Play and feel it....
Sayangku...........
HAMPA.............................
Jumat, 05 November 2010
NURANI TIKUS
Selasa, 14 September 2010
Apakah para tikus-tikus itu masih punya nurani ?
HARI MASIH MENDUNG
Senin, 05 Oktober 2009
PUING HATI
Jumat, 21 Agustus 2009
Puing-puing hati berserak tak berarah
Sisakan hampa dalam ruang berdinding kesunyian
Aku terduduk di kursi sepi dan terdiam dalam sunyi
Menggali berlaksa tanya tak terjawab
Dalam buta rasa merangkak tertatih
Menggapai-gapai puing hati dalam gelap
Satu persatu tersusun dalam bingkai asa temaram
Namun satu puing tak tergapai buramkan asa
Terbangkan layang-layang ingatan membumbung tinggi mencari jawab
Tapi angin enggan memberi petunjuk
Dan awan berarak mulai kaburkan ingatan
Akupun terlena dalam buai senandung kesunyian
Dengan cahaya asa yang mulai meredup..dan..meredup
Selengkapnya...
JUST MEMORY
Senin, 03 Agustus 2009
" Judul dan isi postingan saya ganti karena saya merasa bukan gaya saya mengungkapkan apa yang ada dalam benak secara vulgar " It wasn't me " namun lagu tetaplah lagu..siapapun pasti punya kenangan "
ONLY REMINDS ME OF YOU
I see you, beside me
It's only a dream
A vision of what used to be
The laughter, the sorrow
Pictures in time
Fading to memories
How could I ever let you go
Is it too late to let you know
I tried to run from your side
But each place I hide
It only reminds me of you
When I turn out all the lights
Even the night
It only reminds me of you
I needed my freedom
That's what I've thought
But I was a fool to believe
My heart lied while you cried
Rivers of tears
But I was to blind to see
Everything we've been through before
Now it means so much more
Only you
So come back to me
I'm down on my knees
Girl can't you see
How could I ever let you go
Is it too late to let you know
I tried to run from your side
But each place I hide
It only reminds me of you
When I turn out all the lights
Even the night
It only reminds me of you
you...you
It only reminds me of you
Selengkapnya...
LULUH LANTAK
Sabtu, 18 Juli 2009
Mayat...mayat bergelimpangan
Serpihan...serpihan daging berhamburan
Darah...darah segar bertebaran
Racuni udara yang kuhirup..sesakkan nafas..remukkan hati..usik nurani
Tertawalah...! tertawalah...! wahai durjana
Tak adakah iba...?
Tak adakah duka...?
Sebentar lagi ada tangis..ada duka anak yatim piatu
Sebentar lagi ada tangis...ada duka istri kehilangan suami
Sebentar lagi ada tangis...ada duka suami kehilangan istri
Sebentar lagi ada tangis...ada duka keluarga kehilangan belahan jiwanya
Menangis....menangis...dan menangis
Luluh lantak....
Terhempas...terpuruk dalam lembah duka tak terperi
Beginikah seharusnya..? Selengkapnya...
SENYUM DI BALIK KACA
Sabtu, 27 Juni 2009
Wajah itu ku tatap lagi
Setiap pagi...pagi...dan pagi
Tersenyum simpul..malu tersipu
Wajah oval..hidung bangir..rambut sebahu
Senyum tanpa kata tanpa suara
Terhalang kaca..pisahkan sapa
Pagi ini kutatap lagi wajahmu
Masih tersenyum mengundang sapa
Tapi buramnya kaca hambarkan senyum
Bagai kabut halangi pandangan
Bagai mendung halang cahaya mentari
Kembalikan lembut senyummu
Biar kusapa wajahmu..
Biar kusapa senyummu..
Biar kunikmati tawamu..
Selengkapnya...
