Joko walau hari-harinya akan diisi perasaan bersalah dan berdosa. Kedua pelupuk matanya kian lama kian lemah untuk tetap terjaga, kantuknya mulai menyerang namun ia sudah mempunyai satu keputusan sebelum terlelap tidur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="NL" style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hari ini Kateni berangkat ke tempat kerja agak siang, selain karena semalam ia tidur agak larut saat ini&amp;nbsp; ia juga kehilangan gairah untuk bekerja. Hanya satu yang masih bisa menyeret langkahnya ke tempat kerja yaitu mas Joko, hari ini ia harus bertemu mas Joko untuk mengatakan apa yang telah ia putuskan semalam. Ketika akan sampai ke depan jalan raya, tiba-tiba terdengar suara mendecit lalu disusul suara benturan yang cukup keras. Kateni cukup terkejut mendengar suara tersebut namun tak tahu apa yang terjadi, beberapa orang terlihat berlarian menuju asal suara sehingga iapun turut mempercepat langkahnya. Dari kejauhan ia melihat banyak orang berkerumun persis didepan ruko tempatnya bekerja. “ Ada apa..? “ tanya Kateni dalam hati ketika melihat orang-orang yang berkerumun. Sampai didepan ruko Kateni melihat sebuah mobil toyota avanza ringsek menabrak sebuah warung kecil yang terletak persis di depan ruko, begitu juga dengan warungnya yang kini sudah tak berbentuk lagi. Namun hatinya kembali bertanya-tanya saat melihat mba Eka yang menjadi kasir ditempatnya bekerja sedang menangis tersedu-sedu, Katenipun mendekatinya dan bertanya apa yang terjadi. “ Mas Joko meninggal mba...!” Jawab mba Eka sambil tersedu. Laksana petir disiang bolong yang menyambar jantungnya, Katenipun roboh pingsan tanpa sempat berkata apa-apa. Setelah siuman barulah Kateni mengetahui kejadian yang sebenarnya, mas Joko tertabrak mobil yang berusaha menghindari tabrakan dengan motor yang berjalan zig-zag di depannya. Saat itu mas Joko sedang membeli rokok dan tak sempat menghindar karena kejadian yang begitu tiba-tiba. “ Duh..gusti ! mengapa mas Joko harus meninggal bila hanya untuk memisahkan aku dengannya. Padahal hari ini aku sudah memutuskan untuk menghentikan hubunganku dengannya, berpisah tanpa ada tangis..tanpa ada yang disakiti, tapi kini...? “ Tangis Kateni kembali menggema dan memang hanya ini yang bisa ia lakukan..menangis dan menangis...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span lang="NL" style="font-family: Arial;"&gt;Kp. Sawah, 12 September 2009&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-6748988993914711358?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/6748988993914711358/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/01/duhkateni.html#comment-form' title='17 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/6748988993914711358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/6748988993914711358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/01/duhkateni.html' title='DUH...KATENI'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>17</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-4040205985069787196</id><published>2010-01-13T17:05:00.000+07:00</published><updated>2010-01-13T17:05:49.205+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Puisi'/><title type='text'>KUTITIPKAN RINDU</title><content type='html'>Terdamparku di samudera kesunyian&lt;br /&gt;Terombang-ambingku di riak-riak gelombang tanya&lt;br /&gt;Lelahku berkayuh jemari mencari pulau kepastian&lt;br /&gt;Seraya menunggu dan menunggu&lt;br /&gt;Kau mengayuh sampan jawaban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutitipkan rindu ini pada debur-debur ombak&lt;br /&gt;Kutitipkan sapa pada burung-burung camar&lt;br /&gt;Kutitipkan tanya pada kail sang nelayan&lt;br /&gt;Namun kau tetap membisu di bibir pantai keraguan&lt;br /&gt;Berselingkuh angin sepoi ketidak pastian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya kutak akan bisa bertahan&lt;br /&gt;Riak gelombang bergelora menggodaku&lt;br /&gt;Larungkan jiwaku dengan cumbuan keputus-asaan yang memabukkan&lt;br /&gt;Entah sampai kapan...&lt;br /&gt;Mungkin sampai kutemukan nusa&lt;br /&gt;Dimana rindu ini pantas kusematkan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-4040205985069787196?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/4040205985069787196/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/01/kutitipkan-rindu.html#comment-form' title='13 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/4040205985069787196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/4040205985069787196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/01/kutitipkan-rindu.html' title='KUTITIPKAN RINDU'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-6100590636370904901</id><published>2010-01-11T17:40:00.000+07:00</published><updated>2010-01-12T08:29:50.622+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Award temen'/><title type='text'>MENGAPA SAYA SUKA MENULIS..?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak ada yang bertanya tapi justru saya sendiri yang suka bertanya-tanya " mengapa saya suka menulis ?" &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ( orang yang aneh...he..he ). Sebenarnya alasannya cuma satu " Saya termasuk orang yang tidak pandai bersosialisasi dengan orang lain sehingga terkesan agak tertutup dan tak banyak bicara ". Dengan menulis terkadang saya merasa bisa mencurahkan apa yang ada di benak saya, pikiran saya dan semua yang rasakan tanpa harus menunggu seseorang yang mau mendengarkan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari beberapa cerpen atau puisi asal-asalan yang telah saya buat, beberapa diantaranya benar-benar merupakan sarana bagi saya untuk mengutarakan perasaan saya dan selebihnya merupakan hasil dari menghayal, melamun atau ide yang datang mendadak saat dilanda Imsonia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya teringat pertama kali membuat blog, saat itu saya merasa begitu antusias dan bersemangat laksana " seorang anak kecil yang menemukan kembali mainan kesayangannya yang hilang ". Saya suka membuat cerpen sehingga pertama kali blogwalking, saya mencari blog dimana saya bisa belajar menulis dengan baik. Lalu saya menemukan blog &lt;a href="http://kumpulan-q.blogspot.com/"&gt; &lt;span style="color: red;"&gt;" Rafi Azmillah Menulis" ( Radinal Mukhtar Harahap )&lt;/span&gt;&lt;span style="color: red;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;dan &lt;a href="http://just-fatamorgana.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;" Sang Cerpenis Bercerita " ( Fanny Fredlina )&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; . Dua nama ini telah saya anggap guru saya dalam hal tulis menulis, karena dari keduanya saya termotivasi untuk terus belajar dan terus semangat untuk menulis . Bahkan salah satunya ( mas Radinal ) telah membuat buku pertamanya yang berjudul &lt;span style="color: blue;"&gt;" Menulis itu Asyik Lho ! : Langkah Asyik Melejitkan Potensi Menulis "&lt;/span&gt;. Sedangkan mba Fanny saya dengar masih menyelesaikan proyek pertamanya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi akhir-akhir ini saya merasa semangat menulis agak mengendur bagai terkikis curahan hujan yang turun terus menerus beberapa hari ini. Barangkali mulai terjangkit virus penyakit malas...Entahlah ! Namun saya teringat hutang posting award dari &lt;a href="http://minepoemss.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Seiri Hanako...&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;( makasih bu dokter...!). Barangkali award-award yang cantik ini bisa menjadi obat yang diberikan bu dokter ini dapat menyembuhkan dan memusnahkan virus malas yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/S0sHJ6xWVdI/AAAAAAAAAMg/-raBdwb68MI/s1600-h/seiri+hanako+1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/S0sHJ6xWVdI/AAAAAAAAAMg/-raBdwb68MI/s320/seiri+hanako+1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/S0sGysV0lWI/AAAAAAAAAMQ/-CQH_sBDdwg/s1600-h/seiri+hanako+2.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/S0sGysV0lWI/AAAAAAAAAMQ/-CQH_sBDdwg/s320/seiri+hanako+2.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/S0sGrcN1M4I/AAAAAAAAAMI/m5g2QgUoruM/s1600-h/seiri+hanako+3.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/S0sGrcN1M4I/AAAAAAAAAMI/m5g2QgUoruM/s320/seiri+hanako+3.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;Barangkali diantara sahabat-sahabat yang sudah memiliki award-award ini. Namun bagi yang belum memilikinya, bila berminat silahkan diambil. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-6100590636370904901?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/6100590636370904901/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/01/mengapa-saya-suka-menulis.html#comment-form' title='11 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/6100590636370904901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/6100590636370904901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/01/mengapa-saya-suka-menulis.html' title='MENGAPA SAYA SUKA MENULIS..?'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/S0sHJ6xWVdI/AAAAAAAAAMg/-raBdwb68MI/s72-c/seiri+hanako+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-7720901418406556598</id><published>2010-01-04T13:14:00.000+07:00</published><updated>2010-01-04T13:16:50.792+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lamunan'/><title type='text'>AYUNAN PUCUK-PUCUK POHON BAMBU</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku kembali duduk di balkon rumah seperti malam sebelumnya namun malam ini terasa begitu sepi. Tak ada mercon atau kembang api yang cahayanya berpendar indah di langit, aku hanya bisa menatap hamparan langit kelam ditelan sang malam. Hanya beberapa meter di hadapanku, kulihat pucuk-pucuk bambu mengayun lembut dan gemulai mengikuti irama angin yang bertiup bak penari yang datang menghiburku.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ah...kadang aku ingin laksana pohon bambu, karena pucuknya akan tetap menggayut ke arah sisi dimana lebih lebat daunnya. Dia akan tetap seperti itu, teguh dan kokoh tak perduli seberapa besar angin berhembus dan seberapa besar badai menerpa...dia akan tetap seperti itu sampai dahannya patah atau tercabut dari akarnya. Pucuk-pucuk pohon bambu itu masih mengayun lembut.....&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tatapanku beralih ke arah langit kelam sambil menghisap dalam-dalam sebatang rokok kretek dalam jepitan tanganku. Ah...mengapa tak ada satupun bintang yang menemani sang langit malam ini ?&amp;nbsp; seakan sang langitpun terhempas dan terhampar dalam kesunyian menanti sang fajar, namun sesekali kulihat setitik cahaya dari sebuah pesawat yang merambat pelan menembus sang langit dan lalu menghilang. Cahaya berkerlap-kerlip tetapi tak mampu menerangi hamparan langit yang maha luas. Cahayanya bagai tak berarti, laksana noktah putih di hamparan kanvas hitam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak berapa lama, cahaya yang sama muncul kembali dari arah yang berlainan dan turut menyapa sang langit kelam. Darimana dan mau kemana pesawat-pesawat itu ? tak sedikitpun aku tahu. Diantara ayunan pucuk-pucuk pohon bambu yang mengayun lembut, selintas kubayangkan pesawat-pesawat itu bertemu pada satu titik di atas langit sana. Barangkali cahayanya berpendar dasyat mengalahkan cahaya berton-ton mercon atau kembang api yang dipasang malam tahun baru lalu. Ah...tidak...tidak ! aku tak mau itu terjadi..., aku tak mau menghirup debu-debu yang beterbangan dari tubuh-tubuh yang tercabut nyawanya. Aku tak mau mendengar tangis pilu dari keluarga-keluarga yang mereka tinggalkan. Sungguh...aku tak mau itu terjadi. Gemerisik daun-daun dari pohon bambu yang masih mengayun lembut membuyarkan lamunananku.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kali ini kulihat lagi kerlap-kerlip cahaya yang lain, tapi sepertinya ada yang aneh dari cahaya itu. Cahaya itu tidak semakin mengecil dan kemudian menghilang tapi terasa sebaliknya, cahaya itu terlihat semakin membesar dan terasa semakin dekat. Perlahan suara gemuruh pesawat makin lama makin pekak mengalahkan gemuruh yang mulai terasa didada. Aku terhenyak....aku tercekat,&amp;nbsp; akupun mulai bangkit dari dudukku. Sebongkah cahaya mulai menyilaukan mataku, gemuruh pesawat mulai meremukkan jantungku dan ayunan pucuk-pucuk pohon bambu tak lagi lembut. Saat itu kurasakan batas antara kehidupan dan kematian begitu tipis setipis kulit ari.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam sekejap, gemuruh pesawat tak lagi kudengar dan tak sempat lagi kulihat ayunan pucuk-pucuk pohon bambu. Yang kuingat hanyalah...aku sempat bergumam...Allahu Akbar...!!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-7720901418406556598?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/7720901418406556598/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/01/ayunan-pucuk-pucuk-pohon-bambu.html#comment-form' title='15 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/7720901418406556598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/7720901418406556598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2010/01/ayunan-pucuk-pucuk-pohon-bambu.html' title='AYUNAN PUCUK-PUCUK POHON BAMBU'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-8687876455084392019</id><published>2009-12-26T11:35:00.000+07:00</published><updated>2009-12-26T11:37:38.096+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Award temen'/><title type='text'>SELAMAT TAHUN BARU SAHABAT...!!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tahun 2009 sebentar lagi dan hanya dalam hitungan hari akan berlalu. Begitu banyak yang telah saya alami dan rasakan di tahun ini : Suka &amp;amp; Duka...Sedih &amp;amp; Gembira juga jatuh &amp;amp; bangun. Semua yang telah saya alami seharusnya memang dapat saya ambil hikmahnya, &lt;i&gt;karena apa yang telah saya lalui, alami dan rasakan pada detik ini, hari ini dan tahun ini tak akan pernah sama dengan apa yang akan saya alami di hari berikutnya atau tahun berikutnya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Disaat saya jatuh, berduka atau bersedih..seyogyanya saya harus Tawakal dan berpasrah diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala karena atas kuasaNya semua ini bisa terjadi. Bukan semata-mata tawakal tetapi juga dibarengi dengan koreksi sekaligus instropeksi diri..mengapa semua terjadi ?, apa yang kurang ? atau apa yang salah ?. Dengan begitu paling tidak kedepannya saya bisa melakukan sesuatu dengan lebih baik dan lebih baik lagi...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Disaat saya suka, senang dan gembira..seyogyanya saya harus pandai-pandai bersyukur karena semua yang saya dapat, saya nikmati tidak lain karena semua kehendak Allah. Dengan begitu apa yang saya dapat tidak membuat saya menjadi orang yang kufur, takabur dan sombong...( Semoga saya termasuk orang-orang yang bersyukur atas segala rahmat dan karuniaNya...Amin )&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ditahun ini pula, sayapun amat bersyukur dapat menambah sahabat walau masih sebatas sahabat dalam dunia maya. Saya juga berterimakasih para sahabat masih mau menyempatkan diri untuk berkunjung dan juga berbaik hati memberikan award sebagai simbol persahabatan, diantaranya adalah Mba Zahra Lathifa....&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/SzWRbuGQQpI/AAAAAAAAAKo/hP6mmOnIocA/s1600-h/award+zahra+1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/SzWRbuGQQpI/AAAAAAAAAKo/hP6mmOnIocA/s320/award+zahra+1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/SzWRlUCMObI/AAAAAAAAAKw/7hEReeZOYaM/s1600-h/award+zahra+2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/SzWRlUCMObI/AAAAAAAAAKw/7hEReeZOYaM/s320/award+zahra+2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/SzWRvJAWjCI/AAAAAAAAAK4/50P21SjJOEk/s1600-h/award+zahra+3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/SzWRvJAWjCI/AAAAAAAAAK4/50P21SjJOEk/s320/award+zahra+3.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Terima kasih buat Mba Zahra, terima kasih buat para sahabat &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;SELAMAT TAHUN BARU &amp;amp; SUKSES SELALU&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-8687876455084392019?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/8687876455084392019/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2009/12/selamat-tahun-baru-sahabat.html#comment-form' title='25 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/8687876455084392019'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/8687876455084392019'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2009/12/selamat-tahun-baru-sahabat.html' title='SELAMAT TAHUN BARU SAHABAT...!!'