BAHTERA RAPUH

Selasa, 19 Mei 2009

Aku tak mengerti...
Saat kau bilang cinta tak akan cukup untuk membangun sebuah bahtera
Aku tak mengerti...
Saat kau bilang perhatian dan kasih sayang
Tak akan kuat mengayuh bahtera menembus samudera...
Tak akan mampu menghembus layar-layar yang telah terkembang
Aku tak akan mengerti..

Lalu kau biarkan layar-layar rasaku robek..tercabik-cabik
dan kemudian terbang terbawa angin laut
Lalu kau biarkan kayuh-kayuh hatiku lapuk lalu patah
dan kemudian hanyut terbawa air biru
Lalu kau biarkan dalam darahku mengalir pahitnya sesal
dan asinnya dendam tak berujung

Bahtera kita memang tersusun dan terbentuk dari serpihan-serpihan dosa dan nista
Namun jangan biarkan lagi riak-riak air menyusup diantara dinding-dinding
bahtera yang rapuh
Jangan biarkan lagi gulungan ombak menghancurkan pasak-pasak
bahtera yang keropos

Aku lelah...
Aku ingin pejamkan mata dibawah sejuknya senyum matahari pagi
Aku ingin sematkan napas terakhirku diantara lembutnya awan-awan putih yang berarak
Aku ingin benamkan ragaku diantara halusnya pasir-pasir putih
Di pulau yang kita tuju

2 komentar:

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

membangun bahtera, apalagi bahtera RT memang kadang tak cukup hanya bermodalkan cinta.

Noor's blog (inside of me) mengatakan...

Ya..memang pastinya bahtera RT tak hanya cukup bermodalkan cinta, namun diharapkan cinta menjadi sebuah pondasi yang kuat untuk membangun bahtera itu. makasih komennya

Posting Komentar