BERDAMAI DENGAN ASA

Jumat, 30 April 2010

Ditengah jalan yang tampak tak berujung
Ditengah hamparan koral yang menggelitik kulit tapak kaki
Disambut lambaian kuning ungu bunga-bunga liar
Hatiku tenang terbuai pasrah

Sayup-sayup kudengar suara menghentak jantung
Kulangkahkan kaki menjauh dari jalan yang tampak tak berujung
Lalu tersenyum ditengah angin yang menerpa
Entah... tersenyum mengejek suara yang mengusik lamunanku
Entah...menertawai ketololanku
Aku tak begitu mengerti





Namun kutersadar...
Aku masih diberi satu kesempatan
Untuk berkompromi dengan rasa
Untuk berdamai dengan asa
Sekali lagi....
Selengkapnya...

AKU T'LAH LAMA MENUNGGU

Minggu, 25 April 2010

Bagaimana bisa ku pejamkan mataku..?
Bila wajahmu menari-nari di pelupuk mataku...

Bagaimana bisa ku merasa nyaman..?
Bila sejuk hanya datang dari tatapan matamu....

Bagaimana bisa ku rasakan kelembutan..?
Bila itu hanya datang dari belaianmu....

Bagaimana bisa jantungku terus berdetak..?
Jika belum kurasakan detak jantungmu....



Aku t'lah lama menunggu.....

Kehadiranmu disisiku...
Semua masalah seakan tak berarti lagi....
Kehadiranmu di pelukku...
Aku merasa akan hidup seribu tahun lagi...

Aku t'lah lama menunggu....
kehadiranmu


( I think I've found my best friend
I know that it might sound more than a little crazy
But I believe
I knew I loved you before I met you
I have been waiting all my life
)

Selengkapnya...

BAYAR HUTANG TAG DAN AWARD

Rabu, 21 April 2010

" Barangsiapa mati sebelum melunasi hutangnya bukan karena kelalaiannya, misalnya ia adalah orang yang kesulitan atau tiba-tiba ajalnya datang padahal dalam hatinya ia berniat melunasi hutangnya, namun ia belum sempat melunasinya, maka Allah akan menjamin pelunasannya "

Dengan kalimat diatas, seharusnya saya merasa sedikit tenang karena saya punya niat membayar hutang namun kesulitan untuk melaksanakannya tetapi tetap saja saya tak merasa tenang. Ini berkaitan dengan hutang tag dari Mba Latifah dan Non Rossi Atmaja juga hutang pajang award dari Non Faiza juga Non Ria. Nah...daripada berlama-lama maka saya membayar hutang-hutang tersebut....

A. Pertama tag dari Mba Latifah dan Non Rossi Atmaja yang kebetulan sama. Ngisi tagnya susah-susah gampang jadi mohon maaf kalau isinya rada-rada nyeleneh....
1.  ( Siapakah diri anda di rumah ? )
Jawaban  :  Seorang suami yang masih belajar untuk menjadi suami yang baik

2.  ( Siapakah diri anda di samping rakan ? )
Jawaban  :  Tak tahu pasti apa pendapat teman-teman terdekat tentang saya, namun saya pernah mendengar ada yang mengatakan kalau saya terlalu pendiam dan workholic

3.  ( 5 benda yang anda idamkan tetapi masih belum tercapai )
Jawaban  :  
1. Ingin punya 1 kamar khusus untuk kerja di rumah ( ada kompi, rak buku, home teather dan     meja bilyard, kalau perlu ada kolam renang juga...he..he )
2. Baju badut buat menghibur anak
3. Ruang perpustakaan pribadi
4. Punya usaha sendiri
5. Pohon duit...he..he ( bingung mau jawab apalagi )

4.  ( Siapakah nama pasangan anda ? )
Jawaban  :  Reny Sumanti ( panggilan sayangnya " pesek "..he..he )

5.  ( Ceritakan 5 perkara yang paling anda suka tentang pasangan anda )
Jawaban  :
1.  Pintar masak
2.  Kreatif dan inovatif ( bisa membuat beraneka macam handmade )
3.  Cerewet ( sering mengingatkan saya yang terlalu santai )
4.  Pandai menyenangkan hati orang lain
5.  Supel dalam bergaul ( menutupi kekurangan saya yang pendiam & kurang gaul )

6.  ( Bila tarikh anda couple )
Jawaban  :  11 Mei 1994 ( kalau ngga percaya....ngga boleh tanya...he..he )

7.  ( Apakah kenangan pahit anda bersama pasangan anda ?
Jawaban  :  Maaf...saya tidak mau mengingatnya lagi, biarlah itu jadi pelajaran.