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/SzWRbuGQQpI/AAAAAAAAAKo/hP6mmOnIocA/s72-c/award+zahra+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>25</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-1749997272871757349</id><published>2009-12-15T05:10:00.001+07:00</published><updated>2009-12-16T08:51:49.421+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>LIANG LAHAT</title><content type='html'>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CINAIN%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;o:smarttagtype name="place" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-parent:"";	margin:0in;	margin-bottom:.0001pt;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}@page Section1	{size:8.5in 11.0in;	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;	mso-header-margin:.5in;	mso-footer-margin:.5in;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 1.5pt 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Seorang lelaki berperawakan kurus yang berpakaian kumal dan lusuh terlihat mondar-mandir di area pemakaman desa Cikidul. Namun lelaki itu lebih sering terlihat duduk di bawah pohon mahoni yang cukup besar, tepat dibawah pohon itu terdapat dua makam yang berdampingan. Bagi pak Wardi, orang yang dipercaya untuk menjaga dan merawat kebersihan seluruh area pemakaman. Ia tak terlalu mempersalahkan kehadiran lelaki itu di area pemakaman, walau lelaki itu sulit diajak bicara. Jangankan di ajak mengobrol, ditegurpun lelaki itu hanya tersenyum saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila melihat dua makam dibawah pohon mahoni itu, pak Wardi teringat akan peristiwa yang terjadi dua bulan yang lalu saat pak Kades Cikidul meninggal dunia. Pak Wardi bersama beberapa orang warga yang bertugas menggali kubur menemui kejanggalan-kejanggalan yang tak pernah mereka temui selama ini. Sesuai amanat dari almarhum pak Kades yang meminta untuk dikuburkan disisi istri dan anaknya maka pak Wardi bersama warga yang lain menggali liang lahat disisi dua buah kuburan yang berdampingan itu. Namun baru saja mereka mulai menggali, kejanggalan sudah terjadi. Cangkul dan garpu terasa tak mampu menghujam di tanah. Permukaan tanah terasa begitu keras laksana menggali lapisan beton. Ketika diputuskan berpindah kesisi yang lainnya ternyata tetap sama. Mereka tak habis piker, mengapa itu bisa terjadi…?. Namun kejanggalan tak hanya sampai disitu. Kejanggalan kedua muncul saat tanah mulai tergali, walau tanah yang diangkat dari lubang sudah demikian banyak tapi&amp;nbsp; kedalaman lubang seperti tak berubah. Belum lagi ditambah kejanggalan terakhir, mereka dapati akar pohon mahoni yang menjulur ditengah-tengah lubang seakan tak berhenti tumbuh, walau sudah beberapa kali ditebas oleh tajamnya golok. Setiap kali akar terputus karena tebasan golok dengan cepat akar itu menjulur kembali seperti semula dan kemudian memenuhi lubang kubur yang telah susah payah mereka gali. &lt;st1:place w:st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; penggali makam yang memang sejak semula menemui kejanggalan akhirnya menyerah dan melaporkan hal itu kepada keluarga pak Kades atau para sesepuh kampung. Merekapun heran juga bingung setelah mengetahui apa yang telah terjadi, sehingga merekapun memutuskan untuk menggali lubang kubur ditempat yang lain dan agak jauh dari pohon mahoni tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 1.5pt 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kabar tentang kejanggalan-kejanggalan tersebut akhirnya sampai ketelinga seluruh warga kampung, merekapun mulai bergunjing mengenai keanehan yang terjadi. Gunjingan mereka terutama berkait dengan dua makam di bawah pohon mahoni itu. Kedua makam itu adalah makam istri muda pak Kades yang bernama Waluh bersama anaknya. Namun sudah menjadi rahasia umum kalau Waluh dinikahi karena ancaman dan pemaksaan. Padahal semua warga tahu bahwa Waluh sudah bertunangan dengan seorang pemuda bernama Samiaji. Suatu kali Samiaji pernah dipukuli oleh kaki tangan pak Kades dan diancam agar memutuskan tali pertunangan juga diancam agar tidak menemui Waluh lagi. Rasa sakit di hati Samiaji mengalahkan rasa sakit yang diderita tubuhnya. Hati Samiaji tidak terima, dia tak akan rela kekasih yang sangat dicintainya itu direngut begitu saja apalagi dengan cara-cara pengecut&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 1.5pt 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Suatu malam, saat cahaya remang-remang rembulan menyelimuti permukaan bumi, sebuah bayangan berkelebat dalam pekatnya malam. Dengan mengendap-ngendap bayangan itu mulai mendekati rumah pak Sukimin…ayah Waluh. Cahaya rembulan sedikit membantunya melewati kebun yang penuh ditumbuhi pohon kecapi yang rimbun. Rupanya bayangan itu adalah Samiaji yang bertekad untuk mengajak Waluh pergi walau apapun yang terjadi. Sejenak ia memperhatikan suasana sekeliling, ketika dirasa aman mulailah ia mengetuk daun jendela perlahan. Ketika mendengar suara ketukan dan panggilan dari Samiaji, Waluh segera bangkit dari tempat tidur. Dibukanya daun jendela kamar secara perlahan. Saat dilihat benar Samiaji kekasihnya iapun langsung memeluk dan menangis sesegukan, kemudian tangannya meraba wajah Samiaji&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 1.5pt 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FR" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;“ Kamu tidak apa-apa mas..?” tanya Waluh dengan nada khawatir karena ia telah mendengar kalau Samiaji telah dipukuli oleh kaki tangan pak Kades. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 1.5pt 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FR" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;“ Sudahlah tak usah menangis..dik ! aku tak apa-apa. Bagaimana…kamu sudah siap ? Tanya Samiaji sambil mengusap-usap bahu Waluh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 1.5pt 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;“ Sudah mas, tunggu… ?” Belum selesai ucapan Waluh, tiba-tiba terdengar suara bentakan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 1.5pt 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="NL" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;‘’ Hei..&amp;nbsp;! siapa disitu...&amp;nbsp;?&amp;nbsp;‘’ Mereka terkejut mendengar bentakan tersebut. Bentakan itu berasal dari seorang kaki tangan pak Kades yang ditugaskan mengamati gerak-gerik Waluh. Secepat kilat Samiaji memeluk dan mencium kening Waluh, lalu lari menghilang digelapan malam diiringi pandangan sendu Waluh. Waluh merasa ruang hatinya kosong tak berpenghuni, yang tersisa hanya kesunyian dan kehampaan. Firasatnya mengatakan itu adalah pertemuan terakhirnya dengan Samiaji. Dan memang sejak saat itu tak pernah sekalipun terdengar kabar tentang Samiaji. Berhasilkah ia lari dari kejaran kaki tangan pak Kades..? Atau malah tertangkap lalu di habisi..?. Tak ada yang tahu bahkan orang tua Samiaji sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 1.5pt 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin: 1.5pt 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="NL" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;* * * * * * * *&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 1.5pt 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 1.5pt 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="NL" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jiwa Waluhpun terpenjara, cintanya terpasung pada sakralnya ikatan perkawinan semu. Hatinya telah terbawa angin seiring hilangnya nama Samiaji dari perbincangan dan ingatan warga kampung. Setiap pagi ia mematung didepan pintu atau di balik daun jendela, berharap angin menghembuskan semilir kabar keberadaan Samiaji kekasihnya. Tapi dia hanya bisa menunggu..dan menunggu walau ia tahu matahari tak akan terbit dari barat. Dan kepedihan semakin dalam dirasakan Waluh, anaknya yang berumur satu setengah tahun ditemukan telah membujur kaku dengan mulut berbusa di dalam kamar saat ia tinggalkan mencuci. Waluh histeris dan beberapa kali jatuh pingsan, kali ini ia tidak bisa menahan gejolak perasaannya dan ia tidak bisa menerima kenyataan anak hasil hubungannya dengan Samiaji kini juga telah meninggalkannya sendirian menghirup udara busuk berselimut kemunafikan. Hanya anaknyalah yang membuat tegar, membuatnya kuat tapi kini tak ada lagi yang tersisa. Waluh merasa pak Kadeslah yang telah merengut nyawa dari anak yang telah dibesarkan dalam rahimnya, karena suaminya itu telah mengetahui bila anaknya adalah bukan anaknya tapi anak dari Samiaji. Karena tak kuasa menahan kesedihan, Waluh memilih untuk menyusul kepergian anaknya dengan gantung diri pada seutas kain gendongan anaknya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 1.5pt 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="NL" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pak Wardi bergidik bila mengingat kejadian itu, bulu kuduknyapun berdiri. Untuk menghilangkan rasa jerinya, pak Wardi kembali menyibukkan diri kembali dengan aktivitasnya. Sesekali matanya melirik kearah lelaki gelandangan yang kini terlihat duduk bersimpuh di depan liang lahat yang di tumbuhi rumput liar dan akar pohon mahoni itu. Lelaki gelandangan itu kini terlihat tersenyum dam mulutnya komat-kamit seakan sedang berbicara dengan seseorang. Dalam pandangan lelaki itu, ia sedang berhadapan dengan sebuah pintu gerbang yang penuh dengan ukiran yang memancarkan cahaya menakjubkan. Dibalik pintu gerbang dilihatnya pohon-pohon bunga berjajar rapih dengan kelopak yang bermekaran warna-warni dan kupu-kupu cantik melayang-layang diatasnya. Kemudian dilihatnya seorang wanita bersama seorang anak kecil berpakaian serba putih gemerlap tersenyum padanya sambil melambai-lambaikan tangan mereka. Lalu ia berlari memeluk wanita dan anak kecil itu bergantian, kemudian sambil menciumi anak kecil dalam gendongannya merekapun melangkah pergi dan menghilang dengan wajah penuh berseri-seri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 1.5pt 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="NL" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pak Wardi tertegun, terlihat olehnya lelaki itu membersihkan rumput-rumput pada liang lahat tersebut. Ketika tubuh lelaki itu tak muncul kembali setelah sekian lama dalam liang lahat, pak Wardipun mencoba mendekati dan melihat apa yang terjadi. Dan iapun terkejut bukan main saat dilihatnya lelaki itu tertidur didasar liang lahat dengan senyum yang mengembang. Pak Wardi segera berlari keluar makam dan mengabarkan apa yang ia lihat kepada siapa saja. Dengan segera kabar itu cepat menyebar dan kini pemakaman itu telah dipenuhi warga yang berdesakan untuk mendekati liang lahat dimana lelaki gelandangan itu terbaring. Yang mengherankan warga, akar-akar pohon mahoni yang memenuhi liang kini tak terlihat lagi...semua telah lenyap tak berbekas. Salah seorang warga berinisiatif turun ke liang lahat untuk memeriksa apakah lelaki itu sudah tak bernyawa atau hanya tertidur ..? namun setelah diperiksa urat nadinya..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 1.5pt 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="NL" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;“ Ia sudah wafat....!” teriaknya. Dan wargapun kembali gaduh membicarakan keanehan yang kesekian kali terjadi pada liang lahat itu, namun mereka kembali terkejut saat warga yang turun tadi kembali berteriak..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 1.5pt 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;“ Ini Samiaji....Samiaji..!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 1.5pt 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="margin: 1.5pt 0in; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Kampung sawah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="margin: 1.5pt 0in; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;25 Juli 2009 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-1749997272871757349?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/1749997272871757349/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2009/12/seorang-lelaki-berperawakan-kurus-yang.html#comment-form' title='24 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/1749997272871757349'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/1749997272871757349'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2009/12/seorang-lelaki-berperawakan-kurus-yang.html' title='LIANG LAHAT'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>24</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-4670511197279142514</id><published>2009-12-05T15:00:00.000+07:00</published><updated>2009-12-05T15:02:37.509+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>BERIKANLAH LEBIH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Beberapa waktu lalu, terkadang di saat iseng saya punya kebiasaan mencatat kata-kata atau kalimat berupa kata-kata mutiara atau kalimat yang bernuansa filosofis. Saya berpikir barangkali berguna sebagai bahan renungan atau mungkin penjabarannya bisa saya sisipkan pada sebuah tulisan atau cerpen yang akan saya buat. Kemarin di saat iseng-iseng pula saya membuka-buka catatan lama dan menemukan sesuatu yang rasanya pantas di jadikan bahan untuk berbagi ( sumber tak tercatat ).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat di wawancarai sebuah majalah, aktor Will Smith pernah berujar dengan nada bernuansa filosofis&amp;nbsp;&amp;nbsp; : &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b&gt;" ketika anda diminta berlari 3 mil, larilah 5 mil. Sehingga ketika anda sedang tidak mampu berlari 3 mil dan hanya bisa mencapai 2 mil anda tidak akan merasa berhutang karena anda sudah menabung lebih dulu 2 mil "&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Barangkali yang dapat kita ambil dari ucapan tadi, biasakanlah atau budayakanlah dalam hidup anda " kesediaan untuk memberi lebih dari yang diminta. Biasakanlah untuk punya tabungan kebaikan hati, kemurahan hati dan kelebihan-kelebihan lainnya. Jangan berhenti sampai dengan apa yang diminta dari anda, tetapi berikanlah lebih.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berbuatlah demikian hingga anda mampu berkata " setidaknya aku sudah memberikan lebih atau setidaknya aku sudah melakukan yang terbaik yang aku bisa ". Dengan demikian tak ada lagi rasa sesal yang datang melanda.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagaimana menurut anda...? &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-4670511197279142514?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/4670511197279142514/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2009/12/berikanlah-lebih.html#comment-form' title='19 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/4670511197279142514'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/4670511197279142514'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2009/12/berikanlah-lebih.html' title='BERIKANLAH LEBIH'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>19</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-4046606524159737712</id><published>2009-12-01T16:28:00.000+07:00</published><updated>2009-12-02T15:11:17.141+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Award temen'/><title type='text'>AWARD MBA FANDA</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Ada kebingungan yang melanda saya saat ingin posting award dari &lt;a href="http://bukufanda.blogspot.com/"&gt;Mba Fanda...&lt;/a&gt; ini, entahlah... saya tak menemukan untaian kata yang tepat untuk menggambarkan ucapan terimakasih atas hadiah awardnya. Coba mampir ke rumah om google untuk cari makna dari kata kasih juga tak memuaskan saya, secara tak sengaja saat cari syair lagu yang cocok dan kemudian menemukan syair lagu " kasih " dari tahun 90' yang dinyanyikan Ismi Aziz. Cukup memuaskan saya tapi tak tahu apakah cukup layak untuk menggambarkan rasa terimakasih. &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;KASIH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Ismi Aziz&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;di malam ini &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;kita berdua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;bintang bercahaya &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;bulan pun tertawa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;kegundahan hati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;kini telah berganti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;usai cinta dulu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;bersama hadirmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/SxTho2Fvy1I/AAAAAAAAAJg/mHiq6kwr6Zw/s1600/award+kasih.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/SxTho2Fvy1I/AAAAAAAAAJg/mHiq6kwr6Zw/s320/award+kasih.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;kasih biarkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;cerita yang lalu pergi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;kasih dengarlah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;nada-nada cinta kini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;di pagi ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;kita berdua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;pelangi membawa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;bunga-bunga cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;cinta yang tlah lalu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;tiada arti lagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;kau hadir di sini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;bersama mentari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Yang pasti saya mengucapkan terimakasih buat mba Fanda semoga persahabatan tetap terjalin erat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-4046606524159737712?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/4046606524159737712/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2009/12/award-mba-fanda.html#comment-form' title='17 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/4046606524159737712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/4046606524159737712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2009/12/award-mba-fanda.html' title='AWARD MBA FANDA'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/SxTho2Fvy1I/AAAAAAAAAJg/mHiq6kwr6Zw/s72-c/award+kasih.