Tampilkan postingan dengan label Asal aja... Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Asal aja... Tampilkan semua postingan

AKU TERDIAM

Selasa, 21 Juni 2011

Pada akhirnya aku harus menghentikan langkah lalu terdiam. Ku kerjap-kerjapkan mata karena pandangan mataku mulai kabur. Aku tak tahu dan tak mengerti, apakah mataku mulai rabun ataukah karena memang suasana tempatku berdiri mulai berkabut. Entahlah...

Kau hanya selangkah saja didepanku tetapi aku tak mampu menatap wujudmu sesungguhnya, yang kudengar hanya suaramu. Ingin aku menggapai tubuhmu tapi aku kembali terdiam, saat kudengar tawamu. Tawa yang menggema di dinding-dinding sunyi hatiku. Tawa  riang yang tak pernah terdengar saat kau ada disisiku, tawa merdu yang tak pernah terdengar saat kau ada dipelukku.


Aku kembali terdiam... Haruskah kuurai kabut didepanku untuk mencari tahu apa yang membuatmu begitu gembira? Haruskah kugapai tubuhmu lalu menghentikan tawa riangmu? Tidak...tidak... Aku tak akan melakukan itu! Kan kubiarkan kau menikmati tawa riangmu. Kan kubiarkan kau nikmati bahagiamu. Karena mungkin aku tak pernah mampu untuk memberikannya padamu.

Aku bahagia mendengar tawamu. Tapi perlahan, aku mulai merasa kehilanganmu walau kau berada disisiku.
Selengkapnya...

KUE SUDAH TERASA PAHIT ?

Rabu, 09 Maret 2011

Hari itu telah terpilih seorang kepala kampung yang baru dikampung SAUDAGAR. Dan sesuai adat yang sudah turun temurun, sang kepala kampung yang baru akan mengadakan pesta tujuh hari tujuh malam atau bila perlu sebulan penuh, tergantung seberapa banyak upeti yang diterima dari para pendukung. Disetiap pesta akan dihadiri oleh seluruh penduduk kampung dan sang kepala kampung yang barupun tak perduli siapa pendukung dan siapa yang tidak mendukung, semuanya diundang pesta tanpa terkecuali.

Namun tetap ada perbedaan yaitu tempat duduk para tamu saat pesta. Kelompok saudagar-saudagar yang mendukungnya ditempatkan disebuah meja besar sebelah kanan, kelompok saudagar bukan pendukung menempati meja besar disebelah kiri, sedangkan rakyat jelata duduk beralaskan tikar yang letaknya agak jauh dari kedua meja besar tadi. Sengaja ditempatkan agak jauh karena kepala kampung tak ingin mereka tahu makanan apa yang dihidangkan untuk para saudagar, "mencegah kecemburuan sosial," katanya. Padahal sebenarnya para rakyat jelata  tetap tahu walau hanya mencium dari baunya saja.


Dimeja besar dimana para saudagar bukan pendukung berkumpul, duduk seorang saudagar wanita yang selalu saja bermuka masam. Dia memang masih kesal dengan sang kepala kampung yang baru, dan dia merasa sang kepala kampung tak tahu berterima kasih, menusuk dari belakang. Padahal saudagar wanita itu merasa dialah yang telah mengangkat derajat sang kepala kampung tetapi kini malah menjadi pemimpinnya. Saudagar wanita itu masih tak rela jika posisinya sekarang lebih rendah, dan dia pun selalu menggerutu walau akan tetap menyantap makanan yang disediakan sampai habis.

Pesta sudah dimulai dan makananpun sudah dihidangkan, rakyat jelata bersuka cita mendapat porsi makanan berupa ikan asin, sayur asem, tahu serta tempe. Sedangkan para saudagar mendapat jatah porsi makanan berupa daging ayam, sapi, kerbau, sate kambing, kambing guling serta makanan yang serba wah lainnya. Semua saudagar mendapat jatah yang sama, baik yang mendukung maupun yang tidak. Namun yang berbeda adalah setiap saudagar yang mendukung mendapat satu porsi kue lezat sebagai makanan penutup sedangkan kelompok saudagar yang tidak mendukung tak mendapatkannya.