8.  ( Lagu tema cinta anda )
Jawaban  :  ( Everything I Do ) I Do It For You  - Brian Adams

9.  ( Apa perubahan yang anda ingin lihat dari pasangan anda ? )
Jawaban  :  Bila Tuhan mengijinkan, biarlah dia menjadi dia apa adanya

10.  ( Tag 10 rakan anda yang lain )
Jawaban  :  
Richardo Sitompul
David Usman
Girant 31
Secangkir Teh Sekerat Roti
Hendro Prayitno
Darin
Wawank
Sapi Dudunk
Catatan Eny
Dian Atika

B.  Award dari Non Faiza 





C.  Award dari Non Ria






Nah...itu tag dari Mba Latifah dan Non Rossi Atmaja juga award dari Non Faiza dan Non Ria ( sebenernya awardnya banyak tapi saya ambil hanya dua, dari Non Faiza maupun Non Ria...takut di bilang rakus...he..he ). Sekarang saya juga mau pajang juga awardnya bang Pendi disini, karena masih ada sahabat-sahabat yang ketinggalan....


Awar ini saya persembahkan untuk...

Mba Latifah Hizboel
Rossi Atmaja
Teteh Annie
Richardo Sitompul
David Usman
Girant 31
Secangkir Teh Sekerat Roti
Hendro Prayitno
Darin
Wawank
Sapi Dudunk
Catatan Eny
Dian Atika

Untuk sementara  seperti ini dulu deh...postingan saya, maaf nama-nama blog sahabat belum saya buat linknya tapi nanti saya akan perbaiki. Untuk sahabat-sahabat yang berkenan dengan awardnya bang Pendi...silahkan diambil.


Selengkapnya...

DIRJEN PAJAK....SAKTI ?

Selasa, 13 April 2010

Ini bukan cerita mengada-ada tetapi benar-benar saya alami. Dibalik meriahnya berita tentang Gayus yang pegawai pajak juga markus pajak, secara kebetulan saya mendapat keberuntungan yang saya sendiri tak tahu persis apakah berhubungan dengan itu atau tidak. Satu kali saya tertangkap basah oleh seorang polisi karena membawa motor melawan arah. Memang hal itu sering saya lakukan, biasalah...untuk mencari jalan pintas dan cepat ( don't try this at home..he..he ) . Tapi hari itu saya sedang apes, kepergok polisi dan langsung diminta minggir. Polisinya galak pula..tidak pakai " selamat pagi..! " atau paling tidak " Hai...!" he..he, tapi langsung membentak.

" Minggir kamu...! mana surat-suratnya.." bentak polisi itu sambil pasang muka galak. Mau nggak mau saya mengeluarkan STNK, ada rasa dag-dig-dug juga sih...soalnya saya belum punya SIM. Tapi entah karena masih dekat rumah atau apa, saya masih bisa berlagak tenang sambil cengar-cengir. Dalam hati " moga-moga aja pak polisi nggak minta SIM.." tapi..
" SIM nya mana ?" masih dengan galaknya
" Nggak ada pak, belum sempat bikin..." jawab saya pelan
" Bagaimana sih...!? punya motor tapi nggak punya SIM. Coba lihat KTPnya..! " Ujar pak polsi sambil mengeluarkan surat tilang. Sayapun pasrah dan buru-buru mengeluarkan KTP dan langsung memberikannya ke pak polisi.
" Kamu ini bagaimana sih sampai nggak sempat bikin SIM, Gayus saja bisa...! " Ujar pak polisi lagi. " Lho...apa hubungannya sama si Gayus ? wah...pak polisi kebanyakan nonton tv nih...sedang menilang saja, Gayus di bawa-bawa " pikir saya dalam hati dan agak bingung. Karena saya pikir pak polisi bercanda, sayapun menjawabnya dengan bercanda pula.
" Wah...kalau Gayus kan sudah pintar pak ! kalau saya masih bodoh...belum ngertilah.." canda saya.
" Memang dasar orang pajak, nggak ada yang benar. Lama-lama kamu juga bisa seperti Gayus juga..! nah...kamu ada waktu buat sidang tanggal 30.." tanya pak polisi.
" Wah...nggak tahu pak ! kayaknya sih susah...tergantung bos Gayus deh..." jawab saya keterusan bercanda karena pak polsipun sudah nggak kelihatan galak.
" Ya sudah, kali ini saya nggak tilang. Tapi lain kali taat sama peraturan, jangan ikut-ikut seperti Gayus.." Ujar pak polisi sambil mengembalikan STNK dan KTP saya. Sayapun mengucapkan terima kasih dan pak polisi itupun pergi.