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>17</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-1875925168577403976</id><published>2009-11-22T15:05:00.000+07:00</published><updated>2009-11-22T15:08:01.208+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>BEBAN HIDUP</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Malam terus merangkak, walau terasa  begitu lambat dan seakan tak mampu mengimbangi langkah sang waktu yang berpacu cepat. Udara malampun terasa begitu dingin karena sore hari hujan turun begitu lebatnya, namun seorang lelaki tidur dengan bersimbah peluh. Tubuhnyapun selalu bergerak dan tak bisa diam, sesekali terdengar lenguhan dan racauan yang tak jelas keluar dari mulutnya. Rupanya lelaki itu mengalami mimpi buruk, Mimpi yang muncul karena terbawa kegalauan hati yang menyelimutinya akhir-akhir ini. Kegalauan yang timbul akibat ketidak mampuannya memenuhi kebutuhan hidup terutama tuntutan istrinya dan saat ini kegalauan itu hampir membuatnya gila. Lelaki itu tak menemukan solusi dan jalan keluar dari masalah yang dihadapinya. Kepalanya hampir pecah memikirkan persoalan-persoalan itu, ditambah lagi sikap istrinya yang ia anggap terlalu cerewet dan malah membuatnya bertambah pusing. Terkadang ia menyalahkan istrinya yang tidak bisa menggunakan uang yang ia berikan dengan baik, jangankan disisihkan untuk menabung terkadang untuk makan sehari-haripun seakan tak pernah cukup. Maka tak heran pertengkaran demi pertengkaran sering menghiasi hari-hari dalam rumah tangganya. Seperti sore tadi…&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&amp;nbsp;‘’ Mas.., susu anakmu sudah habis..! mana uang untuk beli susu..!?” Ujar istrinya saat meminta uang pada lelaki itu.&lt;br /&gt;“ Sabar dong bu.., aku juga sedang memikirkan itu “&lt;br /&gt;“ Bagaimana aku bisa sabar, kamu mau anakmu kekurangan gizi karena tak minum susu. Lagipula uang tak akan datang kalau kamu cuma berpikir, ya..dicari dong mas..!”&lt;br /&gt;“ Apa yang kau katakan benar..tapi kamu tahu sendiri hutangku sudah menumpuk dimana-mana. Aku harus cari dimana lagi..?”&lt;br /&gt;“ Lho..kamu kok tanya sama aku. Kamu kan kepala keluarga.., usaha dong..! Mencuri kek, merampok kek...masa bodoh ! Aku nggak mau tahu, yang penting ada uang. Jangan sampai aku beranggapan kamu tak becus jadi kepala keluarga...!” Ujar istrinya sambil berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lelaki itu terdiam mendengar kalimat terakhir yang keluar dari mulut istrinya. Darahnya langsung mendidih, ucapan istrinya itu bagai palu godam yang menghantam dadanya. Ingin rasanya ia berlari menyergap istrinya lalu meremukkan mulutnya yang busuk itu tapi tak dilakukannya. Dalam lubuk hati ia membenarkan ucapan istrinya itu, untuk mendapatkan uang ia harus berusaha. “ Tapi usaha apa..? Apakah aku harus mencuri dan merampok seperti usul istriku tadi..?. Tidak...tidak ! aku tak akan melakukannya “. Walau ia jarang mendekatkan diri kepada Tuhan, lelaki itu tetap saja takut dengan azab yang akan menimpanya nanti jika melakukan perbuatan yang di larang dan di benci Tuhan. Mulut lelaki itu masih saja terus meracau tak jelas dan peluhnyapun masih terus membanjiri tubuhnya. Untungnya ia tidur di ruang tamu, terpisah dengan anak dan istrinya sehingga racaunya tak terdengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * * * * * * * * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Samar-samar terdengar azan shubuh berkumandang, lelaki itu terbangun. Namun seperti biasa lelaki itu malas membuka matanya karena suara azan itu dianggapnya hanya bunyi alarm yang mengusik tidurnya. Dan saat suara azan itu tak terdengar lagi, iapun memeluk guling dan kembali meneruskan mimpinya. Namun kali ini ia tak bisa memejamkan matanya kembali karena ia merasa tak bisa menggerakkan kedua kakinya, kakinya seperti kaku dan mati rasa. Perlahan ia membuka matanya lalu samar-samar ia melihat kaki tertimbun sebuah gundukan dari ujung jari sampai ke pangkal paha. Dalam cahaya yang remang-remang matanya menatap lamat-lamat benda apa yang menimbun kedua belah kakinya. Dan iapun terbelalak saat menyadarai bahwa gundukan itu adalah gundukan uang. Lelaki itu mengucek-ngucek kedua bola matanya lalu mencubit pipinya, ah..ini bukan mimpi..! Hatinyapun melonjak kegirangan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dengan susah payah lelaki itu membebaskan kedua belah kakinya, lalu seperti anak kecil yang bermain permainan mandi bola lelaki itupun menjatuhkan tubuhnya pada gundukan uang itu dan menghamburkannya sebagian ke atas. Lembar-lembar uang yang melayang-layang, tak luput dari tatapan matanya yang berbinar-binar. Namun sesaat kemudian ia tercenung, akan aku apakan uang sebanyak ini ? Membayar semua hutang-hutangnya ia rasa cukup hanya dengan satu genggaman saja. Lalu ada ketakutan dalam dirinya, ia takut istrinya tahu bahwa kini ia mempunyai uang yang melimpah. Ia takut, uang ini akan habis tak berbekas dalam hitungan hari karena gaya hidup istrinya yang boros. Lelaki itu dengan tergesa berlari kearah dapur lalu mengambil selembar karung bekas penyimpan beras. Tanpa menghitung lagi, dimasukkannya genggam demi genggam lembar uang itu ke dalam karung dan setelah penuh karung itupun di taruhnya di gudang perkakas. sisa uang yang tak tertampung dalam karung, ia jejalkan dalam dalam tas bututnya. Namun kebingungan dan ketakutan masih melandanya, bagaimana bila istrinya tahu ada uang dalam tas ?. Akhirnya lelaki itu berniat menghibahkan uangnya ke mesjid yang terletak tak jauh dari rumahnya. Ia berpikir barangkali dengan beramal kepada mesjid, dosa-dosa yang telah ia lakukan selama ini dapat sedikit terhapus. Atau barangkali juga Tuhan akan kembali melimpahkan rejeki kepadanya, walau selama ini ia tak pernah bersyukur dengan apa yang telah di dapatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * * * * * * * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Cahaya mentari mulai menampakkan diri dari balik rimbunnya pepohonan. Kokok ayam jantan sudah tak terdengar sejak tadi dan kini berganti nyanyian riang burung-burung kecil menyambut pagi. Lelaki itu melangkahkan kakinya menuju mesjid. Tetapi tak lama lelaki itupun kembali di dera rasa bingung dan selaksa tanya hinggap dalam benaknya. Bagaimana bila ditanya asal muasal uang ini ? Bagaimana kalau mereka tak percaya ? Apakah mereka akan menuduhku seorang pencuri atau perampok ?. Di tengah kebingungannya, lelaki itu berpapasan dengan beberapa warga. Mereka terperangah saat lelaki itu berjalan linglung kearah jalan raya.&lt;br /&gt;‘’ Mas, jangan kesana mas… ! ‘’ Ujar salah satu dari mereka sedikit panik. Sang lelaki terlihat ketakutan, ia berpikir kalau orang-orang itu akan merampas uangnya. Tapi niat untuk lari tertahan karena orang itu telah memegang tasnya, sang lelaki berusaha menarik tasnya.&lt;br /&gt;‘’ Lepaskan..lepaskan ! ini uangku...ini uangku...lepaskan ! ‘’ teriak sang lelaki parau.&lt;br /&gt;‘’ Tenang mas..tenang. Kami tak akan mengambil uangmu, kami hanya ingin mengajakmu pulang ‘’ Ujar orang itu untuk membujuknya.&lt;br /&gt;‘’ Bohong.. !  pasti kalian bohong. Tolong…Tolong ! ada perampok…’’ Teriak sang lelaki sambil menangis. Lalu terjadi tarik menarik antara sang lelaki dengan orang-orang itu. Tak lama kemudian tas butut itupun putus dan robek menjadi dua, semua isinyapun berhamburan. Sang lelaki tak dapat menguasai keseimbangan saat tasnya putus, ia terhuyung-huyung dipinggir jalan raya. Brakkk..!!  Tiba-tiba sebuah mobil truk menghantam tubuh sang lelaki dan orang-orang itu hanya bisa terpana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * * * * * * * * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Tubuh sang lelaki terbujur kaku di ruang tamu rumahnya. Disekelilingnya beberapa orang sedang khusyuk mengaji, seorang wanita terlihat menangis sesegukkan karena telah di tinggalkan suaminya pergi ke alam baka. “ Kita memang susah mas.., tapi mengapa harus berakhir seperti ini..” Gumam sang istri disela tangisnya. Sang istripun sangat menyesal bila ingat ia tak bisa membantu meringankan beban suaminya saat terkena PHK di kantornya. Begitu berat beban yang ditanggung suaminya, sehingga sejak dua bulan lalu suaminya jadi orang yang sangat pendiam, suka bicara sendiri dan tertawa sendiri. Tingkahnyapun semakin tak waras, semalam suntuk ia menggunting lembar-lembar kertas koran menjadi lembar-lembar kertas berbentuk lembar uang. Dan sang lelaki hampir saja mengamuk saat istrinya memintanya tidur. Sesal memang tak akan mengembalikan suami ke pelukannya, ia hanya berharap semoga suaminya kini menjadi lebih tenang. Karena kini suaminya tak lagi menanggung beban hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampung sawah&lt;br /&gt;13 Oktober 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-1875925168577403976?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/1875925168577403976/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2009/11/beban-hidup.html#comment-form' title='31 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/1875925168577403976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/1875925168577403976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2009/11/beban-hidup.html' title='BEBAN HIDUP'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>31</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-1933740738510678770</id><published>2009-11-13T12:46:00.000+07:00</published><updated>2009-11-14T22:20:28.980+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Award temen'/><title type='text'>AWARD DARI  BECCE LAWO</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Becce Lawo memang gokil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Gaya anak muda yang jail juga usil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Membuat award begitu terampil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Aku jadi mikir sambil korek-korek upil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/Sv7KSCgqkUI/AAAAAAAAAJQ/xMeZNrpITjg/s1600-h/Bang+NOOR.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/Sv7KSCgqkUI/AAAAAAAAAJQ/xMeZNrpITjg/s320/Bang+NOOR.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Terima kasih sahabatku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Award spesial membuatku terpaku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Hati rasa tersipu malu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Tak tahu kapan bisa membalas kebaikanmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Thank's sob..!!&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-1933740738510678770?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/1933740738510678770/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2009/11/award-dari-becce-lawo.html#comment-form' title='21 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/1933740738510678770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/1933740738510678770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2009/11/award-dari-becce-lawo.html' title='AWARD DARI  BECCE LAWO'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/Sv7KSCgqkUI/AAAAAAAAAJQ/xMeZNrpITjg/s72-c/Bang+NOOR.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>21</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-3511473690150351566</id><published>2009-11-06T16:46:00.000+07:00</published><updated>2009-11-06T16:52:13.433+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>AKHIRNYA AKU BISA TENANG</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Aku duduk diatas sebuah batu besar yang teronggok di pinggir jalan. Aku tercenung, tatapan mataku kosong dan jiwaku terasa hampa. Dalam kepala terasa dipenuhi berlaksa pikir, Namun aku tak tahu apa yang aku pikirkan. Didalam benak ada berjuta tanya namun akupun tak tahu apa yang aku pertanyakan. Aku juga tak mengerti mengapa akhir-akhir ini jiwaku selalu dirundung sepi, aku merasa terbuang..terasing dari kehidupanku sendiri. Tak ada seorangpun yang menghiraukan aku, tak ada seorangpun yang perduli akan diriku. Bukan hanya ayah ibuku, kakakku, adikku, temanku dan bukan hanya sahabatku. Semuanya seakan menghindariku, jangankan menjawab sapaku..menolehpun seakan-akan mereka enggan. Apa salahku ?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Apakah mereka sudah muak dengan segala tingkah lakuku yang bejat, apakah mereka sudah muak dengan perbuatan-perbuatanku yang mendustai agama. Apakah…?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“ Hei..bung ! mengapa kau termenung…!?” Tiba-tiba seorang lelaki sebayaku datang menyapa. Aku tak mengenalnya, namun wajahnya tampak begitu berseri-seri dan pakaian yang dikenakannyapun tampak begitu bersih.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“ Maaf, anda siapa ?” Tanyaku&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“ Aku..? “ Dia balik bertanya, lalu tersenyum. “ Bung..mungkin kau tak mengenal aku, tapi sebenarnya kita sama “&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“ Sama ? apa maksudnya..?” Lagi-lagi aku tak mengerti.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“ Kita ada disini karena suatu kepentingan, walau kepentinganku dan kepentinganmu berbeda. Ah..sudahlah, nanti kau juga akan tahu mengapa kau ada disini. Mumpung kita masih di beri kesempatan, ayo..segera kita selesaikan kepentingan kita “. Aku makin tak mengerti, saat lelaki itu mengucapkan salam dan berlalu..aku hanya bisa mengangguk. Dan akupun kembali terhempas dalam sepi, namun kini beberapa tanya mulai menyesaki benakku karena ucapan lelaki tadi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam kegalauanku, aku melihat seseorang lelaki melintas di hadapanku. Sebenarnya aku tak perduli apakah ia menyapaku atau tidak tapi kehadirannya membuat aku terhenyak. Sosok lelaki itu bila dilihat dari perawakan juga wajahnya sepertinya mirip sekali denganku dan aku serasa sedang bercermin saat menatapnya. Kulihat lelaki itu berjalan agak terhuyung, dari mulutnya tercium jelas bau alkohol dari minuman yang seharusnya jadi campuran minum jamu. Tampaknya ia sedang menggerutu karena terlihat mulutnya komat-kamit, tak jelas apa yang sedang membuatnya kesal. Karena penasaran akupun mengikuti kemana kakinya melangkah. Lelaki itu terus berjalan menjauhi perkampungan dan tak seberapa lama sampailah ia ke tepi kampung dimana terletak beberapa pohon rimbun dengan sebuah jurang yang cukup dalam. Entah apa yang akan di lakukan lelaki itu, aku tak tahu. Tapi tiba-tiba terdengar suara minta tolong tak jauh dari tempat ia berdiri, lelaki itu segera berlari menghampiri asal suara dan akupun masih terus membuntutinya. Sesampainya di tempat asal suara terlihat seorang wanita tengah berupaya melepaskan diri dari tiga orang begundal yang akan memperkosanya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“ Hei...lepaskan wanita itu !” Bentak sang lelaki yang sejak tadi aku ikuti. Para begundal itu sempat terkejut karena tak menyangka bahwa perbuatan mereka ada yang mengetahui, namun sebentar kemudian mereka tertawa terbahak setelah mengetahui siapa yang datang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“ Ah...brengsek kau Min, aku kira siapa. Ayo sini bantu kita, nanti ada deh jatahmu tapi antri dulu ya.. ! ‘’ Ujar salah satu dari mereka dan kemudian tawa mereka kembali membahana.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;‘’ Heh... ! kalian yang brengsek. Cepat kalian lepaskan wanita itu !’’ Ujar lelaki itu dengan nada keras. Para begundal itu menghentikan tawa mereka, dengan sedikit heran dan tak menyangka bahwa sang lelaki  berkata seperti itu kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;‘’ Hei..apa-apaan nih. Jangan berlagak sok alim kau Min...!’’ Ujar salah satu dari mereka.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;‘’ Aku memang bejat, aku memang tak pernah sholat tapi aku tak akan pernah berbuat seperti kalian. Cuma orang-orang pengecut saja yang melakukan apa yang kalian lakukan ! ‘’&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;‘’ Brengsek kau Min, kurang ajar.. !’’ setelah saling berpandangan mereka langsung berbagi tugas, dua orang menyerang lelaki itu dan seorang lagi memegangi sang wanita. Kedua begundal mengambil sebatang kayu yang terserak di tanah lalu mulai menyerang lelaki itu dan lelaki itupun sekuat tenaga menangkis serangan mereka. Aku bergididk melihat perkelahian itu, tersirat niat untuk membantu lelaki itu tapi aku terlalu takut dan hanya berani menonton dari balik pohon sambil berharap sang lelaki dapat mengatasi lawannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Beberapa menit perkelahian terlihat masih seimbang namun ketika begundal yang ketiga turut mengeroyok lelaki itu barulah terlihat sang lelaki mulai terdesak. Beberapakali tubuhnya dihantam pukulan yang datang bertubi-tubi, tubuhnyapun mulai terhuyung mendekati bibir jurang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“ Nah..baru tahu rasa kau, makanya jangan sok jadi pahlawan...” Ujar salah satu begundal.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“ Sudahlah, lemparkan saja ia ke jurang. Biar badannya busuk di dasar jurang “ sahut temannya, lalu mereka mulai mendorong tubuh lelaki itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“ Jangaaaann..!!” Tiba-tiba sang wanita berlari dan mencoba menahan tubuh sang lelaki yang mulai terguling. Namun tenaganya yang lemah malah membuatnya terbawa dan ikut terguling kedasar jurang. Para begundal sangat kaget dengan kejadian yang terjadi begitu cepat, sehingga mereka tak bisa berbuat apa-apa. Akupun tercekat melihat dua tubuh terguling dan meluncur kebawah lalu terhempas tak berdaya didasar jurang. Didasar jurang terlihat sang lelaki berusaha bangkit namun ia langsung mengaduh saat dirasakan kakinya patah, dengan beringsut ia mendekati tubuh sang wanita yang tergolek lemah namun masih hidup. Melihat kondisi wanita itu, lelaki itupun menangis. Dengan napas yang tersenggal-senggal ia berujar…&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“ Ya Tuhan, barangkali ini adalah kesempatanku untuk melakukan satu-satunya perbuatan baik dalam hidupku. Tolong jangan cabut nyawaku sebelum aku dapat menyelamatkannya “ Ujar sang lelaki lirih.