Hari ini sudah menjadi hari ke tujuh sejak pesta dimulai namun pesta masih meriah saja. Tetapi ada yang aneh dengan kelompok para saudagar pendukung, tiba-tiba saja ada sebagian dari mereka yang berpindah tempat duduk ke meja besar tempat para saudagar bukan pendukung dan mulai ngerumpi di sana.  Apa yang telah terjadi? Apakah porsi kue yang diberikan kurang besar? Apakah kue lezat yang diberikan sang kepala kampung sudah mulai terasa pahit? Ataukah mereka iri karena mereka selalu mendapat kue kering sedangkan yang lain mendapat kue basah?

Rakyat jelata hanya bisa menonton apa yang terjadi dan tak sedikitpun berharap mendapat jatah kue karena itu tidak mungkin. Mereka hanya berharap, nasi putih, ikan asin, sayur dan juga tahu tempe yang menjadi jatah mereka tak akan berkurang sedikitpun. Duhai...alangkah indahnya negeri ini.
Selengkapnya...

NGGAK NGERTI......

Kamis, 03 Februari 2011

Jujur..masuk kedunia maya adalah hal yang baru bagi saya, apalagi sampai membuat blog. Ketertarikan saya membuat blog berawal ketika melihat blog yang dibuat oleh teman dan karena saya merasa dengan blog saya bisa menyalurkan hobby saya menulis, akhirnya sayapun minta dibuatkan blog yaitu blog ini. Setelah agak mengerti sedikit, sayapun mencoba blog baru dengan konten yang berbeda yaitu http://nhasan-capri.blogspot.com. Bisa dikatakan, blog yang ini sedikit serius sedang yang satunya sama sekali tidak serius...hehe. Barangkali disitulah tempatnya saya mengutarakan sisi childish , humoris atau bahkan kekonyolan saya..hehe. By the way...dengan 2 blog yang miliki itu, tak pernah sedikitpun berpikir hal-hal yang lain seperti pagerank, domain, paypal atau semacamnya ( Memang nggak ngerti...hehe ). 

Nah...belum lama ini saya iseng-iseng mampir ke rumahnya Om google dengan keyword nhasan-capri. Ternyata disitu ada beberapa web site yang saya anggap mengulas mengenai blog saya yang kedua itu, dan salah satunya yang membuat saya tertarik adalah http://nhasan-capri.blogspot.com.webmasterworld.com
Isinya sebagai berikut :

 NHASAN-CAPRI.BLOGSPOT.COM
Nhasan-capri.blogspot.com is the 671,378th most visited site on the internet. The top incoming anchor texts for nhasan-capri.blogspot.com are uneg-uneg, Noor's Blog, and Bang Pendi. There are 13 homepages that link to a page on nhasan-capri.blogspot.com, 6 of which are two-way reciprocal links between domains. There are also 3 three-way links between sets of domains. The homepage of nhasan-capri.blogspot.com links out to 43 other websites. The website's IP address is 74.125.45.191, and there are 44,058 other websites hosted at the same IP address. Nhasan-capri.blogspot.com attempts to set one cookie named blogger_TID. Nhasan-capri.blogspot.com gets about 1,630 pageviews per day, and earns an estimated $4.89 daily. The server location of nhasan-capri.blogspot.com is Mountain View, CA, United States ( US ).

Nah...masalahnya saya kurang mengerti kira-kira maksudnya apa ya ? Kalaupun mengerti, mau berbuat apa ? Ada yang bisa bantu kasih sedikit penjelasan ? :). Tapi satu hal yang pasti, bagi saya menulis adalah menulis kalau soal lain urusan belakang. Ya toh...!?
Selengkapnya...