Saya hampir tak percaya, sampai saya menatap motor pak polisi yang berlalu sampai hilang dari pandangan. Bingung sekaligus heran, kok pak polisi itu baik banget ya ? saya tidak jadi ditilang, tidak juga diminta uang damai. " Wah...beruntung banget !" pikir saya. Tapi ketika saya akan memasukkan STNK dan KTP ke dalam dompet, barulah saya tersadar. Ternyata yang saya berikan ke pak polisi bukan KTP tapi kartu NPWP saya yang disitu tertera dengan jelas " DIREKTORAT JENDERAL PAJAK ". Terus terang saya langsung tertawa sendirian ( untung nggak ada yang lihat..he..he ). " Wah...pantas saja sejak tadi pak polisi itu ngomongin Gayus ! lalu apakah karena kartu NPWP ini saya batal ditilang " pikir saya dalam hati.

Kalau memang begitu... ternyata kartu NPWP saya membawa berkah dan ternyata Dirjen Pajak atau nama Gayus begitu sakti dan bisa menyihir pak polisi tadi sehingga tidak bisa membedakan mana kartu NPWP...mana kartu pegawai pajak. Atau karena pak polisi itu baru pulang bertugas, masih mengantuk dan belum sempat ngupi...he...he. Tapi bagaimanapun, saya ngucapin terima kasih buat pak polisi itu. Saya do'kan semoga panjang umur, selalu dilimpahkan rejeki dan tetap menjadi polisi yang baik.
Selengkapnya...

TAMU TAK DIUNDANG

Jumat, 09 April 2010


Terus terang, ini bukan gaya saya dalam membuat cerpen. Agak sulit rasanya membuat cerpen dengan gaya remaja seperti mba Fanny karena saya merasa masa itu sudah jauh terlewati, tapi tidak ada salahnya untuk mencoba bukan..!? 


" Wah…banyak juga nih yang pesta minggu ini Yul…! tahu darimana ?” Tanya Nita sedikit takjub melihat daftar acara resepsi pernikahan yang diberikan oleh Yuli.
“ Ya sudah, ngga perlu tahu. Yang penting lo pilih deh mana yang kita mau datangi “ Balas Yuli. Nita tak langsung menjawab, mulutnya masih disibukkan dengan mengunyah baksonya. Nita hanya berpikir dalam hati “ wah..kalah gue sama Yuli, minggu kemarin gue cuma dapat 3 tempat resepsi sekarang Yuli dapat 6 tempat resepsi “
“ Heh..kok malah bengong !? yang mana..?”
“ Sabar dong Yul..gue juga lagi mikir nih..!”
‘’ Mikir apa mikir ? ‘’ Gurau Yuli yang geli melihat Nita yang tak memberi kesempatan mulutnya beristirahat dari mengunyah, untungnya setiap makan selalu Nita yang bayarin. ‘’ Kalau aku yang bayarin..,wah bisa bangkrut deh.. !’’
‘’ Iya...iya, sabar atuh non ! ntar gue habisin dulu nih... ‘’ ujar Nita sambil meminum es teh manisnya. ‘’ Eh..yang ini aja deh Yul.. ! dilihat dari gedungnya kayaknya oke nih.. ‘’
‘’ Ya sudah, gue sih terserah elo.. !. Yang penting kita bisa seneng-seneng, iya nggak.. !? Ujar Yuli disambut tawa Nita.
Sejak sebulan yang lalu, kedua sahabat kental ini memang punya kegiatan yang cukup unik. Mereka datang ke tempat resepsi pernikahan dan berpura-pura jadi orang yang diundang, padahal mereka hanya bermaksud mendapat kesempatan mencicipi makanan sepuas-puasnya dan tentu saja gratis. Tentunya tempat-tempat yang mereka datangi juga telah mereka seleksi atau paling tidak acara resepsi milik kalangan menengah keatas sehingga makanan yang adapun terjamin menggugah selera makan. Ide unik itu dari Yuli yang mendengar gerutu kakaknya Nadya yang mendapati amplop dari tamu di pesta pernikahan mereka yang hanya berisi uang seribu rupiah.
“ Ih..nggak tahu malu tuh orang…!” gerutu Kak Nadya yang didengar oleh Yuli.
‘’ Kenapa sih kak ? penganti baru kok jutek gitu... !?’’
‘’ Bagaimana ngga kesel..masak hari gini masih ada yang kasih amplop isinya cuma seribu rupiah ‘’
‘’ Hah..beneran tuh kak.. ?’’
‘’ Ya iyalah..masak aku bohong sih.. !?’’
‘’ Dari siapa kak ?’’
‘’ Mana aku tahu ? wong diamplop tidak ada namanya ‘’
‘’ Yah..namanya juga pesta di kampung kak. Barangkali temen bapak atau temen kakak sendiri sedang bokek, atau barangkali ada orang yang cuma mau numpang makan ‘’ Ujar Yuli sambil tertawa cekikikan.

