Tampilkan postingan dengan label ilusi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ilusi. Tampilkan semua postingan

SELEMBAR KISAH

Jumat, 18 Februari 2011

Angin dingin berhembus perlahan, usik kesunyian malamku. Bintang malam kerlipkan cahaya, tawarkan cerita tentang kisah lama yang tak bisa kutolak. Kisah yang tertulis rapih dalam buku kebersamaan kita, berlembarkan ketulusan hati, putih, bersih tak bernoda. Bersama kita rangkai kalimat-kalimat bersyairkan cinta lalu kita tulis dan ukir dengan aksara yang indah lagi elok.

Namun semua tinggal kisah yang tersimpan dalam almari sanubari, semua tak sama saat kau tak ada disisi. Kita telah terpisah...ruang, jarak dan waktu. Akupun t'lah terhempas dalam lubang pengap dan gelap. Mencoba merangkak walau tertatih, mencari celah diantara lubang berbatu. Pasrah sempat terbersit dalam benakku namun kuyakin mampu menggapai cahaya yang menungguku walau tubuh lebam membiru.

Buku kebersamaan kita menyisakan lembar-lembar kosong. Masih kuingin walau tak kuharap, kita masih bisa menuliskannya lagi bersama.
Selengkapnya...

KAU LEBIH DARI ITU

Sabtu, 01 Agustus 2009

Kau bukan cahaya rembulan yang menerangi malam kelam
Kau bukan nyanyian merdu burung-burung yang berkicau
Kau bukan pelangi yang terlukis indah di kaki cakrawala

Bukan..! bukan aku tak mau memujimu
Bukan..! bukan aku tak mau menyanjungmu
Bukan..! kau bukan semua itu..

Tahukah kau..? kau lebih dari itu..
Namun ku tak tahu bagaimana mengungkapkannya..

Lembut parasmu..bangkitkan rembulan, pancarkan cahaya tuk terangi wajahmu
Merdu suaramu..mabukkan burung-burung, melonjak-lonjak riang nyanyikan nada-nada rayuan
Manis senyummu..inspirasikan hujan, lukiskan indahnya pelangi tuk manjakanmu

Tahukah kau..? kau lebih dari itu..
Namun lidahku begitu kelu..ucapkan semua itu.. Selengkapnya...

BUNGA MIMPI

Minggu, 12 Juli 2009

Bungaku...
Bunga khayalan..bunga impian
Harum semerbak berselimut kabut
Pancarkan cahaya..tebarkan aroma
Undang kupu serta kumbang menari dan bernyanyi
Riuh sorak dan gemulai rumput-rumput liar
melambai seirama hembusan angin

Kaulah bungaku...
Risau hati..usik nurani
Ingin hanya terucap saat maksud tak tergapai
Jangan biarkan rumput liar melilit tapak kaki
Jangan biarkan kumbang bernyanyi nada sumbang
Jangan biarkan kupu menari-nari di kelopakmu
Jangan biarkan sarimu kuncup lalu mati

Wahai bungaku...
Aku dengar tawamu..aku dengar candamu..aku dengar kesahmu
Walau indra dan jiwa lelap tertidur tinggalkan hati terjaga
Ingin kugapai indah kelopakmu..
Ingin kuhapus airmata yang menetes..
Ingin ku hembus semilir angin tuk menyejukkanmu..

Tapi apa dayaku..aku hanya bermimpi
Karena suatu saat mimpi kan berakhir
Sadarkan diri..kita tak mesti berbagi Selengkapnya...

SAMPAN KECIL KITA

Selasa, 30 Juni 2009

Kau bagai rembulan di malam-malamku
Menikmati jeritan burung-burung hantu
Kau berlaksa setia berlaksa mengerti
Enyahkan berjuta harap berjuta asa

Aku tak pernah menebar janji
Tuk membangun indahnya bahtera untukmu
Aku tak pernah menyemai janji
Tuk sematkan mahkota bertabur asa di sudut dahimu
Kau tahu itu...
Kau pun tak pernah berharap..tak pernah meminta
Pohon yang kita tanam akan berbuah ranum
Dan akupun tahu itu...

Aku hanya mampu berikanmu sebuah sampan kecil
Dimana kita kayuh bersama lewati debur-debur ombak
Mendayung kayuh seirama gemulai riak air
Hilangkan penat dari sedih dan pedih
Sampai kita terhempas dipantai putih
Tengadah awan putih biru berarak

Hanya ada satu harap..
Suatu saat sampan itu kan kita kayuh kembali
Mengarungi debur dan gulungan ombak
Walau kita tahu sampan itu tak akan jadi bahtera Selengkapnya...

DIA...BUNGA LIAR ( TERSENYUM )

Jumat, 05 Juni 2009

Rimba alang dan rerumputan...tahan jemari kaki
Gugur daun tercurah...hambat langkahku
Deru angin mengumpat...memaki...menghujat
Teguh hati tak perduli...tak ciutkan nyali
Kan tetap kubawa...kan tetap kujaga bungaku
Bungaku hanya tersenyum

Kubaringkan dilapang hamparan hati
Tetes embun kasih tersiram dari raga dan jiwa
Pagar-pagar hati telah terpatri
Tak sudi kumbang dan kupu menghampiri
Dahaga ini hanya milikku
Bungaku masih tersenyum

Saat mendung menggayut
Hamparan kabut halangi asa
Menggapai-gapai dalam butaku
Tapi selarik cahaya memberi jawab
Kumbang dan kupu menjamah...menghisap sari
Menggelinjang senang berkumur riang
Tak ada tolak...tak ada paksa
Bungaku tetap tersenyum

Tertegun diam dan termangu
Limbung jiwa dalam bingung dan geram
Sesal hati tak perlu simpati
Satu tanya tak perlu jawaban
Dan bungaku masih tetap tersenyum
Mengejekku dalam bimbang Selengkapnya...