BERDAMAI DENGAN ASA

Jumat, 30 April 2010

Ditengah jalan yang tampak tak berujung
Ditengah hamparan koral yang menggelitik kulit tapak kaki
Disambut lambaian kuning ungu bunga-bunga liar
Hatiku tenang terbuai pasrah

Sayup-sayup kudengar suara menghentak jantung
Kulangkahkan kaki menjauh dari jalan yang tampak tak berujung
Lalu tersenyum ditengah angin yang menerpa
Entah... tersenyum mengejek suara yang mengusik lamunanku
Entah...menertawai ketololanku
Aku tak begitu mengerti





Namun kutersadar...
Aku masih diberi satu kesempatan
Untuk berkompromi dengan rasa
Untuk berdamai dengan asa
Sekali lagi....
Selengkapnya...

AKU T'LAH LAMA MENUNGGU

Minggu, 25 April 2010

Bagaimana bisa ku pejamkan mataku..?
Bila wajahmu menari-nari di pelupuk mataku...

Bagaimana bisa ku merasa nyaman..?
Bila sejuk hanya datang dari tatapan matamu....

Bagaimana bisa ku rasakan kelembutan..?
Bila itu hanya datang dari belaianmu....

Bagaimana bisa jantungku terus berdetak..?
Jika belum kurasakan detak jantungmu....



Aku t'lah lama menunggu.....

Kehadiranmu disisiku...
Semua masalah seakan tak berarti lagi....
Kehadiranmu di pelukku...
Aku merasa akan hidup seribu tahun lagi...

Aku t'lah lama menunggu....
kehadiranmu


( I think I've found my best friend
I know that it might sound more than a little crazy
But I believe
I knew I loved you before I met you
I have been waiting all my life
)

Selengkapnya...

DIRJEN PAJAK....SAKTI ?

Selasa, 13 April 2010

Ini bukan cerita mengada-ada tetapi benar-benar saya alami. Dibalik meriahnya berita tentang Gayus yang pegawai pajak juga markus pajak, secara kebetulan saya mendapat keberuntungan yang saya sendiri tak tahu persis apakah berhubungan dengan itu atau tidak. Satu kali saya tertangkap basah oleh seorang polisi karena membawa motor melawan arah. Memang hal itu sering saya lakukan, biasalah...untuk mencari jalan pintas dan cepat ( don't try this at home..he..he ) . Tapi hari itu saya sedang apes, kepergok polisi dan langsung diminta minggir. Polisinya galak pula..tidak pakai " selamat pagi..! " atau paling tidak " Hai...!" he..he, tapi langsung membentak.

" Minggir kamu...! mana surat-suratnya.." bentak polisi itu sambil pasang muka galak. Mau nggak mau saya mengeluarkan STNK, ada rasa dag-dig-dug juga sih...soalnya saya belum punya SIM. Tapi entah karena masih dekat rumah atau apa, saya masih bisa berlagak tenang sambil cengar-cengir. Dalam hati " moga-moga aja pak polisi nggak minta SIM.." tapi..
" SIM nya mana ?" masih dengan galaknya
" Nggak ada pak, belum sempat bikin..." jawab saya pelan
" Bagaimana sih...!? punya motor tapi nggak punya SIM. Coba lihat KTPnya..! " Ujar pak polsi sambil mengeluarkan surat tilang. Sayapun pasrah dan buru-buru mengeluarkan KTP dan langsung memberikannya ke pak polisi.
" Kamu ini bagaimana sih sampai nggak sempat bikin SIM, Gayus saja bisa...! " Ujar pak polisi lagi. " Lho...apa hubungannya sama si Gayus ? wah...pak polisi kebanyakan nonton tv nih...sedang menilang saja, Gayus di bawa-bawa " pikir saya dalam hati dan agak bingung. Karena saya pikir pak polisi bercanda, sayapun menjawabnya dengan bercanda pula.
" Wah...kalau Gayus kan sudah pintar pak ! kalau saya masih bodoh...belum ngertilah.." canda saya.
" Memang dasar orang pajak, nggak ada yang benar. Lama-lama kamu juga bisa seperti Gayus juga..! nah...kamu ada waktu buat sidang tanggal 30.." tanya pak polisi.
" Wah...nggak tahu pak ! kayaknya sih susah...tergantung bos Gayus deh..." jawab saya keterusan bercanda karena pak polsipun sudah nggak kelihatan galak.
" Ya sudah, kali ini saya nggak tilang. Tapi lain kali taat sama peraturan, jangan ikut-ikut seperti Gayus.." Ujar pak polisi sambil mengembalikan STNK dan KTP saya. Sayapun mengucapkan terima kasih dan pak polisi itupun pergi.

