AKU LELAH

Jumat, 04 November 2011

Aku lelah menjadi matahari...
karena kau slalu sembunyi di balik rimbunnya pepohonan hindari cahyaku
Aku lelah menjadi angin...
Karena aku tak mampu padamkan api yang kau mainkan
Aku lelah menjadi sungai...
Karena aku tak mampu enyahkan limbah-limbah dusta yang kau buang dalam airku yang mengalir

Aku tak sanggup memandangi daun-daun asa yang perlahan mulai mengering dan jatuh berguguran
Aku tak sanggup menghadapi kenyataan begitu banyak rahasia dibalik hamparan daun-daun kering di halaman kita
Haruskah kusudahi saja perjalanan ini, karena ku tahu pada akhirnya aku kan tetap jatuh dalam jurang keputusasaan yang teramat dalam
Haruskah kurebahkan rapuh tubuh ini di tepi jalan berdebu hingga malam berganti dan embun pagi membangunkanku esok hari

47 komentar:

Tiva Fatimah Keizer mengatakan...

Jangan lelah dulu ah, sebelum berjuang... :)

Ferdinand mengatakan...

Ya jangan nyerah dulu bang... siapa tau cahaya matahari yang bang pendi kasih kurang terang makanya gak ngena hhe... :)

Bang Pendi mengatakan...

@Non Tiva : harusnya memang gitu...never say never lah pokoknya :)
@Bang Ferdinand : wah, bener jga ya...jangan2 karena mendung jdi cahaya mataharinya kurang terang, hehe..

catatan kecilku mengatakan...

Lantas... untuk menjadi apa yg tak akan lelah? Bukankah segala sesuatu punya resiko sendiri2?

DewiFatma mengatakan...

Ah, Bang Pendi...
masak baru segitu aja udah lelah.. Ayo, bangkit! Jadilah matahariku :D

Bang Pendi mengatakan...

@Mba Reni : memang segala sesuatu punya resiko dan melakukan sesuatu butuh perjuangan namun haruskah jatuh di lubang yang sama?
@Mba Dewi : ini jga mau bangkit Mba, habis duduk terus lama2 pant*t jadi kram juga...hehe

Belajar Photoshop mengatakan...

Pernahkah kita penasaran mengapa energi cepat sekali tergerus dari dalam tubuh?

Ejawantah's Blog mengatakan...

Sebuah senyuman akan membuat hati terkejut, dan membawa kita dalam kesadaran untuk melihat dalam nyata. Bahwa masih bayak orang yang masih memerlukan cahaya dalam kehidupan.Karena kita tidaak akan pernah tahu pada hitungan keberapa cahaya yang redup akan kembai menjadi terang. jangan mencoba mengenali permasalhan yang ada, namun lihatlah seberapa besar manfaat cahaya yang dapat dirasakan oleh sekitarnya.

Sukses selalu
Salam
Ejawantah's Blog

rusydi hikmawan mengatakan...

romantisme ini bergemuruh dalam hati

rusydi hikmawan mengatakan...

loh ebook cerpen gratisnya gak ditemukan

Bang Pendi mengatakan...

@Belajar photoshop : satu pertanyaan yang kadang mengusik hati..
@Ejawantah's Blog : satu kehormatan bagi saya, blogger yg sudah wara-wiri di blog sahabat berkenan mampir kemari. makasih atas pencerahannya
@Mas Rusydi : kebetulan ebook cerpen dibuatkan oleh temen, saya sendiri malah jarang ngecek...maaf klo memang tak ditemukan dan makasih sudah mampir...

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

istirahat dong kalo lelah

socafahreza's blog mengatakan...

terus melangkah walau lelah..
tapi istirahat dulu gak apa2 deh :D

Nyach mengatakan...

Ini yang membuat Bang Pendi kehilangan humor seperti biasanya, mungkin parkir dulu dibawah pohon yang rimbun agar lelahnya lenyappp. terus uberrrr lagi

Nyach mengatakan...

ehhh ini benar Bang Pendi kan ?
seperti kagak percaya saya, klo bener salam suksesss Bang.

rusydi hikmawan mengatakan...

okelah kalau gitu. padahal ngarep dapet refrensi cerpen baru. ditunggu kunjungan baliknya, mba

Bang Pendi mengatakan...