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku merasakan kesedihan yang mendalam saat mendengar ucapan lelaki itu, namun sayangnya Tuhan berkehendak lain. Ruh lelaki itu telah tercabut dari raganya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Akupun mencoba membantu, tapi aku terlalu bingung arus berbuat apa. Tanpa sengaja kakiku menyeret langkah menuju perkampungan. Namun orang-orang yang kutemui dan kumintai tolong tak ada satupun yang menghiraukanku. Aku hampir menangis karena putus asa namun ditengah keputus asaanku, aku melihat seseorang yang mungkin dapat aku mintai tolong. Kulihat mas Aji sedang tertidur pulas di beranda depan rumahnya, akupun masuk ke alam mimpinya dan menceritakan kejadian yang kulihat tadi. Dan tak lama mas Aji terbangun dari tidurnya, keringat dingin bercucuran.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“ Ada apa pak ?” tanya istrinya ketika melihat suaminya bangun dengan tiba-tiba.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“ Sepertinya aku mimpi buruk bu..”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“ Ah..itukan salah bapak sendiri kenapa tidur siang-siang. Lagipula mimpi kan cuma kembang tidur “&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“ Tapi ini seperti nyata bu. Si Parmin anak begundal itu minta tolong padaku karena jatuh ke jurang ‘’&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;‘’ Kalau memang benar seperti itu biarkan saja pak. Nggak ada untungnya menolong anak begundal seperti Parmin itu “ Mas Aji terdiam, tapi karena penasaran iapun beranjak lalu dengan ditemani mas Parjo mereka menuju jurang di pinggir hutan. Dan merekapun terkejut setelah melihat kenyataan bahwa mimpi mas Aji adalah benar-benar nyata. Seketika seluruh kampung menjadi geger dan akhirnya wanita yang bersama Parmin dapat diselamatkan nyawanya, sedangkan  jasad Parmin sendiri di makamkan dengan layak di pemakaman kampung. Aku tersenyum puas, ternyata usahaku tak sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“ Hei...tampaknya kamu sudah merasa gembira sekarang “ Ujar lelaki yang berpakaian serba putih menyapa sambil menepuk-nepuk bahuku.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“ Ya...aku sudah tenang sekarang ! ragaku akhirnya dapat di makamkan dengan layak dan keinginanku untuk menolong wanita itu akhirnya kesampaian. Aku tak tahu apakah itu berguna nantinya, tapi paling tidak kini aku mempunyai satu bekal kebaikan” Jawabku.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“ Baguslah...! Ayo...sang utusan telah menunggu kita” Ujar lelaki itulagi, akupun menyambut ajakannya dengan senyuman. &amp;nbsp;Lalu tubuhkupun melayang menuju sebuah titik cahaya yang makin lama makin terang benderang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Cawang, 06 Nov 09&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-3511473690150351566?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/3511473690150351566/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2009/11/akhirnya-aku-bisa-tenang.html#comment-form' title='13 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/3511473690150351566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/3511473690150351566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2009/11/akhirnya-aku-bisa-tenang.html' title='AKHIRNYA AKU BISA TENANG'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-4209646652394494917</id><published>2009-11-02T14:38:00.000+07:00</published><updated>2009-11-06T08:30:24.390+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>BUKAN SKENARIO</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;" Hei Ton..! aku sudah sampai Pancoran nih. Kamu ada dimana ?" seru Raditya melalui handphonenya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;" Oh..kamu Dit, aku masih di kantor. Lebih baik kamu langsung saja kerumah. Awas..! kalau sampai menginap di hotel. Putus hubungan pertemanan kita " balas Anton sambil berseloroh.&lt;br /&gt;" Oke bos ! beres..tapi bila aku menginap dirumahmu, nggak ganggu neraca keuangan kan ?"&lt;br /&gt;" Sialan..! tenang aja deh. Bakalan aku servis abiss.." merekapun tertawa dan setelah menutup pembicaraan mereka, Raditya langsung mengarahkan kendaraannya ke arah Pejaten Pasar Minggu menuju kediaman Anton. Anton dan Raditya telah menjadi sahabat karib sejak bersekolah di salah satu SMA kota Cirebon, begitu akrabnya mereka sehingga dimana ada Anton disitu juga ada Raditya. Bolos sekolah, nongkrong bahkan tawuranpun mereka sama-sama. Dan kini setelah lulus merekapun sama-sama merantau, Anton ke Jakarta dan meniti karir di media televisi swasta sedangkan Raditya menjadi seorang pengusaha sukses di Bandung. Anton menikahi Tania gadis teman satu SMA mereka, sehingga Raditya tak canggung dengan keluarga Anton dan seringkali saat ada keperluan bisnis di Jakarta Raditya selalu bermalam di rumah keluarga Anton. Walau sebenarnya itu bukanlah keinginannya tapi semata-mata untuk menyenangkan sahabatnya saja. Sedangkan Anton memang punya kepentingan sendiri dengan meminta Raditya selalu menginap di rumahnya bila ke Jakarta, selain menunjukkan bahwa ia tak melupakan persahabatan mereka namun jauh dilubuk hatinya Raditya dianggapnya sebuah aset. Sebagai pengusaha yang sukses tentunya dari segi finansial Raditya adalah orang yang berkecukupan, dengan begitu Anton berharap Raditya dapat membantunya memecahkan masalah yang sering ia hadapi terutama bila menghadapi masalah kesulitan keuangan. Sekian tahun bekerja Anton merasa tak mengalami perubahan, jalan ditempat dan tak ada peningkatan dari segi karir maupun finansialnya. Raditya tentunya tahu hal itu sehingga ia tak segan-segan mengucurkan uang simpanan yang dimilikinya bila Anton sewaktu-waktu membutuhkan. Terakhir Raditya membantu biaya pengobatan ibu Anton yang sakit jantung akut, kini telah sembuh dan dibawa Anton ke Jakarta," agar lebih mudah mengawasinya " ujar Anton waktu itu. Padahal Anton membawa ibunya ke Jakarta karena ayahnya sendiri telah lama meninggal sedangkan adik-adiknya yang juga sudah berkeluarga merasa keberatan merawat ibu mereka yang sakit-sakitan. Waktu itu seluruh biaya pengobatan ibu Anton serta biaya membawanya ke Jakarta semua ditanggung Raditya tanpa mengharap pamrih walau Anton berjanji akan mengembalikannya dengan cara mencicil.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setibanya di perempatan lampu merah Pasar Minggu Raditya membelokkan kendaraanya kekanan memasuki daerah Pejaten. Setelah melewati dua buah tikungan sempit sampailah ia di depan gerbang rumah Anton. Pintu gerbang dibuka oleh pembantu rumah tangga yang sudah ia kenal baik dan di beranda rumah sudah berdiri ibu Anton, Tania juga Sandra adik Tania. Ibu Anton sudah menganggap Raditya seperti anaknya sendiri, sehingga ia terlihat begitu gembira menyambut kedatangannya kembali. Raditya langsung mencium lengan ibu Anton dan kemudian memeluknya, lalu menjabat tangan Tania juga Sandra.&lt;br /&gt;" Wah.. nak Adit, sudah lama sekali ya..tidak kesini. Kemana saja ?" sambut ibu Anton ramah.&lt;br /&gt;" Ah..biasalah bu, dirumah banyak pekerjaan ".&lt;br /&gt;" Istrimu ndak diajak toh..?"&lt;br /&gt;" Ya nggak lah bu!, anak-anak kan masih sekolah. Lagipula saya kesini ada urusan pekerjaan bukan jalan-jalan " ujar Raditya sambil tertawa.&lt;br /&gt;" Ya sudah sana..kamu istirahat dulu, biar Tania yang mengantarmu ".&lt;br /&gt;" Biar saya saja bu..! mari..mas, saya antar !" ajak Sandra sambil melemparkan senyum.&lt;br /&gt;Setelah merapihkan barang-barang bawaannya dan istirahat sejenak, Raditya kembali ke beranda depan bergabung dengan ibu Anton dan Tania yang sudah duduk disana. Merekapun berbincang diselingi senda gurau sambil menunggu Anton pulang dari kantornya. Satu jam berselang Anton pulang dan menemui mereka yang sedang asik ngobrol.&lt;br /&gt;" Wah..! sedang membicarakan aku ya.." ujar Anton.&lt;br /&gt;" Ihh..ge-er banget ! siapa yang membicarakan mas Anton, iya kan bu !?" balas Tania, ibu Anton hanya tersenyum-senyum saja. Raditya menghampiri Anton yang baru saja datang dan merekapun berpelukan layaknya sahabat yang lama tak jumpa.&lt;br /&gt;" Sepertinya tambah gendut saja kau..Ton !" ujar Raditya sambil menepuk-nepuk perut Anton.&lt;br /&gt;" Ah..bisa saja kau. Eh..bagaimana kabar mbak Silvi juga si bungsu ?" tanya Anton.&lt;br /&gt;" Syukurlah..semua sehat-sehat saja "&lt;br /&gt;" Oke Dit..! aku mau kebelakang dulu. Terusin deh..ngobrolnya " ujar Anton sambil berlalu ke dalam diikuti oleh Tania. Tinggal lah Raditya bersama ibu Anton meneruskan obrolan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari telah meninggalkan senja, selimut malampun telah terbentang menyelimuti hamparan langit. Cahaya temaram bulan sabit tak mampu menandingi cahaya-cahaya yang berpendar dari lampu-lampu jalan dan rumah-rumah yang cukup padat di selatan Jakarta itu. Dengan ditemani istrinya, Anton masih berbincang-bincang dengan Raditya di beranda depan itu sedangkan ibu Anton dan Sandra sudah pergi tidur sejak tadi. Topik yang mereka perbincangkan juga bermacam-macam, dari kenangan mereka selama di SMA lalu tentang pekerjaan juga soal rumah tangga. Seperti biasa obrolan mereka begitu hangat, akrab diselingi canda dan tawa.&lt;br /&gt;" Eh..sorry Ton !, sebelumnya aku minta maaf. Mungkin aku hanya menginap satu malam saja disini " ujar Raditya tiba-tiba.&lt;br /&gt;" Lho..memangnya kenapa Dit ?"&lt;br /&gt;" Besok aku ada meeting di hotel Borobudur dengan beberapa kolegaku, dan kemungkinan sampai larut malam. Aku pikir daripada aku capek bolak-balik lebih baik sekalian saja aku menginap disana. Kamu nggak keberatan kan ?"&lt;br /&gt;" Ya..nggak apa-apa sih. Berapa hari meetingnya ?"&lt;br /&gt;" Tergantung !, bila agenda yang akan kami bahas bisa selesai besok berarti cuma satu hari. Tapi bila belum selesai pastinya dilanjutkan keesokan harinya ".&lt;br /&gt;" Oh..begitu, ya..deh !".&lt;br /&gt;Setelah rasa kantuk mulai menyerang dan mata mulai terasa berat mereka sepakat untuk beristirahat. Raditya menuju ruang tidur yang terletak di lantai dua bersebelahan dengan ruang kerja Anton yang biasa ia gunakan saat menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan kantor atau hanya sekedar membaca buku-buku yang memang cukup banyak dan tertata rapih di rak buku. Raditya membuka gorden jendela kamar lebar-lebar, kemudian memandangi kerlap-kerlip lampu dari beberapa rumah. Juga terlihat olehnya beberapa kendaraan yang lewat karena memang rumah Anton hanya beberapa meter saja dari jalan raya alternatif yang menghubungkan Pasar Minggu ke Kalibata atau Mampang Prapatan. Walau pemandangan yang ia lihat tak seindah jika dibandingkan dengan pemandangan yang ada di Bandung, tapi itu cukup membuatnya senang. Ia  merebahkan tubuhnya perlahan dan mencoba memejamkan mata, sedang Anton dan istrinya masih menonton televisi di ruang tidur mereka. Jarum jam terus berdetak, malam pun mulai merambat menapaki ujung hari. Waktu telah menunjukkan hampir tengah malam, ketika sebuah bayangan keluar dari kamar dan menutup pintunya kembali perlahan. Dengan sangat hati-hati dan berusaha tidak menimbulkan suara, bayangan itu berjalan perlahan menuju sebuah kamar lain lalu mengetuk daun pintunya.&lt;br /&gt;" Kok lama sayang..?" tanya seseorang di balik pintu, sedangkan yang ditanya tak menjawab, ia hanya tersenyum lalu tanpa berlama-lama merekapun bersatu dalam pelukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * * * * * * * * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berpisah di perempatan Tugu Pancoran, Anton dan Raditya berpisah. Anton melanjutkan perjalanan ke arah Grogol menuju tempat kerjanya sedang Raditya memilih jalan Tebet Raya untuk menuju ke Hotel Borobudur. Dalam perjalanan Anton bersiul-siul gembira, karena merasa skenario yang telah ia susun jalannya sudah terbuka, suatu rencana busuk yang telah ia rencanakan dengan matang. Sebenarnya rencana itu telah ia siapkan saat Raditya mengabarkan akan datang ke Jakarta, sayangnya saat ia basa-basi menawarkan untuk menginap di rumahnya Raditya mengiyakan. Padahal ia mengharapkan Raditya menolak, karena jika menginap di rumahnya rasanya mustahil menjalankan skenario yang ia inginkan. Saat ini Anton sedang dirundung masalah yang cukup membuatnya pusing tujuh keliling. Ia terlibat hutang yang cukup besar pada seseorang, karena hobinya bersenang-senang dan main judi membuatnya terperangkap dalam situasi yang ia sendiri tak sanggup menyelesaikannya. Anton sudah beberapakali didatangi oleh Debt Collector yang datang untuk menagih hutang-hutangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terinspirasi oleh berita-berita yang begitu gencar ditayangkan televisi yaitu tentang seseorang yang terbunuh dan melibatkan seorang pejabat negara, Anton mendapat ide gila, busuk dan keji. Ia merencanakan untuk memeras seseorang dan orang yang akan ia peras adalah Raditya, sahabatnya sendiri. Ia tahu betul akan pribadi Raditya, Anton yakin Raditya akan mengorbankan apapun yang ia miliki untuk menjunjung harkat dan martabat keluarga, satu kelebihan dari pribadi Raditya yang akan dijadikan titik lemah oleh Anton. Ia berencana mengumpankan seorang wanita pada Raditya dan berharap umpannya mengena. Kemudian ia akan mengabadikannya dengan foto ataupun video kamera. Dengan itulah Anton akan memeras Raditya dan tentunya Anton yakin Raditya akan memenuhi semua permintaannya karena tak ingin keharmonisan keluarganya hancur berantakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya Anton sempat ragu menjalankan rencana itu karena sempat terpikir olehnya bila meminta pertolongan secara baik-baikpun rasanya Raditya tak keberatan. Anton juga ragu karena ia tidak tahu persis apakah Raditya termasuk lelaki yang mudah terpesona oleh kecantikan dan kemolekan tubuh seorang wanita. Namun semua keraguan itu sirna karena sifat serakah dan rakus telah membutakan mata hatinya, skenario yang telah ia susun tetap akan dijalankan sesuai rencana. Hubungannya yang luas dengan dunia gemerlap membuat Anton tak menemui kesulitan untuk mendapatkan seorang wanita cantik untuk dijadikan umpan dan lingkungan kerja di dunia pertelevisian juga memudahkannya mendapat kamera video mini untuk merekam pertemuan wanita itu dengan Raditya. Dan terakhir, juru foto yang ditugaskan untuk mengabadikan rencana jahatnya itu ia temui atas rekomendasi seorang temannya. Semuanya direncanakan dengan hati-hati, wanita dan sang juru foto akan dibayar cukup besar karena ia tak ingin skenario yang ia buat justru berbalik padanya. Dia juga mengajak seoarang bawahannya yang loyal untuk di jadikannya kaki tangan dalam menjalankan skenarionya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain tempat Raditya juga merasa senang namun juga tak enak hati telah membohongi Anton. Karena sebenarnya ia tak punya agenda untuk mengadakan meeting dengan koleganya di hotel Borobudur, tujuan sesungguhnya adalah dapat dengan bebas bertemu dengan seseorang untuk menghabiskan waktu bersama. Menghembuskan buih-buih hasrat yang sekian lama terpendam dan bergejolak dalam dada, lama terpatri dan terkungkung dalam ikatan sakral perkawinan. Dering handphone membuyarkan lamunan Raditya..&lt;br /&gt;" Eh..Dit, sudah sampai mana ?"&lt;br /&gt;" Aku baru sampai Gondangdia Ton..!" bohong Raditya padahal ia masih di jalan Tebet Raya.&lt;br /&gt;" Nanti kalau sudah dapat kamar, beritahu aku ya..! kabari juga kapan kembali ke Bandung, barangkali aku bisa menyempatkan waktu untuk berkunjung sebelum kamu pulang " ujar Anton sambil meyeringai licik. Padahal ia hanya perlu tahu di kamar mana Raditya akan tinggal demi memudahkannya menjalankan skenario. Sedangkan Raditya berpikir, " wah..jika kau datang, bisa buyar rencanaku Ton.." namun ia coba tetap bersandiwara.&lt;br /&gt;" Ya! beres Ton, tapi jika mau datang kabari aku juga ya. Aku nggak enak jika kamu datang aku masih sibuk meeting "&lt;br /&gt;" Oke..!" merekapun sama-sama tersenyum penuh kemenangan.&lt;br /&gt;Setelah menutup pembicaraan mereka, Raditya segera menghubungi seseorang. Tak sampai setengah jam merekapun bertemu dan langsung meluncur ketempat tujuan. Hari masih pagi namun arus kendaraan sudah mulai terlihat padat, di beberapa titik malah sudah terjadi kemacetan yang memang sudah menjadi pemandangan lumrah di jalan-jalan ibukota. Luapan asap knalpot kendaraan serta kemacetan yang ada, dengan cepat menjadikan suhu udara menjadi panas, sepanas gelora hasrat kedua insan yang dimabuk asmara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anton mulai menjalankan skenarionya, melalui kaki tangannya ia mengirim juru foto ke hotel Borobudur dengan membekalinya satu foto close-up Raditya. Tujuannya untuk mensurvei tempat juga mengenali targetnya terlebih dahulu sebelum wanita yang akan dijadikan umpan ia kirim. Semuanya sudah ia perhitungkan dengan matang dan mencoba menghindari setiap celah yang sekiranya akan menggagalkan skenarionya.&lt;br /&gt;Menjelang petang Anton terlihat tengah menikmati sebatang rokoknya, menghisap lalu menghembuskan asapnya perlahan. Hatinya sedang gelisah, sebentar-sebentar ia bangkit dari duduknya dan mondar-mandir didepan meja kerja. Dalam hati ia bertanya-tanya " apakah skenario yang telah ia susun rapi berjalan sesuai rencana ?". Namun kegelisahannya seakan terhapus dan mulai tersenyum saat membayangkan setumpuk uang dalam koper berada di hadapannya.&lt;br /&gt;" Tok..tok..tok !" tiba-tiba ketukan pada daun pintu membuyarkan lamunannya.&lt;br /&gt;" Masuk..!"