Saya hampir tak percaya, sampai saya menatap motor pak polisi yang berlalu sampai hilang dari pandangan. Bingung sekaligus heran, kok pak polisi itu baik banget ya ? saya tidak jadi ditilang, tidak juga diminta uang damai. " Wah...beruntung banget !" pikir saya. Tapi ketika saya akan memasukkan STNK dan KTP ke dalam dompet, barulah saya tersadar. Ternyata yang saya berikan ke pak polisi bukan KTP tapi kartu NPWP saya yang disitu tertera dengan jelas " DIREKTORAT JENDERAL PAJAK ". Terus terang saya langsung tertawa sendirian ( untung nggak ada yang lihat..he..he ). " Wah...pantas saja sejak tadi pak polisi itu ngomongin Gayus ! lalu apakah karena kartu NPWP ini saya batal ditilang " pikir saya dalam hati.

Kalau memang begitu... ternyata kartu NPWP saya membawa berkah dan ternyata Dirjen Pajak atau nama Gayus begitu sakti dan bisa menyihir pak polisi tadi sehingga tidak bisa membedakan mana kartu NPWP...mana kartu pegawai pajak. Atau karena pak polisi itu baru pulang bertugas, masih mengantuk dan belum sempat ngupi...he...he. Tapi bagaimanapun, saya ngucapin terima kasih buat pak polisi itu. Saya do'kan semoga panjang umur, selalu dilimpahkan rejeki dan tetap menjadi polisi yang baik.
Selengkapnya...

BAGAIKAN SANDIWARA

Selasa, 23 Maret 2010

Dunia ini penuh sandiwara
Ceritanya mudah berubah
Ada peran wajar dan ada peran berpura-pura...

Cuplikan dari sebuah lagu yang dinyanyikan oleh Ahmad Albar ( kalau tak salah ). Bila kita coba mencermati isi syair lagu itu, rasa-rasanya memang ada benarnya bila kehidupan saya, anda dan kalian adalah bagaikan sandiwara. Saya dan anda adalah pemainnya, masing-masing dari kita punya peran yang berbeda-beda. Bila sandiwara yang pernah kita lihat di TV, layar lebar dan sebagainya...para pemain dalam menjalankan peran diarahkan oleh seorang sutradara ( walau tak jarang ada sutradara yang merangkap sebagai pemain ) tapi dalam sandiwara direalitas kehidupan, kita sebagai pemainlah yang mengarahkan sendiri atau menyutradarai sendiri setiap peran yang kita mainkan. Baik atau buruknya peran yang kita mainkan semua tergantung pada diri kita sendiri dan kita mempunyai otoritas penuh dalam menjalani peran dalam kehidupan ini.

Namun kita juga tak boleh lupa bahwa baik dan buruknya peran yang dimainkan orang lain atau lawan main kita bisa juga berpengaruh pada kwalitas peran yang kita mainkan. Karena kita ada pada satu kesatuan, ada dalam lakon yang sama...lakon kehidupan. Untuk memperbaiki kwalitas peran, rasanya kitapun tak perlu malu dan ragu untuk mendengar, melihat lalu belajar dari lawan main yang telah dengan baik menjalani perannya. Rasa sombong, tinggi hati dan merasa paling baik dalam menjalani peran akan membuat sandiwara yang kita mainkan menjadi tidak harmonis, amburadul, tidak enak dilihat dan tak layak dinikmati. Barangkali akan lebih baik bila para pemain saling membantu, saling mengisi dan saling menutupi kekurangan yang ada pada lawan main.
" One Man can be a Crucial Ingredient On a Team, but One Man cannot make a Team " 
mungkin bisa jadi kalimat yang patut kita renungkan.

