Kau bukan cahaya rembulan yang menerangi malam kelam
Kau bukan nyanyian merdu burung-burung yang berkicau
Kau bukan pelangi yang terlukis indah di kaki cakrawala
Bukan..! bukan aku tak mau memujimu
Bukan..! bukan aku tak mau menyanjungmu
Bukan..! kau bukan semua itu..
Tahukah kau..? kau lebih dari itu..
Namun ku tak tahu bagaimana mengungkapkannya..
Lembut parasmu..bangkitkan rembulan, pancarkan cahaya tuk terangi wajahmu
Merdu suaramu..mabukkan burung-burung, melonjak-lonjak riang nyanyikan nada-nada rayuan
Manis senyummu..inspirasikan hujan, lukiskan indahnya pelangi tuk manjakanmu
Tahukah kau..? kau lebih dari itu..
Namun lidahku begitu kelu..ucapkan semua itu..
Hujan Lentik di akhir Desember
4 tahun yang lalu
2 komentar:
ucapkan saja Noor. nanti bidadari pujaanmu keburu disamber orang lho.
kalo lidahmu terasa kelu, ungkapkan via puisi dan kirim puisinya by email ato sms aja lageee....
Wah..dah telat mba ! baruuuu aja disamber..:))
Posting Komentar