&lt;br /&gt;Perlahan daun pintu terbuka, Iwan seorang bawahan yang dijadikan kaki tangan dalam menjalankan rencananya masuk. Kepalanya tertunduk dan wajahnya terlihat pucat pasi, di tangannya tergenggam sebuah amplop coklat. Anton agak bingung melihat tingkah laku Iwan, sempat terpikir kalau skenarionya gagal.&lt;br /&gt;" Ada apa dengan kamu ? rencana saya gagal ?"&lt;br /&gt;" Ti..ti..tidak bos..!" jawab Iwan gugup.&lt;br /&gt;" Lalu mengapa kamu terlihat gugup seperti itu ?" Tanya Anton lagi. Iwan tak menjawab, dengan tangan sedikit gemetar ia menyodorkan amplop coklat yang dipegangnya.&lt;br /&gt;" Apa ini..?" tanya Anton sambil menerima amplop itu lalu segera membukanya, matanyapun terbelalak. Giginya gemeletuk menahan amarah yang meluap-luap. Tangannya dengan cepat membuka lembaran-lembaran foto yang ada ditangannya. Ia seakan-akan tak percaya dengan apa yang dilihatnya, beberapa pose dari foto itu memperlihatkan kemesraan Raditya dengan seorang wanita. &amp;nbsp;Yang menyesakkan dadanya adalah Raditya bermesraan bukan dengan wanita yang sengaja ia umpankan, melainkan dengan Tania...istrinya !. Wajahnyapun merah padam, darahnya menggelegak, napasnya mulai sesak. Tangannya terkepal meremas foto-foto itu, lalu pukulannya mendarat keras di meja kerjanya. " Bruakkk...!!"&lt;br /&gt;" Bangsaaaaat..!! bajingaaaaan....!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh..! bukan ini skenario yang ia inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lenteng Agung' 08&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-4209646652394494917?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/4209646652394494917/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2009/11/bukan-skenario.html#comment-form' title='14 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/4209646652394494917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/4209646652394494917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2009/11/bukan-skenario.html' title='BUKAN SKENARIO'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-8091137170979766298</id><published>2009-10-08T08:47:00.000+07:00</published><updated>2009-10-21T15:53:31.715+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>SURAU BAMBU</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Pukul 02.00 dinihari, lalu lintas kendaraan terlihat sepi. Hanya sesekali saja terlihat kendaraan melintas seperti saat ini sebuah mobil BMW hitam metallic keluaran terbaru meluncur dengan kecepatan sedang. Jalan kendaraan terlihat sedikit oleng karena Ahmad si pengendara mobil itu cukup mabuk untuk dapat berkonsentrasi secara penuh dalam mengendarai mobilnya. Ya… memang dia baru saja keluar dari sebuah pub &amp;amp; diskotik seperti yang biasa ia lakukan di malam-malam sebelumnya. Mencari hiburan dan melarikan diri dari beban pikiran hidup juga beban pekerjaan yang tak ada habisnya dengan menenggak beberapa botol minuman keras. Malam ini ia cukup tahu diri dengan tidak membawa kendaraannya melaju kencang dan ugal-ugalan karena ia merasa cukup banyak menenggak minuman, entah karena memang dia ingin atau karena rayuan waitress cantik yang menemaninya tadi. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ditengah perjalanan tiba-tiba Ahmad merasakan ada yang tidak beres dengan mobilnya, jalannya tersendat-sendat dan pedal gaspun seakan tak berfungsi. Iapun segera menepikan kendaraannya dijalan yang sangat sepi juga gelap karena tak ada lampu penerangan yang menerangi jalan, hanya cahaya bulan sabit yang cukup berbaik hati memberikan sedikit cahaya. Ahmad mengutuk dalam hatinya, sejenak ia terpekur didepan kemudi. Ahmad tidak tahu persis di daerah mana ia berhenti, jalan yang sepi dan gelap itu sedikit membuatnya jeri jangan-jangan ia akan jadi sasaran empuk para oknum kriminal. Keinginan untuk segera merebahkan dirinya dikasur empuk membuat Ahmad segera membuka pintu dan turun untuk memeriksa mesin mobil, sejenak ia memperhatikan lingkungan disekelilingnya. Ada perasaan aneh menyelimuti dirinya, ia merasa seakan-akan mengenali tempat ini. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tiba-tiba terlihat olehnya cahaya berpendar dari kejauhan namun cahaya itu sebentar-sebentar menghilang dari pandangannya, cahaya apa..? darimana asalnya..? beberapa pertanyaan yangmenggayut di benaknya. Lalu seperti ada yang menuntun iapun melangkah untuk mencari dan mendekati cahaya yang ia lihat tadi. Pengaruh alkohol membuat langkahnya sedikit terhuyung, apalagi beberapakali kakinya terantuk gundukan tanah atau batu karena jalan yang gelap membuatnya kesulitan menatap jalan yang dilaluinya. Ahmad sendiri merasa cukup heran, di Jakarta yang penduduknya sangat padat dengan rumah yang berhimpitan ternyata masih ada daerah yang sepertinya belum terjamah. Karena tak dilihatnya sedikitpun tanda-tanda ada rumah didaerah itu, tak ada lampu penerangan walau lampu templok sekalipun. Ia melangkah hati-hati dan perlahan karena ia tak mau mengalami nasib konyol terperosok dan tersungkur ketanah. Dalam hatinya berharap mudah-mudahan tak ada parit atau sungai kecil ditengah jalannya.Cahaya rembulan samar-samar memperlihatkan bahwa saat ini ia berada ditengah hutan bambu. Hembusan angin yang berdesir seakan mengajak pohon-pohon bambu yang menjulang tinggi dihadapannya untuk menari, bergerak kekiri dan kekanan mengikuti irama angin. Suara berderak dari batang-batang bambu yang bergesekan juga gemerisik suara dedaunan yang tertiup hembusan angin bagai symponi yang membawanya pada ingatan akan masa lalu. Ahmad terus melangkah mendekati cahaya yang tadi dilihatnya walau terkadang langkahnya menggerus tumpukan-tumpukan daun bambu kering. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Cahaya itu masih saja terlihat ada dan hilang bergantian karena mungkin terhalang batang bambu yang terus bergerak. Semakin jauh Ahmad melangkah yang dirasa malah rumpun bambu semakin rimbun dan semakin lebat seakan tak celah diantaranya untuk menembusnya, bulu-bulu halus yang menempel pada batang bambu mulai membuat badannya sedikit merasa gatal namun tak mengurangi rasa penasarannya mendekati sumber cahaya. Ahmad mulai dihinggapi rasa putus asa namun disela-sela keputus asaannya itu tiba-tiba dilihatnya rumpun bambu didepannya bergeser dan mulai merenggang seakan memberinya jalan. Apa yang terjadi..? siapa yang berbuat..? pertanyaan-pertanyaan kembali mengusik, namun pertanyaan-pertanyaan itu tertahan dan tak mengharap jawaban karena cahaya terang benderang tiba-tiba menerpa dan menyapa ke dua bola matanya. Ahmad sempat berpaling karena matanya terlalu kaget dengan transisi dari gelap dan terang benderang yang begitu tiba-tiba, ia mengangkat kedua telapak tangannya dan diletakkan didepan matanya sebagai tameng. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika matanya mulai bisa menyesuaikan diri dilihatnya sebuah bangunan yang hampir semua bagiannya terbuat dari bahan bambu terlihat nyata dihadapannya. Matanya juga menangkap sekumpulan anak-anak berpakaian muslim duduk berjejer rapih dihadapan seorang tua berpakaian serba dengan selembar sorban melilit dikepalanya. Duduk bersila sambil mendengar dan memperhatikan satu persatu anak dihadapannya melapalkan ayat-ayat suci alquran, terkadang ia menghentikan bacaan anak-anak itu untuk memperbaiki ucapan yang salah lalu memintanya untuk mengulang sampai ayat yang dibaca terucap dengan benar. Apa yang dilihat Ahmad seperti sebuah kegiatan belajar mengaji yang dilakukan anak-anak dengan orang tua itu sebagai guru mengajinya. Ahmad tertegun menyaksikan apa yang ada dihadapannya, ia berusaha mengumpulkan ingatan yang ada dikepalanya. Ia merasakan pernah mengalami apa yang dilihatnya itu dan orang tua itupun seakan-akan pernah dikenalnya, entah kapan dan dimana ? ia tak ingat sama sekali. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Walau kecakapan dan kemampuan murid-murid membaca ayat-ayat suci itu terdengar berbeda-beda namun terdengar lebih banyak yang masih kesulitan membaca dengan benar. Hanya segelintir saja yang sudah cakap dalam melapalkan ayat-ayat alquran itu dan alunannya pun meresap kedalam kalbu bagi yang mendengarnya. Salah satunya adalah anak murid laki-laki yang terlihat memakai baju koko warna coklat. Orang tua itu terlihat tersenyum bahkan sesekali menganggukkan kepalanya tanda senang mendengar kecakapan anak itu membaca namun begitu orang tua itu tetap memberi nasehat saat anak itu menyelesaikan bacaannya. Ada juga beberapa murid perempuan yang cakap dalam membaca, salah satunya yang berkerudung putih. Seperti saat mendengarkan murid laki-laki membaca, kali inipun ia tersenyum dan manggut-manggut juga memberi nasehat murid perempuan itu setelah selesai membaca. Tampaknya orang tua itu cukup puas mengetahui kemampuan murid-muridnya sudah mulai meningkat walau ia masih harus cukup bersabar dan tekun mengajari murid-murid yang tertinggal.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sejenak orang tua itu melirik jam dinding yang menggantung di para-para bambu, ia menyelesaikan kegiatan mengaji untuk dilanjutkan esok hari. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ia berbicara dengan anak laki-laki yang berkoko coklat tadi, entah apa yang di bicarakan. Orang tua itu bangkit dari duduk silanya lalu menuju sebuah bedug yang terletak sisi kiri surau itu, sebentar kemudian suara pukulan bedug itu berdentam lalu kemudian diikuti suara azan yang mengalun mengajak para muslimin dan muslimat menghentikan kegiatan sejenak untuk mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta. Alunan suara azan mengalun merdu meresap ke dalam relung sukma dan begitu menggetarkan hati Ahmad ternyata di kumandangkan anak laki-laki itu. Ahmad tertunduk, alunan azan itu menyadarkan dirinya bahwa kini ia begitu kotor dan begitu nista. Telah lama ia mengabaikan suara panggilan itu, telah lama ia meninggalkan semuanya hingga perasaannya kini diliputi rasa penyesalan yang begitu mendalam. Satu persatu orang datang untuk sholat berjamaah yang kemudian dipimpin orang tua berjubah putih itu sebagai imamnya. Selesai sholat matanya tertuju pada anak laki-laki berkoko coklat itu, pastilah orang tuanya merasa amat bangga. Matanyapun tak lepas menatap saat anak itu melangkah pulang sampai kemudian lenyap dari pandangan mata.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“ Anak itu adalah kau Ahmad..!” sebuah suara yang tiba-tiba terdengar dari arah belakang dan kemudian terasa seseorang menepuk bahunya. Ahmad terkejut bukan kepalang, ia langsung menoleh kearah suara itu datang dan dilihatnya orang tua berjubah putih itu tersenyum kepadanya. Mulutnya terasa terkunci, ia seakan tak sanggup mengucap satu patah katapun. Bukan karena takut tapi karena ia tiba-tiba mengenali betul siapa orang tua itu, segera tangannya meraih tangan orang tua itu lalu menciumnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“ Sudah lama kau tidak menyambangi suraumu ini nak, kemana saja kau selama ini..?”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“ Ya.. pak haji, sa..sa..saya !” Ahmad tak mampu meneruskan kata-katanya, air matanya menetes. Teguran lembut dari pak haji secara tak langsung seakan menghujam dadanya dan penyesalan yang begitu dalam kembali dirasakannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“ Saya tahu apa yang kau rasakan nak..! juga masalah-masalahmu. Tetapi seharusnya agama yang telah kau pelajari dan ayat-ayat alquran yang telah kau baca bisa menjadi pedoman dan mampu menuntunmu ke jalan yang diridhoi Tuhan, bukan jalan sesat yang kini kau ambil.. ‘’&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;‘’ Maafkan saya pak haji, saya tidak kuat.. !. Beban hidup saya terasa begitu berat ‘’&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;‘’ Beban yang kau rasakan itu ..hanya ujian nak !, Tuhan tak akan memberi ujian kepada hambanya bila hambanya itu tak mampu menghadapinya. Seharusnya kamu mampu.. ! ‘’ ujar pak haji masih dengan suara lembutnya. Ahmad hanya bisa tertunduk, air matanya mulai menetes saat menyadari bahwa dirinya begitu lemah dalam menghadapi cobaan hidup yang menderanya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;‘’ Sudahlah nak ! tak ada yang perlu kau sesali. Sekarang pulanglah, bersihkan dirimu dan kembalilah kesurau ini. Alunkanlah lagi ayat-ayat alquran dan dekatkanlah dirimu pada Allah niscaya segala ujian dan cobaan akan kamu hadapi dengan mudah. Satu lagi pesan saya, tolong kau rawat surau ini dan tolong kau jaga sebaik-baiknya “ ujar pak haji sambil menepuk-nepuk bahu Ahmad, ia hanya mengangguk perlahan kemudian mencium lengan pak haji saat orang itu beranjak kembali menuju surau. Sesaat kemudian alunan merdu ayat-ayat suci alquran kembali terdengar, meresap kedalam relung hati dan meninabobokan Ahmad.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“ Pak...bangun pak ! sedang apa bapak disini..?” ujar seseorang sambil mengguncang-guncangkan bahu Ahmad. Perlahan Ahmad membuka kelopak matanya namun ia begitu kaget saat mengetahui dirinya tertidur di sebuah  pintu masuk komplek pertokoan. Yang membangunkannya ternyata security dari komplek itu dan Ahmad cukup beruntung karena masih memakai lengkap pakaian kerjanya dengan dasi yang melilit di leher sehingga security masih cukup sopan membangunkannya. Bila ia berpakaian gembel barangkali ia sudah dimaki, dibentak dan diusir layaknya anjing buduk yang di harapkan kehadirannya disitu. Matanya nanar menatap ke sekeliling, tak ada lagi surau, tak ada lagi rimbunnya pohon bambu dan tak ada lagi sosok pak haji terlihat. Yang ada hanya deretan ruko dan perkantoran yang gersang tak berpohon, di belakangnya berdiri rumah-rumah pemukiman yang berhimpit-himpitan. Sungguh begitu kontras dengan apa yang dilihatnya tadi malam atau sebelum ia jatuh tertidur. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Satu tahun kemudian Ahmad datang kembali ketempat itu, kali ini tempat itu telah berdiri sebuah masjid megah dengan beberapa rumpun bambu yang sengaja ditanam disisi kiri dan kanan masjid itu. Ahmad tersenyum puas, dari kejauhan dilihatnya sosok pak haji berdiri didepan masjid dan melambaikan tangan padanya sambil tersenyum walau sesaat kemudian menghilang. Sekali Ahmad memandangi masjid megah yang telah dibangunnya serta rumpun bambu yang melambai-lambai kearahnya. Ia kembali tersenyum, baginya masjid ini tetaplah surau bambunya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kampung Sawah&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Minggu, 08 Juli 2009&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-8091137170979766298?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/8091137170979766298/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2009/10/surau-bambu.html#comment-form' title='24 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/8091137170979766298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/8091137170979766298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2009/10/surau-bambu.html' title='SURAU BAMBU'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>24</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-5476211508098509625</id><published>2009-10-05T14:36:00.001+07:00</published><updated>2009-10-21T13:40:56.241+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kata hati'/><title type='text'>HARI MASIH MENDUNG</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;Hari masih mendung pak...!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Turunkan layang-layang dari langit&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Simpan...!, lindungi..! dan beri kehangatan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Tegakah..? melihat ia tercabik-cabik tetes hujan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Ibakah...? melihat ia luluh lantak lalu terhempas&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Hari masih mendung bu...!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Tinggalkan telenovela picisan, angkat jemuran&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Rapikan...!, simpan..! dan lindungi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Tegakah..? melihat ia basah kuyup dan kedinginan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Ibakah...? melihat ia terhempas angin dan jatuh berkubang lumpur kembali&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/St6sh3uFk1I/AAAAAAAAAIY/LpU0Zms26i4/s1600-h/dpr2.bmp" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/St6sh3uFk1I/AAAAAAAAAIY/LpU0Zms26i4/s200/dpr2.bmp" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Hari masih mendung pak..!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Hentikan menghitung amplop-amplop yang tak muat di saku&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Hari masih mendung bu...!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Hentikan paduan suara sumbangmu, bila tak tahu kenapa..? dan mengapa..?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Jangan biarkan nasib bagai layang-layang yang bisa dimainkan sesuka hati&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Jangan biarkan nasib bagai jemuran yang tak pernah kita tahu kedinginankah..? atau kepanasankah..?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Lihat...! lihatlah, wahai yang terhormat&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Lihat...! and do something..!!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-5476211508098509625?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/5476211508098509625/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2009/10/hari-masih-mendung.html#comment-form' title='13 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/5476211508098509625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/5476211508098509625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2009/10/hari-masih-mendung.html' title='HARI MASIH MENDUNG'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/St6sh3uFk1I/AAAAAAAAAIY/LpU0Zms26i4/s72-c/dpr2.