BELAHAN JIWA
Jumat, 19 Juni 2009
Te...dung wa..wa..wa
Te...dung wa..wa..wa
Satu persatu aksara terangkai lugu
Ketulusan hati mencerna maksud
Bijak sambut tawa dan tangismu
Te...dung wa..wa..wa
Te...dung wa..wa..wa
Jengkal demi jengkal langkah tertatih
Tangis menyertai jatuhmu
Tawa menyertai tarimu
Te...dung wa..wa..wa
Te...dung wa..wa..wa
Celotehmu hangatkan sanubari
Sejukkan kepala dari penat berpikir
Lekatkan pasak-pasak...kokohkan tiang-tiang
Bahtera yang mulai rapuh
T'rus lah kau melangkah
T'rus lah kau berceloteh
Pelukku kan terus menghangatkanmu
Raga dan hati kan terus menyertaimu
Selengkapnya...
JIWAKU TERBINGKAI SEPI
Kamis, 18 Juni 2009
Sahabat...
Bagai bisikan angin nan lembut
Suara mesin itu kudengar..
Bagai nyanyian jangkrik
Deru kendaraan itu kudengar..
Bagai kicauan burung-burung
Jerit tangis dan canda riang bocah-bocah..kudengar
Aku terhempas di rimba kesunyian
Jiwaku kembali terbingkai sepi..
Sahabat...
Langkahku tertatih di sela rimbunnya onak berduri
Terlalu banyak nista yang kuhirup
Terlalu banyak dusta yang kutelan
Meracuni darahku..menyayat urat-urat nadiku
Aku limbung..aku terhuyung..aku terhempas
Di lumpur hidup kehampaan
Berontak hanya kan membuatku makin tenggelam
Kucoba bertahan dalam diam
Sahabat...
Ijinkan penaku menyapamu
Ijinkan hatiku bernyanyi dalam penjara sepi
Ijinkan aku tenggelam dalam senyuman
Selengkapnya...
TANYAKANLAH
Jumat, 15 Mei 2009
Tuan tanyakanlah pada sebatang pena itu
Mengapa seorang lelaki menjadi seorang pecundang
Tanyakanlah...!
Tuan tanyakanlah juga pada selembar kertas lusuh dan kusam
Mengapa seorang lelaki kehilangan harga diri
Tanyakanlah...!
Lalu Tuan tanyakanlah pada tetes-tetes tinta yang mulai mengering kusam
Mengapa seorang lelaki terdiam membisu
Tanyakanlah...!
Namun...Jangan tanyakan pada lelaki itu
Mengapa tak berdasi...tak bermobil...tak berharta
Seorang lelaki menjadi seorang pecundang...
Seorang lelaki kehilangan harga diri...
Seorang lelaki terdiam membisu...
Jangan tanyakan...!
Selengkapnya...
BEGINIKAH SEHARUSNYA..?
Minggu, 26 April 2009
Tak kau lihatkah wajah-wajah kami
Kusut bermata buram...pucat pasi tak berdarah
Langkah tak tentu arah...oleng tak berpijak
Makan sepiring nestapa...tidur berpeluk sengsara
Beginikah seharusnya...?
Kami lihat wajah-wajah itu
Bersinar cerah berbalut senyum durjana
Bergelimang tawa berkumur nasib jelata
Langkah beralas nyawa kaum papa
Hidup mencengkeram kuku...menghisap darah
Begitukah seharusnya...?
Seharusnya kau lihat kami...!
Seharusnya kau dengar kami...!
Seharusnya kau bimbing kami...!
Seharusnya kau bersama kami.....!
Selengkapnya...
BABI HUTAN
Kamis, 23 April 2009
Aku babi hutan di belantara kering
Mendengus...menggaruk..tanah retak tak berair
Terik sang mentari uapkan bulir-bulir peluh
Demi segumpal umbi pengganjal perut
Mengapa belantara ini tak pernah pernah subur...?
Aku babi hutan di belantara kerontang
Hidup diantara gonggongan anjing pemburu
Keringkan pembuluh batang...layukan daun
Ganggu nurani..paksa arahkan kaki
Ciutkan hati...lunturkan nyali
Aku babi hutan di belantara kering kerontang
Sejuta maki dalam benak
Sejuta umpat dalam tenggorok
Lebih baik mati tertembak petani
Lebih baik mati diterkam harimau
Hanya satu tanya dalam hati
Kapan anjing-anjing itu lupa menggonggong....?
Selengkapnya...

