SIAPA YANG GILA..?

Kamis, 03 September 2009

Ha..ha..ha..
Seorang lelaki setengah baya begitu menikmati tawanya
Tawa bagaikan stroberi merah ranum berselimut lelehan keju Swiss
Begitu lama ia tertawa sehingga tawanya kini terdengar mulai berirama
Kadang ha..ha..ha, kadang he..he..he, kadang hi..hi..hi

Seorang sahabat bertanya " Hai sahabat apakah kau begitu bahagianya, sehingga kau tidak bisa menghentikan tawamu..?"
Ha..ha..ha bahagia..? apakah tertawa itu hanya karena bahagia..? apakah karena bahagia aku harus tertawa..? ha..ha..ha
Tahukah kau kawan..aku tertawa karena kesedihanku, karena kegalauanku dan karena keresahanku..

Mengapa aku tertawa...?
Karena hanya ini yang bisa kulakukan..he..he..he..
Aku tak mampu mengusir kesedihanku karena istriku selingkuh...
Aku tak mampu menahan rasa galauku karena gajiku tak naik..naik..
Aku tak mampu mengabaikan keresahanku akan nasib anak-anakku kelak..

Sang sahabat berkata " Tapi kalau kau terus tertawa, kau bisa gila..!"
He..he..he gila..? apakah tertawa itu bisa membuat aku gila..? apakah aku bisa gila hanya karena aku tertawa..?
Tahukah kau kawan..aku tak bisa gila karena aku tertawa
Aku bisa gila bila kepalaku tak kuat berpikir..
Otakku terlalu kecil menampung pikiran yang sebenarnya tak perlu dipikir..

Sang sahabat berlalu pergi.." aku bisa gila dengarkan ocehanmu..!"
Dan sejak kepergian sang sahabat, tawa sang lelaki itupun berangsur pelan..
Sang sahabat ternyata membawa sebagian tawanya
Menjepit urat leher dan menyadarkannya dari candu tawa
Sang lelakipun mulai menata kesedihannya
Berkompromi dengan kegalauan dan keresahannya

Namun tiba-tiba sang sahabat tertawa, kakaknya tertawa, orangtuanya tertawa, gurunya tertawa, bosnya tertawa, anak buahnya tertawa...
Buat apa kau pikirkan istrimu yang tak setia..kuno..!
Diluar sana masih banyak gadis yang mengharap belaianmu..hi..hi..hi
Buat apa kau harus galau karena gajimu tak naik..kuno..!
Masih banyak uang yang bisa kau dapat dari korupsi..he..he..he
Buat apa kau resah memikirkan masa depan anakmu..kuno..!
Sebentar lagi kiamat akan datang..ha..ha..ha

Sang lelaki terpekur bingung..
" Sebenarnya siapa sih yang gila..!"
Selengkapnya...

AWARD LAGI

Sabtu, 22 Agustus 2009

Sebelumnya minta maaf sama mba Fanny..award pemberiannya baru hari ini di pajang. Tapi itu ngga disengaja ko..maaf ya mba. Nah..sekarang awardnya sudah dipajang, ada puisinya lagi..! mantab toh..

Sang Cerpenis dia bernama
Induk dari delapan jiwa
Tak pernah mati gaya
Tak pernah lelah bercerita



Sesuai wasiat dari yang punya award. Award ini juga aku kirimkan buat :
* Catatan Richard
* mpok Eny ( Catatan Eny )
* mba Dewi ( my heart soul blog )
* pemburuCINTAhakiki

Bila berkenan mohon diterima..
Selengkapnya...

PUING HATI

Jumat, 21 Agustus 2009

Puing-puing hati berserak tak berarah
Sisakan hampa dalam ruang berdinding kesunyian
Aku terduduk di kursi sepi dan terdiam dalam sunyi
Menggali berlaksa tanya tak terjawab

Dalam buta rasa merangkak tertatih
Menggapai-gapai puing hati dalam gelap
Satu persatu tersusun dalam bingkai asa temaram
Namun satu puing tak tergapai buramkan asa

Terbangkan layang-layang ingatan membumbung tinggi mencari jawab
Tapi angin enggan memberi petunjuk
Dan awan berarak mulai kaburkan ingatan
Akupun terlena dalam buai senandung kesunyian
Dengan cahaya asa yang mulai meredup..dan..meredup
Selengkapnya...