@Mba Fany & Mas Reza: sudah kelamaan istirahatnya , tapi lelahnya ga hilang2...hehe
@Nyach : bener kok Pak, ini Bang Pendi...hehe. klo selera humor tetep kok Pak, selagi masih sarap humornya ga akan hilang...hehe
@Mas Rusydi : cerpennya masih dalam proses. maksudnya proses cari ide, klo jadinya kapan? ga tau deh...wong idenya blom dapet, hehe. Duh, jangan panggil Mba dong! prasaan jadi gimanaaa...gitu, hehe

Herdoni Wahyono mengatakan...

Begitu banyak halangan, rintangan dan gelombang yang menghadang kita dalam kehidupan ini. Telah begitu banyak yang 'tenggelam' diterpa badai yang menjulang tinggi. Hendaknya kita menaiki 'perahu' yang kuat dan kokoh menghadapi gelombang, nahkoda yang berpengalaman mengantar kita ke tujuan dengan selamat, dilengkapi kompas dan jangkar, serta perbekalan yang cukup dalam perjalanan. Untaian kata yang menarik penuh makna dibaliknya. Salam sukses Sobat.

Ferdinand mengatakan...

Masih lelah nih Bang??? ude buru sono dikejar, ntar diambil jabrik lagi kaya tempo dulu hhe...

♥chika_rei♥ mengatakan...

wahhh bang pendi masih puitis aja ekeke
jangan pernah lelah
apalagi kalau benar mencintai ^^

socafahreza's blog mengatakan...

btw udh di follow nih..
ditunggu ya follbacknya :)

Mood mengatakan...

Biar saja lelah itu mendera karena itu bagian hidup juga. Jadi nikmati saja, toh hari esok akan datang dengan segala wrna barunya.
Semoga.. .

Salam.. .

reri saputra mengatakan...

saya juga sangat lelah ....
nice post ...

http://blog.djarumbeasiswaplus.org/rerisaputra/

enny sophia mengatakan...

Jangan lelah menjadi mentari, karena bulan tak dapat bercahaya indah tanpanya..
Jangan lelah menjadi angin, karena bocah kampung berharap padanya untuk menerbangkan layang-layang..
Jangan lelah menjadi sungai, tanpanya tak ada lagi kehidupan indah di muka bumi.. :) bang noorrr :D

Anonim mengatakan...

menginginkanmu bukanlah tuntutann tuk menemanikiu
tapi untuk siap menemaniku sudah pasti mengiginkanmu

outbound training di malang mengatakan...

kunjungan ..
salam sukses selalu ..:)

Leadership Developmant Training mengatakan...

kunjungan sob ..
mau bagi-bagi kalimat motivasi sob ..
"saya belajar menggunakan kata 'tidak mungkin' dengan sangat hati-hati."
kunjungan balik ya sob .. :)

kontraktor bangunan mengatakan...

bagus puisinya...ditunggu puisi selanjutnya ya

birthday party mengatakan...

nice post :)

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

oot : wah naskahnya ilang toh.yaaa gak bisa liat bukumu deh. padahal dah ngarep gratisan hehee

Anonim mengatakan...

ISTIRAHAT DULU KALI YAH,,,

Isti mengatakan...

semangat kawan...berhenti bukan berarti kalah..

Pesta ulang tahun mengatakan...

semangat ya

Sri Haryono mengatakan...

Lelah ini mengajarkan kita dewasa

sbobet mengatakan...

Sabar bro,,
biasa hidup kauak gt

Agen Ace Maxs mengatakan...

artikel yang inspiratif,,

Kasmin mengatakan...

Tetap lanjutkan

rian kharisma mengatakan...

LeLah.. mk ny minus yg josss....

rian kharisma mengatakan...

LeLah ... mk ny minum yg josss....
jgn yg roso... zzztttzt

Champlenk Malfoi mengatakan...

Add twitter sama blog saya kawan

@iDoz_AM

http://enambelas-sembilandua.blogspot.com

Champlenk Malfoi mengatakan...

Add twitter sama blog saya kawan

@iDoz_AM

http://enambelas-sembilandua.blogspot.com

ika bhatari mengatakan...

Sepertinya ini sangat cocok dgn keadaan diriku saat ini

heri apriadi mengatakan...

kita telah sampai batas-batas lelah
hinggakan untuk hari esok,kita perlu mengulang dari yg telah lalu.

heri apriadi mengatakan...

karena kita telah sampai batas-batas lelah
sehingga untuk hari esok,kita harus mengulang lagi dari masa lalu

san san mengatakan...

satu kehormatan bagi saya, blogger yg sudah wara-wiri di blog sahabat berkenan mampir kemari

munir ardi mengatakan...

BAng noor aku rindu dengan tulisan-tulisan kocakmu

Anonim mengatakan...

bagus puisinya :)

Posting Komentar