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-6874874937121097567</id><published>2009-09-29T16:05:00.000+07:00</published><updated>2009-09-29T17:06:24.187+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jokes'/><title type='text'>I HAVE NO IDEA...!!</title><content type='html'>Sehabis libur hari raya, pekerjaan yang ada malah bertumpuk. Mau tak mau harus pilih-pilih mana pekerjaan yang jadi prioritas untuk di selesaikan terlebih dahulu. Hal itu berdampak nggak mood untuk menulis ( &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ngga punya ide orisinil&lt;/span&gt; ), namun karena ingin hubungan dengan sahabat-sahabat tetap terjalin maka dengan " terpaksa " saya copas sebuah cerita untuk up date blog saya ini. Mudah-mudahan berkenan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;" SAYA AYAH KORBAN...!! "&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jatuhnya korban pada arus mudik tahun ini diperkirakan meningkat jika di bandingkan tahun-tahun sebelumnya. Untuk mendapatkan berita terkini, seorang wartawan foto dari sebuah surat kabar dikirim ke titik rawan kecelakaan pada jalur Pantura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat sang wartawan melihat kerumunan orang memenuhi tepi jalan raya sehingga menimbulkan kemacetan arus lalu lintas, naluri jurnalistiknya tergerak.." pasti ada kecelakaan..!" pikir sang wartawan dalam hati. Namun sesampainya di tempat kejadian, sang wartawan kesulitan menerobos kerumunan orang-orang yang menonton walau ia sudah mengatakan bahwa ia wartawan. Diluar kerumunan sang wartawan berpikir keras bagaimana caranya untuk dapat menerobos kerumunan agar bisa mendapat foto sang korban.&lt;br /&gt;Akhirnya ia mendapat ide...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Minggir...minggir !! &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;saya ayah korban&lt;/span&gt;...&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;saya ayah korban&lt;/span&gt;, beri saya jalan..." teriak sang wartawan. Benar saja...orang-orang yang berkerumun dengan seketika memberinya jalan, dalam hati sang wartawan terkekeh.." he..he ideku ternyata manjur juga...!". Namun orang-orang yang memberinya jalan memandang sang wartawan dengan tatapan aneh..." Ah..masa bodoh orang mau bilang apa ! yang penting ideku berhasil..." pikir sang wartawan sambil tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sampai ditengah kerumunan, sang wartawanpun terpana saat melihat &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;seekor anak monyet&lt;/span&gt; tergeletak tak berdaya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-6874874937121097567?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/6874874937121097567/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2009/09/i-have-no-idea.html#comment-form' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/6874874937121097567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/6874874937121097567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2009/09/i-have-no-idea.html' title='I HAVE NO IDEA...!!'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-7343926203857770213</id><published>2009-09-13T20:04:00.001+07:00</published><updated>2009-11-15T12:51:51.597+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Award temen'/><title type='text'>AWARD DARI SAHABAT</title><content type='html'>Dari kisah Adam Dan Hawa yang kita tahu, sudah terlihat karakter sosial dari manuasi yaitu " tidak baik, bila manusia harus hidup sendirian ". Sebagian besar dari kita akan lebih senang bergaul atau bersosialisasi dengan orang lain jika dibandingkan harus hidup sendirian. Tak ada batasan bagi kita untuk bersahabat " dengan siapa kita bersahabat..?". Seorang filsup dari perancis ( Bacon ) berpendapat bahwa ada efek positif dari sebuah persahabatan yaitu efek kegembiraan, kesenangan atau bisa dibilang memotong kesedihan menjadi dua atau beberapa bagian. Dengan begitu seorang sahabat sebenar-benarnya sahabat dapat meringankan rasa sakit kita dan meringankan beban kita, juga dapat menguatkan kita, menjaga kita atau membantu kita. Dan tanpa kita tahu, seorang sahabat bahkan bisa menyelamatkan hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sekilas arti sahabat yang saya kutip dari beberapa sumber. Nah..bicara mengenai teman atau sahabat dari dunia maya, banyak yang menganggap itu hanya sebuah ilusi, tidak nyata atau hanya untuk kesenangan semata tapi bagi saya sahabat adalah sahabat tak perduli darimana dan dengan cara apa saya bersahabat.&lt;br /&gt;Dan kali ini saya kembali dapat hadiah award dari sahabat &lt;a href="http://fatamorgana.blogspot.com/"&gt;Seti@wan Dirgant@ra ( pak Iwan )...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/Sq3p6OUmO1I/AAAAAAAAAHg/YZG-Q_FeEKk/s1600-h/ilovebatik.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381214316263783250" src="http://2.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/Sq3p6OUmO1I/AAAAAAAAAHg/YZG-Q_FeEKk/s320/ilovebatik.JPG" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 192px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 196px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/Sq3qEZ9nkLI/AAAAAAAAAHo/tkwScTgaB30/s1600-h/Ibnu.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381214491187318962" src="http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/Sq3qEZ9nkLI/AAAAAAAAAHo/tkwScTgaB30/s320/Ibnu.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 192px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 196px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/Sq3qa_H2xpI/AAAAAAAAAHw/magYb2QpvVg/s1600-h/award-sahabat-pena2.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381214879119492754" src="http://1.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/Sq3qa_H2xpI/AAAAAAAAAHw/magYb2QpvVg/s320/award-sahabat-pena2.JPG" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 192px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 196px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga hadiah award yang saya dapat secara tak sengaja karena mengikuti kuis iseng-iseng berhadiah dari &lt;a href="opera:illegal-url-24"&gt;mba Henny C Prasetya&lt;/a&gt;. Award yang imut, lucu dan cantik secantik yang buat...he..he..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/Sqzv1_LrFmI/AAAAAAAAAHY/zpVheY1pZEE/s1600-h/award+henny.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380939365573400162" src="http://1.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/Sqzv1_LrFmI/AAAAAAAAAHY/zpVheY1pZEE/s320/award+henny.bmp" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 320px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 241px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/Sqzu2d94MYI/AAAAAAAAAHQ/zNnisUqiK1w/s1600-h/award+henny+2.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380938274325410178" src="http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/Sqzu2d94MYI/AAAAAAAAAHQ/zNnisUqiK1w/s320/award+henny+2.bmp" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 320px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 241px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena saya ingin punya banyak sahabat maka saya tak ingin memiliki award-award untuk disimpan sendiri maka award-award tersebut kembali saya hibahkan ke sahabat-sahabat antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mba Fanny ( Sang Cerpenis Bercerita ) - Kabasaran Soultan - Bunda Elly ( New Soul ) - Mba Reni ( The Others ) - NURANURANIKU - Mba Dewi ( My Heart Soul Blog ) - AISHALIFE-LINE - BrenciA KerenS - Buwel - namaku Wendy - An4k SinGKonG - Pelangi Anak - A-chen - Gomel - Yudi WS - Neng Aia - Vie-three.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus untuk Pak Iwan &amp;amp; Ibnu mas'ud saya hibahkan award kreasi dari mba Henny C Prasetya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang namanya tercantum dan yang belum tercantum ( mohon maaf ) silahkan diambil award-award diatas bila berkenan. semoga tali silaturahim dan persahabatan dapat terus terjalin erat...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-7343926203857770213?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/7343926203857770213/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2009/09/award-dari-sahabat.html#comment-form' title='24 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/7343926203857770213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/7343926203857770213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2009/09/award-dari-sahabat.html' title='AWARD DARI SAHABAT'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/Sq3p6OUmO1I/AAAAAAAAAHg/YZG-Q_FeEKk/s72-c/ilovebatik.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>24</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-1071736172428421395</id><published>2009-09-04T07:41:00.000+07:00</published><updated>2010-01-11T17:44:43.782+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Award temen'/><title type='text'>AWARD LAGI DARI MBA FANNY</title><content type='html'>Wah..! beberapa hari ini blog saya " hanya ilusi &amp;amp; Uneg-uneg " di hujani award oleh sahabat ( untung belum kebanjiran..he..he ). Kali ini yang memberi award adalah duet penyanyi..eh..duet blogger kawakan yaitu mba Fanny &amp;amp; mba Fanda dengan F2 blognya. Namun ada PR yang harus saya kerjakan terlebih dahulu.&lt;br /&gt;Nah..ini PR yang pertama yaitu puisi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika jari jemari menelusuri hamparan kertas..&lt;br /&gt;Terpampang lekak-lekuk garis yang membentuk rupa berskala..&lt;br /&gt;Kau pasti tahu kawan..&lt;br /&gt;Terlihat gugusan-gugusan pulau terpampang..&lt;br /&gt;Terlihat lautan-lautan luas membentang..&lt;br /&gt;Terlihat dataran besar..dataran kecil terhampar&lt;br /&gt;Begitu banyak..begitu luas..begitu besar..&lt;br /&gt;Dengan hanya satu nama..INDONESIA..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo kita rawat...!&lt;br /&gt;Ayo kita pelihara...!&lt;br /&gt;Ayo kita jaga...!&lt;br /&gt;Jangan biarkan tangan-tangan kekar menjamahnya&lt;br /&gt;Jangan biarkan tapak-tapak kotor menjelajahinya&lt;br /&gt;Dan..&lt;br /&gt;Jangan biarkan kita terpukul..baru kita memukul&lt;br /&gt;Jangan biarkan kita terinjak..baru kita bertindak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/SqBi4_Ne9gI/AAAAAAAAAFg/givG59oSoRo/s1600-h/award+fan-fan.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377406686260557314" src="http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/SqBi4_Ne9gI/AAAAAAAAAFg/givG59oSoRo/s320/award+fan-fan.bmp" style="cursor: pointer; display: block; height: 260px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 260px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sekilas puisi yang terkesan asal tapi paling tidak sedikit menyuarakan isi hati..jiaaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari tindakan negara tetangga yang membuat keruh suasana, mungkin sebagai anak bangsa saya juga sedikit mengkritik kinerja aparat pemerintah dalam menjaga aset dan warisan budaya Indonesia, mengapa..? karena hanya baru-baru ini saja terdengar pemerintah pusat dan pemerintah daerah sibuk mendata warisan budaya kita..lho kemarin ngapain aja..?&lt;br /&gt;Ah..sudahlah! terlalu berat bagi saya untuk bicara politik, namun barangkali lebih mudah bagi saya bila di buat sebuah perumpamaan..&lt;br /&gt;" Saya bayangkan bila seseorang, taruhlah saya beri nama Pendi. Dia mempunyai &lt;br /&gt;kekasih yang bernama Yuli. Barangkali banyak yang sudah tahu bila Yuli itu kekasihnya Pendi,tapi mungkin juga tak banyak yang tahu Yuli itu kekasihnya Pendi. &lt;br /&gt;Dalam keseharian selama menjadi kekasih, perhatian Pendi terhadap Yuli terasa begitu kurang kalau boleh dibilang tak ada perhatian. Jangankan berkunjung di setiap malam minggu, untuk sekedar menelpon untuk menanyakan..bagaimana kabarmu..?, kamu sehat..?, kamu senang..? kamu sedih..?..itupun tak dilakukan. Suatu saat ada seseorang memberi perhatian lebih, entah sudah tahu atau belum tahu Yuli sudah punya kekasih..entah sengaja atau tidak sengaja merebut Yuli dari kekasihnya. &lt;br /&gt;Lalu apakah Pendi mesti marah..? Ya mestilah..bahkan harus ? Namun apa yang harus Pendi jawab seandainya Yuli bertanya..pantaskah kamu marah..? "&lt;br /&gt;Wadoh..jadi pusing sendiri nih..( ini gara-gara mba fan-fan nih..he..he )&lt;br /&gt;Ya sudahlah..! itu PR yang no.1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PR no. 2 yaitu menghibahkan kembali award yang telah diterima ke blogger sahabat, dan kali ini untuk menguatkan tali silaturahmi saya kirimkan award ini untuk :&lt;br /&gt;1. Mas Abd. Basid ( Pena Pagi )&lt;br /&gt;2. Mas Seti@wan Dirg@ntara ( Fatamorgana )&lt;br /&gt;3. Bang Kabasaran Soultan ( Kabasaran )&lt;br /&gt;4. Bunda Elly ( Life With Your Own Vision )&lt;br /&gt;5. Mba Aisha ( AISHALIFE-LINE )&lt;br /&gt;6. Mba Dewi ( My Heart Soul Blog )&lt;br /&gt;7. Mba Reni ( The Others ) )&lt;br /&gt;8. BrenciA KerenS ( Brencia and her Thought )&lt;br /&gt;9. Henny Y Caprestya ( Just ME, My Self, and I )&lt;br /&gt;10. Nura ( NURANURANIKU )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah..bagi yang berminat silahkan di ambil...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-1071736172428421395?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/1071736172428421395/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2009/09/award-lagi-dari-mba-fanny.html#comment-form' title='21 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/1071736172428421395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/1071736172428421395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2009/09/award-lagi-dari-mba-fanny.html' title='AWARD LAGI DARI MBA FANNY'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/SqBi4_Ne9gI/AAAAAAAAAFg/givG59oSoRo/s72-c/award+fan-fan.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>21</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-2328929785587485065</id><published>2009-09-03T08:54:00.000+07:00</published><updated>2009-09-09T13:43:37.032+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='asal..sajak'/><title type='text'>SIAPA YANG GILA..?</title><content type='html'>Ha..ha..ha..&lt;br /&gt;Seorang lelaki setengah baya begitu menikmati tawanya&lt;br /&gt;Tawa bagaikan stroberi merah ranum berselimut lelehan keju Swiss&lt;br /&gt;Begitu lama ia tertawa sehingga tawanya kini terdengar mulai berirama&lt;br /&gt;Kadang ha..ha..ha, kadang he..he..he, kadang hi..hi..hi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang sahabat bertanya " Hai sahabat apakah kau begitu bahagianya, sehingga kau tidak bisa menghentikan tawamu..?"&lt;br /&gt;Ha..ha..ha bahagia..? apakah tertawa itu hanya karena bahagia..? apakah karena bahagia aku harus tertawa..? ha..ha..ha&lt;br /&gt;Tahukah kau kawan..aku tertawa karena kesedihanku, karena kegalauanku dan karena keresahanku..&lt;br /&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mengapa aku tertawa...?&lt;br /&gt;Karena hanya ini yang bisa kulakukan..he..he..he.. &lt;br /&gt;Aku tak mampu mengusir kesedihanku karena istriku selingkuh...&lt;br /&gt;Aku tak mampu menahan rasa galauku karena gajiku tak naik..naik..&lt;br /&gt;Aku tak mampu mengabaikan keresahanku akan nasib anak-anakku kelak..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang sahabat berkata " Tapi kalau kau terus tertawa, kau bisa gila..!"&lt;br /&gt;He..he..he gila..? apakah tertawa itu bisa membuat aku gila..? apakah aku bisa gila hanya karena aku tertawa..?&lt;br /&gt;Tahukah kau kawan..aku tak bisa gila karena aku tertawa&lt;br /&gt;Aku bisa gila bila kepalaku tak kuat berpikir..&lt;br /&gt;Otakku terlalu kecil menampung pikiran yang sebenarnya tak perlu dipikir..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang sahabat berlalu pergi.." aku bisa gila dengarkan ocehanmu..!"&lt;br /&gt;Dan sejak kepergian sang sahabat, tawa sang lelaki itupun berangsur pelan..&lt;br /&gt;Sang sahabat ternyata membawa sebagian tawanya&lt;br /&gt;Menjepit urat leher dan menyadarkannya dari candu tawa&lt;br /&gt;Sang lelakipun mulai menata kesedihannya &lt;br /&gt;Berkompromi dengan kegalauan dan keresahannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tiba-tiba sang sahabat tertawa, kakaknya tertawa, orangtuanya tertawa, gurunya tertawa, bosnya tertawa, anak buahnya tertawa...&lt;br /&gt;Buat apa kau pikirkan istrimu yang tak setia..kuno..! &lt;br /&gt;Diluar sana masih banyak gadis yang mengharap belaianmu..hi..hi..hi&lt;br /&gt;Buat apa kau harus galau karena gajimu tak naik..kuno..! &lt;br /&gt;Masih banyak uang yang bisa kau dapat dari korupsi..he..he..he&lt;br /&gt;Buat apa kau resah memikirkan masa depan anakmu..kuno..! &lt;br /&gt;Sebentar lagi kiamat akan datang..ha..ha..ha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang lelaki terpekur bingung..&lt;br /&gt;" Sebenarnya siapa sih yang gila..!"&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-2328929785587485065?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/2328929785587485065/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2009/09/siapa-yang-gila.html#comment-form' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/2328929785587485065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/2328929785587485065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2009/09/siapa-yang-gila.html' title='SIAPA YANG GILA..?'