DIA...BUNGA LIAR ( TERSENYUM )

Jumat, 05 Juni 2009

Rimba alang dan rerumputan...tahan jemari kaki
Gugur daun tercurah...hambat langkahku
Deru angin mengumpat...memaki...menghujat
Teguh hati tak perduli...tak ciutkan nyali
Kan tetap kubawa...kan tetap kujaga bungaku
Bungaku hanya tersenyum

Kubaringkan dilapang hamparan hati
Tetes embun kasih tersiram dari raga dan jiwa
Pagar-pagar hati telah terpatri
Tak sudi kumbang dan kupu menghampiri
Dahaga ini hanya milikku
Bungaku masih tersenyum

Saat mendung menggayut
Hamparan kabut halangi asa
Menggapai-gapai dalam butaku
Tapi selarik cahaya memberi jawab
Kumbang dan kupu menjamah...menghisap sari
Menggelinjang senang berkumur riang
Tak ada tolak...tak ada paksa
Bungaku tetap tersenyum

Tertegun diam dan termangu
Limbung jiwa dalam bingung dan geram
Sesal hati tak perlu simpati
Satu tanya tak perlu jawaban
Dan bungaku masih tetap tersenyum
Mengejekku dalam bimbang

2 komentar:

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

merenungkan arti puisi ini.

Noor's blog (inside of me) mengatakan...

Puisi..?, ah..saya jadi malu sendiri.

Posting Komentar