SAMPAN KECIL KITA

Selasa, 30 Juni 2009

Kau bagai rembulan di malam-malamku
Menikmati jeritan burung-burung hantu
Kau berlaksa setia berlaksa mengerti
Enyahkan berjuta harap berjuta asa

Aku tak pernah menebar janji
Tuk membangun indahnya bahtera untukmu
Aku tak pernah menyemai janji
Tuk sematkan mahkota bertabur asa di sudut dahimu
Kau tahu itu...
Kau pun tak pernah berharap..tak pernah meminta
Pohon yang kita tanam akan berbuah ranum
Dan akupun tahu itu...

Aku hanya mampu berikanmu sebuah sampan kecil
Dimana kita kayuh bersama lewati debur-debur ombak
Mendayung kayuh seirama gemulai riak air
Hilangkan penat dari sedih dan pedih
Sampai kita terhempas dipantai putih
Tengadah awan putih biru berarak

Hanya ada satu harap..
Suatu saat sampan itu kan kita kayuh kembali
Mengarungi debur dan gulungan ombak
Walau kita tahu sampan itu tak akan jadi bahtera

6 komentar:

fanny mengatakan...

sampan kecil itu pasti sebuah mahligai rumah tangga ya? hmm....

enny mengatakan...

mengayuh sampan bersama akan jauh lebih ringan.. juga cepat sampai di pantai putih. selamat mendayung kayuh bersama2 :)

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

tadi mampir ke blogmu yg satu lagi. belum selesai diutak atik ya?

Noor's blog (inside of me) mengatakan...

Iya..mba ! lagi gak mood n' yang pasti ga bisa-bisa :). Tapi makasih... mba Fanny sudah mau mampir, makasih juga buat mpok Enny..jangan lama-lama bangun bahteranya. Nanti laut keburu kering..he..he

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

aku gak bisa koment di blog barumu. belum dibuka ya komentnya?

Noor's blog (inside of me) mengatakan...

sebenernya lagi bingung nih..mba !! apanya yang salah ya..?

Posting Komentar