MENGAPA SAYA SUKA MENULIS..?

Senin, 11 Januari 2010

Tidak ada yang bertanya tapi justru saya sendiri yang suka bertanya-tanya " mengapa saya suka menulis ?"     ( orang yang aneh...he..he ). Sebenarnya alasannya cuma satu " Saya termasuk orang yang tidak pandai bersosialisasi dengan orang lain sehingga terkesan agak tertutup dan tak banyak bicara ". Dengan menulis terkadang saya merasa bisa mencurahkan apa yang ada di benak saya, pikiran saya dan semua yang rasakan tanpa harus menunggu seseorang yang mau mendengarkan.

Dari beberapa cerpen atau puisi asal-asalan yang telah saya buat, beberapa diantaranya benar-benar merupakan sarana bagi saya untuk mengutarakan perasaan saya dan selebihnya merupakan hasil dari menghayal, melamun atau ide yang datang mendadak saat dilanda Imsonia.

Saya teringat pertama kali membuat blog, saat itu saya merasa begitu antusias dan bersemangat laksana " seorang anak kecil yang menemukan kembali mainan kesayangannya yang hilang ". Saya suka membuat cerpen sehingga pertama kali blogwalking, saya mencari blog dimana saya bisa belajar menulis dengan baik. Lalu saya menemukan blog " Rafi Azmillah Menulis" ( Radinal Mukhtar Harahap ) dan " Sang Cerpenis Bercerita " ( Fanny Fredlina ) . Dua nama ini telah saya anggap guru saya dalam hal tulis menulis, karena dari keduanya saya termotivasi untuk terus belajar dan terus semangat untuk menulis . Bahkan salah satunya ( mas Radinal ) telah membuat buku pertamanya yang berjudul " Menulis itu Asyik Lho ! : Langkah Asyik Melejitkan Potensi Menulis ". Sedangkan mba Fanny saya dengar masih menyelesaikan proyek pertamanya.

Tapi akhir-akhir ini saya merasa semangat menulis agak mengendur bagai terkikis curahan hujan yang turun terus menerus beberapa hari ini. Barangkali mulai terjangkit virus penyakit malas...Entahlah ! Namun saya teringat hutang posting award dari Seiri Hanako... ( makasih bu dokter...!). Barangkali award-award yang cantik ini bisa menjadi obat yang diberikan bu dokter ini dapat menyembuhkan dan memusnahkan virus malas yang ada.



 

 

Barangkali diantara sahabat-sahabat yang sudah memiliki award-award ini. Namun bagi yang belum memilikinya, bila berminat silahkan diambil.



11 komentar:

Latifah Hizboel mengatakan...

Menulis bagi saya adalah suatu kepuasan tersensdiri apalagi bila bermanfaat untuk orang lain.

*Selamat atas awardnya ya

ivan kavalera mengatakan...

Bagi saya, menulis sama halnya dengan menjawab SMS teman atau mengobrol dengan orang-orang sekitar. Tapi tentu saja ketika waktu sangat sempit, maka menulis pun tidak dapat dilakukan. Selamat atas award-awardnya, mas.

fanny mengatakan...

menulis harus diasah. gak boleh berhenti. kalo toh jenuh, tulis aja apa yg ada di hati. semcam buku harian gitu deh. gak usah yg serius2.

Clara mengatakan...

sama, saya juga suka buat cerpen, sampe mencari cara untuk tetap bisa menulis cerita. yaitu dengan membuat blog dan blog khusus cerpen. paling ga bisa menjadi cambuk bagi saya yg malas ini

selamat atas awardnya ya

BrenciA KerenS mengatakan...

emang cocok kalo inspiratornya mereka2..pada jago sih. hehehe

selamaat ya awardnya... :)

Rumah Ide dan Cerita mengatakan...

Banyak blog memang yang bisa menjadi tempat buat belajar. Dan selamat buat ewotnya ya Bang Noor.

munir ardi mengatakan...

Sang cerpenis memang jago nulis bang saya juga salut ama dia

Penikmat Buku mengatakan...

alasan yang hampir sama dengan saya pak ^^

semoga tetep semangat buat berbagi

7 taman langit mengatakan...

salam sejahtera
kunjungan balik
Sang Cerpenis memang jago nulis ya
saya juga suka ma tulisannya
awardnya keren

Seti@wan Dirgant@Ra mengatakan...

Pantesan tulisan cerpen disini asyik banget.... gurunya jawara semua.
Semoga aja Virus malasnya cepat terproteksi.
Selamat atas Awardnya.

radinal mukhtar harahap mengatakan...

Wah.. tulisan ini mengingatkan saya ketika awal-awal dulu memulai suka menulis mas.. terkadang semangat eh kendur dan semangat lagi..

Kita harus terus menulis ya.. makasih dah mengapresiasi karya pertama saya.. saya yakin mas juga akan bisa membuat karya.. saya tunggu..:D

Posting Komentar