Saat Yuli mengutarakan ide anehnya pada Nita, tak disangka ternyata mendapat sambutan yang antusias padahal Nita termasuk anak dari keluarga berada. Tapi memang itulah Nita, dengan tubuh lumayan bongsor ia memang terkenal doyan makan. Dan salah satu hobby dari Nita adalah ikut orang tuanya datang ke resepsi pernikahan dari teman kerja papanya, walau saat Nita mengatakan itu pada Yuli sempat membuat Yuli tergelak..” hobby  kok..kondangan ?”
“ Hai Yul...sedang apa nih..!?” Sapa Adit yang membuat Yuli dan Nita agak terkejut karena tak menyadari kehadirannya. Buru-buru Nita menyembunyikan kertas yang tadi di pegangnya.
“ Eh..itu kertas contekan ya..?” Tanya Adit sambil bergurau.
“ Ih..sembarangan, ini coret-coretan puisi tau...!” Kilah Nita sedang Yuli hanya senyum-senyum saja. Walau dalam hatinya dia agak khawatir kalau apa yang mereka bicarakan diketahui Adit. “ Wah..mau ditaruh mana muka gue..?” Pikir Yuli.
“ Kalau memang contekan, ngga apa-apa lagi..! siapa sih yang ngga pernah nyontek. Eh Yul.. ! hari minggu kita jalan yuk.. ‘’ Ujar Adit yang membuat hati Yuli sedikit lega karena ternyata Adit tak mengetahui apa yang mereka rencanakan.
‘’ Jalan kemana.. ? ‘’ Tanya Yuli
‘’ Ya.. kemana kek ! yang penting bisa seneng-seneng “
“ Ehm..ehm..gue ganggu ya ?” Ujar Nita sambil berdehem dan berniat bangkit dari duduknya.
“ Ngga kok Nit..!” Balas Yuli sambil memegang tangan Nita .
“ Aku lihat dulu ya.. Dit, kalau aku tak ada kegiatan..aku mau “
“ Eh..kayaknya tiap minggu kamu sibuk terus.., punya kegiatan apa sih ?”
Ada deh..! biasalah urusan cewe..” Sela Nita yang membuat Adit sedikit jengkel, sedang Yuli hanya tersenyum.
“ Ya..oke deh ! tapi sepulang sekolah, aku tetap bisa mengantarmu pulang kan Yul..?” Tanya Adit yang sedikit sebel karena pertanyaannya selalu Nita yang menjawab, dan Aditpun berlalu setelah melihat Yuli merespon pertanyaannya dengan anggukkan kepala.
            