So...apakah sahabat sudah menjalankan peran dengan baik ?
saya belum...!!

Oh..ya mungkin ini tidak ada hubungannya atau juga ada hubungannya dengan postingan diatas, namun dikesempatan ini sekalian mau pajang award dari Si Roel , lawan main saya dalam lakon " Blogsphere " yang telah berbaik hati memberikan saya award keren...




















Nah...keren-keren bukan ? bagi temen-temen yang belum memilikinya silahkan dicomot...

Notes :
Terus terang saat menulis postingan diatas, ada perasaan yang mengatakan sepertinya pernah membaca tulisan semacam ini...entah dimana ? bila ada teman-teman yang merasa pernah memposting tulisan semacam ini mohon maaf, saya tak bermaksud meniru...
Selengkapnya...

LAGU INI UNTUKMU

Jumat, 05 Maret 2010

Dik.....
Ingatkah kau akan lagu ini ?
Saat kusenandungkan disela bibir jurang kehampaan
Saat bayang-bayang kesepian mulai menyapaku
Saat gemetar melepas lembut jemari-jemarimu
Saat senyummu menyelimuti isakmu
Saat tetes bening air mata iringi langkahmu
Saat bibir mungilmu bergetar tak bersuara


Dik......
Kan s'lalu kuingat lagu ini
Ingatkanku akan hangatnya pelukmu
Ingatkanku akan lembutnya desah nafasmu
Ingatkanku akan lenguh manja tawamu

Dik......
Kan s'lalu kubiarkan ruang hati ini tak terkunci
Sambil berharap suatu saat kau kembali
Kapanpun kau mau....
Selengkapnya...

TERUNTUK SIAPA & DIMANA

Selasa, 16 Februari 2010

Untukmu...yang entah dimana berada...
Sungguh aku tak tahu siapa namamu dan akupun tak tahu di mana kamu berada. Namun saat senja ungu menghantarkan semilir angin yang berhembus membisikkan namamu dengan lembut, aku tak bisa membohongi perasaanku bila aku mencintaimu. Cinta buta..? jelas kukatakan tidak...Mata hatiku termangu dan terpaku menatap aksara-aksara indah merangkai namamu, dadaku berdegup bagai gendang bertalu menyambut sang permaisuri hati, suara bathinku bernyanyi dan jiwaku menari-nari ikuti irama lagu-lagu rindu. Tak cukup rasanya satu buku untuk ungkapkan perasaanku padamu.


Untukmu...yang entah dimana berada...
Tak sedikitpun hatiku ragu untuk memulai meniti titian-titian khayal. Membayangkan lembutnya belaianmu, merasakan halusnya kulitmu dan mencium wangi aroma hembusan nafasmu. Kubayangkan caramu menatapku. Sinar lembut matamu menentramkan hati dan meninabobokan jiwaku. Ingin rasanya kusematkan bunga-bunga cinta di taman hatimu lalu kita berdua tersenyum dan tertawa memandangi kumbang dan kupu-kupu menari riang di taman hati...taman kita berdua.

Untukmu...yang entah dimana berada...
Aku tahu bila aku sungguh mencintaimu sebelum aku bertemu denganmu namun ijinkan aku menyemai benih-benih asa. Lalu tolong kau bisikkan pada angin senja, katakan padanya siapa dirimu dan dimana peraduanmu. Kan  kukayuh biduk-biduk hatiku...untuk menjemputmu.



Dariku...yang mencintaimu.




Setelah membaca postingan mba Reni yang berisi surat ungkapan kasih sayangnya terhadap putri tercinta ( sepertinya untuk ikut lomba ), tiba-tiba sekelebat ide melayang-layang di pelupuk mata yang sudah mulai terkantuk-kantuk. Menurut Suhu dalam tulis menulis...apa yang ada di benak diungkapkan saja atau mengalir sajalah...Jadi begini deh hasilnya kalau posting sambil ngantuk-ngantuk. Tapi ini bukan untuk kompetisi...
Selengkapnya...