AKU CUMA KEONG

Sabtu, 15 Mei 2010

Aku cuma si Keong...
Nasibku memang tak bagus
Karena kelambananku dan kebodohanku
Nasibku memang tak bagus
Hanya jadi santapan bebek-bebek yang tak berhenti berkoar
Atau lele-lele yang mencabikku ganas

Aku memang cuma si Keong... !
Yang kehilangan pelepah-pelepah pisang
Yang kehilangan tempat mencari makan
Yang kehilangan tempat tuk berlindung
Yang kehilangan tempat beranak pinak



Aku memang cuma si Keong...dan itu benar !
Kini kuterhempas dijalan berdebu
Terpaksa merambat pelan walau debu tertelan
Terpaksa memekik walau tak satupun mau perduli
Terpaksa teriak walau suaraku hanya berputar dalam cangkang yang getas dan rapuh

Aku memang cuma si Keong...dan itu memang benar !
Yang pasrah dalam harap, moga tak terinjak kaki dan terlindas pedati...

Aku cuma si Keong....
Cuma itu yang bisa kukatakan

20 komentar:

Ferdinand mengatakan...

Wah bener2 dalem tuh kritikannya ....

keren Sob.....moga yg nginjek2 tuh keong bza baca ini ....

Aku Follow sekalian Sob(Dj-Site)....follow balik ya klo berkenan....

yanuar catur rastafara mengatakan...

setujuuuuuuu noor..

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

perasaan kamu bang pendi deh bukan keong. eh, gak nyambung ya?

Noor's blog (inside of me ) mengatakan...

@ Ferdinand : Makasih dah mampir...langsung ke TKP !
@ Bang Yanuar : Wah...kemana aja bang ? baru nongol nih...
@ Mba Fanny : Lain mba...Pendi ya Pendi, keong ya keong tapi ada kesamaannya...sama2 apes !! he..he

mundo_idiot mengatakan...

wah abang juga milih temp[late klasic yang ini sama dengan punyaku he he, kita akan punya masalah yang sama pada template yang ini walaupun kita isi gambar dikit tetap kan terasa berat sampai sa'at ini aku masih bingung untuk mengatasinya ,namun ada sedikit kelebihan dalam template yang ini bang pada sa'at loading awal akan muncul header dan posting duluan ,jadi angat friendly dengan seo ,
Salam dan trima kasih atas kunjungannya

nietha mengatakan...

keong juga makhluk ciptaan tuhan kang. lho apa hubungannya ya?

elok langita mengatakan...

keong, ayoo!! semangat perjlananmu masih panjang.. ^___^

Girant_31 mengatakan...

Cadas..

untuk keong, teruslah merayap..

abuhanzhalah mengatakan...

wah ada blog puisi juga ^^
asik asik bisa mampir nih :)

Melia Ajani mengatakan...

tak adil memang, ketika keong harus berhadapan dengan lawan yang memang (jelas-jelas) tak mampu dihadapinya..

catatan kecilku mengatakan...

Untuk tidak terlindas pedati... aku gak berani janji... :((

the others mengatakan...

Puisinya nendang Bang.. penuh dg sentilan dan kritikan.

Itik Bali mengatakan...

Puisinya bagus tenan
setahuku keong itu kuat lho Bang
gak takut keinjek
gak sakit kebanting

Bahauddin Amyasi mengatakan...

Diksi metaforis-nya mengena banget dalam puisimu, sobat! Sebuah resistensi yang halus, santun, tapi jelas dalam dan akut!

Salam budaya!

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

berarti pendi keong apes dong. piss akh, piss...met pagi juga.

camera cell phone mengatakan...

hm....
kata"nya berat juga ya...
hehehe...

Ferdinand mengatakan...

Sob kenapa ga ikut bikin puisi buat Kelompok kaos Merah yg dithailand tuyh Sob hhe.......lagi rame tuh....oiya kunjungan SOre Nie Sob.....happy blogging.......

Noor's blog (inside of me ) mengatakan...

@ Ferdinand : Ngga ah mas, nanti saya ikut2 dukung Thaksin nanti malah di Thaksir cewe2 Thailand...he..he

mundo mengatakan...

Sedih banget ironis sekali nasib si Keong , semoga tenden posting ini menyentuh hati bebek2 dan lele-lele yang ganas

daone mengatakan...

Aku juga punya cerpen judulnya AKU MEMANG KEONG RACUN, silahkan kunjungi blog gue ya...??

Posting Komentar