Setelah berpisah dengan Nita yang menaiki mobil jemputan pribadinya, Yuli menghampiri Adit yang sedang menunggu. Aditpun langsung membukakan pintu Honda Jazznya buat Yuli, hal itu membuat cewek-cewek lain yang melihat merasa iri.
“ Aku heran sama kamu Yul, sudah beberapa minggu ini setiap minggu siang kamu selalu tidak ada di rumah. Ada kegiatan apa sih..? jangan-jangan kamu pergi sama cowok lain ya..?” Tanya Adit masih penasaran.
“ Iiiih..cemburu ya..? ngga kok, percaya deh…”
“ Ya tapi kenapa setiap minggu..?”
“ Lho..kan sudah di kasih tahu Nita tadi. Kalau ini urusan cewek..”
“ Iya..tapi urusan apa dong ? masak aku ngga boleh tahu sih..!” Yuli hanya tersenyum-senyum saja mengetahui Adit makin penasaran. “ Begini deh.., minggu ini ngga apa-apa aku nga bisa ngajak kamu jalan tapi minggu depan, sekaliiii saja kamu mau ikut denganku..ya ? pliiiiiiiiiss ! “ Pinta Adit sambil merajuk. Yuli tercenung, sebenarnya ia tak akan menolak mendengar ajakan Adit tapi bila ia sudah terlanjur janji sama Nita tentunya Yuli lebih memilih menepati janjinya dengan Nita.
“ Lho..kok malah bengong sih, bagaimana..mau nggak ?” Tanya Adit membuyarkan lamunan Yuli.
“ Emmm..gimana ya ? lihat nanti deh..memangnya ada apa sih “
‘’ Pokoknya bilang oke aja dulu, kalau oke nanti baru aku kasih tahu. Yang pasti ini bukan cuma urusan cowok ’’
‘’ Yee...nyindir nih.. ? ‘’ Ujar  Yuli yang disambut tawa Aditya

* * * * * * * * * *

“ Ck..ck..ck..banyak banget ambilnya Nit..! nanti ngga bisa cobain cicipin yang lain lho…” Ujar Yuli pada Nita saat mereka mengambil potongan-potongan daging kambing guling.
“ Tenang Yul...dijamin masih muat kok..!” Balas Nita sambil menepuk-nepuk perutnya.
“ Iya deh...percaya !“ Ujar Yuli sambil cekikikan. Sambil menyantap daging kambing guling itu Nita menatap beberapa menu makanan yang terhampar di hadapannya, seakan-akan menantang untuk segera di santap. Sepiring daging kambing guling di santapnya dalam sekejap, Yuli hanya tersenyum geli melihat cara makan sahabatnya itu.
“ Huh...hah...pedes Yul ! gue mau ambil minum dulu Yul...” Ujar Nita sambil megap-megap kepedasan. Nita ke tempat aneka macam minuman berada, setelah membawakan Yuli segelas coctail Nita kembali lagi untuk mengambil semangkuk bubur ayam.  Sedang kan Yuli sibuk memperhatikan kedua mempelai yang terlihat tersenyum bahagia sambil menjabat tangan para tamu yang mengucapkan selamat. Dilihat dari beberapa ornamen yang menghias ruang resepsi juga wajah-wajah para tamu yang datang sepertinya memang kedua mempelai dari keluarga yang cukup berada. Dan Yuli agak sedikit risih ketika ia membandingkan pakaian yang ia kenakan dengan pakaian yang di pakai oleh para tamu yang datang.
‘’ Hei...malah bengong ! gimana mau cicipin semua kalau bengong terus... ‘’ Tegur Nita mengagetkan Yuli.
‘’ Ah..sialan lo. Ngagetin gue aja... ! ‘’
‘’ Nggak usah pakai acara bengong kaleee... ! nanti makanannya keburu habis..”
‘’ Biarin aja..yang ini aja belum habis ‘’
‘’ Ya sudah cepet habisin, nanti nyesel lho... !’’ Ujar Nita mulai melahap bubur ayamnya. Yuli meneruskan makannya sambil menyisihkan irisan-irisan cabai rawitnya karena ia mulai merasa kepedasan. Namun saat Yuli sedang meneguk coctailnya tiba-tiba ia merasa ada yang menyentuh pundaknya.
‘’ Lho.... ! katanya ngga mau datang Yul...’’ Sapa Adit tiba-tiba. Karena kaget minuman yang sudah terlanjur ada di mulut nya tersembur keluar, sedang Nita suapan buburnya tertelan tanpa sempat dikunyah karena tak kalah kagetnya. Adit segera mengambilkan tissue untuk Yuli dan diterima Yuli dengan malu-malu, wajahnya bersemu merah karena tak menyangka bertemu Adit disini.
‘’ Pelan-pelan dong Yul... ! masih banyak kok...’’ Gurau Adit yang membuat Yuli makin tersipu.
‘’ Kok kamu ada disini Dit.. ?’’ Tanya Yuli basa–basi untuk menghilangkan rasa malunya.
‘’ Ya iyalah..., ini kan resepsi pernikahan kakakku. Kamu sendiri kok mau datang kesini, dapat undangannya ya..?’’ Adit balik bertanya, Yuli tergagap dan bingung mau jawab apa. Untunglah Nita cepat tanggap.
‘’ Gue yang ajak Dit ! gue yang diundang mempelai prianya, dia sahabat gue..’’ Ujar Nita asal.
“ Oh...ya..!?” Adit tergelak dalam hati, karena dia tahu benar Nita cuma berbohong. Tak mungkin Nita bersahabat dengan kakaknya karena selama ini kakaknya itu bekerja pada perusahaan minyak asing di Kalimantan, lagipula semua undangan para tamu Aditlah yang mengurusnya sehingga paling tidak ia tahu siapa-siapa yang diundang.
“ Ya sudah..dilanjut deh menikmati makanannya. Aku tinggal dulu ya Yul...” Ujar Adit. Sepeninggal Adit, Yuli dan Nita saling berpandangan dan berusaha menahan tawa mereka. Ada rasa geli dan juga malu yang meliputi perasaan Yuli dan Nita karena tak menyangka bertemu Adit dan rasa malu mereka makin bertambah ketika tahu bahwa sahabat-sahabat Adit di sekolah juga datang. Yulipun akhirnya hanya bisa menahan malu bila berpapasan dengan teman-teman Adit di sekolah. “ ngga kondangan lagi non...!?’’ Gurau mereka. Yuli hanya bisa terdiam sambil bergumam dalam hati...” ngga lagi-lagi deh...!!!”