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-1110637027458456151</id><published>2009-08-22T09:37:00.000+07:00</published><updated>2009-09-09T13:51:30.259+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Award temen'/><title type='text'>AWARD LAGI</title><content type='html'>Sebelumnya minta maaf sama mba Fanny..award pemberiannya baru hari ini di pajang. Tapi itu ngga disengaja ko..maaf ya mba. Nah..sekarang awardnya sudah dipajang, ada puisinya lagi..! mantab toh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Cerpenis dia bernama&lt;br /&gt;Induk dari delapan jiwa&lt;br /&gt;Tak pernah mati gaya&lt;br /&gt;Tak pernah lelah bercerita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/So9aLXd_hqI/AAAAAAAAAFA/EsTO6oSh604/s1600-h/award+fanny.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/So9aLXd_hqI/AAAAAAAAAFA/EsTO6oSh604/s200/award+fanny.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5372612031801165474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sesuai wasiat dari yang punya award. Award ini juga aku kirimkan buat :&lt;br /&gt;* &lt;a href ="Catatan Richard"&gt;Catatan Richard&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;* &lt;a href ="Catatan Eny"&gt;mpok Eny ( Catatan Eny )&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;* &lt;a href ="my heart soul blog"&gt;mba Dewi ( my heart soul blog )&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;* &lt;a href ="pemburuCINTAhakiki"&gt;pemburuCINTAhakiki&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila berkenan mohon diterima..&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-1110637027458456151?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/1110637027458456151/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2009/08/award-lagi.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/1110637027458456151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/1110637027458456151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2009/08/award-lagi.html' title='AWARD LAGI'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/So9aLXd_hqI/AAAAAAAAAFA/EsTO6oSh604/s72-c/award+fanny.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-5083721733277662712</id><published>2009-08-21T12:28:00.000+07:00</published><updated>2009-09-09T13:52:38.287+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kata hati'/><title type='text'>PUING HATI</title><content type='html'>Puing-puing hati berserak tak berarah&lt;br /&gt;Sisakan hampa dalam ruang berdinding kesunyian&lt;br /&gt;Aku terduduk di kursi sepi dan terdiam dalam sunyi&lt;br /&gt;Menggali berlaksa tanya tak terjawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buta rasa merangkak tertatih&lt;br /&gt;Menggapai-gapai puing hati dalam gelap&lt;br /&gt;Satu persatu tersusun dalam bingkai asa temaram&lt;br /&gt;Namun satu puing tak tergapai buramkan asa&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Terbangkan layang-layang ingatan membumbung tinggi mencari jawab&lt;br /&gt;Tapi angin enggan memberi petunjuk&lt;br /&gt;Dan awan berarak mulai kaburkan ingatan&lt;br /&gt;Akupun terlena dalam buai senandung kesunyian&lt;br /&gt;Dengan cahaya asa yang mulai meredup..dan..meredup&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-5083721733277662712?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/5083721733277662712/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2009/08/puing-hati.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/5083721733277662712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/5083721733277662712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2009/08/puing-hati.html' title='PUING HATI'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-6439729750479072436</id><published>2009-08-07T10:17:00.000+07:00</published><updated>2009-08-07T10:27:22.539+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>PARANORMAL</title><content type='html'>&lt;EM&gt;&lt;STRONG&gt;Saat itu Fandi sudah sedemikian marahnya, sehingga ia tak perduli lagi dengan siapa ia berhadapan..mau paranormal atau dukun " masa bodoh...!" pikirnya. Dan ia sama sekali tak takut..akan di teluh..di santet..&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu salah satu penggalan cerita pendek yang saya buat, namun salah kamar. Seharusnya terpajang di blog ini tapi tersasar ke blog lain ( uneg-uneg ). Bila ada yang berminat membacanya silahkan &lt;a href ="http://nhasan-capri.blogspot.com"&gt; baca disini&lt;/a&gt;..mangga atuh..!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-6439729750479072436?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/6439729750479072436/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2009/08/paranormal.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/6439729750479072436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/6439729750479072436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2009/08/paranormal.html' title='PARANORMAL'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-7696065804239542629</id><published>2009-08-04T13:33:00.000+07:00</published><updated>2009-08-04T13:58:22.213+07:00</updated><title type='text'>MENGAPA KITA BIARKAN..?</title><content type='html'>Kawan..&lt;br /&gt;Musim kemarau telah datang&lt;br /&gt;Bulir-bulir air enggan menyapa akar-akar padi kita&lt;br /&gt;Petak sawah kitapun retak-retak kering kerontang&lt;br /&gt;Katak-katakpun enggan menemani dengan dendangnya&lt;br /&gt;Daun-daun hijau padipun menangis lalu terdiam saat mulai mengering&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan..&lt;br /&gt;Panggilan hati..panggilan jiwa..tangisan anak&lt;br /&gt;Pandu langkah kita, singsingkan lengan..ambil cangkul dan garpu&lt;br /&gt;Hentikan tangis daun-daun dan batang padi&lt;br /&gt;Hapus dahaga mereka dengan curahan peluh-peluh kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mengapa kita biarkan wereng-wereng cumbui lalu hisap sari padi kita&lt;br /&gt;Lalu mengapa kita biarkan burung-burung gelatik patuki padi-padi kita yang mulai menguning&lt;br /&gt;Lalu mengapa kita biarkan tikus-tikus menggerogoti lumbung padi kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kita biarkan..?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-7696065804239542629?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/7696065804239542629/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2009/08/mengapa-kita-biarkan.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/7696065804239542629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/7696065804239542629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2009/08/mengapa-kita-biarkan.html' title='MENGAPA KITA BIARKAN..?'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-5106904505062882134</id><published>2009-08-03T14:59:00.000+07:00</published><updated>2009-08-04T11:52:16.866+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kata hati'/><title type='text'>JUST MEMORY</title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;strong&gt;" Judul dan isi postingan saya ganti karena saya merasa bukan gaya saya mengungkapkan apa yang ada dalam benak secara vulgar " It wasn't me " namun lagu tetaplah lagu..siapapun pasti punya kenangan  "&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ONLY REMINDS ME OF YOU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I see you, beside me&lt;br /&gt;It's only a dream&lt;br /&gt;A vision of what used to be&lt;br /&gt;The laughter, the sorrow&lt;br /&gt;Pictures in time&lt;br /&gt;Fading to memories&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;How could I ever let you go&lt;br /&gt;Is it too late to let you know&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I tried to run from your side&lt;br /&gt;But each place I hide&lt;br /&gt;It only reminds me of you&lt;br /&gt;When I turn out all the lights&lt;br /&gt;Even the night&lt;br /&gt;It only reminds me of you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I needed my freedom&lt;br /&gt;That's what I've thought&lt;br /&gt;But I was a fool to believe&lt;br /&gt;My heart lied while you cried&lt;br /&gt;Rivers of tears&lt;br /&gt;But I was to blind to see&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Everything we've been through before&lt;br /&gt;Now it means so much more&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Only you&lt;br /&gt;So come back to me&lt;br /&gt;I'm down on my knees&lt;br /&gt;Girl can't you see&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;How could I ever let you go&lt;br /&gt;Is it too late to let you know&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I tried to run from your side&lt;br /&gt;But each place I hide&lt;br /&gt;It only reminds me of you&lt;br /&gt;When I turn out all the lights&lt;br /&gt;Even the night&lt;br /&gt;It only reminds me of you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;you...you&lt;br /&gt;It only reminds me of you&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-5106904505062882134?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/5106904505062882134/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2009/08/mendung-di-pagi-hari.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/5106904505062882134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/5106904505062882134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2009/08/mendung-di-pagi-hari.html' title='JUST MEMORY'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-1299087222993445197</id><published>2009-08-01T03:28:00.000+07:00</published><updated>2009-08-01T08:12:41.057+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ilusi'/><title type='text'>KAU LEBIH DARI ITU</title><content type='html'>Kau bukan cahaya rembulan yang menerangi malam kelam&lt;br /&gt;Kau bukan nyanyian merdu burung-burung yang berkicau&lt;br /&gt;Kau bukan pelangi yang terlukis indah di kaki cakrawala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan..! bukan aku tak mau memujimu&lt;br /&gt;Bukan..! bukan aku tak mau menyanjungmu&lt;br /&gt;Bukan..! kau bukan semua itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah kau..? kau lebih dari itu..&lt;br /&gt;Namun ku tak tahu bagaimana mengungkapkannya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembut parasmu..bangkitkan rembulan, pancarkan cahaya tuk terangi wajahmu&lt;br /&gt;Merdu suaramu..mabukkan burung-burung, melonjak-lonjak riang nyanyikan nada-nada rayuan&lt;br /&gt;Manis senyummu..inspirasikan hujan, lukiskan indahnya pelangi tuk manjakanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah kau..? kau lebih dari itu..&lt;br /&gt;Namun lidahku begitu kelu..ucapkan semua itu..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-1299087222993445197?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/1299087222993445197/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2009/07/kau-lebih-dari-itu.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/1299087222993445197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/1299087222993445197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2009/07/kau-lebih-dari-itu.html' title='KAU LEBIH DARI ITU'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-1378520274190671711</id><published>2009-07-29T20:57:00.000+07:00</published><updated>2009-07-29T21:27:11.285+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Award temen'/><title type='text'>AWARD DARI BU GURU</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/SnBcKCOrziI/AAAAAAAAADg/sx2S1W-TYM4/s1600-h/stroberi+friend.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 275px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/SnBcKCOrziI/AAAAAAAAADg/sx2S1W-TYM4/s320/stroberi+friend.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363888483665169954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/SnBb9c0pH6I/AAAAAAAAADY/Up7IZV6H560/s1600-h/jus+revisi+fanny.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/SnBb9c0pH6I/AAAAAAAAADY/Up7IZV6H560/s320/jus+revisi+fanny.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363888267465400226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Wah..ngga nyangka dapat hadiah award dari mba Fanny. Makasih banyak..moga-moga nanti saya bisa buat award untuk membalas kebaikan bu guru.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-1378520274190671711?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/1378520274190671711/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2009/07/award-dari-bu-guru.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/1378520274190671711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/1378520274190671711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2009/07/award-dari-bu-guru.html' title='AWARD DARI BU GURU'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/SnBcKCOrziI/AAAAAAAAADg/sx2S1W-TYM4/s72-c/stroberi+friend.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-404798274544661616</id><published>2009-07-25T14:40:00.000+07:00</published><updated>2009-08-01T03:57:51.385+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>DIMANA DIAN..?</title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Cerita ini dibuat beberapa hari setelah peristiwa ditemukannya korban mutilasi di Kebagusan. Sudah cukup lama..tapi tak apalah, sayang kalau cuma jadi file tak berguna.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andi merenung di dalam kamar kostnya yang pengap. Sambil merebahkan badan matanya menerawang kelangit-langit kamar yang mulai menghitam dan berhiaskan satu dua sarang laba-laba kecil. Cahaya matahari menyeruak disela-sela tirai jendela yang sengaja tak dibukanya walau hari sudah menjelang siang. Sejak di PHK dari tempat kerjanya empat bulan yang lalu, tak banyak yang ia lakukan. Kebanyakan kerjanya hanya merenung da merenung, mau pulang kampung rasanya tak mungkin karena ia tahu persis tak banyak juga yang bisa dilakukan disana...Paling-paling jadi buruh tani seperti bapak yang penghasilannya tak seberapa. Lagipula ia akan merasa malu sekali bila harus kembali kekampung sedangkan seluruh teman-teman sepermainannya sudah merantau dan sukses di Jakarta. Dan iapun tak mau menanggung beban pikiran kedua orang tuanya yang sampai saat ini masih membanting tulang walau kulit telah berhias keriput.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesekali ia menyibukkan diri dengan mencorat-coret kertas untuk menulis puisi hanya sekedar mengisi waktu luang juga menyalurkan hobi yang memang sejak SMP ia lakoni.Bila sedang tak memiliki inspirasi, Andi menyambangi teman-temannya untuk sekedar berkumpul sakaligus mencari informasi barangkali ada lowongan kerja baru untuknya. Tapi hari ini rasanya ia begitu malas melakukan aktivitas apapun, tidak corat-coret puisi dan tidak juga berkumpul dengan teman-temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beban pikiran yang dipikulnya kian hari terasa kian berat saja, menganggur bagai hantu siang bolong yang membuat dengkul gemetar bagi seorang perantau seperti dirinya. Ia merasa seperti kehilangan jati diri saat dipaksa menanggalkan status karyawan yang telah disandangnya beberapa tahun. Dan kini beban pikirannya mulai bertambah saat orang tua Dian, kekasih yang telah dipacarinya selama dua tahun itu melarang mereka melanjutkan hubungan mereka. Masalahnya cuma satu..ia seorang penganggur. Sedih rasanya mendapati kenyataan bahwa orang tua Dian masih melihat materi sebagai ukuran layak atau tidaknya seseorang menjadi kekasih atau suami Dian kelak, walau dalam hati ia tak mengingkari orang tua mana yang ingin melihat anaknya sengsara. Padahal dua bulan sebelum dirinya mendapat surat PHK, orang tua Dian pernah mendesaknya untuk segera meresmikan hubungannya dengan Dian. Tapi kini sikap orang tua Dian berbalik tiga ratus enam puluh derajat dengan menolaknya mentah-mentah hanya karena ia seorang penganggur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh menyakitkan..dan Andi hanya bisa menghela nafas panjang bila mengingat hal itu. Dari salah satu sisi hati nuraninya dan mengikuti egonya sebagai seorang lelaki barangkali akan bersorak atas penolakan orang tua Dian. Barangkali yang akan merasa lebih sakit adalah Dian karena dia telah menyerahkan segalanya pada Andi, kamar kost dan hotel murah yang banyak bertebaran di Jakarta adalah saksi bisunya. Tapi Andi bukanlah seorang pegecut, disisi hati nuraninya yang lain merasa tak mudah untuk melupakan Dian begitu saja. Hubungan yang ia jalin bukan hanya berlandaskan nafsu belaka, rasa cinta dan sayangnya pada Dian adalah tulus. Tapi bila Dian pada akhirnya mengikuti kemauan orang tuanya iapun hanya pasrah, ia tak mau memaksakan kehendaknya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kenyataannya Cinta dan kasih sayang Dianpun tak surut, ia membangkang dari keinginan orang tuanya. Sehingga hubungan mereka masih terjalin walau kini dijalani dengan sembunyi-sembunyi. Dering handphone membuyarkan lamunan Andi.&lt;br /&gt;" Mas..! kamu dimana ?"&lt;br /&gt;" Biasa...ditempat kost. Memang kenapa..?"&lt;br /&gt;" Jangan kemana-mana ya..! aku mau kesana "&lt;br /&gt;" Lho..! kamu nggak kerja..?"&lt;br /&gt;" Ah...lagi malas mas"&lt;br /&gt;" Ya..sudah, aku tunggu. Tapi bawain koran hari ini ya.." pinta Andi yang disanggupi Dian. Hati Andi kembali riang, benang-benang kusut dari pikirannya seakan telah terurai. Sambil bersiul-siul ia segera merapikan kamar kost dan tempat tidurnya karena kamar ini kembali akan menjadi saksi bisu ritual purba pertautan dua hati yang tak terpisahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * * * * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Orang-orang sudah banyak yang sinting ya mas.." ujar Dian.&lt;br /&gt;" Lho.. memangnya kenapa ?"