Ini bukan cerita mengada-ada tetapi benar-benar saya alami. Dibalik meriahnya berita tentang Gayus yang pegawai pajak juga markus pajak, secara kebetulan saya mendapat keberuntungan yang saya sendiri tak tahu persis apakah berhubungan dengan itu atau tidak. Satu kali saya tertangkap basah oleh seorang polisi karena membawa motor melawan arah. Memang hal itu sering saya lakukan, biasalah...untuk mencari jalan pintas dan cepat ( don't try this at home..he..he ) . Tapi hari itu saya sedang apes, kepergok polisi dan langsung diminta minggir. Polisinya galak pula..tidak pakai " selamat pagi..! " atau paling tidak " Hai...!" he..he, tapi langsung membentak.
" Minggir kamu...! mana surat-suratnya.." bentak polisi itu sambil pasang muka galak. Mau nggak mau saya mengeluarkan STNK, ada rasa dag-dig-dug juga sih...soalnya saya belum punya SIM. Tapi entah karena masih dekat rumah atau apa, saya masih bisa berlagak tenang sambil cengar-cengir. Dalam hati " moga-moga aja pak polisi nggak minta SIM.." tapi..
" SIM nya mana ?" masih dengan galaknya
" Nggak ada pak, belum sempat bikin..." jawab saya pelan
" Bagaimana sih...!? punya motor tapi nggak punya SIM. Coba lihat KTPnya..! " Ujar pak polsi sambil mengeluarkan surat tilang. Sayapun pasrah dan buru-buru mengeluarkan KTP dan langsung memberikannya ke pak polisi.
" Kamu ini bagaimana sih sampai nggak sempat bikin SIM, Gayus saja bisa...! " Ujar pak polisi lagi. " Lho...apa hubungannya sama si Gayus ? wah...pak polisi kebanyakan nonton tv nih...sedang menilang saja, Gayus di bawa-bawa " pikir saya dalam hati dan agak bingung. Karena saya pikir pak polisi bercanda, sayapun menjawabnya dengan bercanda pula.
" Wah...kalau Gayus kan sudah pintar pak ! kalau saya masih bodoh...belum ngertilah.." canda saya.
" Memang dasar orang pajak, nggak ada yang benar. Lama-lama kamu juga bisa seperti Gayus juga..! nah...kamu ada waktu buat sidang tanggal 30.." tanya pak polisi.
" Wah...nggak tahu pak ! kayaknya sih susah...tergantung bos Gayus deh..." jawab saya keterusan bercanda karena pak polsipun sudah nggak kelihatan galak.
" Ya sudah, kali ini saya nggak tilang. Tapi lain kali taat sama peraturan, jangan ikut-ikut seperti Gayus.." Ujar pak polisi sambil mengembalikan STNK dan KTP saya. Sayapun mengucapkan terima kasih dan pak polisi itupun pergi.
Saya hampir tak percaya, sampai saya menatap motor pak polisi yang berlalu sampai hilang dari pandangan. Bingung sekaligus heran, kok pak polisi itu baik banget ya ? saya tidak jadi ditilang, tidak juga diminta uang damai. " Wah...beruntung banget !" pikir saya. Tapi ketika saya akan memasukkan STNK dan KTP ke dalam dompet, barulah saya tersadar. Ternyata yang saya berikan ke pak polisi bukan KTP tapi kartu NPWP saya yang disitu tertera dengan jelas " DIREKTORAT JENDERAL PAJAK ". Terus terang saya langsung tertawa sendirian ( untung nggak ada yang lihat..he..he ). " Wah...pantas saja sejak tadi pak polisi itu ngomongin Gayus ! lalu apakah karena kartu NPWP ini saya batal ditilang " pikir saya dalam hati.
Kalau memang begitu... ternyata kartu NPWP saya membawa berkah dan ternyata Dirjen Pajak atau nama Gayus begitu sakti dan bisa menyihir pak polisi tadi sehingga tidak bisa membedakan mana kartu NPWP...mana kartu pegawai pajak. Atau karena pak polisi itu baru pulang bertugas, masih mengantuk dan belum sempat ngupi...he...he. Tapi bagaimanapun, saya ngucapin terima kasih buat pak polisi itu. Saya do'kan semoga panjang umur, selalu dilimpahkan rejeki dan tetap menjadi polisi yang baik.
Selengkapnya...