KATAMU........
Jumat, 24 Desember 2010
MENGGALI POTENSI DIRI
Sabtu, 11 Desember 2010
HAMPA.............................
Jumat, 05 November 2010
Play and feel it....
Sayangku...........
ENTAH BAGAIMANA CARANYA...?
Rabu, 13 Oktober 2010
Entah bagaimana caranya rasa itu datang kembali
Entah bagaimana caranya kasih yang terkubur perlahan mulai bangkit
Entah bagaimana caranya kenangan itu kembali mengusap dinding hati yang mulai kusam
Tatapan matamu kembali menghujam jantungku
Senyum manismu bagai tuak yang kembali memabukkanku
Harum wangi tubuhmu kembali membiusku
Kini kau hadir kembali di depan mataku
Walau tubuhmu hanya bisa kupeluk dengan tatap dan senyuman
Dadaku bertabuh ikuti irama langkah tertatihmu
Hadirmu bagai lilin yang menerangi malam lalu perlahan mulai redup seiring langkahmu yang kian jauh
Tak bisakah kau berhenti sejenak tuk genggam tanganku dan rasakan rapuh kulitku
Tak bisakah kau berhenti sejenak tuk rasakan gemuruh didadaku
Tak bisakah kau berhenti sejenak tuk dengarkan kata yang tak pernah terucap dari bibirku
Aku mencintaimu....sangat mencintaimu
Tapi kau telah berlalu
Kini entah bagaimana kuungkapkan isi hati
" Kek....! Kok..bengong sih ? Nenek yang tadi lewat itu siapa ? "
Selengkapnya...
NURANI TIKUS
Selasa, 14 September 2010
Apakah para tikus-tikus itu masih punya nurani ?
DITEPI WAKTU
Sabtu, 28 Agustus 2010
T'lah kuhirup selaksa debu di terik siang
T'lah kuhisap manisnya temaram malam
T'lah terjatuhku di jalan terjal berbatu
T'lah terhempasku oleh ganasnya gelombang samudera waktu
Saat terlihat aksara menari tanpa makna
Saat mahkota mulai memudar dan memutih
Masihkahku diijinkan menunggu mawarku tumbuh dan berbunga
Masihkahku diijinkan menjaga kuncupnya yang mulai berbuah
Masihkahku diijinkan menyapaMU lalu terpejam diharibaan dengan senyuman
Selengkapnya...
TAK JUA SIRNA
Kamis, 05 Agustus 2010
Penat kurasa, sirami benih-benih kasih yang tak jua tumbuh
Lelah hati, cabuti gulma keraguan yang tumbuh subur
Aroma yang kuhirup hanya hanya dendam dan kebencian
Dusta dan kebohongan racuni air yang kuteguk
Tak kuingkari kini kusetengah hati
Duri yang tertancap dihati masih tersisa
Luka tergores relakan tetes darah bawa serta empati larungi telaga sunyi
Tak bisa kuelak debur ombak mengikis batu karang
Tak bisa kuhapus aksara dalam kata
Sakit yang kurasa tak jua sirna
Tak kuharap keindahan hiasi mimpi malam
Aku hanya ingin terpejam dan terlelap barang sejenak
Bertukar pedih dengan kelembutan pembaringan
Selengkapnya...