* * * *  00 OOO 00  * * * * *






Selengkapnya...

DENDAM ITU TAK JUA TERBALAS

Rabu, 31 Maret 2010

Priambodo duduk termenung didepan kamar bungalow yang disewanya. Memandangi wanita cantik yang  masih tergolek ditempat tidur tak mampu menghapus segala kegundahan yang ada dihatinya. Asap rokok yang menggulung-gulung diatas kepalanya, mengingatkan dia akan percakapannya dengan Dudi sahabatnya. Entahlah...mengingat itu ia tak kuasa menahan air mata yang merambat pelan menelusuri pipi...
" Sabar Pri...ini mungkin hanya cobaan buatmu " Ujar Dudi  dengan nada pelan.
"  Sabar katamu...!? tidak semudah itu Dud. Kamu tidak merasakannya..tapi aku, aku yang merasakannya. Coba kau bayangkan...mawar yang kutanam, kusiram dan kurawat dengan begitu saja membiarkan duri-durinya luruh lalu runtuh dan kemudian membiarkan tangan-tangan lain menjamahnya...menikmatinya. Tidak-tidak..! bagiku itu bukan cobaan. Aku lelaki...! dia bukan saja menghianati kepercayaanku tapi dia juga menginjak-injak harga diriku..." Balas Priambodo sambil berusaha menahan amarahnya.
" Aku mengerti Pri...siapapun akan sakit bila merasakan hal itu, bukan hanya kamu. Tapi segala sesuatunya telah terjadi, mungkin ini suatu kesempatan buatmu instrospeksi diri...memperbaiki kekurangan "
" Ya..kuakui,  memang begitu  banyak kekurangan yang ada pada diriku. Tapi pantaskah kekurangan-kekurangan yang ada itu dijadikan alasan dan pembenaran atas penghianatan yang ia lakukan ? Bukankah sebagai pasangan harus saling melengkapi ?"
" Kamu benar Pri...kamu benar. Aku juga tak tahu harus bicara apalagi, tapi sebagai sahabat aku ingin yang terbaik buatmu. Namun melakukan perselingkuhan untuk membalas perselingkuhan aku kira bukan jalan yang terbaik dan aku rasanya juga ngga yakin, apakah dengan jalan itu kamu bisa merasa puas ? apakah dengan itu kamu merasa dendammu dapat terbalas. Lagipula aku khawatir, suatu saat anakmulah yang akan menjadi korban perbuatan kalian ?"Sambung Dudi. Priambodo terdiam, ia merasa apa yang diucapkan Dudi ada benarnya. Sampai saat ini rasa sakit hatinya tak jua terobati, walau beberapa wanita silih berganti menemani pelarian hatinya. Dendam ini tak jua terbalas !. Priambodopun tersentak saat ingat anaknya. Hanya karena dia, belahan jiwanya...ia masih mempertahankan bahtera yang kini telah rapuh. Hanya karena dialah ia masih mau berpeluh mengayuh bahtera yang layarnya telah compang-camping.
" Coba sholat Pri...aku yakin, hanya berkomunikasi denganNYA lah...hatimu akan menjadi tenang. Bertobatlah...sebelum terlambat " Ujar Dudi lagi sambil menepuk-nepuk bahunya.