&lt;br /&gt;" Coba baca deh..!" lanjut Dian sambil menyerahkan surat kabar yang tadi dibacanya kepada Andi. Mata Andi segera menangkap headline berita di halaman depan yang berhuruf besar dan tebal " KORBAN MUTILASI DALAM KOPER ". Andi menggeleng-gelengkan kepalanya saat membaca isi berita tentang ditemukannya mayat terpotong-potong korban mutilasi di daerah Kebagusan Jakarta Selatan. Juga ada berita yang tak kalah seramnya yaitu ditemukan sosok mayat wanita tersangkut pada tepi jurang di daerah Ciomas Bogor, kondisi mayat begitu mengenaskan. Selain tubuh tak tertutup sehelai benangpun, seluruh tubuhnya juga hangus terbakar sehingga hampir tak kelihatan wujud dan rupa dari jasad tersebut. Benar apa yang dikatakan Dian, orang-orang sudah mulai sinting...! karena begitu mudahnya mereka menghilangkan nyawa orang lain dengan cara keji dan sadis tanpa sedikitpun rasa kemanusiaan. Entah terbuat dari apa hati orang-orang itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andi tercenung setelah membaca berita itu. Dalam pikirannya ia melihat dibalik semua itu ternyata pelaku-pelaku kriminal sudah sedemikian pintar. Mereka semakin tahu bagaimana caranya menghilangkan jejak dengan melenyapkan segala sesuatu yang bisa menjadi petunjuk bagi para aparat kepolisian untuk mengungkap suatu peristiwa pembunuhan. Dari barang-barang milik korban, kartu identitas juga ciri-ciri fisik dari korban sebisa mungkin dilenyapkan. Sehingga aparat kepolisian akan menemui kesulitan dan walaupun terungkap kemungkinan itu akan membutuhkan proses atau waktu yang cukup lama. Dan Andi kembali tercenung seperti ada sesuatu yang sedang ia pikirkan. Tak lama kemudian ia terlihat tersenyum-senyum sendiri sehingga membuat Dian yang sejak tadi memperhatikannya menjadi terheran-heran. Mengapa berita yang ia anggap menyeramkan justru membuat Andi tersenyum-senyum seperti itu..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita-berita pembunuhan masih menghiasi media cetak maupun media elektronik, bahkan terkesan mereka saling berlomba-lomba menelusuri kasus-kasus tersebut sebagai komoditas yang membuat tiras media cetak bertambah ataupun menaikkan rating dan mengeruk iklan bagi televisi yang menayangkan berita-berita secara sporadis atau bahkan mengemasnya secara exklusif. Setiap hari berita-berita itu dikupas berulang-ulang, ada sebagian msyarakat yang muak dengan kondisi tersebut namun lebih banyak yang justru makin penasaran untuk mengetahui kelanjutan dari kasus-kasus tersebut. Diantara mereka juga bertanya-tanya apakah kasus tersebut segera terungkap atau malah aparat kepolisian tak sanggup untuk mengungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah fenomena apa yang melanda negeri ini..apakah karena himpitan ekonomi yang kian berat ? sehingga membuat sebagian masyarakat mudah kehilangan akal sehatnya. Mudah marah..tersinggung dan sering mengambil jalan pintas dari permasalahan-permasalahan yang mereka hadapi. Atau malah pemberitaan yang gencar dari media cetak ataupun media elektronik secara tidak sengaja justru jadi pembelajaran bagi sebagian masyarakat yang imannya telah luntur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Jakarta kembali geger, belum lagi terungkap kasus-kasus pembunuhan sebelumnya kini kasus yang sama terulang lagi. Kali ini peristiwa terjadi di kawasan Jakarta Timur tepatnya di sebuah hotel transit dekat terminal Pulo Gadung.Kondisi mayat sangat mengenaskan bahkan ini terkesan lebih sadis dari peristiwa pembunuhan sebelumnya. Bagaimana tidak..! mayat tersebut ditemukan dalam keadaan hangus terbakar dan yang lebih mengerikan lagi, sebelum dibakar mayat tersebut sudah dalam keadaan terpotong-potong. Sungguh biadab..! masyarakat yang mengetahui dan mendengar kejadian tersebut bergidik dan dipenuhi kengerian yang amat sangat. Merekapun dipenuhi rasa ketakutan, jangan-jangan mereka atau keluarga mereka akan jadi korban berikutnya bila pelaku dari kasus-kasus yang terjadi tak segera terungkap. Aparat kepolisian bergerak cepat, dari langkah awal penyelidikan di tempat kejadian ditemukan beberapa barang bukti yang mengarah pada indetitas korban. Dari barang-barang yang tertinggal serta kartu identitas yang ditemukan di tempat kejadian, aparat kepolisian menduga bila korban adalah Dian Maharani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sontak berita itu membuat geger keluarga Dian terutama ibunya, ia tak henti-hentinya meraung menangisi Dian anaknya. Walaupun mayat wanita tersebut belum tentu Dian tapi dari barang-barang yang ditemukan membuat keluarga yakin bila itu adalah Dian. Apalagi terhitung dua hari ini Dian tak kembali kerumah dan tidak diketahui keberadaannya. Seluruh pelosok Jakarta sudah ditelusuri diantaranya rumah teman-teman dekat Dian, kantor tempatnya bekerja dan terakhir menyambangi tempat kost Andi mantan kekasihnya.Sayangnya ditempat kost juga tak ditemukan Andi, karena menurut pemilik tempat kost..Andi beberapa hari lalu pamit untuk pulang kekampungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita ditemukannya mayat wanita dengan identitas Dian Maharani seakan menjawab teka-teki hilangnya Dian selama dua hari ini. Betapa hancur hati orang tua, kerabat juga teman-teman dekat Dian. Walau hidup dan matinya semua makhluk yang ada dimuka bumi ini adalah Kuasa Tuhan namun rasanya siapapun tak mudah menerima dengan ikhlas dengan cara Dian menjemput ajalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu disebuah pelosok kampung di daerah Jawa Barat, dengan dibantu seorang aparat desa setempat yang berperan sebagai penghulu sepasang muda-mudi sedang dinikahkan secara siri. Mempelai wanita tidak menampakkan sedikitpun wajahnya karena ditutupi cadar hitam pekat, sedangkan mempelai pria tak henti-hentinya mengumbar senyum....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-404798274544661616?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/404798274544661616/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2009/07/dimana-dian.html#comment-form' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/404798274544661616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/404798274544661616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2009/07/dimana-dian.html' title='DIMANA DIAN..?'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-1375632003553607650</id><published>2009-07-18T04:08:00.000+07:00</published><updated>2009-07-18T08:54:09.535+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kata hati'/><title type='text'>LULUH LANTAK</title><content type='html'>Mayat...mayat bergelimpangan&lt;br /&gt; Serpihan...serpihan daging berhamburan&lt;br /&gt; Darah...darah segar bertebaran &lt;br /&gt;Racuni udara yang kuhirup..sesakkan nafas..remukkan hati..usik nurani&lt;/p&gt;Lihatlah...! lihatlah...! wahai angkara murka&lt;br /&gt;Tertawalah...! tertawalah...! wahai durjana&lt;br /&gt;Tak adakah iba...?&lt;br /&gt; Tak adakah duka...?&lt;br /&gt;Sebentar lagi ada tangis..ada duka anak yatim piatu&lt;br /&gt;Sebentar lagi ada tangis...ada duka istri kehilangan suami&lt;br /&gt;Sebentar lagi ada tangis...ada duka suami kehilangan istri&lt;br /&gt;Sebentar lagi ada tangis...ada duka keluarga kehilangan belahan jiwanya&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menangis....menangis...dan menangis&lt;br /&gt;Luluh lantak....&lt;br /&gt;Terhempas...terpuruk dalam lembah duka tak terperi&lt;br /&gt;Beginikah seharusnya..?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-1375632003553607650?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/1375632003553607650/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2009/07/luluh-lantak.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/1375632003553607650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/1375632003553607650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2009/07/luluh-lantak.html' title='LULUH LANTAK'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-4296101641030817717</id><published>2009-07-12T03:45:00.000+07:00</published><updated>2009-07-25T01:10:35.087+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ilusi'/><title type='text'>BUNGA MIMPI</title><content type='html'>Bungaku...&lt;br /&gt;Bunga khayalan..bunga impian&lt;br /&gt;Harum semerbak berselimut kabut&lt;br /&gt;Pancarkan cahaya..tebarkan aroma&lt;br /&gt;Undang kupu serta kumbang menari dan bernyanyi&lt;br /&gt;Riuh sorak dan gemulai rumput-rumput liar&lt;br /&gt;melambai seirama hembusan angin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaulah bungaku...&lt;br /&gt;Risau hati..usik nurani&lt;br /&gt;Ingin hanya terucap saat maksud tak tergapai&lt;br /&gt;Jangan biarkan rumput liar melilit tapak kaki&lt;br /&gt;Jangan biarkan kumbang bernyanyi nada sumbang&lt;br /&gt;Jangan biarkan kupu menari-nari di kelopakmu&lt;br /&gt;Jangan biarkan sarimu kuncup lalu mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai bungaku...&lt;br /&gt;Aku dengar tawamu..aku dengar candamu..aku dengar kesahmu&lt;br /&gt;Walau indra dan jiwa lelap tertidur tinggalkan hati terjaga&lt;br /&gt;Ingin kugapai indah kelopakmu..&lt;br /&gt;Ingin kuhapus airmata yang menetes..&lt;br /&gt;Ingin ku hembus semilir angin tuk menyejukkanmu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apa dayaku..aku hanya bermimpi&lt;br /&gt;Karena suatu saat mimpi kan berakhir&lt;br /&gt;Sadarkan diri..kita tak mesti berbagi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-4296101641030817717?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/4296101641030817717/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2009/07/bunga-mimpi.html#comment-form' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/4296101641030817717'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/4296101641030817717'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2009/07/bunga-mimpi.html' title='BUNGA MIMPI'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-989419060582670414</id><published>2009-06-30T13:24:00.000+07:00</published><updated>2009-07-25T01:11:37.140+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ilusi'/><title type='text'>SAMPAN KECIL KITA</title><content type='html'>Kau bagai rembulan di malam-malamku&lt;br /&gt;Menikmati jeritan burung-burung hantu&lt;br /&gt;Kau berlaksa setia berlaksa mengerti&lt;br /&gt;Enyahkan berjuta harap berjuta asa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak pernah menebar janji&lt;br /&gt;Tuk membangun indahnya bahtera untukmu&lt;br /&gt;Aku tak pernah menyemai janji&lt;br /&gt;Tuk sematkan mahkota bertabur asa di sudut dahimu&lt;br /&gt;Kau tahu itu...&lt;br /&gt;Kau pun tak pernah berharap..tak pernah meminta&lt;br /&gt;Pohon yang kita tanam akan berbuah ranum&lt;br /&gt;Dan akupun tahu itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya mampu berikanmu sebuah sampan kecil&lt;br /&gt;Dimana kita kayuh bersama lewati debur-debur ombak&lt;br /&gt;Mendayung kayuh seirama gemulai riak air&lt;br /&gt;Hilangkan penat dari sedih dan pedih&lt;br /&gt;Sampai kita terhempas dipantai putih&lt;br /&gt;Tengadah awan putih biru berarak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya ada satu harap..&lt;br /&gt;Suatu saat sampan itu kan kita kayuh kembali&lt;br /&gt;Mengarungi debur dan gulungan ombak&lt;br /&gt;Walau kita tahu sampan itu tak akan jadi bahtera&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-989419060582670414?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/989419060582670414/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2009/06/sampan-kecil-kita.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/989419060582670414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/989419060582670414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2009/06/sampan-kecil-kita.html' title='SAMPAN KECIL KITA'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-266385997615059957</id><published>2009-06-27T17:58:00.000+07:00</published><updated>2009-06-27T17:58:00.833+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kata hati'/><title type='text'>SENYUM DI BALIK KACA</title><content type='html'>Wajah itu ku tatap lagi&lt;br /&gt;Setiap pagi...pagi...dan pagi&lt;br /&gt;Tersenyum simpul..malu tersipu&lt;br /&gt;Wajah oval..hidung bangir..rambut sebahu&lt;br /&gt;Senyum tanpa kata tanpa suara&lt;br /&gt;Terhalang kaca..pisahkan sapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini kutatap lagi wajahmu&lt;br /&gt;Masih tersenyum mengundang sapa&lt;br /&gt;Tapi buramnya kaca hambarkan senyum&lt;br /&gt;Bagai kabut halangi pandangan&lt;br /&gt;Bagai mendung halang cahaya mentari&lt;br /&gt;Kembalikan lembut senyummu&lt;br /&gt;Biar kusapa wajahmu..&lt;br /&gt;Biar kusapa senyummu..&lt;br /&gt;Biar kunikmati tawamu..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070327531659328899-266385997615059957?l=hanyailusi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanyailusi.blogspot.com/feeds/266385997615059957/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2009/06/senyum-di-balik-kaca.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/266385997615059957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070327531659328899/posts/default/266385997615059957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanyailusi.blogspot.com/2009/06/senyum-di-balik-kaca.html' title='SENYUM DI BALIK KACA'/><author><name>NOOR'S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12350446119579545181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_R4ybVTXL4B0/TDrMULDzJzI/AAAAAAAAAR0/DfLGSR77D6Y/S220/5.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070327531659328899.post-4126489956196572341</id><published>2009-06-27T17:39:00.000+07:00</published><updated>2009-07-17T12:14:28.225+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>BUKAN DISINI TEMPATMU NAK..!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Vita duduk termenung, sebagai anak kecil berumur lima tahun seharusnya kini ia bermain bersama teman-temannya dengan penuh keceriaan, berlari, melompat dan menari. Tapi itu tak dilakukan, hari-hari dilaluinya penuh kesendirian, sepi dan sunyi. Tak ada teman berbicara, tak ada teman bermain. Ia duduk dengan tangan menopang dagu, memandangi sebuah taman dari sebuah rumah kecil namun asri. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Didalam taman banyak terdapat permainan untuk anak-anak seumur dirinya, ada sebuah jungkat-jangkit, peluncur, kuda-kudaan dari kayu juga ayunan yang menghadap langsung kesebuah kolam renang keluarga. Kolam renang itu dipagari oleh pagar kayu bercat putih yang kelihatan belum kering benar, mungkin pemiliknya berharap pagar itu berfungsi sebagai pengaman anak-anak yang bermain di situ. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hari mulai senja, sinar mataharipun mulai terhalang rimbunnya dedaunan. Angin semilir berhembus meniup dan menghantarkan daun-daun kering melayang, mengayun pelan sebelum jatuh terhempas ke tanah. Vita masih mematung dalam duduknya, biasanya sore hari seperti ini ada seorang gadis kecil hampir sebaya dengannya bermain sendiri di taman itu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Seperti halnya Vita gadis kecil itu juga selalu sendirian, tak ada teman bermain dan hanya pengasuhnya yang terlihat mendampingi dan mengawasinya bermain. Sesekali ibunya menemani itupun hanya bisa dihitung dengan jari sedangkan ayahnya tak pernah sempat mendampingi karena dilihatnya selalu sibuk bekerja, berangkat pagi dan pulang hampir larut malam. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Gadis kecil itupun seorang pemurung dan pendiam karena setiap bermain di taman ia hanya duduk termenung di ayunan tanpa sedikitpun mengayunkannya, tak tampak sedikitpun keceriaan di wajahnya. Wajahnya selalu bersandar ketali ayunan sambil menatap kolam renang itu, entah apa yang ia pikirkan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Vita terkadang merasa kasihan dengan gadis kecil itu, pengasuhnya pun terlihat jahat sekali. Seringkali membentak bahkan terkadang memukul untuk memaksa gadis kecil itu memenuhi keinginannya. Bahkan suatu kali gadis kecil itu menangis saat jatuh terguling dari atas kuda-kudaan, padahal yang Vita lihat gadis kecil itu hanya ingin makanan yang ada ditangan pengasuhnya kalaupun diberi makanan itu dijejalkan kemulut gadis kecil itu dengan kasar. Bila ibunya melihat, bukanlah membela gadis kecil itu tapi malah ikut memarahi bahkan memukulnya sehingga gadis kecil itu menangis meraung-raung dan memanggil-manggil ayahnya. Terkadang ia juga menyebut nama seseorang, entah siapa..Vita tak tahu. Tapi ia merasa pernah mendengar nama yang disebut-sebut gadis kecil itu entah kapan ? dimana ? ia juga tak tahu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Suatu kali di saat-saat seperti itu gadis kecil itu melihat dan menatap ke arah Vita, tatapan matanya kosong dan wajahnya tampak memelas seakan-akan minta pertolongan kepada Vita. Tapi karena Vita merasa ia juga hanya anak kecil yang seumur dengan gadis kecil itu, rasanya ia tak akan sanggup membantu. Tenaganya tentu tak akan kuat melawan pengasuh gadis kecil itu apalagi bila ibunya ikut membantu sudah pasti ia tak akan sanggup. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Hati Vita tergugah akan penderitaan gadis kecil itu, pernah ia menerobos pagar dan masuk ke taman itu untuk menemani juga mengajak gadis kecil bermain. Paling tidak ia berharap bisa berbagi keceriaan dengan gadis kecil itu tapi sungguh Vita kaget dan tak mengerti, karena saat ia mencoba mendekati dan berbicara dengannya gadis itu malah seperti ketakutan..tangannya terlihat gemetar dan wajahnyapun berubah pucat. Lalu gadis kecil itupun berlari pergi dan masuk kedalam rumah, Vita tak tahu apakah karena ancaman pengasuh atau ibunya agar tidak bermain dengan anak-anak lain sebayanya atau karena gadis kecil itu tak terbiasa dengan orang asing..?. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="fo