PARANORMAL

Jumat, 07 Agustus 2009

Saat itu Fandi sudah sedemikian marahnya, sehingga ia tak perduli lagi dengan siapa ia berhadapan..mau paranormal atau dukun " masa bodoh...!" pikirnya. Dan ia sama sekali tak takut..akan di teluh..di santet..

Itu salah satu penggalan cerita pendek yang saya buat, namun salah kamar. Seharusnya terpajang di blog ini tapi tersasar ke blog lain ( uneg-uneg ). Bila ada yang berminat membacanya silahkan baca disini..mangga atuh..! Selengkapnya...

MENGAPA KITA BIARKAN..?

Selasa, 04 Agustus 2009

Kawan..
Musim kemarau telah datang
Bulir-bulir air enggan menyapa akar-akar padi kita
Petak sawah kitapun retak-retak kering kerontang
Katak-katakpun enggan menemani dengan dendangnya
Daun-daun hijau padipun menangis lalu terdiam saat mulai mengering

Kawan..
Panggilan hati..panggilan jiwa..tangisan anak
Pandu langkah kita, singsingkan lengan..ambil cangkul dan garpu
Hentikan tangis daun-daun dan batang padi
Hapus dahaga mereka dengan curahan peluh-peluh kita

Lalu mengapa kita biarkan wereng-wereng cumbui lalu hisap sari padi kita
Lalu mengapa kita biarkan burung-burung gelatik patuki padi-padi kita yang mulai menguning
Lalu mengapa kita biarkan tikus-tikus menggerogoti lumbung padi kita

Mengapa kita biarkan..? Selengkapnya...

JUST MEMORY

Senin, 03 Agustus 2009

" Judul dan isi postingan saya ganti karena saya merasa bukan gaya saya mengungkapkan apa yang ada dalam benak secara vulgar " It wasn't me " namun lagu tetaplah lagu..siapapun pasti punya kenangan "

ONLY REMINDS ME OF YOU

I see you, beside me
It's only a dream
A vision of what used to be
The laughter, the sorrow
Pictures in time
Fading to memories

How could I ever let you go
Is it too late to let you know

I tried to run from your side
But each place I hide
It only reminds me of you
When I turn out all the lights
Even the night
It only reminds me of you

I needed my freedom
That's what I've thought
But I was a fool to believe
My heart lied while you cried
Rivers of tears
But I was to blind to see

Everything we've been through before
Now it means so much more

Only you
So come back to me
I'm down on my knees
Girl can't you see

How could I ever let you go
Is it too late to let you know

I tried to run from your side
But each place I hide
It only reminds me of you
When I turn out all the lights
Even the night
It only reminds me of you

you...you
It only reminds me of you Selengkapnya...

KAU LEBIH DARI ITU

Sabtu, 01 Agustus 2009

Kau bukan cahaya rembulan yang menerangi malam kelam
Kau bukan nyanyian merdu burung-burung yang berkicau
Kau bukan pelangi yang terlukis indah di kaki cakrawala

Bukan..! bukan aku tak mau memujimu
Bukan..! bukan aku tak mau menyanjungmu
Bukan..! kau bukan semua itu..

Tahukah kau..? kau lebih dari itu..
Namun ku tak tahu bagaimana mengungkapkannya..

Lembut parasmu..bangkitkan rembulan, pancarkan cahaya tuk terangi wajahmu
Merdu suaramu..mabukkan burung-burung, melonjak-lonjak riang nyanyikan nada-nada rayuan
Manis senyummu..inspirasikan hujan, lukiskan indahnya pelangi tuk manjakanmu

Tahukah kau..? kau lebih dari itu..
Namun lidahku begitu kelu..ucapkan semua itu.. Selengkapnya...