Air mata kembali mengalir dipipinya " Maafkan aku... ! aku belum bisa. Entah sampai kapan...dendam ini akan kubawa. Aku tak tahu....."


Selengkapnya...

BAGAIKAN SANDIWARA

Selasa, 23 Maret 2010

Dunia ini penuh sandiwara
Ceritanya mudah berubah
Ada peran wajar dan ada peran berpura-pura...

Cuplikan dari sebuah lagu yang dinyanyikan oleh Ahmad Albar ( kalau tak salah ). Bila kita coba mencermati isi syair lagu itu, rasa-rasanya memang ada benarnya bila kehidupan saya, anda dan kalian adalah bagaikan sandiwara. Saya dan anda adalah pemainnya, masing-masing dari kita punya peran yang berbeda-beda. Bila sandiwara yang pernah kita lihat di TV, layar lebar dan sebagainya...para pemain dalam menjalankan peran diarahkan oleh seorang sutradara ( walau tak jarang ada sutradara yang merangkap sebagai pemain ) tapi dalam sandiwara direalitas kehidupan, kita sebagai pemainlah yang mengarahkan sendiri atau menyutradarai sendiri setiap peran yang kita mainkan. Baik atau buruknya peran yang kita mainkan semua tergantung pada diri kita sendiri dan kita mempunyai otoritas penuh dalam menjalani peran dalam kehidupan ini.

Namun kita juga tak boleh lupa bahwa baik dan buruknya peran yang dimainkan orang lain atau lawan main kita bisa juga berpengaruh pada kwalitas peran yang kita mainkan. Karena kita ada pada satu kesatuan, ada dalam lakon yang sama...lakon kehidupan. Untuk memperbaiki kwalitas peran, rasanya kitapun tak perlu malu dan ragu untuk mendengar, melihat lalu belajar dari lawan main yang telah dengan baik menjalani perannya. Rasa sombong, tinggi hati dan merasa paling baik dalam menjalani peran akan membuat sandiwara yang kita mainkan menjadi tidak harmonis, amburadul, tidak enak dilihat dan tak layak dinikmati. Barangkali akan lebih baik bila para pemain saling membantu, saling mengisi dan saling menutupi kekurangan yang ada pada lawan main.
" One Man can be a Crucial Ingredient On a Team, but One Man cannot make a Team " 
mungkin bisa jadi kalimat yang patut kita renungkan.

So...apakah sahabat sudah menjalankan peran dengan baik ?
saya belum...!!

Oh..ya mungkin ini tidak ada hubungannya atau juga ada hubungannya dengan postingan diatas, namun dikesempatan ini sekalian mau pajang award dari Si Roel , lawan main saya dalam lakon " Blogsphere " yang telah berbaik hati memberikan saya award keren...




















Nah...keren-keren bukan ? bagi temen-temen yang belum memilikinya silahkan dicomot...

Notes :
Terus terang saat menulis postingan diatas, ada perasaan yang mengatakan sepertinya pernah membaca tulisan semacam ini...entah dimana ? bila ada teman-teman yang merasa pernah memposting tulisan semacam ini mohon maaf, saya tak bermaksud meniru...
Selengkapnya...